Cintai Aku Istriku

Cintai Aku Istriku
Bab 21


__ADS_3

Risa keluar dari kamar mandi dengan mata yang sembab , Arman yang melihat langsung mendekati Risa. "Risa kamu kenapa?. Maafkan aku jika perkataan aku menyakiti hati kamu" Arman langsung memeluk tubuh Risa, namun Risa hanya diam tanpa menjawab. " Aku mencintaimu Risa , aku mencintaimu dengan sederhana dan sepenuh hati dan jiwa aku dan sekarang aku minta cinta aku istriku".


Namun kalimat itu tidak langsung merubah hati Risa yang tergores luka.


Namun Arsa yang berada dibalik pintu kamar Arman dan Risa mendengar papa dan mamanya berbicara dengan nada keras , membuat dia takut kalau mamanya ingin pergi lagi kerumah Kakek Kusuma. Dengan cepat dia mengetuk pintu kamar karena dia ingin masuki ke kamar Papa dan Mama nya untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.


"Mama .. papa" Arsa mengetuk pintu kamar itu dan membuat drama Korea itu berakhir.


Risa membuka pintu kamar untuk Arsa.


"Ehh...anak Mama sudah rapih saja"kata Risa yang ingin menghindar dari Arman.


" Mama ... Mama kenapa kok mata Mama bengkak, Mama habis nangis ya?" Tanya Arsa.


" Tidak mata mama hanya kena sampo waktu mandi tadi." dusta Risa.


" Tadi Mama dimarahi Papa ya ma?" Karena tidak puas dengan jawaban sang mama Arsa kembali bertanya.


"Tidak sayang" kata Risa yang terus menyeka air matanya.


" Ya sudah kalau begitu Ma ...pa...kata Nenek ayok turun kita sarapan bersama" ajak Arsa.


"Iya sayang ayok" kata Risa tanpa memperdulikan Arman yang masih berdiri di situ.


"Papa ayo kita sarapan" ajak Arsa pada sang papa.


"Papa...masih bau kecut sayang, papa mandi dulu ya nanti papa nyusul" bujuk Arman.

__ADS_1


"Ok...papa...kita tunggu ya" kata Arsa sambil menarik tangan Risa untuk meninggalkan kamar tidur Arman.


Sesampainya diruang makan Rachmi melihat mata menantunya yang sembab , lantas bertanya " Kenapa dengan mata kamu Risa, apa kamu habis menangis?" tanya ibu mertua ingin tahu apa yang terjadi pada menantunya.


Dengan menutupi perasaan sedihnya dengan berkata "Tidak ma...ini tadi kena sampo jadi merah begini, padahal uda dibilas dengan air banyak tetap masih pedih" kata Risa berbohong.


"Ooh ya sudah kita sarapan dulu, Arman dimana kenapa tidak ikut turun" tanya Brata.


"Papa ...masih mandi Kek, bentar lagi juga turun" kata Arsa menjelaskan.


Tidak lama Arman menyusul untuk sarapan pagi bersama dan tidak ada komunikasi di meja makan itu, hanya suara sendok garpu yang saling beradu yang terdengar.


Sarapan pagi yang penuh dengan kebisuan akhirnya pun selesai dan penghuni rumah pergi keluar untuk beraktifitas, tinggal lah Risa dan sang ibu mertua. Karena Risa baru besok memulai aktifitas untuk di butiknya.


Risa berjalan ke arah dapur untuk melihat sang ibu mertua memasak, karena Risa merasa tidak enak kalau hanya berdiam diri saja di rumah akhirnya Risa berniat membantu sang ibu mertua memasak.


"Mama sedang memasak makanan kesukaan Arman sayang, daging rendang. Tentu saja kamu boleh bantu , mama sangat senang jika menantu cantik mama ini mau bantu mama. Sini sayang kamu tolong mama mengaduk rendang ini ya sayang" kata Rachmi sambil menyerahkan sutil.


