Cintai Aku Istriku

Cintai Aku Istriku
Bab 8


__ADS_3

Arman dan Bela sedang dalam perjalanan menuju kantor cabang , mereka hanya berdua di dalam mobil. Ditengah perjalanan Bela bertanya kepada Arman, karena sebagai seorang sahabat dan partner bisnis Arman seperti tidak jujur dan menyimpan sesuatu dari dirinya.


" Arman sepertinya hubungan kamu dengan istri kamu baik-baik saja tidak seperti yang kamu ceritakan kepadaku?" Bela mulai membuka pembicaraan yang tidak ada kaitannya dengan masalah bisnis.


Hal itu membuat Arman sedikit heran dan bertanya lagi maksud dari pertanyaan abela sahabatnya itu. " Maksud kamu?"


" Ya seperti tadi ibu mertua kamu begitu ramah dan sangat sayang pada kamu."


Arman menarik nafas panjang dan perlu kekuatan untuk menjelaskan kepada sahabatnya yang super bawel itu. Arman pun mulai menjawab pertanyaan sahabat bawelnya itu.


" Ehhm...kalau hubungan aku dengan mertua aku sangat harmonis Bel seperti yang kamu lihat tadi , apa lagi sama ibu mertua aku. Beliau sangat menyayangi aku sebagai menantu dan calon Bapak dari cucunya. Aku sudah seperti anak kandung mereka sendiri. Namun tidak dengan anak mereka yang kini sudah menjadi istri ku. Kami seperti Tom and Jerry jika bertemu, dan entah kapan dia bisa mencintai dan menghormati aku sebagai suaminya." Keluh Arman pada Bela sahabatnya sedari kecil itu dengan suaranya yang berat menahan rasa sakit dihatinya.


" Aku jadi penasaran seperti apa Risa gadis yang mampu memporak porandakan hati kamu yang sedari dulu beku tidak tersentuh itu ." Risa sangat geram dengan sosok Risa karena Bela memang belum pernah bertemu dengan Risa. Karena saat Risa dan Arman menikah dia tidak bisa hadir karena saat itu dia baru saja melahirkan putra pertamanya.


" Nanti kalau kamu ada waktu, aku akan mempertemukan kamu dengannya. Sebenarnya Risa itu gadis yang manis, lembut dan sangat baik. Mungkin dia hanya ingin meluapkan emosi karena rencana dia untuk membina rumah tangga dengan Dandi tunangan yang sangat dia cintai itu berantakan karena tragedi semalam yang akhirnya membuat dia sekarang harus mengandung calon anak aku. Ya anak aku karena Risa tidak mengakui kalau anak yang sekarang sedang dia kandung adalah anaknya juga." Arman terlihat sedih dan sangat kecewa.


" Maksud kamu?" Bela penasaran dan tidak mengerti kenapa Arman mengatakan itu.


" Aku menikah dengan Risa bukan karena cinta tapi karena kecelakaan. Kecelakaan itu sebenarnya sangat berpihak kepada ku. Kamu tahu sendiri bagaimana aku sangat mencintai Risa sejak dulu dalam diam. Betapa sakitnya mencintai dalam diam dan aku selalu tidak berani untuk mengungkapkan perasaan aku padanya. Karena aku hanya bisa mencintai dirinya dalam diam. dan dia tidak tahu itu"


" Maksud kamu kecelakaan yang menguntungkan? Bagaimana Ar? Ya memang benar kamu pernah cerita tentang kamu cinta dengan dia tapi kamu tidak pernah mau menunjukkan siapa sosok wanita itu hingga saat ini" Kata Bela jengkel karena memang sahabatnya itu tidak pernah mau menunjukkan siapa sosok Risa pada Bela.


Kembali Arman menarik nafasnya dan mulai menjelaskan. " Kami terjebak dalam situasi yang mengharuskan Risa kehilangan mahkota kesucian, karena ulah teman-temannya."


" Apa? Kok bisa? "


" Mungkin itulah takdir cinta aku Bel. Masalahnya sekarang aku harus berjuang untuk mendapatkan cinta Risa sebelum satu tahun atau tiga ratus enam puluh lima hari berlalu. Tapi...".


" Tapi apa...?"


" Kemungkinan Risa mencintai aku itu sangat mustahil , karena jauh di lubuk hatinya sudah bersemayam satu nama yaitu Dandi tunangannya. Pria yang benar-benar dia cintai, sedang aku yang resmi menjadi suaminya hanya mampu mengejar namun tidak bisa aku gapai". Suara Arman semakin berat.


" Kamu harus berjuang Ar, ingat perjuangan memang terasa berat tapi jika kamu berhasil pasti akan terasa sangat manis. Aku yakin kamu pasti bisa mendapatkan cinta Risa" Bela menepuk pundak Arman sahabat kecilnya itu.


Tidak terasa akhirnya sampai juga mereka dikantor cabang dan tidak perlu waktu lama semua masalah dapat terselesaikan dengan baik. Waktu juga sudah menunjukkan jam makan siang Arman dan Bela makan siang bersama.


Disela-sela menunggu makanan datang Arman mengirimkan pesan kepada Risa.


📩 Arman


Selamat siang Risa apakah kamu sudah makan? Ingat di perut kamu ada dede bayi yang perlu makan. Aku lagi makan siang nih tapi makanannya belum datang.


Risa membaca pesan itu dan langsung membalasnya.


📤Risa


Sama siapa?


Arman merasa aneh kenapa Risa seperti perduli dengan siapa dia makan, tapi dia langsung menepis pertanyaan itu dan langsung membalas pesan Risa.

__ADS_1


📩Arman


Sama Bela, emang kenapa?


