Cintai Aku Istriku

Cintai Aku Istriku
Bab 7


__ADS_3

Saat ini Arman harus pergi ke luar kota untuk menyelesaikan urusan penting. Karena salah satu kantor cabangnya mengalami masalah.


Saking terburu-burunya Arman sampai lupa memberi kabar kepada Risa istrinya. Karena masalah yang sedang menimpa kantor cabang ini tidak bisa di wakilkan oleh orang lain karena masalah tender proyek yang sangat besar dan para investor asing itu hanya ingin bertemu dengan pemilik perusahaan.


Dikediaman Kusuma Wijaya.


Setelah mengantar makan siang Arman. Risa langsung tidur dan masih tertidur pulas hingga sore, karena kelelahan maklum saja karena itu juga pengaruh orang yang sedang hamil yang gampang lelah.


Ketika Risa bangun Risa melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul tujuh belas sore. Risa langsung cepat-cepat mandi dan berbenah diri. Karena biasanya Arman akan datang untuk mengunjungi anak yang ada dalam kandungan nya.


Entah mengapa Risa sampai melakukan hal itu , entah memang ingin tampil cantik atau memang karena ingin terlihat lebih cantik didepan Arman.


Namun sudah hampir jam sembilan belas malam Arman tidak kunjung datang. Raut wajah yang tadi bergembira seperti orang yang jatuh cinta berubah menjadi murung dan sedih , dirinya juga heran kenapa tiba-tiba dia merindukan sosok Arman.


Ketika Risa duduk di teras rumah menunggu Arman datang , Airin ingin memanggil anak perempuannya itu untuk makan malam. Namun Airin heran kenapa tiba-tiba saja Risa mau duduk di teras rumah karena tidak seperti biasanya Risa mau duduk hingga semalam ini dan melamun. Airin mencoba untuk menegurnya.


" Kamu kenapa Risa? Lagi nungguin Arman ya? "


Risa hanya diam tanpa menjawab dan beranjak dari tempat duduknya.


" Arman tidak akan datang hari ini , mungkin seminggu ini dia tidak akan datang karena dia lagi pergi ke Medan dan Danau Toba mengurusi perusahaan cabang dan hotelnya disana" seru Airin.


Risa menatap heran pada sang mama karena bisa tahu alasan kenapa Arman tidak datang kerumahnya seperti biasanya. Sementara dia yang istrinya saja tidak tahu sama sekali. Risa sadar mungkin karena dia memang istri yang hanya diatas kertas.


" Tadi mama mertua kamu telepon mama , tiba-tiba waktu kami ngobrol di telepon, ternyata papa mertua kamu juga menerima telepon dari perusahaan cabang, mereka yang ada di perusahaan cabang mengharuskan Papa mertua kamu untuk datang. Tapi karena papa mertua kamu lagi sakit jadinya terpaksa Arman yang harus berangkat" Airin mencoba untuk menjelaskan.


Entah apa yang terjadi dengan hati Risa terasa sangat perih mendengar kabar dari Mamanya.


" Makanya jangan terlalu benci nanti kamu jatuh cinta , baru tahu rasa " balas pak Kusuma menggoda sang putri yang ikut menyusul ke teras rumah mereka karena anak dan istrinya itu tidak juga masuk untuk makan malam.


" Ihh ... Papa apaan sih. Siapa juga yang akan jatuh cinta sama dia dan nungguin dia " Risa pergi ke kamar.


" Risa makan dulu " ajak Airin.


" Risa mau tidur aja ma Risa tidak lapar" Risa melangkah menuju kamar.


Sampai dikamar Risa menengadah ke atas langit-langit kamar " Ada apa dengan ku kenapa aku merasa sakit hati karena Arman tidak mengabari aku ya?"


" Ahh ngapain juga aku harus memikirkan dirinya belum tentu juga dia memikirkan aku. Paling juga dia berharap anak ini cepat lahir dan cepat berpisah dari aku ". Risa bermonolog pada dirinya sendiri.


Tiba-tiba mata Risa ingin terpejam namun ada notifikasi pesan masuk di ponselnya.


πŸ“© Arman


" Malam Risa maaf aku tidak bisa kerumah kamu. Karena aku lagi di luar kota. Kamu jaga kandungan kamu ya. Nanti kalau urusan di sini sudah selesai aku akan langsung ke rumah kamu "


Belum selesai Risa membaca pesan pertama yang baru dikirim Arman, Arman kembali mengirim pesan ke dua.

__ADS_1


πŸ“© Arman


" Ooh ya kamu sudah makan? Aku lagi makan nih. Kalau kamu tidak mau makan tidak masalah asal anak aku harus makan ".



