Cintai Aku Istriku

Cintai Aku Istriku
Bab 14


__ADS_3

Sampai dirumah Arman langsung masuk menuju kamarnya dan tidak lupa untuk segera mengabari Risa , kali ini Arman melakukan panggilan video karena baru beberapa menit tidak bertemu sudah membuat dia sangat rindu dengan sosok Risa.


Arman mulai melakukan panggilan video. Tidak butuh waktu lama Risa langsung mengangkat panggilan dari arman. Ketika panggilan itu tersambung yang terlihat langsung wajah istrinya yang cantik dengan senyum malu-malu.


Arman


"Mama Arsa, papanya Arsa sudah sampai dengan selamat dirumah. Mama Arsa kok belum bobo?" goda Arman.


Risa


"Aku belum ngantuk" jawab Risa singkat.


Arman


"Belum ngantuk atau nungguin kabar dari aku, jangan bohong ahh nanti berdosa lo" godanya lagi.


Risa


"Kalau kamu godain aku terus, aku putuskan sambungan telepon ini" ancaman Risa disertai mata yang mendelik.


Arman


"Jang...jangan Risa, aku hanya bercanda jangan di ambil hati. Aku masih kangen...sama Arsa. Arahin dong kameranya ke wajah Arsa" pinta Arman setelah mendengar permintaan Arman. Risa mengarah kan kamera itu ke wajah Arsa anaknya. Arman berkata lagi "Arsa bantu papa ya nak, menyakinkan mama kamu kalau papa sangat mencintai dan menyayangi mama kamu"


Risa


" Apaan sih ngomong begitu, uda ahh...aku mau tidur dulu udah malam. Aku takut Arsa bagun nanti aku tidak bisa tidur. Situ mah enak, tidak perlu begadang kalau Arsa lagi nangis atau saat Arsa bagun karena Arsa lapar" sindir Risa.


Arman


"Aku mau dan tidak keberatan kalau aku harus bergadang nemani kamu saat menyusui Arsa waktu lapar saat malam. Tapi...kasih aku SIM (s Surat Izin Menginap) disitu dan tidur bersama kalian." Jawab Arman sambil tersenyum dan berharap Risa mau mengabulkan permintaan Arman.


Risa

__ADS_1


"Enak saja, mau nginap dirumah papa aku. Yang ada kamu harus ngajak kita tidur dirumah kamu. Tapi.. bukan dirumah papa Brata dan mama Rachmi"


Arman


"Maksudnya dirumah kita , rumah kamu aku dan Arsa?" tanya Arman penuh antusias.


Risa hanya diam seribu bahasa sambil mengulum senyum yang manis.


Arman


"Bener kamu mau kita tinggal bersama dan jadi keluarga sesungguhnya? Kalau begitu besok kita kerumah kita , kita tinggal bersama. Sebenarnya aku sudah siapkan rumah untuk kita tinggali bersama dan itu aku hadiahkan untuk kamu dan Arsa Risa , besok kamu bisa lihat rumahnya, kalau ada yang kurang nanti kamu bilang, biar aku buat sesuai dengan keinginan mu. Bila perlu kita langsung menginap disana. Sekarang kamu tidur biar besok pagi kamu segar dan kuat bergadang untuk memberikan ASI untuk anak kita"


Risa


"Ya udah aku matikan ya "


Arman hanya menjawab dengan senyum dan anggukan kecil.


Karena Arman sudah menjawab dengan senyum dan anggukan, Risa pun mematikan panggilan video antara Risa dan Arman pun berakhir.


*****


Risa sedang memakaikan baju baby Arsa karena baru selesai dimandikan oleh Risa. Setelah selesai memakai baju Risa menggendong baby Arsa.


Arman masuk ke kamar Risa "Anak papa sudah mandi ya? Hemmm....wangi sekali anak papa" tapi Arman bukannya mencium baby Arsa , Arman malah mencium pipi Risa.


Risa yang mendapat serangan tiba-tiba langsung marah "Apa-apaan kamu kok cium aku bukan cium Arsa?" Protes Risa.