📤Risa


Tidak apa


📩Arman


Kamu cemburu?


Risa tidak menjawab pesan Arman lagi, tentu saja Arman tahu bahwa Risa kesal. Karena Arman mengatakan kalau dia sedang makan siang dengan wanita lain.


" Apa kamu berkirim pesan kepada Risa Ar?" tanya Bela yang melihat Arman senyum sambil melihat ponsel.


" Iya tapi seperti biasa dia selalu jutek " jawab Arman.


" Arman kamu harus sabar, cinta itu butuh kesabaran dan perjuangan. Karena untuk jatuh cinta orang hanya butuh waktu satu detik , tapi...untuk mendapatkan cinta butuh waktu jutaan detik."


" Tapi Bel... seperti Risa itu bagai kupu-kupu bisa dikejar tapi tidak bisa digapai." Arman seperti putus asa dengan hubungan dan pernikahan dirinya dengan Bela.


" Kamu harus tetap semangat " Risa menyemangati Arman.


Makanan pun datang dan sekarang Bela dan Arman makan siang.


*****


" Ternyata apa yang papa dan Mama bilang tidak benar, kalau Arman lebih baik dari Dandi. Buktinya Arman bersama wanita lain di luar kota" Risa bermonolog.


Kamar Risa


Dert...dert...dert...


Ponsel Risa bergetar dan ada nama Dandi dilayar. Risa mengangkat panggilan itu dengan sangat senang karena pujaan hatinya menelepon. Cepat-cepat dia menggeser posisi tombol hijau itu agar panggilan terhubung.


" Hay Honey apa kabar " kata Dandi diseberang sana.


" Baik kamu?" Risa menjawab dengan perasaan senang dan sangat berbeda pada saat dia berbicara dengan Arman suami.


" Baik dong. Ooh ya aku sudah tidak sabar kamu menyusul aku kesini"


" Sabar dong Dan... setelah anak ini lahir aku akan langsung datang "


" Aku percaya sayang, ingat kamu jangan sampai jatuh cinta pada si Arman itu ya?"


Risa tersenyum dan berkata " Kamu tenang saja aku tidak akan pernah jatuh cinta padanya."


" Ya sudah honey aku kerja lagi ya kamu jaga kesehatan."

__ADS_1


" Iya sayang aku juga mau makan siang dulu dan setelah itu istirahat ".


" I love you."


" I love you too."


Panggilan pun berakhir dan Risa melanjutkan aktivitasnya.


*****


Sudah satu Minggu berlalu hari ini Arman sudah berada di rumah. Arman tidak mengabari siapa pun kalau sekarang dia sudah dirumah termasuk Mama mertua yang sangat menyayangi dirinya.


Pagi ini adalah pagi pertama setelah seminggu Arman meninggalkan Risa dan calon bayinya yang masih berada di kandungannya Risa. Rindu? Tentu saja. Arman memang sangat rindu sekali kepada sosok istri pemarahnya itu. Terutama pada calon bayi yang ada diperut Risa.


Seperti biasa Arman akan sarapan kerumah mertuanya, bukan hanya sarapan tentu saja dia ingin melihat istrinya. Kebetulan hari ini adalah jadwal kontrol Risa ke dokter kandungan. Sebagai suami yang baik Arman ingin menemani sang istri, berhubung sang papa masih menghandle perusahaan jadi dia bisa bebas untuk menemani sang istri.


*****


Kediaman Kusuma Wijaya , Arman sudah sampai di rumah sang mertua.


Seperti biasanya diruang makan sudah ada Papa Mama mertua dan istrinya disitu.


" Pagi Pa Ma dan pagi juga calon anak Papa" Arman mencium perut Risa yang mulai kelihatan membuncit karena kandungan Risa sudah memasuki usia lima bulan.


" Arman kamu sudah pulang, apa kamu tidak membawakan oleh-oleh untuk kami " sambut Airin.


" Tentu Ma ada , Arman tidak mungkin lupa" kata Arman santai, sambil menyerahkan paper bag kepada Airin sang mama mertua.


Risa hanya diam tanpa merespon sedikit pun tentang kedatangan Arman.


Arman langsung duduk di kursi sebelah Risa dan ibu Airin mengambilkan sarapan untuk Arman. Karena Risa tidak akan mau melayani Arman.


" Terimakasih Ma" kata Arman.


" Pulang bukanya kasih tahu tiba-tiba nongol saja kayak jelangkung. Setelah puas menikmati alam Danau Toba sama cewek. Anak istri dilupakan" sindir Risa.


" Maaf Risa aku memang sengaja tidak bilang karena aku mau buat kejutan" Arman tersenyum kearah Risa. " Lagi pula kamu tidak pernah mengharapkan aku kan?". Jawaban Arman begitu monohok.


Risa hanya diam tanpa menjawab dan melanjutkan makannya.


" Ooh ya hari ini kamu kontrol ke dokter kandungankan? Aku antar ya? Aku mau lihat perkembangan anak aku dan mau tahu jenis kelaminnya juga."


" Iya Risa bagus itu kalau kamu diantar sama suami kamu , jadi kamu akan nyaman dan senang pastinya" kata Airin pada putrinya.


" Terserah" jawab Risa judes.


" Terimakasih telah mengizinkan aku untuk mengantarmu Risa. Selesai sarapan kita berangkat".


Risa hanya memutar bola mata malas dan beranjak menuju kamarnya.

__ADS_1


Airin yang melihat putrinya bersikap seperti itu hanya menguatkan sang menantu " Kamu yang sabar ya nak, Risa memang seperti itu keras kepala".


" Iya Ma , Arman tahu dan akan selalu sabar". Arman tersenyum.


__ADS_2