Cintai Aku Istriku

Cintai Aku Istriku
Bab 33


__ADS_3

Rasa ngantuk pun tidak kuasa untuk ditahan oleh Arman. Arman tertidur dengan posisi duduk di samping sang istri yang masih terkulai lemah tak berdaya.


Arman tertidur dengan memegang tangan sang istri. Hampir dua jam Arman tertidur dan Arman tidak menyadari kalau sang istri sudah sadar.


Risa sadar dan mendapati sang suami yang sedang tertidur pun tersenyum dan memandangi wajah suaminya itu "Maafkan aku yang telah membuat mu ragu akan cinta aku. Cintailah aku sepenuh hati mu seperti dulu Arman. Jangan ceraikan aku, seperti janji kamu pada aku dulu, karena saat ini aku sudah sangat mencintai kamu aku tidak tahu sejak kapan rasa itu datang tapi yang jelas aku akan mencintai kamu selama jantung aku masih berdetak".


Arman bergerak dan mulai bangun dan Risa berpura-pura tidur kembali "Ternyata dia belum bangun" Arman menyingkirkan semua anak rambut yang menutupi wajah cantik sang istri.


" Risa ... Maafkan aku , aku janji setelah ini dan kamu melahirkan anak kedua kita, aku tidak akan lagi mengganggu mu. Aku akan merelakan mu dengan pria yang kamu cintai. Aku sangat mencintaimu karena itu aku akan melepaskan mu pada pria yang kamu cintai sayang. Karena kebahagiaan mu adalah ungkapan dan bukti cinta ku yang terdalam untuk mu".


Risa pun membuka matanya " Aku tidak mau bersama laki-laki lain mas. Aku juga sudah sangat mencintai mu dan cinta ini akan terus tumbuh sampai jantung aku berhenti berdetak . Jangan patahkan hati ku lagi untuk kedua kalinya Mas. Aku tidak mau kamu cerai aku tidak mau kita pisah".


Deg ....


Arman kaget dengan ucapan Risa. Tanpa sadar Arman menitikkan air matanya "Kamu sungguh-sungguh dengan ucapan kamu?".


" Iya. Iya mas aku serius aku tidak mau kehilangan mu. Dandi adalah masa laluku dan kamu adalah masa depan aku" Risa memeluk Arman dan air matanya membasahi punggung Arman.


" Apalagi sekarang ada buah cinta kita yang kedua diperut aku. Aku tidak mau jauh dari kamu. Kita mulai semua dari awal ya sayang. Aku mencintaimu" Risa menciumi semua bagian wajah sang suami.


" Hey...kenapa sekarang kamu yang memulainya Risa. Jangan , buat aku dan si junior dibawah sana meronta. Dua bulan aku sudah tidak mengasahnya" goda Arman.


" Ihh ... Apaan sih kamu. Aku kan cuma nyium wajah suamiku bukan yang lain"


" Jangan marah lagi dong sayang, sudah dong ngambeknya. Aku sudah bosan dengan berantem terus. Iya sayang " Arman mengelus dan mencium perut Risa yang masih rata.


" Makanya jangan jadi orang yang mesum"


" Iya sayang, tapi kamu janji ya sama aku. Kamu harus cinta dan jangan bosan untuk mencintai ku" Arman memeluk erat tubuh Risa seolah tidak ingin melepaskan nya kembali.


Sementara Risa hanya mengangguk di pelukan Arman pertanda dia mengiyakan permintaan Arman.


Srett (suara pintu terbuka)


Kedua insan yang sedang asyik berpelukan itu terpaksa melepaskan pelukannya.

__ADS_1


" Mama dan papa sudah baikan? Arsa senang lihatnya. Terimakasih Tuhan Papa sama Mama Arsa tidak jadi pisah. Sekali lagi Arsa berterimakasih karena Tuhan sudah mengabulkan doa Arsa" Arsa menghambur ke pelukan mama dan papanya.


" Iya mama dan papa senang melihatnya, dan sekarang mama tegaskan sekali lagi jangan ego kalian yang dipertahankan tapi kalian harus memikirkan nasib Arsa dan juga anak yang sekarang ada dikandungan kamu Risa" tegas Mama Rachmi.


" Arsa mau punya adik ya nek? " Arsa mengelus perut mamanya yang masih rata itu seraya berkata " Dede bayi jangan nakal ya diperut mama dan sehat-sehat biar nanti kalau sudah keluar dari perut mama, Abang ada teman untuk main".


