Cintai Aku Istriku

Cintai Aku Istriku
Bab 30


__ADS_3

Di meja makan saat menyantap hidangan sarapan pagi , tanpa suara.


" Pa .. ma .. Arsa mau sekolah " kata si kecil Arsa dengan mulut penuh makanan.


" Sama siapa perginya sayang " tanya Risa dengan senyum manis.


" Sama Nenek ... Ya kan Nek?" celetuk Arsa sambil menatap wajah Rachmi intens.


" Iya Risa. Mama mau mau antar Arsa kesekolah Arsa biar dia punya teman. Masalah antar jemput Arsa serahkan kepada Mama " Rachmi sebenarnya tidak ingin Arsa jauh dari Rachmi. Itulah alasan sebenarnya mengapa Rachmi mau mengantar Arsa kesekolah, jadi Rachmi punya kegiatan untuk antar jemput Arsa kesekolah dan setiap harinya Rachmi tetap bisa bertemu dengan cucu kesayangannya itu.


" Ooh ... Risa dan Arman tidak keberatan Ma. Asal mama tidak direpotkan. Iya kan Mas?" Risa mencoba menunjukkan rasa hormat kepada suaminya di hadapan Helmi.


" Iya sayang, aku tidak keberatan. Malah bagus Arsa bisa belajar dan pulang sekolah sama Nenek nya aman. Tapi ... Anak papa tidak boleh nakal ya sayang!" Arman tersenyum kepada buah hatinya itu.


" Pastinya pa, Arsa kan sudah besar dan kata Nenek bentar lagi Arsa bakal punya adik bayi "


" Huk...huk...huk..." Suara batuk Arman dan Risa secara bersamaan.


" Ya wajar juga kalau kalian sudah harus memikirkan seorang adik untuk Arsa. Jangan seperti Mama dan Papa yang selalu menunda dan akhirnya ketika Arman besar , jadi malu untuk punya momongan lagi" Pak Brata memberi wejangan kepada anak menantunya itu.


Sementara Arman dan Risa hanya diam , Helmi hanya bisa ikut mendengarkan tanpa harus berkomentar.


" Pa ... Ma ... Risa dan Arman mau langsung kerja. Arman titip Arsa sama mama ya, karena kita belum dapat orang untuk jagain Arsa di rumah" Risa meminta izin pada Mama mertuanya.


Tentu saja Rachmi tidak keberatan karena memang itu yang dia inginkan bisa dekat terus dengan cucu" Ok , mama malah senang. Nanti , habis sekolah kita main ke Mall ya Arsa".


" Hore...hore...hore...!" Seru anak itu kegirangan.


" Ohh ya Tan aku juga pamit mau pulang ke apartemen aku karena besok aku sudah harus kerja, aku tidak mau apa yang sudah dibangun oleh papa hancur begitu saja." Helmi membuka suaranya.


" Om ... Mau pulang ? tanya Arsa.


" Iya sayang karena Om mau kerja" Helmi mencubit sayang pada pipi Arsa yang menggemaskan itu.


" Ok om .... om hati-hati dijalan ya, dan lain kali mampir lagi kesini?" kata Arsa.

__ADS_1


" Ok sayang pasti itu " kata Helmi dengan sengaja mencium dan memeluk Arsa erat,. seolah ingin memperlihatkan betapa dia sangat dekat dengan anak itu.


Risa yang melihat hal itu merasa tidak nyaman, namun Arman menyadari kalau kakak sepupu nya itu sengaja. Arman menggenggam tangan Risa seolah memberi kekuatan untuk bersabar pada istri nya itu.


Risa menoleh ke Arman dan mengangguk sambil tersenyum, seakan mengatakan kalau dia tidak perlu takut walau apapun yang terjadi. Karena Risa sudah berjanji untuk terus belajar untuk menjadi istri dan mencintai Arman.


Karena sarapan yang ada di piring Arman dan Risa sudah tandas. Arman dan Risa berpamitan, tidak lupa pasangan suami istri baru stok lama itu mencium pipi gembul Arsa.


" Papa dan Mama pergi dulu ya sayang , ingat jangan nakal dan jangan buat Nenek report" Risa meningkatkan anaknya itu.


" Beres Ma .. Pa ... Pasti itu " kata Arsa memberi hormat.


Arman hanya mengacak rambut Putra kesayangannya itu dan berlalu meninggalkan meja makan dan pergi bersama Risa. Begitu juga dengan Helmi.


*******


Di dalam mobil Arman membuka suara " Sayang ... Kamu tidak perlu khawatir dengan aku. Karena apa pun yang akan dilakukan oleh Helmi. Aku tetap percaya pada mu. Asal kamu tidak pernah berhenti untuk belajar mencintai ku. Yakinlah tidak akan ada yang memisahkan kita selain kematian".


" Iya mas, aku akan belajar untuk mencintai dirimu sebagai suami dan Papa dari anak kita " Risa tersenyum dan Arman membalas senyuman itu dan tidak lupa Arman menciumi tangan istri cantiknya itu.


