Cintai Aku Istriku

Cintai Aku Istriku
Bab 23


__ADS_3

Tiga hari kemudian....


Sesampainya dikamar hotel tempat mereka menginap Risa langsung merapikan pakaian yang mereka bawa. Sedangkan Arman sedang melihat keindahan alam disekitar hotel karena kamar hotel yang mereka tempati saat ini memiliki view yang sangat bagus.


Setelah selesai dengan pakaian dan merapihkan semua barang bawaan mereka. Risa membersihkan dirinya , karena merasa lengket dan dia berniat akan pergi berkeliling sendiri tanpa Arman. Karena dia ingin bebas menikmati liburan gratis yang diberikan oleh sang mertua.


Setelah selesai mandi Risa keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk kimono hotel , yang memperlihatkan belahan dada Risa yang menggoda.


Arman yang tiba-tiba masuk dan melihat pemandangan indah didepannya hanya bisa menelan salivanya kasar dengan jakun yang naik turun. Risa yang menyadari itu langsung merapikan kimono yang dia pakai. Bagian dadanya yang semula terekspos langsung sigap dia tutup kembali dengan tangannya. Risa langsung mengambil baju ganti dan masuk lagi ke kamar mandi untuk berganti pakaiannya.


Setelah keluar dari kamar mandi Arman langsung membuka suaranya " Kamu sengaja ya ? Mau godain aku? Risa aku lelaki normal dan bisa saja aku sampai lupa diri bagaimana? Atau kamu memang mau...."


"Tidak hentikan ocehan kamu" kata Risa sambil merias wajahnya dengan alat make-up yang dia bawa dari rumah.


"Kamu mau kemana?" tanya Arman.


"Mau jalan-jalan, emang kenapa?" tanya Risa ketus.


"Aku ikut tunggu aku , aku akan siap- siap" titah Arman.


Risa hanya diam dan kesal karena Arman mau ikut dengannya. Sambil menunggu Arman selesai bersiap-siap Risa terus berdandan dan tidak lama Arman keluar dari kamar mandi dengan mengenakan kaos kasual berwarna hitam dan juga celana pendek yang membuat Arman semakin terlihat sangat gagah. Arman juga menggunakan topi untuk menutupi kepalanya dan tidak lupa kacamata hitam dia tenggerkan dihidung mancungnya itu membuat ketampanannya berlipat ganda. Risa yang tidak pernah melihat Arman menggunakan pakaian seperti itu sampai terpanah " Ternyata dia tampan juga berpenampilan seperti itu, aku baru tahu" gumam Risa dalam hati sampai Risa bengong.


"Hey...kamu kenapa kaget ya lihat penampakan aku seperti ini, santai saja , aku lebih keren lagi kalau sudah polos" kata Arman ditelinga Risa yang membuat Risa kesal seketika dengan perkataan sang suami yang sebenarnya sudah ia cintai namun masih enggan untuk memperlihatkannya.


"Apaan kamu...ayo berangkat nanti kamu tambah GR lagi" kata Risa memutar bola mata malasnya.


Akhirnya mereka keluar dari hotel dengan kendaraan yang disediakan oleh pihak hotel. Sepanjang perjalanan menuju tempat yang akan mereka tuju mereka hanya diam Arman sibuk dengan ponselnya sambil memeriksa email yang masuk begitu juga sebaliknya Risa juga sibuk dengan urusan butiknya.


Setelah Arman selesai memeriksa email yang masuk dia menggunakan ponselnya untuk mengambil gambar Risa karena selama ini yang menghiasi wallpaper ponselnya hanya gambar Arsa dan dirinya. Tanpa sepengetahuan Risa Arman mengabadikan beberapa foto Risa.


Risa menyadari perbuatan Arman dan Risa mengambil ponsel Arman secara paksa dan melihat foto yang dirinya di ponsel itu. Saat Risa mengambil ponsel Arman dia sangat takut. Takut Risa berbuat sesuatu yang kembali menyakiti hatinya. Tapi apa yang dia pikirkan ternyata salah besar.


