Cintai Aku Istriku

Cintai Aku Istriku
Bab 31


__ADS_3

Butik Risa


Risa lagi sibuk untuk mempersiapkan disain - disain terbaru untuk koleksi butiknya. Sejak dia mendapatkan suntikan dana dari sang suami yang belum sepenuhnya dia cintai itu. Butik Risa semakin dikenal dan brand dari butiknya sudah mulai dikenal orang. Langganan yang dimilikinya juga sekarang adalah istri-istri pengusaha.


Mertuanya juga selalu promosi tentang produk butik Risa dimana Rachmi sang mertua sering menggunakan baju yang diproduksi oleh butik Risa.


Tentu saja teman-teman sosialita sang mertua tidak mau ketinggalan. Karena Rachmi sang ibu mertua adalah istri dari pengusaha yang sangat terkenal dikalangan pebisnis. Jadi, teman-teman sang mertua yakin bahwa produk yang diproduksi oleh butik Risa bukan produk sembarangan.


Risa juga sangat berterimakasih kepada sang suami juga sang mama mertua yang selalu mendukung karir Risa.


"Mama...!!!" Suara bergema di ruangan Risa, siapa lagi yang menimbulkan suara kalau tidak Arsa sang anak. Dengan berlari ke arah sang Mama yang sedang berdiri di depan manekin, Arsa langsung memeluk erat kaki Risa.


Alangkah kaget Risa dengan kedatangan sang buah hati. Risa langsung berjongkok dan memeluk anaknya seperti sudah sebulan tidak bertemu. " Sayang kamu sama siapa ke mari? Nenek ... Mana?" Wanita itu tidak melihat sosok orang dewasa dibelakang anaknya.


"Sama Om" jawab Arsa singkat.


Wanita itu melihat ke arah pintu tidak juga ada sosok yang dibicarakan anaknya.


Sreeek


Pintu ruangan Risa terbuka " Arsa " suara Helmi yang masih sibuk mengatur nafas karena tadi sempat berlari mengejar bocah kecil itu.


"Helmi" kata Risa heran.


Tiba-tiba masuk lagi sosok pria yang lain dan itu membuat mata Risa terbelalak melihat pria yang sedang ada dihadapannya. " Dandi" wanita itu menutup mulutnya dengan telapak tangannya karena kaget dengan kedatangan Dandi yang secara tiba-tiba.


"Hei ... Risa ...apa kabar?" Tanya pria itu sedikit gugup karena setelah sekian lama Dandi bertemu kembali dengan wanita yang selama ini masih bersarang dalam hatinya.


Tidak kalah gugup " Baik ... Aku ... Baik".

__ADS_1


" Mama lepas dong ma , Arsa mau duduk di situ " kata bocah itu dalam pelukan sang mama. Risa menuruti permintaan anaknya dan menurunkan Arsa dari gendongannya.


" Silahkan duduk " Risa mempersilahkan dua orang pria dewasa yang dulu menaruh hati padanya , mungkin saja sampai saat ini. Termasuk Risa juga masih belum bisa melupakan sepenuhnya sosok Dandi.


Dua pria itu langsung duduk di sofa berwarna navy yang ada di ruangan kerja Risa.


" Santi ... Tolong buatkan minuman untuk bapak-bapak ini " titah wanita itu pada salah satu pekerjanya.


" Baik Bu " Santi pun berjalan keluar ruangan dan membuat minuman seperti perintah sang bos.


" Kalian datang kemari untuk mengantarkan Arsa? Emang mama kemana kak Helmi ... Eh ... Maksud aku Ario" kata Risa memecahkan keheningan di ruangan yang tiba-tiba terasa sangat dingin itu.


" Iya karena Tante Rachmi masih di salon dan Arsa sudah bosan berada di Mall" jawab Helmi santai.


" Kalau mas Dandi sendiri?" Tanya Risa dengan nada canggung.


" Ohh ... Aku kebetulan tadi janji dengan Ario, terus karena anak kamu minta di antar ke sini bertemu dengan mamanya. Ario mengajak aku ikut karena sehabis ini kami juga masih ada urusan penting" jawab Dandi panjang lebar.


Sementara Dandi dan Risa hanya diam dan bingung harus jawab apa. Helmi sudah kembali bertanya " kalian tahukan kenpa aku sampai pergi keluar negeri dan mencoba melupakan cintaku pada mu Risa".


