
Nenek parki senang ia bisa satu meja dengan gadis kecil ini. menurutnya, sesil adalah anak yang ceria, menggemaskan dan juga sedikit bandel. yang membuatnya jengkel adalah jika ia sudah senang dengan mainannya, ia akan sangat susah untuk di peringati dan apa bila di sana ada vander mereka akan membuatnya sakit kepala. bagaimana tidak, jika sesil sudah asyik dengan mainannya ia akan lupa waktu dan apabila nenek parki memperingatkannya untuk tidak melakukan hal yang berbahaya untuknya. ia tak mau mendengarkan. apalagi kalau ada vander, ia akan berbuat sesuatu kepadanya sampai dia menangis, dan ia pergi meninggalkan mainannya dan menuruti perintah neneknya. vander ini sejenis orang yang tak bisa membuat neneknya susah. ia akan ikut andil jika itu tentang nenek dan juga gadis kecil itu. tanpa vander sadari ke ikut andilannya itu, sudah membuat kepala nenek parki pusing. tapi caranya mengusir sesil itu cukup ampuh.
"Sesil. kamu lauknya mau yang mana?." tanya nenek parki sambil mengambilkan nasi untuk sesil dan untuknya. ia bingung mengambilkan sesil lauk yang bagaimana. sebab di atas meja makan itu terdapat empat jenis masakan
"Aku mau ini, ini dan ini." ucap sesil. jari tangannya menunjukkan oseng tempe kacang, capcay kuah dan orak-arik telur
Nenek parki tersenyum dan mengambilkan apa yang di tunjuk sesil tak lupa ia juga mengambilkan air minum untuknya "habiskan ya." ucap nenek parki ia sangat senang jika ia sudah seperti ini. sesil tak pilih-pilih makanan. berbeda dengan vander, ia akan memilih makanan apa yang ia sukai saja. terkadang nenek parki bingung sendiri
"Terima kasih nek." ucap sesil tersenyum lalu ia menyendokkan makanan itu ke dalam mulutnya. nenek parki, ia hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya setelah itu ia mengambil lauknya sendiri makanan favoritnya yaitu mie goreng ia sangat menggemarinya sejak ia masih berumur lima tahun
"loh. aku kok nggak di panggil sih." keluh vander tiba-tiba "yata. kamu kok nggak ngajak-ngajak sih kalau makan. udah hampir sisa sedikit lagi." lanjutnya lagi menengok ke arah yata sambil menengok ke arah sesil
"Kamu kelamaan sih, jadinya aku tinggal." ucapnya sesil sambil mengunyah makanan
__ADS_1
"Lagian kamu kemana aja, waktunya makan siang di lama-lamain." ucap nenek parki sambil mengambilkan nasi untuknya "nih, lauknya ambil sendiri." ucap nenek parki memberikan piring dan diatasnya hanya nasi saja. jika ia memberikan capcay kuah atau yang lainnya takutnya nasi ada di piring itu tidak di makan olehnya dan jika ia menanyai permintaanya, apa yang di minta itu tidak ada di meja makan lalu ia menyuruh pelayan membelikan makanan itu. dan jika pelayan bertanya mau di masakin apa jawabanya "terserah". ujung-ujungnya jawabannya itu tidak benar. ia tidak mau menyentuh masakan itu dan jika di tanyai "kenapa tidak mau" jawabannya "tidak ada Yang cocok di mulutku" sangat mengesalkan bukan. sebelum ia mengambil lauk di atas meja, ia melihat lauk yang ada di piring sesil dan memperhatikannya makan dengan lahap yang tersisa hanya capcay. dan ia mengambil capcay yang diatas meja. hanya itu.
Sesil ia sering sekali bermain dan makan siang di rumah nenek parki karena baginya itu sangat mengasyikkan. sebenarnya, di rumah juga ada seorang pelayan tapi entah mengapa ia sangat suka di sini. jika pagi Dan sore hari ia akan di rumah karena ayah dan ibunya pulang dari kantor, juga kakaknya sudah pulang. tapi akhir-akhir ini kakaknya pulang agak sore entah mengapa sesil tidak tau. ayah dan ibunya juga memperkerjakan seorang suster untuk menjaganya.
Tak lama kemudian sesil sudah menyelesaikan makanannya dan ia mulai menagih ucapan vander "Ander, aku sudah menyelesaikan makananku. mana hadiahnya?." ucap sesil ia berdiri sambil menengadahkan tangannya tak sabar
Vander melihatnya lauk yang ada di atas piringnya sudah habis tak tersisa lalu ia melihat gelas yang berisikan air putih yang ada di samping sesil masih penuh "hah. dasar yata ini, apa begitu pentingnya sih hadiahnya itu sampai dia melupakan minumnya." ucap vander dalam hati ia menghelakan nafasnya. ia makan selalu memperhatikan sesil "habiskan dulu air minum kamu, setelah itu ambil sendiri di dalam kamarku." ucap vander dengan tatapan jengkelnya sambil menyendokkan makanan ke dalam mulutnya.
"Tapi. aku sudah menghabiskan makananku dan aku juga sangat kenyang." ucap sesil dengan tatapan memelasnya tapi vander ia tak peduli
"Minum dulu, atau tidak ada hadiah sama sekali." ucap vander sambil mengunyah makanannya
"Baiklah." ucap sesil sambil memegang gelas yang berisikan air dan meminumnya
__ADS_1
GLUK GLUK GLUK
"Ah. sekarang perutku sudah hampir mau meledak." lanjutnya lagi memelas sambil memegangi perutnya
byur
uhuk uhuk
Nenek parki yang kebetulan sedang minum itu, tidak jadi menelan air putih, sedangkan vander tersedak dengan makanannya. nenek parki dengan tatapan sinisnya ia mengambilkan air minum untuk vander, ia menerimanya lalu meminumya dan vander juga melihat tatapan sinisnya
"Kau boleh mengambilnya sendiri yata." ucap vander setelah selesai meminum air putih itu.
Akhirnya ia dapat hadiah dari vander dan itu akan menjadi yang terakhir untuknya. tapi vander ia masih tak mengetahuinya
__ADS_1