Cintai Aku Istriku

Cintai Aku Istriku
Bab 29


__ADS_3

Setelah acara makan malam itu usai, mereka pun kembali ke kamar masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang lelah. Terutama Arman dan Risa yang baru saja melakukan perjalan jauh. Karena selama satu Minggu ini mereka habiskan untuk merajut cinta dan tentu saja dengan kegiatan olahraga malam, yang selalu menyita tenaga.


Selama seminggu itu Arman tidak membiarkan Risa tidur tanpa ritual malam yang selalu ingin dirasakan Arman dan Risa sebagai istri yang baik hanya pasrah dengan kemauan suaminya.


Tepat jam dua belas malam Risa merasa kehausan dan memutuskan untuk ke dapur mengambil segelas air minum , untuk menghilangkan rasa haus di tenggorokannya


Ternyata sesampainya Risa di dapur , Risa melihat ada sosok lelaki yang ternyata adalah Helmi , kakak sepupu suaminya. Risa terus pada tujuannya untuk mengambil minuman tanpa menyapa Helmi.


Helmi yang melihat Risa yang tidak menyapa dirinya dan bersikap seolah-olah tidak saling mengenal membuat Helmi membuka suara "Hebat kamu Risa" Helmi menatap hunus ke punggung Risa yang sekarang membelakangi dirinya dan terus menjauh.


Kalimat itu sukses membuat Risa berbalik dan berkata "Apa maksud kalimat abang Helmi berkata aku hebat? Hebat bagaimana maksudnya?" Sambil berjalan mendekati Helmi.


" Kamu benar-benar tidak mengerti maksudku atau sedang berpura-pura tidak mengerti " Helmi menatap tajam ke arah Risa.


" Aku benar-benar tidak mengerti " Risa membalikkan tubuhnya dan kembali melangkah.


" Risa ... Benarkah kau tidak mengerti apa maksud dari ucapan ku?"


Risa menggeleng dengan cepat.


" Baiklah jika memang kau tidak mengerti aku akan menjelaskan " kata Helmi mantap Risa intens dan tatapan itu sukses membuat Risa takut.


" Kamu kenapa menikah dengan Arman sementara aku tahu kamu adalah kekasih Dandi dan kalian sudah bertunangan bukan?" cerca Helmi.


" Apa? Dandi? Apa hubungannya Abang sama Dandi? Urusan Abang juga apa antara aku berpacaran dengan Dandi tapi .... aku menikah dengan Arman? Sepertinya itu bukan urusan abang" Tanya Risa penuh penuh emosi.


" Apakah kau benar tidak mengenal diriku? Tolong jujur pada dirimu sendiri ! Jangan seperti itu "


Risa semakin bingung dan Helmi mengambil kacamata dan menggunakannya dan menggenggam pundak Risa seraya berkata " Apakah kau sudah mengenalku sekarang? ".


" Ario " Risa begitu terkejut dengan sosok lelaki yang ternyata adalah seseorang yang sangat dia kenal.


" Ya aku Ario Helmi. Akhirnya kau mengenalku " Helmi tersenyum sinis.

__ADS_1


" Aku mengalah demi kau dan Dandi karena aku sadar kalau cinta Dandi jauh lebih besar dari pada aku " tatapan Helmi terus menusuk hingga ke kornea mata , hingga yang ditatap merasa seperti seorang terdakwa.


" Aku juga tidak menyangka kalau ternyata kau adalah wanita mata duitan dan mencintai seseorang dari isi dompet dan kekayaan " kalimat itu sukses membuat mata Risa berkaca-kaca.


" Pernikahan ini tidak seperti yang kau bayangkan, aku mencintai Dandi hingga detik ini dan Arman juga mengetahui itu " Risa mencoba menerangkan tentang pernikahannya agar Helmi tidak lagi emosi dan menuduh dirinya yang macam-macam.


" Apa maksudmu? " Kata Helmi seperti bertanya karena dia tidak mengerti maksud dari kalimat Risa.


" Aku dan Arman menikah kerena ...." Risa tidak melanjutkan kalimatnya.


" Risa ternyata kamu disini. Aku kira kamu kemana, kenapa lama sekali? Bang Helmi juga disini? Kenapa mata kamu merah Risa apa kau habis menangis?" Arman menyeka air mata istrinya yang mengalir di pipi istrinya.


" Tidak suami , aku tidak menangis, aku hanya kelilipan , ayo aku mau tidur. Aku juga sudah tidak haus lagi " Risa merangkul tangan suaminya dan mengiringi Arman ke kamar.


" Kami ke kamar duluan bang Helmi " kata Arman sopan.