"Karena kalau cium Arsa, Arsa tidak akan protes makanya aku cium mamanya saja, biar bisa adu otot dan berespon" kata Arman dengan senyum manis dan mengerlingkan sebelah matanya.


"Lagian jangan jutek gitulah Risa, toh kita suami istri jadi tidak ada yang marah dan melarang jika aku mau mencium kamu, nanti cantiknya berkurang. Lagian kamu itu Indosiar aku." godanya pada sang istri.


"Hemm....dasar mau menang sendiri kamu. Terus ngapain kamu sama-samain aku dengan stasiun televisi dan kenapa stasiun yang banyak wanita tersiksa didalamnya. Kamu pikir aku mau jadi wanita yang ada di serial Ku Menangis itu?" kata Risa jutek.

__ADS_1


"Tidak aku tidak bilang seperti itu aku bilang kamu Indosiar karena kamu selalu di hati. Sudah ahh...Aku pergi dulu ya mamanya Arsa , karena aku ada meeting penting pagi ini, nanti aku pulang kantor aku kesini lagi. Mau lihat si anak ganteng dan dan mamanya yang cantik" goda Arman sambil menoel pipi sang istri.


"Udah kamu pergi ke kantor nanti terlambat. Tapi...." Risa menghentikan kalimat nya.


"Tapi...kenapa cantik?" goda Arman.


"Kamu...bawa bekal yang sudah aku siapkan. Jangan lupa makan siang, biar kamu tidak sakit."kata Risa pelan namun Arman masih mendengar.


"Terimakasih aku bawa bekalnya , besok buatin lagi ya!" kata Arsa sambil tersenyum melihat tingkah Risa yang sekarang menahan malu.


"Ya...kamu juga hati-hati dijalan ya " Risa mengambil tangan suaminya dan mencium punggung tangan suaminya itu.


Saat ini Arman benar-benar terkejut dengan sikap Risa yang diluar dugaan Arman.


"Terimakasih Risa...istriku, ooh ya jangan lupa nanti aku jemput kita lihat rumah" Arman mencium kening istrinya itu dan pergi.


" Iya " hanya itu jawaban Risa singkat.


*****


Hari ini Arman ke kantor hanya untuk meeting penting dengan koleganya, kebetulan koleganya ini sangat rewel dan meeting kali ini tidak bisa diwakilkan, sehingga Arman harus turun tangan sendiri.


Setelah meeting selesai , Arman langsung pulang kerumah mertuanya untuk mengajak sang istri melihat rumah yang pernah dia janjikan kepada Risa.


Sesampainya di rumah sang mertua, Arman langsung mencari keberadaan Arman sudah mencari keseluruh ruangan tapi tidak juga di temukan sosok Risa. Karena batang hidung Risa tidak nampak.


Arman pun langsung berinisiatif untuk menemui mama Airin "Ma Risa dimana Ma, Arman sengaja pulang cepat karena mau mengajak Risa pergi melihat rumah kami, karena Risa ingin menjalani rumah tangga yang normal dengan Arman ma".


"Risa ... Risa... Risa pergi Arman" jawab Airin terbata.


"Pergi ke mana ma...?" Arman tidak sabar ingin mengetahui keberadaan istrinya.


"Pergi dengan Dandi...mama juga tidak tahu pergi kemana" kata Airin gugup.

__ADS_1


Arman langsung keluar dari rumah sang mertua dan langsung mengecek keberadaan istrinya dari GPS, karena diam-diam Arman sudah memasang GPS di ponsel Risa dan tersambung dengan ponsel dirinya.


Bukan Arman tidak punya alasan melakukan itu, itu semua dilakukan untuk berjaga-jaga kalau nanti Dandi nekat menjumpai istrinya ke Indonesia. Ternyata apa yang Arman takutkan terjadi, Arman bukan tidak mau kalau istrinya itu menjalankan semua rencana yang pernah dia susun bersama Dandi. Hanya saja Arman tidak mau Arsa kehilangan cinta dari ibunya dan meninggalkan mereka begitu saja. Apalagi saat ini Risa sudah bisa menerima Arman sebagai ayah dari anaknya dan mereka sudah mulai bisa berkomunikasi dengan baik.


__ADS_2