Cinta Yang Kembali

Cinta Yang Kembali
FLB Akhir Awal mula menjadi nakal 06


__ADS_3

"Hallo tuan muda." sapa sopir taksi melihat nama tuan muda memanggil di ponselnya


"Hallo pak aman, apa Vander sudah sampai di rumahnya dengan selamat?" tanya tuan muda nya ternyata bapak sopir taksi itu bernama pak aman orang kepercayaan papa vano


"Sudah tuan muda vano, tuan muda vander sudah sampai di tempat tujuannya dengan selamat." ucap pak sopir itu ternyata sebelum vano meninggalkan temannya sendirian di terminal ia menghubungi orang kepercayaan papanya, terus terang saja dia tak tega meskipun baginya vander sangat menyebalkan.


"Apa dia tau kalau aku yang mengirimu?" tanya vano nada suaranya seperti mengintimidasi, tapi pak aman tidak takut karena dia tidak merasa bersalah


"Tidak tuan muda, tuan muda vander tidak tau atau curiga sedikitpun dengan saya."ucap pak Aman dengan lantang


"Bagus, aku akan mentransfer sesuai perjanjian kita." ucap vano kemudian tanpa mengatakan salam perpisahan ia langsung mematikan telepon.


TING


Tak lama kemudian telepon pak aman berbunyi menandakan ada notifikasi, ia kembali mengecek teleponnya ternyata itu dari tuan muda vano. Ia tersenyum ternyata tuan mudanya menepati janjinya dan ternyata dia tak main-main dengan ucapannya, setelah itu ia memasukkan teleponnya ke dalam sakunya menyalakan mesin mobilnya dan menginjak gas lalu ia pergi meninggalkan tempat itu.


Di dalam rumah keluarga mama dan papa Vander terlihat sangat sepi hanya ada bawahan mama dan papanya yang berlalu lalang membersihkan debu yang menempel dan menyapu di sekitar rumah itu. Sedangkan mama dan papanya tidak terlihat ia langsung masuk begitu saja kedalam kamar kakaknya


"Kak-kakak-kak." ucap Vander menggoyangkan tubuh kakaknya


"m-mh, aku melihat adikku yang imut itu terasa nyata sekali." ucap varya entah dia bermimpi apa sehingga pertama kali membuka mata sedikit ia mengucapkan kata-kata seperti itu "Ah senangnya hati kakak." lanjutnya lagi menarik tangan adiknya dan memeluknya


Vander membulatkan matanya dia melihat mata kakaknya masih terpejam "Ada apa dengan kakak? Kenapa dia jadi begini ya?" gumamnya keget ketika dia tiba-tiba di tarik kepelukan kakaknya "Apa jangan-jangan dia bermimpi bertemu dengan setan gundul?" lanjutnya ia berusaha sebisa mungkin untuk lepas dari cengkraman kakaknya, karena kakaknya memeluk tubuhnya dengan sangat erat, tanganya berusaha meraih kening kakaknya "Aduh, si kakak pelukannya erat banget seperti dia tidak mau kehilangan." lanjutnya lagi mengejan, setelah dua menit berusaha melepaskan diri dari kakaknya selama itu pula kakaknya menggumamkan kata-kata yang tidak jelas " Ya ampun, ternyata kakak tidak hanya di rasuki setan gundul, bahkan ada juga setan Wewe." lanjutnya lagi dia semakin ngawur, ia terus berusaha melepaskan diri, sampai tiga menit berlalu dan tepat di akhir menit itu ia bisa lolos. Sambil tidur tengkurap tangan vander menyentuh kening kakaknya "Hey setan gundul dan setan Wewe, pergilah dari fikiran dan tubuh kakakku. Aku ataupun kakakku tak pernah mengusikmu, jadi pergilah wahai setan-setan." lanjutnya lagi berhasil menyentuh kening kakaknya sambil menggetar-getarkan persis seperti Mbah dukun baca mantra.


Varya yang tidurnya terganggu mendapatkan guncangan kecil di area kepalanya itu mengedipkan matanya . Rasa-rasanya mimpi bertemu dengan adiknya kali ini terasa sangat nyata, dia bisa melihat dan memeluk adiknya hanya dalam mimpi saja sangat senang sekali, apa lagi kalau mimpinya itu bisa jadi kenyataan. Ya maklum saja sudah sekitar tujuh tahun dia tidak pernah bertemu dengan adiknya karena terpisah jarak ia hanya bisa mendengar suara adiknya lewat telepon "Ugh, ada apa ini? kenapa terguncang?" keluh Varya suaranya agak bergetar dan matanya belum terbuka sempurna.


"Kakak, kakak sadar kak!" mendengar lenguhan kakaknya ia langsung histeris memanggil dan menyadarkan kakaknya. Ia lega. Perkataan temannya itu terbukti ampuh mengusir hal ghaib pada diri kakaknya.


"Vander, kenapa kau ada di sini?" Varya kaget ia langsung membuka matanya lebar-lebar mendapati adiknya ada di pelukannya. Ternyata ini bukan mimpi "Oh, adik kakak memang sudah tinggi ya ternyata." gumam varya dengan mata yang berbinar sambil melepaskan pelukannya.