Helmi hanya mengangguk mengiyakan sambil meneguk air yang ada dalam gelasnya. " Apa maksud perkataan Risa, apa benar pernikahan dirinya dengan Arman tidak seperti yang aku tuduhkan kepadanya" Helmi berkata kepada dirinya sendiri. " Tidak mungkin " kembali pikiran Helmi tidak percaya dengan ucapan Risa.


Sesampainya di dalam kamar " Risa, boleh aku bertanya sesuatu?" Arman berkata dengan lembut dan sangat hati-hati, takut jika pertanyaan dari nya malah membuat sang istri marah atau sakit hati.


" Kenapa kamu tahu apa yang ingin aku tanyakan? " Arman menatap tajam pada kornea coklat milik Risa.


" Karena aku sudah melihat mas saat aku di dapur dan aku sengaja memancing bang Helmi untuk terus bicara agar mas tahu semuanya " tidak ada ke bohongan pada nada bicara Risa .


" Ya aku sudah dengar semua dan sekarang aku ingin , kamu jelaskan semuanya. Aku mau kamu jelaskan dengan sejujurnya tanpa ada yang harus kamu tutupi" tegas Arman.


" Baiklah " Risa mulai bercerita ...


Flash back on


" Risa ... Bisakah kau bantu aku untuk membuat sebuah proposal " kata Dandi sambil menyerahkan sebuah data untuk kegiatan amal.


" Tentu kak aku bisa , kakak terima beres saja " Risa mengambil data yang berada di tangan Dandi.

__ADS_1


" Hey ... Kalian berdua lagi apa di ruangan ini ?" Kata seorang pria yang bersahabat akrab dengan Dandi.


" Hey ... Kamu Ario , kenalkan ini Risa dan Risa ini Ario " Ario dan Risa saling bersalaman.


" Cantik " kata Ario.


" Terimakasih kak Ario pujian nya " kata Risa.


"Jangan lama-lama dan jangan coba-coba untuk mendekati Risa , karena dia sudah punya aku " ancam Dandi pada Ario.


Sementara Risa hanya tersenyum mendengar pertengkaran dua sahabat itu.


"Apa itu benar Risa? Kamu sudah milik Dandi?" Ario bertanya untuk memastikan.


" Iya mas Ario kami sudah lama berhubungan bahkan waktu aku masih duduk di bangku SMA " jelas Risa.


" Jadi ... Selama ini Dandi merahasiakan kamu dari aku? Wah ... Ternyata kamu membohongiku ya Dandi. Jadi sekarang aku yang jomblo sendirian ?' Ario protes.


" Jelas aku tidak jujur pada kamu karena aku tidak mau, orang yang aku cintai di rebut oleh orang lain " Dandi merangkul pundak Risa.


" Apa kamu anggap aku orang lain? Tega kamu Dandi sama aku " Ario dengan pura-pura marah.


" Ayolah Ario aku hanya bercanda jangan gara-gara ini kita menjadi musuh " Dandi merangkul sahabatnya itu dan mereka saling tertawa.


Sebenarnya Ario memang sudah jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Risa , namun hal itu terpaksa dia kubur dalam diam karena tidak mau persahabatannya dengan Dandi hancur karena seorang wanita. Walaupun dia sadar bahwa saat ini baru Risa yang mampu membuat hatinya bergetar. Ario juga sangat sadar bahwa persahabatan tidak boleh ada perselisihan, apalagi jika menyangkut cinta dan wanita.


Persahabatan mereka terus berjalan hingga akhirnya , Ario harus pergi keluar negeri untuk melanjutkan sekolah jurusan fakultas ekonomi di universitas ternama di negara itu. Tentu saja itu bukan alasan utama Ario. Ario melakukan itu semata-mata untuk dapat melupakan sosok Risa.


Risa juga sadar bahwa Ario itu punya rasa yang lain dibalik persahabatan mereka, terkadang Risa juga tidak nyaman jika harus berada ditengah dua sahabat itu.


Flashback off


" Gitu ceritanya mas, aku juga tidak tahu kenapa Ario ... Maksudku Helmi sepupu kamu itu , seperti tidak terima dengan pernikahan kita" Risa berkata sejujurnya dan Arman menatap manik mata Risa dan tidak melihat kebohongan dimata Risa.

__ADS_1


" Apakah tidak lebih baik kalau mereka berdua tidak mendapatkan kamu ya? Berarti tidak ada yang tersakiti ya kan sayang?".


" Aku tidak terima katanya aku memilih kamu karena aku itu menikah sama kamu karena uang kamu? Emang aku perempuan apa?". Risa merasa sangat kesal.


__ADS_2