
Seminggu berlalu , Akhirnya Arman dan keluarga kecilnya sekarang berada dirumah mereka , sekarang mereka memulai kehidupan baru di istana yang Arman beli sendiri dengan uangnya tanpa bantuan dari pak Brata.
Saat ini Arsa juga difasilitasi kamar sendiri oleh Arman, karena Arsa sudah sekolah. Tidur sendiri adalah permintaan dari Arsa sendiri, karena Arsa beranggapan saat ini dirinya sudah besar. Arman dan Risa memperbolehkan Arsa untuk memiliki kamar sendiri sekalian untuk mengajarkan Arsa untuk lebih mandiri.
Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu dan sudah hampir tiga bulan mereka hidup di istana mereka. Mereka hidup bertiga dengan dibantu oleh asisten rumah tangga dan mereka begitu bahagia.
Butik yang di kelola oleh Risa juga semakin maju karena Arman memberikan modal untuk butik Risa.
Arya juga ikut mempromosikan butik milik istrinya pada koleganya dan banyak dari istri koleganya itu yang suka dengan rancangan Risa. Sekarang butik Risa mempunyai langganan dari kalangan atas, namun itu membuat Risa semakin sibuk dan membuat dia lupa dengan kewajiban-kewajiban sebagai seorang istri untuk memanjakan suami.
Akhirnya malam di suatu malam, Arman mencoba untuk memprotes Risa dengan cara manja dan merayu dengan sebuah hadiah cincin, agar maksud yang ada pada hati dan pikirannya bisa tersalur "Sayang kamu sudah lama tidak memberikan pelayanan ekstra sempurna pada aku, kamu selalu sibuk dengan butik dan rancangan kamu" Arman menciumi punggung istrinya serta menyematkan cincin itu Kejari manis Risa.
"Maaf sayang...aku memang sibuk sekali belakangan ini sehingga melupakan pelayanan ekstra untuk mu. Terimakasih untuk cincin ini" Risa membelai lembut wajah suaminya itu dengan jari jemari lentiknya.
Arman yang mulai merasakan belaian lembut itu pun tak kuasa menahan gejolak di dalam sana.
Risa berinisiatif untuk memulai aktifitas malam dengan memberikan pelayanan ekstra untuk suaminya. Malam itu dihabiskan dengan permainan yang sangat mereka nikmati bersama hingga mereka sampai tidak sadar entah sudah berapa kali mereka melakukannya hingga rasa lelah yang mampu menghentikan mereka.
Pagi ini sangat berbeda dari biasanya , pagi yang cerah dan matahari kembali bersinar memancarkan sinar untuk menguasai bumi sebagai raja siang. Sinar mentari itu juga menandakan bahwa mereka sudah seharusnya membuka mata untuk bangun.
Namun tidak ada pergerakan dari suami istri ini, mereka masih berada di balik selimutnya untuk bisa mendapatkan kehangatan dan enggan untuk bagun. Mereka masih berpelukan dan suara ketukan pintu menyadarkan mereka.
__ADS_1
Tok...tok..tok..
"Ma...Pa..bagun dong kita sarapan yok, Arsa lapar. Arsa tidak mau sarapan sendiri" rengek bocah itu karena dia merasa sekarang perhatian papa dan mamanya tidak lagi sama seperti dulu.
Risa bangun dan berjalan ke arah pintu dan membukanya agar Arsa bisa masuk kedalam. Setelah Risa membuka pintu dan melihat anak lelaki tampan itu Risa langsung mencium pipi anaknya itu "Iya sayang mama akan menemani kamu makan tapi harus cium mama dulu" Risa menunjuk pipi nya untuk segera dicium oleh Arsa.
Cup...
Arsa pun melakukan dan memberikan ciuman Arsa kepada sang mama dan Arman juga tidak mau ketinggalan "Papa juga mau" rengek Arman tak kalah dengan sang istri.
"Papa juga mau sini pa..biar Arsa cium juga" sambil menempelkan bibir nya ke pipi sang papa.