"Ugh, kak jangan mengeluarkan exspresi yang seperti itu, kau membuatku ingin muntah." ucap Vander memegangi mulutnya dengan kedua tanganya. Perutnya terasa dia aduk-aduk ketika melihat kakaknya. Dia tidak berbohong.


"Apa kau bilang, Vander kau itu adik kakak, kenapa kau bicara seperti itu? dan kita tidak pernah bertemu setelah sekian lama." ucap Varya dengan raut wajah sedih yang di buat-buat

__ADS_1


Vander yang melihat kakaknya sedih tiba-tiba rasa mualnya mendadak hilang ia menjadi tidak tega dengan kakaknya "k-kak jangan seperti ini, mual ku langsung hilang kalau kakak nangis." ia langsung memeluk kakaknya dan mengelus punggungnya.


"Apakah kakak harus begini supaya kamu bisa peluk kakak." ucapnya memutar bola matanya "Dasar adik tak tau diri, sudah lama tidak bertemu bukanya berlari memeluk kakak, kau malah ingin muntah. Dan aku malahan ingin sekali mengetok kepalamu." lanjutnya lagi dalam hati ia kesal, sungguh adiknya itu bikin mod bangun tidurnya menurun drastis.


"Ya maaf kak, aku nggak bermaksud seperti itu, habis kakak membuatku jijik." ucap Vander melepaskan pelukanya dan bergidik ngeri, ia tak main-main dengan ucapannya.


Varya menghela nafasnya ia lupa bahwa adiknya akan mual jika dirinya bersikap kekanakan dan itu hanya berlaku untuk dirinya saja, orang lain tidak. Kenapa bisa begitu, ia pun juga tidak tau! "Iya-iya kakak maafin, kamu ngapain disini?".


"Aku hanya ingin bertanya dengan kakak." ucap Vander bersedekap menghadap kakaknya "Apa kakak sudah melupakan janji kakak yang dulu? atau kakak memang sudah lupa." lanjutnya lagi mengintimidasi.


"A-apa, apa kamu bilang. Dasar anak setan, jadi kau datang jauh-jauh kesini hanya untuk menanyakan itu." ucap Varya berdiri memukul punggung adiknya yang kelewatan.


BUK BUK BUK


"Aduh kak, kenapa kakak memukulku?" tanya Vander kesakitan setelah mendapkan tamparan keras di punggungnya, dan apa tadi dia bilang "Anak setan", wah kakaknya benar-benar sudah kelewatan kalau saja papa dan mama dengar entah jadi apa kakaknya ini.


"Karena kau memang pantas untuk di pukul Vander, kenapa kau bertanya begitu? kakak ini masih sekolah, belum waktnya bekerja dan memegang kendali dasar kau." teriak varya kesal


"Bicara apa kau hah." teriak Varya meregangkan ototnya "Kau tau, setelah bangun tidur ada kau, ototku serasa ketarik semua. Hufft." lanjutnya lagi membuang nafasnya "Omong kau datang kesini sama siapa?" tanya varya


Deg


Vander yang tadi tenang-tenang saja jantungnya agak berdetak, sontak saja kepalanya menoleh ke arah kakaknya "Inilah pertanyaan yang tidak aku sukai dari kakak." ucap nya dalam hati was-was.


"Kenapa?" ucap Varya bersedekap, dari tadi ia mengamati adiknya berharap ada hal besar menanti karena gelagatnya sangat mencurigakan setelah ia melayangkan pertanyaan itu. Apa sebegitu mengerikannya pertanyaannya hingga dia terlihat sangat gugup? entahlah ia pun tidak tau, yang dia tau saat ini adiknya sedang kebingungan "Ow atau jangan-jangan kau..." lanjutnya lagi dengan tatapan mengintimidasi cepat-cepat perkataannya di potong oleh Vander.


Vnder yang saat itu sedang mengalami kegugupan hebat telapak tangannya semakin berkeringat ketika kakaknya melontarkan perkataan yang menyudutkannya dan vander langsung memotong perkataan kakaknya yang belum sempat ia lanjutkan "K-kak t-tadi aku kesini dengan temanku." ucapnya tersendat rasa-rasanya kata-kata itu seperti tersangkut di tenggorokannya.


"O ya, terus di mana teman-temanmu, apa boleh aku menemui mereka?" ucap Varya dengan sangat senang dia ingin berlari keluar tapi tangannya lebih dulu di cekal oleh adiknya.


"Mereka sudah pulang kak." teriak Vander dengan cepat, hal itu membuat Varya bingung setengah mati dan terkejut.


"Oh, begitu ya!" ucap Varya membeku di tempatnya. Ia kecewa. Padahal dia sudah semangat 45 ketika adiknya datang membawa temannya ke kediaman papanya, dia mengira adiknya akan sulit bergaul dan tak mempunyai teman selain teman kecilnya.