Bukan marah Risa malah merangkul pundak Arman dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Arman dan mengabadikan nya " Ini baru bagus yang tadi jelek karena fotonya dicuri, lain kali minta saja aku pasti kasih" kata Risa dengan wajah datar dan mengembalikan ponsel Arman ke tangannya.


Arman yang melihat respon dari Risa seperti itu kaget dan heran sambil tersenyum sambil berucap " Terimakasih".


"Tidak perlu berterimakasih kepada ku , aku hanya ingin ibadah dengan berbuat kebaikan pada suamiku. Papa dari anak ku , hanya itu tidak lebih" Risa berkata sambil melihat jalanan yang mereka lalui tanpa menoleh sedikitpun ke arah Arman.

__ADS_1


Lagi-lagi Arman tersenyum kecut mendengar perkataan Risa. Karena Arman tahu bahwa sebenarnya Risa mulai punya perasaan terhadap dirinya namun enggan untuk mengakuinya.


Tidak lama mereka pun sampai di tempat yang paling Risa rindukan kalau dia berkunjung ke Bali "Sampai, terimakasih Belih " kata Risa sambil memberikan beberapa lembar uang pecahan seratus ribu rupiah.


"Biar aku yang bayar" kata Arman dengan mengeluarkan uang dengan pecahan yang sama.


"Tidak perlu lagian sopir hotelnya sudah pergi. Simpan uang kamu biar yang kecil-kecil aku yang bayar yang besar nanti baru kamu. Lagian uang bulanan yang selalu kamu berikan hingga saat ini masih banyak belum tersentuh sama sekali. Begitu juga dengan uang ASI sama , jadi apa salahnya aku menggunakannya sedikit untuk kita bersenang-senang" kata Risa sambil berjalan menuju sebuah restoran yang begitu ia sukai.


Ketika mereka sampai didepan pintu masuk Arman bertabrakan dengan seorang wanita.


Bruk...


"Aduh...." kata si wanita itu sambil memegangi kepalanya.


"Maaf saya tidak sengaja , sekali lagi maaf ya mba" kata Arman sambil membantu wanita itu berdiri.


Ketika mata mereka bertemu wanita itu langsung berkata "Arman..." dengan penuh rasa tak percaya.


"Amel?" kata Arman yang juga tidak percaya bisa bertemu dengan Amel , wanita yang pernah dekat dengan Arman. Amel sangat mencintai Arman namun tidak pernah sekalipun Arman membalas cinta Amel. Cinta Arman kepada Risa memang begitu besar hingga tidak celah untuk siapapun yang mampu menembusnya.


Tapi takdir berkata lain sekarang mereka malah menjadi suami istri. Namun hingga menjadi istrinya pun dia belum bisa memiliki hati wanita yang selama ini dia cintai itu.


"Kamu ngapain dan sama siapa kesini?" kata Amel yang terus nyerocos seperti petasan cabai tidak memperdulikan Risa yang berdiri samping Arman.


Arman gugup harus menjawab apa pada Amel dan akhirnya Arman berucap. "Aku kesini lagi bulan madu dan tentunya bersama istriku tercinta. Amel kenalkan ini Risa istri aku." kata Arman sambil memperkenalkan Risa pada Amel.


"Amel" "Risa" kata kedua wanita cantik itu secara bersamaan.


Amel berbisik di telinga Arman " Cantik".


"Tentu cantik istri aku" jawab Arman memuji Risa.


Risa yang melihat kejadian itu hatinya merasa aneh dan berpikiran kalau Arman dan Amel sekarang ini sedang membuat dirinya cemburu. Padahal apa yang dia pikirkan tidak benar sama sekali.


Itulah perempuan walau di mulut tidak cinta tapi di hati hanya dia yang tahu.


"Ohh....ya aku pergi dulu ya Arman Risa, aku ada kepentingan mendadak" kata Amel berpamitan.

__ADS_1


Dengan senyum yang dipaksakan Risa menjawab dengan anggukan kecil.


Setelah Amel meninggalkan tempat itu Risa langsung duduk disebuah meja kosong dan Arman langsung menghampiri Risa dan ikut duduk.


