Cintai Aku Istriku

Cintai Aku Istriku
Bab 28


__ADS_3

Stelah mendapat izin dari Rachmi.Helmi keluar sebentar untuk membeli keperluan untuk menginap di rumah keluarga Brata yang merupakan paman yang sudah dia anggap seperti ayahnya sendiri karena sejak kecil adik dari ayahnya inilah yang selalu menjadi tempat dia meminta perhatian seorang ayah. Karena ayah dari Helmi sudah pergi untuk selamanya.


Helmi memang tidak berniat untuk menginap di rumah Om dan Tante itu karena dia hanya berniat sekedar silaturahmi, karena itulah dia tidak membawa pakaian ganti.


Helmi keluar dan membawa Arsa ikut bersamanya.


Sepuluh menit setelah Helmi pergi keluar dari rumah pak Brata , Arman dan Arsa sampai juga di rumah pak Brata.


"Mama" sapa Arman pada Rachmi yang lagi sibuk di dapur menyiapkan makan malam untuk menyambut anak dan menantunya itu.


"Hey ... Kalian sudah sampai , pasti capek. Sudah sana istirahat dulu! Tapi, Arsa tidak ada dirumah " kata Rachmi menjelaskan agar sepasang suami istri itu tidak kebingungan atau mencari keberadaan Arsa sambil terus mengaduk masakan.


" Arsa kemana ma terus mama masak banyak sengaja untuk menyambut kami ya?" goda Risa sang menantu sambil mendekat ke arah Rachmi yang sedang sibuk memasak.


" Iya begitulah kira-kira, tapi ... Mama membuat semua masakan ini bukan hanya untuk kalian berdua,tapi untuk anak Mama yang lainnya" kata Rachmi sambil terus mengaduk masakan nya.


Arman dan Risa saling tatap bingung karena sepengetahuan Risa Arman adalah anak tunggal, lalu siapa yang Rachmi maksud.


"Anak yang lain? Bukannya anak mama hanya mas Arman?" Tanya Risa bingung karena dia merasa aneh dengan pernyataan sang mertua.


" Iya betul itu Ma, bukannya anak mama hanya aku?" Tanya Arman juga penasaran.


" Anak mama yang paling besar sedang ada disini " kata Rachmi yang masih memberikan jawaban tapi tidak langsung.


" Siapa ma? " Arman terus berpikir siapa yang dimaksud oleh Rachmi.


" Helmi " jawab Rachmi.


" Ohh bang Helmi sudah di Indonesia sekarang ma " Arman tidak percaya kalau Helmi sekarang ada di Indonesia.


" Iya sekarang dia lagi pergi sama Arsa untuk membeli kebutuhannya, karena dia tidak membawa baju ganti" jelas Rachmi.

__ADS_1


" Kenapa tidak pakai baju Arman saja?"


" Kamu seperti tidak mengenal Abang kamu yang satu itu , diakan sangat perfeksionis dan super bersih. Mana mau dia pakai barang orang lain"


"Ooh ya sudah kalau begitu kami ke kamar dulu ya ma , jam makan malam kami turun " kata Arman sambil berjalan menggandeng tangan istrinya.


" Siapa Helmi mas?" Risa bertanya pada Arman karena penasaran sekali dengan sosok Helmi.


" Kakak sepupu aku , dulu dia pergi keluar negeri untuk mengikhlaskan wanita yang sangat dia cintai untuk sahabat karibnya. Pokoknya panjang deh ceritanya, aku juga heran kenapa sekarang dia kembali. Mungkin dia sudah melupakan semua yang terjadi dan mau membuka lembaran baru dengan kekasihnya yang baru tentunya" kata Arman terus berjalan menuju kamar padahal dia tidak yakin kalau Helmi sudah punya kekasih baru.


Risa merasa kasihan mendengar sosok Helmi dari cerita Arman, padahal Risa belum tahu bagaimana sebenarnya sosok Helmi itu, tapi dia sudah merasa simpati pada abang sepupu Arman itu.


