Cinta Yang Kembali

Cinta Yang Kembali
Malam kecelakaan 1


__ADS_3

Sesil Agyata Bohemian Prasetyo anak kedua dari pasangan Inod Prasetyo dengan Irs Nuria Prasetyo. sesil mempunyai kakak bernama Alkhan Zayn Bohemian Prasetyo nama Bohemian adalah marga dari ayahnya mama Irs, dan nama itu sekarang di pakai oleh nama anak-anaknya. papanya, Inod Prasetyo adalah pemilik perusahaan terbesar di dunia CF. Pst group yang bergerak di bidang makanan, minuman dan dan juga penambang batu bara. Karena kekayaannya yang melimpah ruah itu, mama Irs selalu menyumbangkan sebagain harta bendanya entah itu uang, pakaian atau makanan untuk orang yang membutuhkan. Karena kekayaan papa inod sepuluh turunan, tanjakan, kelokan, dan tikungan tak akan pernah habis membuat salah satu karyawan yang ada di perusahaannya iri, dia ingin menguasai harta papa Inod. Siapa pun yang berani membuat ulah di keluarga Prasetyo dia akan menuai ganjarannya dan siapakah orang itu?





"Kenapa mobil itu mengikuti, kenapa tadi ada perampatan mereka tidak berbelok, ini kan arah satu jalan menuju kediaman Prasetyo". batin sesil


"Pak Hamid sepertinya mobil dari arah belakang mengikuti kita". ucap Sesil yang dari tadi melihat ke arah kaca spion depan di dalam mobil lalu melihat ke arah belakang setelah itu ia memperhatikan pak Hamid.

__ADS_1


Sesil dia adalah gadis yang cantik, pintar dan baik namun dia sedikit pelupa. semua sifat-sifat itu turunan dari mama dan papanya, siapapun yang melihatnya dia akan langsung klepek-klepek. Sesil yang saat itu sedang dalam perjalanan pulang setelah dari universitas nya perasaannya mulai tak menentu, dia melihat ke arah belakang lalu kaca spion di dalam mobil ke belakang lagi begitu pun seterusnya ia berfikir itu adalah ulah orang iseng dan ternyata bukan. Gadis berusia 18 tahun itu sedang di dalam mobil bersama sopirnya pak Hamid.


"Hm sepertinya non **S**esil sudah menyadarinya, aku tak boleh membiarkanya panik kalau sampai itu terjadi benar-benar alamat ini". batin pak Hamid yang dari tadi menyadari itu hanya menganggukkan kepalanya.


"Jadi benar." Sesil kaget, ia menutup mulutnya yang menganga dengan kedua telapak tangannya "Kenapa mereka mengikuti kita?". sambung Sesil dia mulai panik.


"Tenang non, non jangan terlalu panik, kalau non panik ,bapak ikutan panik. Secepatnya kita akan celaka". ucap pak Hamid ia berusaha tenang.


"Non harus tenang ya, non nggak boleh cemas atau pun panik okey". ucap pak Hamid dengan kata-kata penuh penekanan, Sesil pun menganggukkan kepalanya bohong kalau Sesil tidak panik dan nyawa mereka sedang di pertaruhkan. Sesil pun hanya bisa menangis mengeluarkan air mata nya dan menggigit-gigit bibirnya. Pak Hamid, ia tak menyadari itu dia terlalu fokus melihat ke depan.


"Non dengarkan bapak, di ujung jalan sana ada belokan, kalau bapak bilang lompat non harus lompat ya." ucap pak Hamid untung saja Sesil berada di depan ia bisa melihat keadaannya.

__ADS_1


"T-tapi bagaimana dengan bapak". ucap Sesil sesenggukan dan pak Hamid pun baru menyadarinya ia menoleh ke arah Sesil duduk satu tangannya menyeka air mata Sesil di saat-saat seperti ini pun ia masih sempat-sempatnya memikirkan orang lain benar-benar menantu idaman.


"Bapak tidak akan kenapa-kenapa non, percayalah. Jika bapak masih di beri umur panjang bapak akan menggendong anak kalian". ucap pak Hamid tersenyum, tanpa sadar ia mengucapkannya dia menerawang jauh sebelum ini di rencanakan.


Seketika Sesil di buat menganga yang mendengarkan perkataan pak Hamid. kalau saja rahang Sesil tidak punya nyonya, pasti rahang itu akan jatuh ke pangkuannya dan air matanya masih setia mengaliri pipinya, sontak saja ia langsung menghapusnya.


"Ha, apa tadi bapak bilang anak kalian".Cicit Sesil bisa-bisanya dalam keadaan seperti ini pak Hamid malah berbicara seperti itu.


Sedangkan pak Hamid gelagapan mendengar cuitan sesil tadi


"M-m-maksud bapak anak-anak bapak yang nanti menikah dan punya anak, bapak pun punya cucu, iya begitu non". ucap pak Hamid gelagapan

__ADS_1


"Aduh dasar mulut laknut, bisa-bisanya kau membocorkan rahasia kami". batin pak Hamid ia beringsut dan memukul pelan mulutnya dengan satu telapak tangannya.


__ADS_2