__ADS_1


"Jadi, kakak nggak bisa ya bantu aku." ucap Vander sedih


Varya yang mendengar adiknya menurunkan nada suaranya ia menoleh ke arahnya "Bukannya nggak bisa Vander, kakak ini masih harus belajar dan kakak masih belum lulus sekolah." ucapnya menatap lurus ke arah jendela.


"Sampai kapan aku harus menunggu kak."


"Sampai nanti, sekitar satu tahun setelah kakak lulus dari universitas." ucap Varya menatap lurus kedepan, menerawang dan merencanakan masa yang akan datang.


"Hufft, ya sudah kalau begitu. Kalau sekarang nggak bisa aku pulang dulu." ucap Vander menghela nafasnya berat, jauh-jauh dia bela-belain datang ke rumah ini hanya untuk bertemu dengan kakaknya berharap kalau kakaknya bisa membantunya menemukan teman kecilnya tapi, yang ia harap pupus sudah, dia harus menunggu lagi dan lagi. Ia membalikkan badannya berjalan menuju pintu tapi....


"Eh, kamu nggak nungguin mama papa pulang?" tanya Varya membalikkan badannya menatap adiknya bingung. Adiknya ini baru saja datang masak mau pulang cepat begitu saja.


"Enggak kak, aku nggak bisa ninggalin nenek lama-lama sendiri di rumah." tanya Vander tanganya tidak jadi menyentuh pegangan pintu, ia membalikkan badannya ke arah kakaknya.


Jika itu sudah menyangkut nama neneknya Varya tidak bisa lagi memberikan alasan Vander untuk tetap tinggal di sini, dari dulu vander sudah sangat lengket dengan neneknya, sampai-sampai ia tak mau di ajak pindah oleh kedua orang tuanya "Hm baiklah jika itu memang maumu tapi, kau harus di antar sopir." ucap Varya pasrah.


"Aku hargai niat kakak tapi, aku sudah bilang dengan Vano untuk menungguku di stasiun." tolak Vander ia tidak mau merepotkan kakaknya.


Varya mengernyitkan dahinya "Vano" ucapnya dalam hati "Apa itu salah satu nama dari teman vander?" lanjutnya lagi dalam hati ia melamun "Ah, sudahlah yang terpenting adikku ini sudah berkembang. Jadi, ia tak melulu memikirkan Yata nya lagi." lanjutnya lagi dalam hati menggelengkan kepalanya "Ya sudahlah kalau gitu hati-hati di jalan." ucapnya lesu ia sudah tidak bisa lagi mencegah langkah kaki adiknya lagi.


Sedangkan Vander melihat kakaknya tak bersemangat ia hanya bisa pasrah. Sebab saat ini ia tak mau bilang kalau datang kesini tidak berpamitan dengan sang nenek. Jika dia sampai keceplosan kakaknya takkan pernah memaafkannya, Varya akan melaporkan ini kepada mama papa, dan kedua orang tuanya takkan melepaskannya mereka akan mengawasinya selama 24jam dengan cara memberikan pengawalan ketat kepadanya. Yah, maklum saja karena di zaman yang era modern ini mereka khawatir akan pergaulan anak laki-laki satu-satunya itu, mereka tak mau itu sampai terjadi pergaulan bebas atau hal yang semacamnya. Tentu saja, hal itu membuat Vander tak nyaman dan Vander memilih bungkam.


Vander menghela nafasnya, sejujurnya iavtak tega melihat kakaknya yang tiba-tiba lemas "Huft, baiklah kak aku pergi dulu." ucap Vander dengan berat hati ia berbalik badan membuka pintu kamar dan keluar. Keluar dari rumah kediaman papa mamanya, Varya ia hanya bisa menatap kepergian adiknya dengan perasaan hampa. Sedangkan Vander ia kembali pulang dengan tangan kosong, ia tak berhasil meminta bantuan dari kakaknya.


Setelah sekian jam perjalanan akhirnya Vander sampai di rumah neneknya, tanpa mengucapkan kata salam ia langsung masuk ke dalam kamarnya, sesampainya di dalam kamar dia tak langsung mandi ataupun bersih-bersih dia langsung tancap gas membaca buku-buku dan artikel tentang bisnis. Sekarang ini dia hanya ingin memperdalam dan segera mempraktekkannya.


Flashback and


Akhirnya selesai juga ya FLB nya, ini membutuhkan waktu yang sangat panjang, harus mengorbankan waktu dengan keluarga dan imunitas semakin hari semakin menurun. Maaf🙏 banget ya kalau pengerjaan ini lama banget, maaf juga kalau kata-katanya kurang berkenan. apalagi kalau saya bukan lulusan dari universitas.


Dan selanjutnya nanti bakalan revisi mudah-mudahan bisa sambil nyicil-nyicil episode-episode lainya BAB INI BELUM BENAR-BENAR AND ya teman-teman hanya falasbacknya saja yang And, dan nanti cerita Vander dan yata masih tetap berlanjut. tapi nggak tau nantinya kapan hehehehe.


Ya sudah kalau gitu sekian dulu ya dari saya. Terima kasih sudah membaca novel ku yang acak kadut ini, tha tha teman-teman 👋

__ADS_1


__ADS_2