Cintai Aku Istriku

Cintai Aku Istriku
Bab 24


__ADS_3

Setelah selesai acara makan malam itu Arman memutuskan untuk pulang ke hotel sendiri, karena perasaan hatinya saat ini sangatlah tidak enak lebih tepatnya sakit.


Sementara Risa terus melanjutkan perjalanannya berkeliling Bali sendirian tanpa Arman.


Arman di dalam kamar hotel tiba-tiba saja panas tinggi karena saat menuju hotel, dia terkena hujan. Dia memang sengaja pulang hujan-hujanan karena dia ingin meluapkan perasaan dengan menangis tanpa seorang pun tahu kalau saat ini hati dan pikirannya sangat sedih, alam seperti memberikan ruang bagi seorang Arman untuk meluapkan perasaan hatinya. Dia memang seorang laki-laki namun dia juga punya perasaan yang kadang sangat sensitif dan bisa menangis karena dia juga manusia biasa.


Sudah jam dua belas malam Risa tidak juga kembali, Arman panik karena istrinya tidak juga berkabar. Akhirnya dia mencari keberadaan Risa dan mencoba untuk menghubungi Risa namun tidak mendapatkan jawaban.


"Risa... dimana kamu , kembali lah" gumam Arman yang sekarang menggigil karena tubuhnya terasa panas dan pusing. Akhirnya Arman tidak kuat lagi dan pingsan di lantai kamar hotelnya.


Tidak lama akhirnya Risa pulang juga ke hotel dan dia melihat Arman yang tergeletak dilantai , Risa langsung mendekati Arman dan menaruh punggung tangannya ke dahi Arman "Demam. Ternyata dia demam kenapa dia bisa demam padahal tadi dia baik-baik saja" Risa bergumam pada dirinya sendiri.


Risa membantu dan memapah Arman untuk pindah ke tempat tidur. Risa membaringkan tubuh Arman yang lemah itu di atas tempat tidur.


Entah mengapa Risa menjadi risau dan panik melihat keadaan Arman saat ini dan dia sadar ini juga salahnya.


Risa memutuskan untuk meminta bantuan kepada petugas hotel untuk memanggil kan dokter untuk Arman.


Setelah dokter datang dan memeriksa keadaan Arman. Risa kembali meminta bantuan petugas hotel untuk membelikan obat Arman di apotek.


Setelah obat yang dibelikan petugas hotel sudah ditangan Risa. Risa pun meminumkan obat itu pada Arman.


Namun sudah pukul empat subuh panas Arman belum juga turun. Risa semakin bingung dengan keadaan Arman, Risa mencoba mengompres Arman dengan air hangat dan dengan sangat telaten dia merawat Arman suami yang belum seutuhnya dia cintai itu. Dengan sabar dan penuh kuatir Risa terus mendampingi Arman, Risa begitu sabar merawat Arman hingga dia lupa beristirahat.


Karena kelelahan merawat Arman Risa pun akhirnya tertidur dengan posisi duduk disebelah Arman sambil memegangi tangan suaminya itu.


Pukul tujuh pagi Arman terbangun dan dia sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya. " Syukurlah akhirnya dia pulang juga dan selamat" Arman memegang dahinya dan dia heran kenapa ada handuk kecil di dahinya. Sambil mengingat kembali kejadian semalam akhirnya Arman sadar " Oh iya tadi malam aku kan demam. Apakah dia yang merawat aku, waktu aku demam?" kata Arman dalam hatinya.


Risa yang merasa ada pergerakan langsung membuka matanya sementara Arman pura-pura tertidur. Risa kembali mengukur panas Arman dengan punggung tangannya "Syukurlah panas kamu sudah redah , terimakasih Tuhan. Maafkan aku ya karena aku sudah menyakiti hati kamu, itu aku lakukan karena aku cemburu, ya aku cemburu sama si Amel itu. Sudah sok cantik padahal masih kalah jauh sama aku. Tapi...aku malu untuk mengakuinya habis kamu begitu senang saat melihat perempuan gatel" gumam Risa yang tanpa Risa sadari Arman mendengar perkataannya. Arman hanya bisa tersenyum dalam hatinya, ternyata macan betina seperti Risa bisa cemburu juga.


