
Matahari mulai menampakkan batang hidungnya sinarnya juga sudah mulai masuk menyinari kamar Arman dan Risa dari sela-sela jendela.
Risa bangun terlebih dahulu dan langsung mandi karena dia merasa tubuhnya lengket dengan keringat habis olahraga malam di kasur hotel dengan suaminya.
Setelah selesai mandi dia langsung berdandan dan memesan makanan untuk sarapan dan dia juga membangunkan Arman " Papanya Arsa bangun dong mandi kamu bau kecut tahu" kata Risa sambil mengelus lembut pipi sang suami.
Arman pun membuka matanya dan langsung memeluk dan mencium pipi sang istri.
"Cup... Ini istrinya siapa sih udah wangi banget sampai aku ikutan harum jadinya".
" Aku istri orang yang masih bau kecut ini, ayolah mandi... siang ini aku mau pulang. Aku kangen Arsa" jawab Risa sambil memberikan handuk pada Arman.
"Tapi...kita.... kita baru juga berapa hari di sini? Aku juga baru merasakan indahnya dicintai oleh istri yang kalau cemburu baru berubah menjadi baik dan sayang sama aku. Seharusnya kita dua minggu disini, kenapa sekarang kita harus pulang?" kata Arman yang masih belum terima dengan permintaan Risa.
"Tidak perlu dua minggu beberapa hari juga cukup" kata Risa manyun.
"Tapi...aku belum puas menikmati hari kebersamaan kita Risa" protes Arman.
"Kita lanjut dirumah, aku janji karena aku sudah kangen sama Arsa" bujuk Risa pada suaminya.
" Aku mau kita pulang tapi aku mau minta kompensasi"
" Kompensasi apa?" Risa bingung dengan permintaan suaminya itu.
" Aku mau kamu tetap seperti ini dan juga aku mau.... "
Risa menganggukkan kepalanya pelan tanda setuju.
" Bener aku boleh minta lagi? Yang semalam?" Arman menaik turunkan sebelah alisnya.
" Iya boleh " kata Risa sambil menggantung dua jari telunjuk dan jari tengahnya ke udara.
"Bener...kamu tidak berbohong?" Arman kembali bertanya untuk memastikan kepada Risa.
" Iya aku janji, tapi kita pulang ya. Kita pulang ya papa Arsa!" Rayu Risa dengan suara manja sambil memelas agar Arman terpengaruh dan mau pulang ke rumah.
Namun gerakan serta suara yang Risa ciptakan mampu membuat Arman panas dingin "Risa jangan paksa Arman junior bangun dari tidurnya".
Risa seolah tidak mendengar apa yang di katakan Arman dan dia terus merayu suaminya itu "Kita pulang ya papa Arsa?" lagi-lagi Risa membujuk.
"Iya kita pulang aku juga merindukan Arsa"
" Tapi ingat janji kamu. Setelah kita sampai di rumah papa, kita juga harus pindah kerumah keluarga kecil kita seperti janji kamu lima tahun lalu dirumah sakit, bagaimana?" Risa mengingatkan kembali pada Arman.
"Iya nanti sampai dirumah Papa, kita langsung bicarakan soal itu ke Mama Papa. Lagian kasihan juga rumah itu kalau tidak ditempati bisa rusak." kata Arman sambil berjalan menuju kamar mandi.
Setelah Arman masuk kedalam kamar mandi , Risa pun langsung bangun dari tempat tidur dan pergi menuju lemari untuk membereskan barang-barang mereka. Risa sudah tidak sabar ingin segera sampai di rumah agar bisa ketemu dengan Arsa.
__ADS_1
Jakarta
Menjelang jam makan malam mereka baru sampai di rumah papa Brata Wijaya, saat itu Arsa bersama Kakek dan juga Nenek sedang makan malam "Suprise" kata Arman dan Risa secara bersamaan.
"Papa... Mama..." Arsa begitu senang melihat kedua orang tua yang dia sayangi dan rindukan sekarang ada dihadapan matanya.
Arsa berlari menuju dan memeluk sepasang suami istri itu. Benar saja Arsa sudah sangat merindukan Arman dan Risa.
"Cup ..cup...cup .." ciuman bertubi-tubi mendarat di pipi si tampan Arsa.
"Arsa kangen Pa...Ma" kata Arsa yang sekarang sedang di gendongan Arman.
"Papa juga sayang" kata Arman
"Mama juga sayang" tambah Risa.
"Ayo makan dulu kalian berdua pasti belum sempat makan dan saat ini pasti kalian lapar" ajak mama Rachmi.
"Iya nanti saja kangen-kangennya " timpal pak Brata lagi.
Akhirnya mereka berlima makan malam bersama dan di sela-sela acara makan malam itu , Rachmi yang sedari tadi penasaran langsung bertanya kepada anak menantunya itu " Kenapa cepat pulangnya? Baru juga berapa hari?".
"Iya ma...biasa Risa mamanya Arsa ingin pulang , kangen Arsa katanya" jawab Arman sambil terus memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Arman makan begitu lahap seperti orang yang sudah tidak makan tiga hari.
"Iya Ma...aku kangen anakku" timpal Risa sambil mengulum senyum membeli kepala Arsa dengan lembut..
"Ma...nanti Arsa tidur sama mama ya ma...?" kata Arsa manja.
Tanpa berpikir Risa langsung menjawab " Iya sayang , Mama juga ingin sekali tidur bersama kamu, soalnya Mama masih kangen banget ".
"Aduh... Arsa ganggu kesenangan Papa saja" kata Arman pelan namun masih terdengar ketelinga orang dewasa yang sekarang sedang menikmati makan malam mereka.