Semua tersenyum mendengar ucapan polos Arsa. Arsa juga mendapat ciuman dan pelukan hangat dari kedua orang tuanya yang merasa bahagia sekali sat ini.


" Dengar itu anak kalian berdua, jangan lagi sakiti hatinya karena sesuatu yang tidak perlu untuk dipermasalahkan. Seharusnya kalian sebagai orang yang dewasa harus dewasa juga dalam menyikapi permasalahan" kata mama Airin.


*****


Seminggu telah berlalu akhirnya Risa diperbolehkan untuk pulang ke rumah dan mereka tinggal dirumah mereka, rumah yang Arman siapkan untuk keluarga kecilnya itu.


Rumah tangga Risa berjalan dengan baik serta lebih harmonis dari sebelumnya. Rasa cinta itu mulai bersemi dan seperti janji Risa pada Arman. Risa sudah bisa membuka pintu hatinya sedikit demi sedikit hingga Arman merasa bahagia dengan kehidupan rumah tangga mereka.


" Sayang ... Aku berangkat dulu, kamu jangan nakal dirumah ya! Aku usahakan hari ini aku pulang cepat" Arman mencium bibir Risa.


" Iya kamu juga , jaga hati dan perasaan kamu jangan coba membaginya untuk orang lain"


" Aku senang lihat kamu yang sekarang, kamu jadi posesif sama aku"


" Iya itu tandanya kamu bener cinta sama aku sekarang dan posesif kamu masih batas wajar sayang"


" Kamu ada-ada saja , ya sudah sana pergi nanti telat. Seorang pemimpin harus menjadi contoh. Biar anak buahnya tidak males-malesan" kata Risa sambil menyodorkan tas kerja sang suami.


" Ok aku berangkat ya , Arsa kamu baik-baik belajarnya"


" Ok Papa, Arsa pasti belajar dengan baik" sembari mencium punggung tangan Arman.


Arman melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan Risa mulai mengerjakan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Karena saat ini semua urusan butik selama Risa hamil diserahkan kepada asistennya. Karena dia ingin fokus pada rumah tangganya selama hamil anak keduanya.


Sekarang dia ingin mengantar Arsa sekolah dan setelah itu dia berbelanja bulanan untuk kebutuhan dapur dan rumah.


Disinilah Risa berada sekarang di sebuah supermarket paling besar di kota mereka.

__ADS_1


Brug ...


" Maaf mas , saya tidak sengaja "kata Risa pada sosok lelaki yang ditabraknya dengan troli belanja.


" Tid ... Kamu Risa kan ?" Kata lelaki itu kaget.


" Ya kamu siapa?"


" Kamu tidak kenal dengan aku ? Aku Heru Santoso teman kamu di waktu SMP"


" Heru??? Maaf aku tidak kenal " jawab Risa.


" Risa ... Aku Heru Santoso yang dulu pernah menolong kamu saat kamu diganggu oleh teman-teman kita waktu SMP. Saat itu kamu ketakutan karena baju kamu kotor dan aku belikan kamu baju ganti di koperasi sekolah " seru Heru.


Risa mengingat kejadian itu " Ooh iya Heru anak Tante Mita? Maaf Heru aku melupakan hal itu. Sekali lagi aku minta maaf"


" Tidak apa, yang penting kamu sekarang sudah mengenali aku "


" Kamu sama siapa?"


" Sendiri"


" Kamu sudah menikah?"


" Sudah , malah sekarang aku sedang mengandung anak kedua aku bersama suami" Risa mengelus perutnya yang masih rata.


" Wah ... Selamat ya ternyata kamu sekarang sedang hamil " Heru mengulurkan tangannya.


Risa menyambut baik uluran tangan dari Heru.


" Ok Heru aku belanja dulu karena aku harus mengejar waktu karena aku harus jemput anak pertama aku disekolah. Mungkin lain kali kita bisa bertemu lagi" Risa meninggalkan Heru dan melanjutkan belanja.


Risa menjadi trauma jika bertemu dengan lelaki lain selain suaminya , karena pertemuan terakhir dirinya dengan Dandi dan Helmi itu sempat membuat Arman salah paham dan meninggalkan dirinya.


Jadi saat ini Risa harus lebih hati-hati , dia tidak mau lagi terjadi salah paham antara dia dan Arman sang suami.

__ADS_1


Tamat..


Silahkan ke karya aku yang lainya, sekarang aku lagi nulis novel baru dengan judul " Ingkon ( Harus ).


__ADS_2