
"Ibu." ucap pak Hamid matanya berbinar, ia langsung masuk kedalam dan menengok kanan kiri. memastikan apakah ada orang selain neneknya atau tidak. Nenek Parki mengunci rapat-rapat pintu rumahnya supaya tidak ada satu lalat pun yang masuk.
"Tidak ada orang. Yang ada di sini. Semuanya sudah tertidur gara-gara obat yang kau berikan padaku." ucap Nenek Parki menekankan setiap perkataanya ia tau maksud dari anaknya ini.
"Apakah itu benar?" ucap pak Hamid dengan wajah yang serius itu menghadap ibunya.
"Kau boleh mengeceknya sendiri." ucap Nenek Parki sambil bersidekap.
"hm. Baiklah. Aku akan mengeceknya." ucap pak Hamid ia berjalan ke arah belakang, memeriksa apakah ada orang yang masih terjaga atau tidak. "Tidak ada." ucapnya dalam hati, tak lupa ia juga mengecek taman belakang rumah, teras, ruang bersantai, dapur, lalu yang terakhir ia pelan-pelan mengendap-endap ke arah kamar pelayan dan kamar penjaga. Ia menempelkan telinganya ke pintu luar itu, dan ia tak mendengar suara apapun di sana selain suara dengkuran mereka, semua sudah tidur. Sekarang ia tinggal mengecek apakah ada kamera tersembunyi dan cctv atau tidak?karena seingatnya ia tak pernah membeli atau memasang kamera cctv di rumah ibunya. Jika pun ada pasti di rumah ibunya ini ada mata-mata. Merasa kurang yakin, ia menghubungi temannya melalui panggilan headset bluetoothnya.
"Apakah ada yang mencurigakan di sini?" ucap pak Hamid tanpa basa-basi
"Sebentar pak inspektur, saya akan mengeceknya lagi." ucap Syeran dari jauh sudah mengamati, dari tadi sebelum ia di perintah oleh pak Hamid ia sudah standby di depan komputernya, dan tadi sebelum pak Hamid melewati ruang bersantai komputer yang terhubung dengan alat yang di pegang oleh pak Hamid itu berbunyi sangat pelan. Menandakan ada alat lain yang ada di sana.
"Lagi, memangnya apa yang kau temukan?." tanya pak Hamid dengan lirih karena ia masih berada di dekat kandang tikus dan ia takut kalau dia tidak mengendalikan suaranya salah satu dari tikus itu akan terbangun. Ia heran. Secepat itukah dia menemukannya.
__ADS_1
"Entahlah pak. Ini buatan dari Jepang. Bukan kamera tesembunyi atau apapun itu. ini penyadap suara dan terselip peledak di sana." ucap Syeran sambil mengotak-atik komputernya.
"A-apa kau bilang?. peledak." ucap pak Hamid. ia kaget dan dia berusaha tenang. Syeran ia menganggukkan kepalanya. "Di mana kau temukan itu." ucapnya lagi ia sangat waspada kali ini.
"Sebelum anda melewati ruang bersantai." ucap Syeran ia sudah mengetahui tempatnya dan ia belum mengetahui dimana mereka meletakkan alat itu.
"Baiklah, aku akan pergi ke sana." ucap pak Hamid. Ia melangkahkan kaki nya pelan ke arah sebelum ke ruangan tempat bersantai meninggalkan tempat tikus itu berada "sebelum keruang bersantai berati dapur." ucap nya dalam hati "Bagaimana, apa kau sudah menemukannya?" ucap pak Hamid.
TLILILIT TLIT
"Entahlah pak, untuk lebih tepatnya lagi. coba jam tangan yang saya kasih tadi arahkan ke depan, lalu pencet tombol warna merah besar sebelah kiri." ucap Syeran ia belum yakin.
ZUUNG NGUNG
Kamera pengintai itu mulai di aktifkan dari jam tangan pak Hamid, jam tangan dengan kamera yang bersinar merah itu mulai memindai di setiap area langit-langit rumah, turun ketembok, tempat duduk bagian atas, bawah. Lalu kelemari rak piring. meja atas,bawah. Segala tempat yang tertutup ia pindai dengan kamera jam tangan itu.
__ADS_1
TLILIT TLIT
Alat itu berbunyi pelan pertanda ia sudah dekat dengan apa yang mereka cari.
"ak kita hampir dekat, teruslah menggeser alat itu."'ucap syeran pak Hamid ia menganggukkan kepalanya
TLILILILILILILILILILIT
Bunyi itu semakin nyaring menusuk telinganya
"Iya., tepat di situ." ucap Syeran "Hm, ternyata dia menyembunyikannya di lemari kaca hias." ucapnya dalam hati.
"Bagaimana?." tanya pak Hamid.
"Di lemari kaca hias itu pak. coba anda cek." jawab syeran.
__ADS_1
"Hm, baiklah." pak Hamid mulai meraba-raba tempat yang tersembunyi, ia juga membuka tutup pintu lemari itu dan yang terakhir ia meraba seperti meja kecil yang masih menyatu dengan lemari kaca itu "Ketemu. Ternyata kau berada di sini." lanjutnya dalam hati. ia seperti menemukan emas yang tersembunyi. senang, sangat senang "Ini Syeran. Aku sudah menemukannya." ucap pak Hamid sedangkan syeran langsung mengotak-atik komputernya "Sejujurnya aku ingin sekali menghancurkannya." ucap pak Hamid
"Jangan pak, jika itu sampai di hancurkan. alat itu akan meledak dan kita tidak bisa menemukan siapa yang ada di balik layar ini." ucap syeran masih mengotak-atik komputernya.