Tiga pasang mata itu langsung mengarah kepada Arman dan Arman langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
"Sayang kamu tidur sama Kakek dan Nenek saja ya sayang malam ini , karena besok kita pindah ke rumah kita sendiri" kata Arman sambil tersenyum menyembunyikan maksud terselubung yang sebenarnya.
"Jadi kalian akan pindah ke rumah kalian? Emangnya kalian sudah benar-benar baikan" goda Rachmi kepada anak dan menantunya itu.
Risa hanya tersenyum malu sedangkan Arman " Jelas dong Ma. Ma ..bujuk dong Arsa tidur sama Mama, Arman mau lanjutin acara bulan madu Arman yang belum selesai, karena harus pulang cepat sebelum mendapatkan hasil" kata Arman sambil menyatukan dua telapak tangannya memohon.
"Dasar papa yang tidak sayang anak kamu" ejek Rachmi.
"Arman mohon mam...malam ini saja" bujuk Arman sekali lagi kepada Rachmi.
" Hemm...dasar...! Arsa... Arsa tidur sama Nenek saja ya...besok Arsa kan sudah dirumah Arsa yang baru , nanti Arsa tidak sering lagi tidur sama Nenek. Mau ya... sayang" bujuk Rachmi kepada sang cucu.
"Baiklah Nek Arsa mau" jawab Arsa dengan terpaksa karena saat ini dia ingin sekali tidur bersama Risa.
__ADS_1
"Akhirnya...." Terdengar suara Arman yang merasa kelegaan dihatinya.
Selesai acara makan malam itu mereka kembali ke kamar masing-masing dan sepasang pengantin baru stok lama itu pun sekarang berada di kamarnya tanpa ada Arsa di sana.
Arman menagih janji kepada istrinya, yang baru beberapa hari ini mencintai seorang Arman. "Mama Arsa kamu tidak lupa dengan janji kamu sebelum kita memutuskan mengakhiri acara bulan madu dan kembali ke rumah ini. Karena waktu itu kamu beralasan rindu dengan Arsa kan?".
Sambil mengingat Risa berkata "Hem ...tentu saja aku ingat tapi ...".
"Tapi ..apa? Apakah dirimu ingin mengingkari janji mu" kata Arman dengan menghunus karena saat ini dia ingin merasakan lagi surga itu, surga yang dia ciptakan dengan Risa.
"Tidak...aku tidak ingin ingkar tapi...." Risa lagi-lagi menggantung kalimat nya.
"Tapi...apa...ayo katakan...." Arman tidak sabar mendengarkan alasan dari istrinya yang kini telah menjadi candunya itu.
"Aku....lagi .. kedatangan tamu bulanan". kata Risa merasa bersalah.
"Apa???" Arman tidak percaya " Kamu mencari alasan saja" protes Arman.
"Benar Arman aku tidak bohong, kalau kamu tidak percaya ayo kita ke kamar mandi biar aku buktikan, atau aku buka disini dan memperlihatkan kepada kamu" kata Risa dengan nada menyakinkan karena Arman masih mencurigai dirinya berbohong.
"Ya aku percaya sekarang kita tidur saja" ajak Arman lemas. " Tahu begitu biarkan saja Arsa tidur bersama kita. Lagian kenapa tidak bilang dari tadi" Arman masih kesal.
" Aku baru lihat tadi pas dikamar mandi" kata Risa sambil tersenyum.
Akhirnya mereka tertidur pulas dan menuju alam mimpi mereka masing-masing.
*****
Paginya Risa bangun lebih cepat karena kebiasaan Risa jika sedang kedatangan tamu bulanan dia akan mandi pagi-pagi sekali karena merasa sangat risih karena dia merasa tubuhnya tidak bersih.
Sementara Arman masih larut dalam mimpi karena hari ini masih jadwal cuti bulan madu sehingga Arman malas untuk bangun pagi, lagi pula hari ini Arman akan membawa keluarga kecilnya untuk pindah kerumah yang Arman siapkan jauh sebelum Arsa lahir. Namun gagal ditempati karena mereka keburu memutuskan untuk tidak tinggal bersama, karena kesalahan pahaman.
Risa yang sudah segar duduk di sudut ranjang sambil tersenyum melihat wajah tampan suaminya tanpa sadar tangannya bergerak diarea pipi mulus sang suami. Risa baru sadar jika suaminya ternyata sangat tampan, lama Risa memandangi wajah Arman hingga air matanya mengalir dan yang mempunyai wajah mengerjapkan matanya. " Mama Arsa kenapa kamu menangis apa aku menyakiti kamu lagi?".
"Tidak...kamu tidak menyakiti aku papa Arsa, aku hanya terharu dengan hubungan kita karena pada akhirnya bisa normal seperti keluarga pada umumnya".
Arman menyeka air mata Risa dengan ujung jarinya dan memberikan kecupan manis di dahi Risa dan Risa tersenyum seraya berkata " Papa Arsa kamu mandi dulu ya karena kamu bau kecut" kata Risa sambil mengambil handuk untuk Arman suaminya.
Arman mengendus tumbuhnya dan merasa bahwa tubuhnya tidak bau " Aku tidak bau" protes Arman.
"Aku sudah mandi dan bersih kamu masih wajah bantal dan ini , bekas iler kamu panjang dan berkerak" kata Risa berbohong.
"Masa sih " Arman beranjak dari tempat tidur dan pergi mendekati sebuah cermin besar yang ada di ruang kamar mereka dan tidak mendapati apa yang tadi Risa katakan.
"Risa kamu membohongiku ya " namun dia terlambat karena Risa sudah keluar dari kamar itu.
" Maaf Papa Arsa, aku hanya bercanda supaya kamu cepat mandi" kata Risa dengan membuka kembali pintu kamar itu.
__ADS_1
" Awas kamu nanti ya " Arman berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.