" Iya suami aku yang paling tampan sedunia. Kamu juga hati-hati dijalan" sebelum Risa membuka pintu mobil dan benar-benar keluar dari dalam mobil, Arman menarik tangan Risa.


"Cup... Iya istri aku yang paling cantik sedunia" dengan senyum yang begitu manis.


" Sebutan apa itu masa ikut-ikutan. Yang kreatif dikit dong suami ku?" Kata Risa manja.


" Ya namanya juga sehati" Arman tersenyum menggoda istrinya.


" Iyah deh sayang , aku turun ya tidak enak sama karyawan aku. Kamu juga berangkat dan hati-hati, jangan sampai terlambat. Masa bos terlambat itu sama saja memberi peluang untuk para karyawan tidak disiplin" kata Risa dengan lembut


" Terimakasih istri ku sayang , nyonya Arman atas supportnya aku berangkat ya" Arman juga memberikan tangannya kepada Risa sang istri agar mencium punggung tangan Arman.


Seolah mengerti Risa pun meraih tangan suaminya dan mencium punggung tangan Arman dan Arman juga mencium kening Risa " Kita akan melakukan ini jika kamu atau aku akan pergi seperti waktu seminggu kemarin" tegas Arman dan Risa mengangguk.


" Iya mas. Mulai hari ini aku akan melakukan dan menuruti apa pun yang kamu mau " karena menurut Risa menuruti suami adalah sebuah kewajiban yang di ajarkan oleh agama.

__ADS_1


" Aku senang sekali kalau kamu sekarang mau menjadi istri penurut dan juga menghargai aku " Arman mengacak rambut Risa.


" Mas jangan dibegitukan dong rambut aku , kan jadi kusut " protes Risa.


" Iya ... Iya ... Sini aku rapikan " Arman merapikan rambut Risa yang tadi diacak - acak " sudah rapih sekarang kamu boleh turun dan aku berangkat".


Risa melihat ke cermin dan memastikan apa yang dikatakan sang suami benar , barulah Risa bergegas turun dan berkata " Terimakasih aku turun ya kamu hati-hati dijalan".


" Baik istri ku sayang aku berangkat dan kamu juga hati-hati kerjanya. Ingat aku jemput kamu nanti pulang kantor jangan pulang sebelum aku jemput" tegas Arman pada istrinya yang mandiri itu.


" Siap bos " Risa menjauh dari mobil Arman. Setelah Risa tidak lagi terlihat dari pandangannya , Arman baru berlalu dari halaman butik sang istri.


Di saat menyetir mobil Arman merasa bahagia dan dia berharap ini bisa terus terjadi dan cinta mereka bertambah kuat. walaupun badai yang akan menerpa banyak, namun dia berharap semua bisa di lewati dengan baik.


Walaupun dia sadar , masih perlu banyak waktu dan kesabaran untuk meraih cinta Risa secara utuh.


*****


" Hai ... Bro ! " Sapa seorang lelaki itu, untuk pria yang sedang duduk sambil menyesap kopi capuccinonya.


" Hai ... Kenapa kamu lama sekali. Aku sudah hampir saja ingin pergi " kata Helmi bercanda , karena memang waktunya belum lewat.


" Maaf ... Aku tadi terjebak macet. Lagi pula masih ada lima menit lagi , sampai waktu yang kita janjikan " balas Dandi.


Ya laki-laki yang sedang di nantikan oleh Helmi adalah Dandi sahabatnya. Sudah dua Minggu Dandi pulang dari Canada dan Risa tidak mengetahui hal itu.


" Aku malas basa-basi. Aku mau to the poin saja. Apa yang sebenarnya terjadi antara kau dan Risa. Kenapa Risa menjadi istri sepupuku? Apakah kau tidak menghargai pengorbanan aku sebagai seorang sahabat?" Helmi atau yang dikenal Risa sebagai Ario , bertanya pada laki-laki yang sekarang sedang mengusap wajahnya dengan kasar. Karena saat ini Dandi bingung harus menjelaskan dari mana. Karena Dandi tahu betul bagaimana Helmi begitu berjiwa besar agar dirinya bisa bersama dengan Risa.


" Kamu jangan hanya diam. Ayo katakan aku malas menunggu !" Titah sang sahabat.


" Aku tidak bisa menjawab secara detail , karena hanya Risa yang bisa menjawabnya. Yang aku tahu , mereka terjebak dalam sebuah permainan konyol yang mengakibatkan Risa mengandung. Waktu itu Risa berjanji setelah anak itu lahir dia akan meninggalkan sepupu mu itu dan kembali pada rencana kami semula untuk hidup bersama. Tapi ... Entah mengapa semua dibatalkan begitu saja dengan Risa tanpa alasan yang jelas. Aku bisa apa? Kalau wanita yang sangat aku cintai saat ini dan nanti sudah tidak mau hidup dengan aku " Dandi menceritakan semua dengan suara yang datar.


" Tapi ... Kenapa kau tidak berjuang apa sebegitu kecilnya nyali kamu?" Helmi memegang sebelah pundak Dandi , untuk menagih jawaban.


Dandi hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Helmi karena menurutnya semua sudah terjadi dan tidak mungkin untuk putar.

__ADS_1


__ADS_2