Cinta Yang Kembali

Cinta Yang Kembali
FLB akhir Awal mula menjadi nakal 01


__ADS_3

Sesil sangat senang mendengarnya. dia langsung berlari menuju kamar vander dan meninggalkan meja makan itu. nenek parki dan juga vander saling pandang melihatnya "sebegitunya kah ia senang." kemudian ia berdiri, belum sempat kakinya berjalan. dia sudah di cegat dengan suara neneknya


"Mau kemana kau." ucap nenek parki


"Aku mau.." ucap vander menggantung kata-katanya karena nenek parki sudah lebih dulu menyahutnya


"Habiskan dulu makananmu." perintah nenek parki,sontak saja vander langsung duduk kembali. ia buru-buru menyendok, mengunyah mengunyah makanannya dengan secepat kilat dan menelannya


Nenek parki menggelengkan kepalanya melihat vander yang seperti ini. ia tahu bahwa, ia ingin cepat-cepat menyusul gadis kecil itu. Tak lama kemudian makanannya habis ia ingin cepat-cepat berdiri dan berlari tapi sebelum itu ia juga ingin mengambil kerupuk di dalam toples, setelah dapat ia berlari pelan ke arah kamarnya. tanpa menghabiskan airminum yang sudah dituangkan neneknya. nenek parki hanya menghembuskan nafasnya pelan


Sesampainya di kamar ia melihat sesil berdiri membelakanginya di depan meja lalu ia mendekat dan menepuk bahunya pelan sambil mengunyah kerupuk. sesil kaget merasakan bahunya di tepuk ia berbalik "ternyata ander, aku kira siapa." ucap sesi dalam hati "kau berbohong ya? disini nggak ada." ucap sesil kecewa karena ia sudah mencari semua sudut dan tempat kamar vander tapi ia tidak menemukan barang apa yang di katakan vander

__ADS_1


"Memangnya kau mencarinya di mana?." ucap vander sambil menyisihkan rambut sesil yang menutupi sebagian wajahnya dan terdapat sedikit keringat di dahinya. vander melihat jika sesil kelelahan


"Aku mencarinya di sana, di sana, dan sana tapi kalungnya tidak ketemu." ucap sesil dia hampir menangis karena ia tidak berhasil menemukan hadiah yang di katakan vander untuknya. lalu jari tangannya menunjukkan ke lemari pakaian, jendela, dan meja di samping ranjang vander


"Aku meletakkanya di sini yata, tepat di belakang kamu." ucap vander mengambil kotak kecil berwarna hitam ia membalikkan tubuh sesil dan menunjukkannya


"O ternyata di sini."ucap sesil tak jadi menangis


"kamu naruhnya di kotak sih jadinya aku nggak tau." lanjutnya sambil memegang kotak kecil berwarna hitam itu


"Tentu saja, itu milikmu." ucap vander pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tanganya yang terkena minyaknya kerupuk setelah selesai ia kembali lagi membaringkan tubuhnya

__ADS_1


Sesil mulai membuka kotaknya ia tersenyum dan mengeluarkan isinya. ia mengernyitkan dahinya karena ia belum menghafalkan bentuk huruf "Ander, ini apa." tanya sesil memegang kalung hitam dan berbando huruf


"Itu kalung." jawab vander singkat


Sesil melihat vander yang tiduran di atas kasur, ia segera menyusul ikut tiduran di samping vander terkadang jika tidak tidur di kamar vander ia akan tidur di ruang tamu, nenek parki sudah menyiapkan keperluannya di sana


"Yata, aku mau tidur." ucap vander dengan mata terpejam ketika sesil merangkak naik ketempat tidur


"Jangan dulu Ander. jawab dulu ini apa?." ucap sesil menunjukkan huruf di kalung itu. vander melihatnya kemudian ia memegang dan memberitahu hurufnya nya


"Ini huruf V ini A ini N." ucap vander mengijrah huruf yang ada di kalung sesil memperhatikan apa yang di katakanya

__ADS_1


"Baik ander, aku akan mengingatnya." gumam sesil kemudian ia ikut berbaring di samping ander


Ketika mereka sudah terlelap tanpa vander sadari sesil di tarik oleh seseorang dan orang itu membawanya pergi. keluar dari kamar vander


__ADS_2