Cinta Yang Kembali

Cinta Yang Kembali
Zonk


__ADS_3

Tut Tut Tut..


telepon terhubung dengan sekertaris Seiya. Seiya tidak tau kalau itu yang menelepon adalah bosnya. dengan matanya yang masih terpejam ia mengangkatnya "Hallo.." ucap Seiya dengan suara yang serak.


Tanpa membalas sapaan dari Seiya Vander langsung berbicara "Seiya, cek email mu sekarang juga, di sana aku sudah mengirimkan foto seseorang jika dalam satu jam kau bisa menemukan data orang itu, aku akan memberimu imbalan dua kali lipat dari gajimu." ucap Vander dengan menekankan setiap katanya dengan suara pelan.


Sedangkan orang yang ada di sebrang telepon begitu namanya di panggil oleh suara bosnya. ia langsung bangun "Siap laksanakan bos." teriak Seiya ia linglung karena roh dan raganya belum bersatu. Entah lah, mungkin rohnya masih tersangkut di alam mimpi. Telepon langsung di tutup oleh bosnya tanpa mengucapkan salam perpisahan. Seiya diam ia masih memikirkan kata-kata bosnya "Apa ya tadi?." ucap Seiya dalam hati. ia belum sadar.


Dan orang yang ada di samping Seiya ikut terbangun karena Seiya berteriak "Sayang ada apa?." ucap Hasty istri Seiya, ia terbangun karena suaminya berteriak. ia melihat kalau nafas suaminya naik turun dan ia tau suaminya sedang kaget, dengan cekatan ia duduk mendekati Seiya mengelus-elus dadanya dan mengambilkan air putih yang ada di samping mejanya "Ini minum dulu." ucap hasty memberikan air putih kepada suaminya.


Seiya menoleh ketika dadanya di elus-elus ia meletakkan handphone nya dan ia menerima air putih pemberian istrinya lalu meminumnya

__ADS_1


Gluk Gluk Gluk


"Terima kasih." ucap Seiya setelah selasai minum "sebaiknya kamu juga minum." lanjutnya lagi tanpa persetujuan istrinya ia langsung meminumkan sisa air putih darinya dan itu juga di terima baik oleh isrtrinya.


"Kamu kenapa sih?." tanya Hasty setelah selesai minum.


"Entah lah sayang, tadi seperti suara tuan Vander menelpon." jawab Seiya ragu. bagaimana tidak sebab ia mengangkat teleponnya masih memejamkan matanya lalu ia langsung bangun mendengar suara bosnya dan bertepatan dengan itu, tanpa mengatakan dua kali bosnya langsung menutup telepon nya.


"Apa?." ucap Seiya ia belum mengerti keadaan dia diam dan mengingat-ingat "Sepertinya tidak asing." lanjutnya dalam hati


"Cek email kamu sayang." ucap Hasty menekankan setiap katanya. suaminya ini, benar-benar baru bangun tidur selalu saja seperti ini. ia harus mengatakan dua kali agar dia mengerti, sebab ia tahu karena setiap kali bos suaminya menelepon mesti di berikan tugas tambahan dan ia juga tau terdapat notifikasi email masuk dari handphone suaminya.

__ADS_1


Seiya langsung merebut handphone nya dan membuka email.. dari bosnya, ia membulatkan matanya ketika mendapatkan perintah, ia langsung berdiri dan berlari belum sampai membuka pintu ia mendapatkan teriakan dari istrinya.


"Sayang pakai celana kamu." teriak Hasty ia melihat pisang raja suaminya bergoyang. Seiya kembali lagi tapi ia tidak melaksanakan perintah istrinya. ia kembali karena ingin mengucapkan terima kasih kepada istrinya ia menaiki ranjang dan mencium pipi istrinya ia hanya mengambil pakaian dalamya saja memakainya tergesa-gesa dan berlari meninggalkan istrinya yang cemberut. Hasty tentu jengkel dengan suaminya, untung saja di apartemen itu tidak ada orang lain selain dirinya.


Mereka sudah mengenal satu sama lain selama dua tahun. selama itu pula mereka sudah cukup untuk berpacaran, dan baru saja mereka meresmikan pernikahan sejak dua bulan yang lalu. Seiya, ia di sibukkan dengan pekerjaannya, pagi hari ia harus berangkat menggantikan posisi bosnya sore menjelang malam ia pulang dan malam hari terkadang ia masih di telepon bosnya, bosnya juga tidak mau ia temani di kala dia sedang bekerja di malam hari. Tumben saja kemarin malam suaminya tidak mendapat telepon dari bosnya jadi mereka bisa menikmati malam-malam yang sangat luar biasa. Hasti menghembuskan nafasnya pelan lalu ia melihat jam di kamarnya nya "Sudah jam lima." gumamya ia memakai baju tanpa lengan dan celana pendek, lalu memunguti baju dan celana suaminya. Ia berjalan keluar ke arah mesin cuci sambil membawa pakaian kotor suaminya yang ia sampirkan di lengan dan bahunya, lalu ia langsung memasukan ke dalamnya kecuali celana pendek suaminya, ia akan membawanya kembali, setelah itu ia ke dapur sambil mengapit celana pendek di ketiaknya, mengambil panci dan air lalu ia letakkan di atas kompor dan menyalakannya. mengambil gelas, sendok serta memasukan teh dan gula ke dalamnya, lalu menunggu air itu mendidih setelah itu ia memasukkan air ke dalam gelas dan mengaduk-aduk lalu ia mengantarkan gelas itu ke ruang kerja suaminya, dan dia juga masih mengapit celana pendek suaminya di ketiaknya tanpa menngetuk pintu ia langsung masuk ke dalam. Dia melihat suaminya yang sibuk dengan komputer nya, ia meletakkan gelas itu di meja lalu mengulurkan celana yang ia apit di ketiak kepada suaminya "Pakai celana kamu." ucap hasty pelan ia mengira kalau suaminya itu sedan Videocall dengan bosnya.


Seiya, ia menengok ke arah pintu yang di buka ia tau kalau itu istrinya dan ia tau kalau istrinya membawa celana. ia tersenyum. ia belum mau menerima celana pemberian istrinya "Gini aja kenap sih." ucap Seiya ia sibuk dengan komputernya.


Hasty memejamkan matanya sebentar dan dia menghelakan nafasnya, ia melihat suaminya yang biasa saja tanpa ada rasa sungkan, ia mendekati suaminya "Kamu lagi apa sih." ucap Hasty ia penasaran "O ternyata ia tidak Videocall." lanjutnya dalam hati lalu celana yang ia pegang tadi ia sampirkan ke bahu suaminya.


"Aku sedang memeriksa data seseorang sayang." ucap Seiya sambil mengetikkan sesuatu, hasty hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2