
Disela-sela menunggu makanan datang Arman menanyakan sesuatu yang mengganjal di hati dan pikirannya "Risa, kamu kenal dengan mang Soleh?" Tanya Arman dengan suara baritonnya namun sangat penuh dengan rasa penasaran.
Lagi dan lagi Risa hanya menjawab dengan mengangguk pelan mengiyakan pertanyaan Arman.
" Kok bisa kamu kenal, apa yang dikatakan oleh mang Soleh itu benar?" Tanya Arman lagi semakin penasaran.
" Iya dulu aku dan Dandi sering kesini menghabiskan waktu jika dia pulang dari Canada. Karena dia sangat suka dengan ketoprak" jawab Risa dengan hati-hati. Risa juga heran pada dirinya sendiri yang semakin menjaga agar Arman tidak merasa tersinggung. Padahal untuk apa dia harus menjaga perasaan Arman padahal dia sama sekali tidak mencintai Arman.
" Ooh begitu, berarti makan ketoprak ini bukan permintaan si Dede , tapi kamu ingin nostalgia? Mengenang kebersamaan kamu dengan Dandi?" Tuduh Arman santai.sambil tersenyum miring.
" Tidak, aku memang pengen makan ketoprak bukan karena aku ingin bernostalgia, seperti yang kamu katakan" jawab Risa kesal karena yang Arman tuduhkan kepada Risa tidak benar adanya.
Arman tersenyum dan meraih tangan Risa dan meremasnya lembut dan Risa tidak menepis tangan Arman dan membiarkan lelaki itu melakukannya" Risa , aku percaya dengan semua yang kamu katakan sekali pun kamu berbohong pada ku."
" Aku tidak bohong bener aku tidak berbohong kepada mu Arman " Risa mengangkat jarinya telunjuk dan jari tengah seperti orang bersumpah.
" Iya..aku percaya tidak perlu seperti itu." Arman mencoba untuk menetralisir keadaan agar tidak terjadi kesalahpahaman antara Risa dan dirinya. Karena saat ini Risa menjadi canggung.
Makanan yang mereka pesan pun datang,Mang Soleh membawakan dua porsi ketoprak "Silahkan makan " mang Soleh pun pergi meninggalkan Arman dan Risa.
Arman dan Risa memakan ketoprak itu , Risa begitu lahap memakan ketoprak buatan mang Soleh itu. Tidak perlu waktu lama untuk menghabiskan sepiring ketoprak mang Soleh yang memang terkenal enak itu.
Setelah puas dengan ketoprak mereka pulang dan ditengah perjalanan, mungkin karena Risa sudah kekenyangan akhirnya Risa tertidur.
Arman membawa Risa ke rumahnya karena kalau Arman mengantarkan Risa kerumah keluarga Risa masih terlalu jauh dan Arman tidak tega melihat Risa harus tidur didalam mobil terlalu lama. Sampai di depan rumah Arman Risa masih tertidur pulas , akhirnya Arman menggendong Risa dan berniat untuk membaringkan Risa ke kamar tidurnya.
Rachmi yang melihat hanya tersenyum sambil bertanya" Risa kenapa?"
" Ketiduran ma"
__ADS_1
" Kasihan pasti itu karena dia sedang hamil jadi gampang ngantuk dan juga kelelahan. Ya sudah sana letakkan dia dikamar kamu"
" Baik ma" Arman kembali berjalan menuju kamarnya , setelah Arman sampai di dalam kamarnya. Arman meletakkan tubuh mungil Risa di atas ranjang berukuran besar itu. Menyelimuti tubuh Risa. Tidak lupa Arman menyalakan AC agar Risa merasa nyaman.
Sebelum Arman keluar dari kamar itu Arman memandangi wajah cantik Risa yang tertidur lelap" Kasihan kamu pasti kelelahan sampai tertidur pulas di mobil. Nanti kamu bangun aku akan mengantarkan kamu pulang".
******
Setelah puas memandangi wajah cantik istrinya Arman keluar dari kamar dan menjumpai Rachmi sang Mama yang sedang memasak makanan untuk makan malam. Karena Arman dan Risa sampai dirumah sudah jam lima belas sore.
