
Akhirnya Arman menemukan lokasi dimana istrinya dibawa Dandi untuk bertemu dengan Risa.
Arman langsung menyisir dimana posisi Dandi dan Risa, Arman terus mencari dengan perasaan yang sangat marah dan dengan kepalan tangan dan tatapan tidak satu inci bagian gedung itu yang lolos dari pandangan matanya.
Ketika Arman melihat Risa dan Dandi dari kejauhan, Arman tidak langsung mendekati mereka. Arman duduk dekat dengan meja mereka. Posisi Arman persis dibelakang Risa dan Arman. Arman mendengar percakapan antara Risa dan Dandi sangat jelas dari posisinya sekarang. Karena Arman sudah menyuruh pelayan untuk menaruh sebuah micropon untuk merekam pembicaraan Risa dan Dandi. Entah kapan dia mempersiapkan semua begitu matang dan terencana. Sepertinya dia sudah tahu ini akan terjadi.
Arman juga tidak terlambat karena Arman tiba tepat saat Risa dan Dandi juga baru duduk dan memesan makanan.
Dimeja Arman dan Risa
"Risa... bagaimana ? Sekarang aku datang khusus untuk menjemput kamu dan menagih janji kamu untuk memulai hidup baru bersama aku di Canada, seperti yang pernah kau ucapkan dulu ke pada ku" kata Dandi sambil menggenggam tangan Risa. Arman yang melihat tangan Risa di genggam oleh Dandi hanya bisa mengepalkan tangannya karena cemburu sudah membakar hatinya. Untung Risa langsung menepis genggaman tangan Dandi dan berdiri ingin meninggalkan Dandi.
Arman yang melihat hal itu menjadi tersenyum di meja lain.
"Maaf... sepertinya aku sudah tidak bisa untuk memenuhi semua rencana kita dimasa lalu,karena saat ini..." ucap Risa gugup karena Risa melihat mata Dandi begitu merah menahan emosi.
"Saat ini apa? Karena saat ini kau sudah mencintai dia siapa namanya? Ahh..aku tidak perduli siapa namanya, yang jelas dia adalah perusak masa depan aku dan juga masa depan kita. Atau kamu sudah masuk dalam nya karena anak sialan yang sengaja kau lahirkan untuk menjadi penerus dan pewaris keluarganya? Atau kau sudah belajar melupakan aku dan ingin tetap bersamanya dan melupakan semua yang sudah kita rencanakan sejak dulu?" Suara Dandi begitu tinggi hingga semua mata pengunjung tertuju pada mereka berdua..
"Pelankan suara kamu dan dengarkan aku. Aku tidak bisa karena aku sudah punya anak. Memang awalnya aku tidak menginginkan anak itu, tapi seiring berjalannya waktu , ketika aku menyusuinya nurani ku sebagai seorang ibu, tak kuasa menahan gejolak untuk mengakui kalau dia anak ku darah daging ku Dandi hiks.. hiks..hiks..."cerca Risa dengan deraian air mata yang begitu saja mengalir tanpa dia undang.
Arman yang mendengar jawaban Risa merasa bahagia karena dengan lahirnya Arsa ternyata bisa menyelamatkan pernikahan mereka dari kata perpisahan.
"Honey... kenapa kamu bisa mengatakan hal yang tidak ingin aku dengar, aku sangat sakit hati dengan ucapan mu. Mana janji yang pernah kita sepakati bersama dahulu untuk setia dan menjadi pasangan paling bahagia di dunia. Apa kini kamu benar-benar sudah mulai mencintai lelaki yang sudah merenggut kesucian mu itu? Atau kamu ingin berpisah dari aku dan meninggalkan kan aku demi lelaki laknat yang bernama Arman itu, ya Arman laknat? Begitu Honey...?"kata Dandi dengan nada sinis.
"Tidak... tidak...aku sekarang seorang ibu jadi aku mohon mengerti ah Dandi... hiks hiks hiks" tangis Risa pecah.
"Saat ini aku tidak mau membahas ini. Baiklah aku beri kamu waktu sebulan lagi , aku akan stay di kota ini selama sebulan aku mohon pikiran. Tanggal dan jam yang sama bulan depan kita bertemu kembali disini" kata Dandi sambil beranjak.
__ADS_1
Risa hanya mengangguk untuk mengiyakan ajakan Dandi, pria yang sudah lama dia cintai itu.