Risa mulai mengaduk dan disela-sela Risa mengaduk tanpa disangka ternyata sang mertua langsung bertanya "Risa mama tahu mata kamu tidak kena sampo kan tadi pagi, pasti kamu tadi bertengkar dengan Arman? Jujur sama mama, kalian bertengkar kenapa?" selidik Rachmi.


"Iya ma...hati Risa sakit ma" kata Risa dengan suara bergetar menahan kesedihan.


"Sakit...sakit...kenapa apa lagi yang dilakukan Arman hingga kamu menangis" tanya sang mertua yang mulai serius.


"Arman minta bercerai dan mengatai aku masih menyukai Dandi ma hiks hiks hiks" jawab Risa dengan air mata yang mengalir tidak bisa dibendung.


"Apa dia minta bercerai setelah semua pengorbanan yang telah kalian buat, dan dia menuduh kamu masih cinta pada Dandi?" kata Rachmi dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Iya ma... padahal Risa sudah mengalah untuk Arman agar mau tinggal disini, tapi... sepertinya Risa harus pulang lagi kerumah keluarga Risa ma" jawab Risa dengan air mata yang terus mengalir sambil mengaduk rendang daging yang sedang dia masak


"Tapi mama tahu pasti Arman punya alasan untuk itu sayang" kata Rachmi sambil mengelus lembut pundak sang menantu.


"Dia cemburu dengan Dandi ma , padahal Risa sudah jelaskan semua kalau Risa sudah mulai mencintai dirinya dan belajar melupakan Dandi ma...demi Arsa dan Risa takut jadi janda ma" kata Risa jujur karena dia punya trauma dengan kata janda. Karena ketika dia melihat pengalaman temannya yang sekarang menjadi seorang janda yang selalu menjadi sasaran pria hidung belang dan jadi buah bibir para tetangga dan membuat sahabatnya itu depresi dan hampir gila karena terus menjadi cemoohan oleh orang -orang.


Rachmi yang mendengar jawaban Risa sang menantu tersenyum, ternyata itu masalahnya namun Rachmi juga bahagia karena apa yang diinginkan oleh dirinya mulai menemukan titik terang karena akhirnya anak dan menantunya itu bisa saling mencintai dan menurunkan ego masing-masing.


"Sayang bukannya bagus ya kalau Arman cemburu?" kata Rachmi dengan senyum.


"Kok bagus ma...aku malah males jadinya. Aku kira tadinya kalau aku nyatakan apa yang aku rasa sejak lima tahun lalu , ending nya akan seperti yang ada di dalam drama Korea romantis. Tapi ini malah akunya jadi nangis" kata Risa protes sambil memanyunkan bibirnya.


"Bagus dong sayang berarti Arman cinta sama kamu, sebenarnya dia juga dari dulu sudah cinta sama kamu sebelum kejadian yang membuat kalian berdua harus menikah" Rachmi menyakinkan sang menantu.


"Tapi....kenapa Arman tidak bersungguh-sungguh waktu lima tahun lalu? Malah dia pisahkan Risa dengan Arsa ma?" kata Risa yang terus penasaran.


"Ooh itu sebenarnya dia ingin tahu perasaan kamu kepada dia, apakah yang kamu rasa sama seperti yang dia rasa" jelas Rachmi kembali meyakinkan menantunya.


"Risa tidak percaya ma, Arman cinta Risa. Buktinya kenapa asal Risa ketemu dengan Arsa Arman tidak pernah mencoba untuk bertemu dengan Risa" Risa menginginkan agar Arsa lebih agresif bukan pasif.


"Itulah kalian selalu mengutamakan gengsi dan egoisme kalian , makanya kalian tidak pernah mempunyai titik temu. Jadi sekarang kurang-kurangi ego sayang" sambil menoel hidung menantu cantik nya itu.


"Pokonya Risa tidak mau lagi mengalah cukup ma... kalau memang kami harus berpisah, Risa sudah siap dan Arsa ikut Risa" kata Risa.


"Risa...mama bilang tadi apa kurangi ego" bujuk Rachmi yang tidak pernah bosan menasehati menantunya itu.


Risa hanya tersenyum mendengar ucapan mama mertua.

__ADS_1


__ADS_2