" Kamu mau?"


Itulah pesan Arman kepada Risa.


Risa yang melihat foto makanan yang Arman kirim membuat dirinya berselera. Namun dia gengsi untuk mengakuinya.


Risa malah membalas pesan Arman dengan nada ketus.


πŸ“€ Risa


" Makan saja pencarian kamu , aku tidak mau."


πŸ“© Arman


" Yakin tidak mau , ini enak lo Risa. Kalau kamu bilang mau, nanti aku bawakan takutnya kalau tidak kesampaian anak kita ileran lagi " goda Arman di pesannya.


πŸ“€Risa


" Bodo amat. "


πŸ“© Arman


" Dasar suami tidak peka dan tidak pengertian" gumam Risa " Kenapa aku harus marah padanya sebenarnya ada apa dengan aku".


Sementara ditempat yang berbeda Arman tersenyum bahagia karena bisa mengerjai istrinya.


" Aku yakin dia pasti sudah sangat kesal. Karena aku tidak mengabari tentang keberangkatan ku dan hari ini aku mengirim pesan seperti itu. Pasti wajahnya memerah menahan kesal " senyum Arman begitu sumringah.


"""""


Pagi hari yang begitu cerah secerah matahari pagi yang begitu dermawan memberikan sinarnya untuk menerangi dunia, Arman berangkat ke kantor cabang .


Sebelum berangkat Arman melakukan video call kepada sang mama mertua.


Tut..Tut...Tut...


Tidak menunggu lama Airin mengangkat panggilan itu.


" Selamat pagi mama mertua, apa kabar mama dan papa hari ini? Maaf ma, Arman tidak bisa ikut sarapan bersama hari ini"


" Pagi nak, Mama dan papa baik. Iya nak tidak apa, nanti setelah kamu kembali kamu sarapan disini lagi ya!"

__ADS_1


" Tentu ma. Ooh ya ma bagaimana kabar anak Arman yang ada diperut mamanya?"


" Baik sayang itu mamanya lagi sarapan tentunya dia juga sarapan".


Airin mengarahkan kamera ponselnya ke arah Risa yang sedang makan. Risa yang menyadari kamera sedang mengambil gambar dirinya langsung mengangkat tangan ke udara dengan mengepalkan tangan seolah ingin mengajak Arman berkelahi.


Arman yang melihat kepalan tangan Risa langsung berkata " Kamu mau ngapain seperti itu istri? Kamu mau marah karena aku menelpon mama bukan nelpon kamu? Sorry istri soalnya kalau telepon kamu pasti tidak akan kamu angkat "


Risa yang mendengar kata-kata Arman hanya diam dan melanjutkan makannya.


" Ma ... Sudah dulu ya ma aku mau berangkat ke kantor dulu "


" Arman....ayo kita berangkat " ajak seorang gadis.


" Siapa itu Arman?" Tanya Airin karena panggilan belum berakhir.


" Dia Bela ma teman bisnis Arman " jawab Arman santai karena memang Arman dan Bela tidak memiliki hubungan selain hubungan bisnis dan sahabatnya.


" Hay Tante " sapa Bela.


" Hay salam kenal saya Airin mama mertua Arman " sapa Airin tidak kalah Rama.


" Salam kenal juga Tante" jawab Bela.


" Aku matiin ya ma telepon nya, nanti Arman hubungi lagi"


" Iya nak kamu hati-hati " jawab Airin.


Panggilan pun terputus.


Sementara Risa yang terlihat sangat kesal , mungkin karena saat ini Arman lagi bersama wanita lain.


" Risa ke kamar dulu Ma Pa" Risa bangkit dari kursinya.


" Kamu kenapa Risa kenapa wajah mu tampak kesal "


" Tidak apa-apa Risa tidak kesal " Sebelum Risa benar-benar meninggalkan ruang makan pak Kusuma bertanya lagi.


" Apa kamu cemburu, karena Arman bersama wanita lain saat ini?" Kini Pak Kusuma angkat bicara.


" Tidak Pa ... Risa tidak cemburu. Lagi pula ngapain Risa cemburu toh setelah anak ini lahir , Risa akan menyusul Dandi ke Canada. Dan menyerahkan anak ini kepada Arman" Risa tersenyum sinis.


" Yakin kamu tidak cemburu " Airin kembali menggoda Risa.


" Bodo amat Risa mau ke kamar dulu " Risa berjalan menuju kamarnya dengan kesal karena pasangan paruh baya itu selalu menggoda dirinya.


Sementara Airin dan Kusuma hanya tersenyum penuh arti melihat anak perempuannya kesal. Mereka tahu kalau saat ini Risa cemburu.

__ADS_1


__ADS_2