Risa terbawa suasana sampai-sampai dia tidak menyadari kalau mereka sudah sampai di kamar " Hey sayang , kenapa kamu jadi melamun? Ayo mandi bersihkan diri kamu , setelah itu kita turun untuk makan malam. Aku juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Abang Helmi" Arman mengambil handuk untuk Risa yang baru tersadar dari lamunannya.


" Terimakasih suami " Risa mengambil handuk itu dari tangan Arman.


" Masama istriku " dengan nada yang begitu lembut.


Sebelum mereka membuka pintu kamar ternyata buah hati mereka masuk " Mama Papa " sapa Arsa sambil terus memakan ice krim rasa vanilla yang ada di genggaman.


" Arsa sayang kamu makan ice krim itu jangan belepotan, lagian ini mau acara makan malam kenapa makan ice krim nanti kamu kenyang duluan. Awas ya kalau kamu makan malamnya sedikit ".


" Ini Om Helmi yang kasih ma. Om Helmi baik ma, dia juga belikan Arsa mainan" Arsa menunjukkan sebuah mobil-mobilan berwarna biru sesuai kesukaan Arsa.


" Sayang lain kali kamu tidak boleh merepotkan orang lain ya! " kata Risa sambil mengambil selembar tisu untuk membersihkan mulut Arsa yang belepotan ice krim.


" Ahh aku yakin paling juga Abang Helmi yang sengaja memberi, Abang Helmi itu memang sangat menyukai anak-anak " kata Arman sambil berjalan keluar kamar.


Akhirnya mereka bertiga keluar dari kamar dan menuju ruang makan, sesampainya di ruang makan masih ada sosok Pak Brata dan Ibu Rachmi saja. Tidak ada sosok Helmi disana.


" Abang Helmi dimana ma? " kata Arman dengan matanya dia menyapu semua sudut ruangan karena tidak juga melihat sosok Helmi.

__ADS_1


" Masih bersih-bersih barang kali, paling juga sebentar lagi kesini. Ya udah kalian duduk saja dulu menunggu dia datang " kata Rachmi sambil terus menata makanan di atas meja dibantu Risa sang menantu tentunya.


" Nenek Arsa lapar mau makan " rengek Arsa sambil memegangi perutnya.


" Cucu Nenek uda lapar?" seru Rachmi " Sebentar ya kita nunggu Om Helmi dulu " bujuk Rachmi lagi pada Arsa.


" Biar aku susul saja ya Ma ? Kasihan Arsa dia sudah lapar " Kata Arman yang tidak tega melihat Arsa yang sudah lapar.


Ketika Arman mau beranjak dari tempat duduknya, sosok Helmi akhirnya muncul " Itu dia , mari Helmi kita makan! Tinggal nungguin kamu nih" seru Rachmi.


Semua mata tertuju pada sosok Helmi , mata Helmi terbelalak melihat sosok Risa. Lama mata itu melihat ke arah wanita cantik itu.


Arman yang melihat itu langsung protes " Bang jangan lama-lama lihatin istri orang nanti aku cemburu " canda Helmi.


" Maaf ... Cuma kagum saja kenapa kamu bisa dapat bidadari tak bersayap ini? " Helmi membalas candaan Arman.


" Sudah kalian berdua jangan bercanda terus , Helmi kenalkan yang cantik itu menantu Tante. Namanya Risa. Risa ini Helmi ponakan Mama tapi sudah seperti anak pertama mama " jelas Rachmi.


" Hai Risa , aku Helmi "


" Hai juga bang Helmi , aku Risa "


" Cantik tidak Om mama Arsa?"


" Cantik sayang , mama Arsa cantik kayak bidadari " jawab Helmi lembut pada Arsa.


" Terang dong Om anaknya ganteng begini " seru Arsa sambil menaikkan kerah bajunya.


Semua tersenyum sambil terus melahap makanan tidak ada suara lagi selain suara sendok dan garpu yang saling beradu.


Namun Helmi tidak henti-hentinya mencuri pandang ke wajah Risa dengan sorot mata yang sangat sulit untuk di artikan.

__ADS_1


Risa yang merasakan tatapan aneh dari Helmi menjadi risih karena Risa menjadi tidak nyaman.


__ADS_2