" Sudahlah Ario kan tadi sudah aku jelaskan, mungkin kami memang tidak jodoh. Dan mungkin juga Arman lah orang yang tepat untuk mendampingi Risa. Ya walaupun ..." Kalimat Dandi itu harus berhenti karena Santi masuk membawakan minuman.


Setelah Santi keluar , Ario langsung berkata " Walaupun? Walaupun apa? Teruskan kalimat mu Dandi".


Dengan lantang Dandi meneruskan kalimatnya " Walaupun sebenarnya aku tidak terima. Tapi ... Aku juga tidak boleh egois. Karena sekarang sudah ada Arsa , yang memerlukan Risa sebagai ibunya ".


" Iya tapi aku juga tidak terima Risa dengan mudahnya melupakan mu dan berpaling pada saudara sepupuku" kata Helmi dengan berapi-api.


" Maafkan aku mas Dandi dan kamu bang Ario. Kalau boleh jujur sebenarnya aku juga belum sepenuhnya menerima keadaan ini tapi ... Seperti yang di katakan mas Dandi. Ini semua semata-mata karena Arsa dan mungkin juga takdir aku menjadi istri Arman." Wanita itu pun menangis.

__ADS_1


Sreeek


Pintu terbuka " Say ... " Kalimat itu terhenti ketika melihat sang istri tidak sedang sendiri ada Helmi dan Dandi disana.


Namun pria itu langsung duduk disebelah istrinya " Kenapa kamu menangis? Apa mereka menyakiti mu? " Kata Arman dengan lembut.


" Tidak ... Tidak ... Mereka tidak menyakiti aku" kata Risa sambil semakin terisak, entah apa yang membuat Risa semakin terisak. Arman memeluk istrinya itu seakan ingin memberikan ketenangan pada wanita yang sekarang menjadi istri bekas kekasih dari kedua orang asing yang sedang bersama mereka di ruangan kerja Risa.


Kedua pria asing itu pun memutuskan untuk segera keluar dari ruangan itu tanpa meminum setetes air yang sudah disuguhkan oleh Risa. " Kami pulang dulu dan aku harap kedepannya kalian semakin bahagia" kata Dandi sambil terus berjalan menuju keluar.


"Apa maksud kamu berkata seperti itu? Apa kami seperti tidak terlihat bahagia?" Suara Arman terdengar meninggi dan tangan Arman juga terkepal, sekolah tidak terima dengan perkataan Dandi.


Dandi menepuk pundak Arman. "Jangan emosi aku hanya mendoakan tidak bermaksud yang lain".


Namun Arman hanya diam dengan menahan emosi. Hatinya dipenuhi rasa cemburu yang begitu besar sehingga melingkupi hatinya dan itu membuat dia menjadi benci kepada Risa.


Sementara Dandi beserta Ario keluar meninggalkan Arman dan Risa.


Arman menatap nanar pada Risa dan yang ditatap hanya menunduk dan berkata " Maafkan aku. A..ku...aku tidak mengundang mereka untuk datang".


Risa begitu gugup , takut. Ya dia takut Arman salah paham.


Lama mereka terdiam dalam ruangan kerja Risa, hingga akhirnya Arman berkata " Sepertinya aku harus melepas mu dengan ikhlas. Kembalilah pada cinta mu. Aku menyerah untuk mengejar cinta mu".


Risa merasa begitu hancur mendengar kalimat suaminya itu, air mata yang sedari tadi menumpuk di pelupuk matanya jatuh berderai. Dia bersimpuh dan memeluk kaki suaminya " Aku tidak mau kamu ceraikan, karena bagiku pernikahan hanya sekali " Risa menangis sejadi-jadinya.


"Tidak. Semua sudah cukup karena kesabaran ku sudah habis. Rumah tangga kita tidak bisa diperjuangkan lagi" tegas Arman.


Arman menggendong Arsa sebelum Arman benar-benar keluar dari ruangan itu Arman berhenti dan kembali bersuara " Arsa ikut aku, karena dari dulu juga kamu tidak menginginkan nya ".

__ADS_1


Risa hanya menatap punggung Arman yang menghilang di balik pintu dan Risa terduduk dan kembali menangis.


Risa memilih pulang ke rumah orang tuanya dan mengurung diri di dalam kamar.


__ADS_2