"Terimakasih sayang papa sayang kamu" Arman membalas ciuman Arsa dengan lembut dipuncak kepala anak kecil itu.
Saat ini Risa memang sudah berkumpul dengan keluarga kecilnya yang begitu bahagia, namun sebenarnya Risa belum bisa menerima Arman seutuhnya karena bayangan Dandi sebagai mantan kekasih dan tunangan yang pernah saling mengikat janji manis namun harus berakhir begitu saja karena dia ditakdirkan untuk menikah dan hidup bersama Arman sebagai suaminya.
Setelah selesai makan Arman dan Risa kembali ke kamar.
Ketika Risa dan Arman sedang berada dikamar tidur Risa kembali menangis, Arman yang mendengar isak tangis Risa mendekati nya dan memeluknya dari belakang dan Arman menciumi bahu istrinya "Kamu kenapa sayang".
"Arman apakah aku boleh jujur dan kamu tidak akan marah jika kejujuran ku ini menyakiti perasaan kamu?" Risa begitu hati-hati menanyakan hal itu kepada Arman suaminya.
__ADS_1
Arman yang mendengar itu mengerenyitkan dahinya bingung " Rahasia? Rahasia apa katakanlah kepada ku aku tidak akan pernah marah walaupun itu akan menyakiti perasaan ku saat ini sebagai suami kamu".
Risa begitu sangat berhati-hati mengucapkan kalimatnya "Arman saat ini aku belum bisa...." Risa menggantung kalimatnya takut kalau-kalau Arman marah.
"Katakan saja jangan ragu karena didalam rumah tangga tidak perlu ada yang ditutupi dan aku pasti tidak akan marah" bujuk Arman menyakinkan agar Risa mau berterus terang kepada dirinya.
" Hemm... Arman saat ini aku masih belum bisa melupakan Dandi " Risa memutar tubuhnya dan memeluk Arman erat.
Arman yang mendengar kalimat itu sebenarnya ingin marah namun dia kembali sadar dengan apa yang sudah dia janjikan kepada Risa. Arman juga sadar bahwa dia juga bersalah kepada istri dan mantan kekasih istrinya itu, karena ulah Arman sepasang kekasih itu terpaksa berpisah dan mengubur semua agan dan cita-cita mereka.
"Maaf Risa aku minta maaf aku berjanji akan membantu kamu untuk dapat melupakan Dandi dari hidup kamu" Arman mengecup puncak kepala Risa.
"Terimakasih atas pengertian kamu Arman, aku beruntung punya suami yang pengertian seperti kamu Arman" Risa membalas pelukan suami nya itu dengan semakin erat.
Malam itu Arman dan Risa tidur dengan perasaan mereka masing-masing. Risa perasaan lega karena bisa jujur dengan suaminya itu namun Risa merasa takut kalau kejujuran Risa membuat Arman kecewa. Tapi lagi-lagi Risa harus yakin dengan keputusannya yang sudah berterus terang. Risa tidak mau lagi mengecewakan perasaan suami. walaupun dia merasa sudah mengecewakan hati sang suami.
Sementara Arman dengan perasaan galau takut kehilangan cinta Risa yang sekarang sudah sangat dia cintai. Karena pernyataan Risa yang baru saja dia dengar, Arman menjadi tidak percaya diri.
Arman yang sudah merasa bahagia karena dia merasa cinta Risa sudah menjadi miliknya seutuhnya ternyata masih harus dibayangi cinta masa lalu Risa kepada Dandi.
Arman kembali harus berjuang sekuat tenaga untuk bisa mendapatkan cinta sejati dari wanita itu seutuhnya. Arman berfikir bahwa peluang dirinya lebih besar dari Dandi yang notabene merupakan mantan kekasih istrinya sementara dirinya sendiri sudah sah menjadi suami dari Risa.
__ADS_1
"Aku akan berjuang untuk mendapatkan cinta kamu seutuhnya itu tekat ku Risa" gumam Arman sambil melihat kearah wajah Risa yang kini sedang tertidur pulas.