Namun Arman tetap berpura-pura tertidur dan Risa kembali menghubungi pihak hotel untuk mengantarkan semangkuk bubur dan teh panas.

__ADS_1


Ketika apa yang dipesan oleh Risa datang. Risa mencoba membangunkan Arman "Arman...man...bangun...kamu makan dulu biar bisa minum obat. Biar kita jalan-jalan lagi" kata Risa dengan lembut.


Arman mulai pura-pura mengerjapkan matanya dan Risa membantu Arman untuk duduk.


" Kamu makan dulu ya, aku sudah siapin makanan untuk kamu" kata Risa dengan lembut.


Risa mulai menyuapi bubur yang ada dalam mangkuk itu dengan penuh perhatian. Risa meniup dan memastikan bubur itu masuk kedalam mulut Arman dalam keadaan hangat. Arman yang mendapat perlakuan istimewa itu merasa bahagia dan dia berkata "Terimakasih karena kamu sudah mau merawat aku".


"Ini sudah tugas dan kewajiban aku, aku juga minta maaf karena aku telah berkata kasar padamu semalam. Itu ku lakukan karena...." Risa menggantung kalimat nya.


"Karena kamu cemburu sama Amel kan? Dan kamu juga mencintai aku kan?" kata Arman penuh percaya diri dan itu membuat wajah Risa merah seperti tomat.


Risa tidak menjawab dia hanya tertunduk malu dan Arman memegang dagu Risa dan menangkup wajah Risa akhirnya mereka saling menatap " Jangan malu aku juga mencintaimu bahkan jauh sebelum kamu menyadari. Aku dan Amel juga tidak ada hubungan selain hubungan pertemanan" kata Arman dan Arman memeluk tubuh Risa dan mencium puncak kepala sang istri.


"Maafkan aku dan sekarang kita mulai dari awal dengan membuka lembaran baru" kata Risa ditelinga Arman suaminya.


"Cup..." Arman memberikan sebuah ciuman di bibir tipis Risa untuk kali ini Risa tidak protes malah tersenyum.


"Baik mama Arsa silahkan kamu tidur dan aku akan minum obat ini" kata Arman sambil memasukkan obat itu ke dalam mulut nya.


Risa pun langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang sambil tersenyum dan kali ini Risa juga memeluk tubuh Arman dan menyuruh nya istirahat agar cepat pulih " Ayo kamu tidur juga biar cepat sembuh aku tidak mau waktu bulan madu ini dihabiskan untuk merawat kamu saja" kata Risa sambil mencoba memejamkan mata.


Terdengar alunan nafas Risa yang teratur menandakan Risa sudah masuk ke alam mimpi indahnya dan karena pengaruh obat Arman pun ikut ke alam mimpi menyusul Risa.


Mereka tertidur hingga jam makan siang baru mereka terbangun dan tubuh Arman pun sudah segar entah pengaruh obat atau karena perhatian Risa istrinya membuat Arman cepat sembuh. Karena perhatian Risa membuat hati dan jiwanya tenang.


Setelah selesai makan siang Arman juga sudah lebih sehat , mereka melanjutkan perjalanan bulan madu mereka dengan mendatangi tempat-tempat wisata yang ada di Bali.


Tidak seperti kemarin kali ini mereka melakukannya dengan penuh kemesraan layaknya seperti sepasang pengantin baru padahal mereka sudah menikah lima tahun lebih.


Tidak jarang pula Arman mendaratkan ciuman-ciuman singkat menandakan bahwa Arman sangat mencintai Risa dan Risa adalah milik Arman seorang.