Seorang pelayan menghampiri mereka dan memberikan buku menu kepada mereka. Mereka memesan makanan yang Risa suka begitu juga dengan Arman. Setelah semua makanan dipesan si pelayan itu pun berlalu dari meja mereka sambil berucap. "Ditunggu ya Pak Bu" kata si pelayan sambil berlalu.


Arman dan Risa menjawab hanya tersenyum.


Sambil menunggu makanan datang ,Risa bertanya pada Arman yang sibuk dengan ponselnya " Wanita tadi cantik ya? Siapa tadi namanya?".


Arman yang tadi sibuk langsung mengalihkan perhatiannya pada Risa dengan dahi yang berkerut " Apa maksud kamu Risa? Apa kamu cemburu pada Amel?" kata Arman mengambil air putih yang ada di depannya.


"Apa cemburu? Tidak usah terlalu tinggi menghayal kamu , wanita seperti aku cemburu? Cihh...mana mungkin?" kata Risa dengan menunjuk pada dirinya sendiri.


"Kalau kamu tidak cemburu, kenapa kamu tanya soal Amel ke aku. Ayolah Risa mama Arsa bilang kalau kamu cemburu" kata Arman dalam hati.


"Dengar ya tuan Arman Brata Wijaya yang terhormat saya Risa Kusuma Admaja tidak cemburu, lagian kamu siapa hingga begitu berharga untuk aku cemburu pada kamu?" kata Risa dengan nada yang ditekankan pada kata kamu siapa.


Belum sempat Arman meluruskan ucapan Risa, tiba-tiba saja pelayan datang membawa makanan yang tadi mereka dipesan.


Setelah menghidangkan makanan di atas meja , pelayanan itu kembali berkata " Silahkan di nikmati pak bu" dan pelayan itu pergi meninggalkan mereka berdua.


Setelah sang pelayan benar-benar sudah tidak ada disekitar mereka , Arman kembali membuka suara "Risa... mungkin aku lelaki biasa yang tidak lebih baik dari laki-laki yang pernah kamu kenal dan cintai, tapi tolong jangan terlalu kamu hinakan lelaki yang ada dihadapan kamu ini. Biar bagaimanapun aku suami kamu yang sah dimata hukum dan agama. Aku mohon hargai aku" kata Arman dengan sedikit penekanan kepada Risa.


Risa yang mendengar perkataan Arman langsung terdiam dan hanya menunduk dan berkata " Maaf aku tidak bermaksud" hanya kata itu yang mampu terucap dari mulut Risa.


" Aku selalu berusaha untuk memaafkan kamu , tapi ternyata kamu selalu saja menyakiti hati dan perasaan aku. Luka yang seharusnya sudah mulai mengering kini tersayat lagi dan pasti akan lebih susah disembuhkan. Lebih baik kamu buat luka ditempat lain jangan selalu di hati aku" tegas Arman sambil memandang lekat Risa.


" Kalau boleh jujur hanya pada kamu batas kesabaran aku naik level. Kalau saja kamu orang lain yang namanya tidak pernah terukir dan terpatri indah di hatiku, mungkin aku tidak akan bisa sesabar ini" tambah Arman.


" Tolong Risa cintai aku beri aku sedikit saja kesempatan untuk menjadi suami baik dan ayah yang baik untuk Arsa anak kita. Ingat anak kita karena Arsa lahir itu karena hasil perbuatan kita Tidak mungkin ada anak yang terlahir dimuka bumi ini tanpa ada kolaborasi yang baik antara laki-laki dan wanita" Arman langsung memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Makanan yang Arman makan seperti duri dan minuman yang dia minum terasa racun. Karena untuk sekian kalinya Risa menyakiti hatinya.


Sementara Risa hanya diam tanpa menjawab atau membantah kata-kata Arman.


Risa sadar apa yang dirinya lakukan pada Arman memang sudah sangat jahat dan kejam. Risa tahu saat ini Arman pasti sangat sakit hati.


Namun ego yang besar membuat dirinya menjadi sombong dan sangat tidak perduli. Bukan tidak perduli tapi dia seperti tidak punya hati. Padahal dia bukan seorang wanita yang tega sebenarnya hatinya sangat lembut dan sangat sensitif. Tapi lagi-lagi ego mengubahnya menjadi istri yang super tega.

__ADS_1


__ADS_2