" Sekarang kita pulang. Kamu mau aku yang antar atau bagaimana?" Kata Dandi lagi sebelum Dandi benar-benar pergi.
"Biar aku yang membawa istri ku pulang, karena sesuatu yang sudah halal lebih enak untuk di jalani bersama." secara tiba-tiba Arman muncul.
Risa dan Dandi sama-sama melihat ke sumber suara, Risa sangat kaget dengan penampakan Arman.
"Siapa kamu berani mengatakan itu pada ku?" Dandi merasa risih dengan kedatangan Arman.
Dengan lantang dan mengambil tangan Risa, Arman berkata " Aku suaminya yang tadi kamu katakan sebagai pria laknat".
"Ayo Risa kita pulang tidak baik seorang wanita bersuami bersama dengan pria lain ditempat umum." kata Arman mengajak sang istri dan Risa menurut dan menerima ajakan Arman.
Dandi hanya bisa mengepalkan tangannya marah melihat orang yang sangat dia cintai itu pergi dengan orang lain.
Sementara di dalam mobil Arman dan Risa hanya terdiam tidak ada satu pun yang mulai membuka pembicaraan.
Risa
"Ya ma...ada apa?".
Airin
"Cepat pulang Risa, Arsa sakit dia demam tinggi"
Risa
__ADS_1
"Baik ma... Risa akan pulang bersama Arman" Risa memutuskan panggilan itu dan merasa ketakutan karena mendapat kabar kalau anak lelakinya Arsa sakit.
"Arman..."kata Risa sedikit gugup.
"Ada apa, katakanlah kenapa wajahmu menjadi pucat seperti itu" jawab Arman lembut.
"Arsa sakit , kita harus segera pulang kerumah mama hiks hiks hiks" kata Risa sambil menangis.
Mendengar itu langsung Arman menginjak gas lebih kencang agar bisa segera dapat sampai dirumah dengan cepat.
Sesampainya dirumah mertuanya Arman dan Risa langsung turun dari mobil dan mencari keberadaan Arsa dan membawa nya kerumah sakit.
Arsa langsung ditangani oleh dokter, Arman dan Risa cemas menunggu keterangan dari dokter, Arsa sakit apa?.
Setengah jam kemudian barulah dokter spesialis anak itu keluar dan mengatakan bahwa Arsa terkena penyakit tipes.
"Bagaimana keadaan anak saya dok, sakit apa dok?" kata Arman dengan perasaan cemas.
"Tifus pak, Tifus (tipes) atau demam tifoid adalah penyakit yang terjadi karena infeksi bakteri Salmonella typhi yang menyebar melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi tapi saya harus memastikan dulu setelah tes laboratorium nya keluar untuk memastikan kebenaran analisis saya" dokter mencoba untuk menerangkan penyakit yang di idap oleh Arsa.
"Tidak berbahaya kan dok?" cerca Arman lagi kepada dokter.
"Kami akan melakukan sebaik mungkin, bapak dan ibu bantu doa ya. Arsa pasti sembuh, kita harus memantau perkembangannya selama dua puluh empat jam, jika malam ini panasnya turun Arsa akan baik-baik saja" kata dokter sambil menepuk pundak Arman dan berlalu dari hadapan Risa dan Arman.
Risa langsung masuk keruangan dimana Arsa dirawat , Risa merasa bersalah karena ketika Risa meninggalkan Arsa dia pergi menemui Dandi dan tidak menyusuinya dan mungkin dia diberi susu formula karena lapar. Karena Risa lupa untuk memompa ASI nya sebelum pergi.
Arman merangkul pundak Risa dan menenangkan istrinya itu "Sudah Risa jangan kamu menangis ini bukan salah kamu" Arman kembali mengelus lembut punggung istrinya itu.
__ADS_1
"Ini salah aku , aku meninggalkannya tanpa menyetok ASI aku dan aku malah pergi berjumpa dengan Dandi sehingga aku tidak mengawasi makanan yang masuk kedalam perutnya hiks hiks hiks" kata Risa yang terus menciumi tangan dan wajah putranya.
"Tidak Risa, ini bukan karena kesalahan kamu , anak kita pasti sembuh dia kuat. Dia anak yang kuat" kata Arman lagi-lagi menenangkan hati sang istri.