* Ma...mama sedang apa?" tanya Arman.
" Mama sedang masak makanan untuk menantu dan calon cucu mama. Risa kan baru pertama kali datang ke rumah Mama".
" Tapi nanti kalau Risa bangun Arman akan langsung antar Risa pulang kerumah papa Kusuma ma".
" Mama kalau dia nginap dia mau tidur dimana? Kamar tamu kita semua lagi direnovasi untuk keluarga kita nginap di acara ulang tahun pernikahan mama dan papa bulan depan". Protes Arman.
" Ya tidur dikamar kamulah itu saja report , lagian kalian suami istri ! Jadi tidak masalah dan juga tidak akan ada orang yang melarang".
" Yang jadi masalah Risa mana mau tidur sama Arman". Jawab Arman datar.
" Kamu tenang saja mama atur semua". Mama Rachmi sangat bersemangat agar Risa mau menginap dan tidur sekamar dengan Arman.
*****
Raja singa sudah kembali bersembunyi keperaduannya menandakan bahwa hari telah berganti malam.
Risa pun mulai membuka matanya, betapa terkejutnya Risa saat melihat dia terbangun bukan di kamarnya. Risa memandangi sekeliling kamar dan mulai turun dari ranjang yang tadi digunakannya untuk mengusir lelah.
__ADS_1
" Aku dimana?" Risa berjalan keluar menuju lantai bawah.
Dia melihat Arman, Rachmi dan pak Brata sedang bersenda gurau di ruang keluarga sambil menonton televisi.
" Arman antar aku pulang ini sudah sore ". Tiga pasang mata langsung melihat kearah sumber suara.
" Ehh...menantu mama sudah bangun? " Rachmi berjalan memeluk menantunya itu dan Risa membalas pelukan mama Rachmi dengan canggung.
" Maaf ma aku ketiduran" kata Risa tertunduk malu karena baru satu kali dia berkunjung kerumah sang. mertua malah untuk tidur..
" Tidak apa sayang, kalau sedang hamil memang begitu gampang ngantuk dan lelah. Ohh ya Kamu tidak boleh pulang kamu harus nginap dirumah Mama" bujuk Rachmi pada Risa.
" Tapi ..Ma Risa tidak bawa pakaian ganti " Risa mencoba mencari alasan yang masuk akal agar sang mama mertua tidak sakit hati.
" Tidak ada tapi-tapian, pakaian kamu sudah disiapkan oleh Arman dan semua perlengkapan luar dalam sudah Arman siapkan. Masalah baju , makeup, parfum dan semua yang kamu butuhkan sama persis dengan yang kamu gunakan selama ini". Jelas Rachmi, karena Arman memang sudah menyiapkan segala keperluan Risa kalau-kalau Risa menginap di rumah. Arman memang termasuk pria perfeksionis segala sesuatu direncanakan dan dipersiapkan seditail mungkin.
" Tapi Risa belum pamit ke Papa dan Mama Risa ma" Lagi dan lagi Risa mencari alasan karena Risa bingung bagaimana untuk menyesuaikan diri dikeluarga suaminya itu.
" Mama sudah hubungi Mama dan Papa kamu. Jadi sekarang tidak ada alasan kamu menolak permintaan Mama". Rachmi mencoba untuk Risa mengerti bahwa mereka semua mengharapkan Risa mau menginap di rumah keluarga Brata itu.
Risa hanya mengangguk lemah mengiyakan permintaan sang ibu mertua.
Arman dan Brata Wijaya hanya bisa tersenyum melihat Risa yang tidak dapat lagi berkelit. Karena kalau sudah Mama Rachmi yang bicara siapa pun tidak bisa menolak.
Risa akhirnya menginap di rumah dan tidur dikamar Arman namun tidak terjadi apa-apa diantara mereka.
Besok paginya Risa sudah berpamitan pulang dan diantar oleh Arman kerumah Risa.
Sejak kejadian itu Risa tidak lagi menginjakkan kakinya di rumah Arman. Risa merasa seperti dijebak oleh keluarga itu dan harus tidur sekamar dengan pria yang tidak dicintainya.
__ADS_1