__ADS_1


Mereka begitu bahagia dan setelah puas berjalan-jalan mereka kembali ke hotel untuk beristirahat. Sampai hotel Risa langsung mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena merasa lengket dengan air pantai yang sempat mereka kunjungi tadi siang.


Setelah selesai mandi Risa keluar dengan hanya menggunakan handuk kimono hotel dan lagi-lagi belahan gunung kembar yang dimiliki Risa terlihat oleh Arman dan Arman hanya bisa menelan salivanya dengan kasar.


Namun Risa tidak lagi protes dan Risa juga mengambilkan Arman handuk untuk Arman mandi "Sudah kamu mandi sana biar bersih , lagian badan kamu pasti lengket dengan air pantai".


Arman menerima handuk yang diberikan oleh Risa dan Arman bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Tidak lama Arman pun sudah keluar dari kamar mandi dengan keadaan rambut yang masih basah dan menunjukkan roti sobek di dadanya.


"Baju kamu sudah aku siapkan kamu bisa langsung pakai" kata Risa yang sedang mengolesi tubuhnya dengan handbody lotion dan lagi-lagi Risa memperhatikan bagian tubuhnya.


Hal itu tentu saja membuat Arman semakin serba salah, Arman mendekati Risa dan berkata " Apa kamu mencoba untuk menggoda ku Risa?".


"Maksudnya? Aku tidak mengerti mengapa aku harus menggoda kamu? Aku juga tidak merasa sedang menggoda kamu" kata Risa yang memang dia tidak sedang mencoba untuk menggoda suaminya.


Dengan masih menggunakan handuk di pinggang, Arman memegang pundak Risa dan menggendong tubuh istrinya itu dengan cara bridal style dan membaringkan tubuh istrinya itu di atas ranjang.


Arman berkata " Boleh aku meminta hak aku malam ini Risa".


Risa hanya diam dan mengangguk tanda Risa mengiyakan dan tidak menolak permintaan Arman.


Arman pun memulai acara yang sudah lama dia dambakan selama ini "Arsa papa akan turuti permintaan kamu malam ini , semoga saja kecebong-kecebong super papa bisa membentuk manusia dengan sekali semburan seperti waktu papa membuat kamu" kata Arman dalam hatinya.


Maka terjadilah ritual surga dunia malam itu mulai dari pemanasan masuk kebagian inti dan akhirnya pendinginan. Arman membawa Risa ke indahnya surga dunia yang dia ciptakan. Memang ini bukan yang pertama kali namun ini mereka lakukan dengan keadaan sadar dan tidak seperti pertama kali mereka melakukan nya dengan pengaruh obat serta rekayasa teman-temannya.


Setelah mencapai puncak kenikmatan dan kepuasan Arman tidak lupa berkata kepada Risa " Terimakasih istri ku. Aku mencintaimu jadi tolong cintai aku istriku" sambil mendaratkan ciuman di bibir tipis Risa.


Risa hanya tersenyum karena dia merasa malu karena Arman begitu romantis malam ini. Sekarang Risa sudah menjadi istri seutuhnya sedangkan Arman semakin bersemangat dan dia mengulangi ritual itu sampai subuh, hingga empat kali dia melakukannya. Kegiatan yang menguras tenaga namun tidak menguras tempat itu seperti menjadi candu untuk Arman malam itu. Sudah lima tahun tahun lebih dia menyimpan hasrat itu namun baru malam ini dia bisa melakukannya.


Risa yang melihat suaminya seperti itu menjadi sangat malu , karena ini memang bukan yang pertama namun ini yang kedua setelah lima tahun lebih mereka menikah.

__ADS_1


Aneh? Mungkin itu yang saat ini terjadi antara mereka berdua, karena lima tahun menikah tidak hidup bersama membuat mereka tidak pernah merasakan apa yang baru mereka rasakan.


__ADS_2