
Jam tiga dini hari Arsa terjaga dari tidurnya dan dia beranjak dari tempat tidur yang sekarang diatasnya ada Arman dan Risa diatasnya. Arsa sangat takut jika Risa sampai pergi lagi kerumah pak Kusuma yang merupakan kakek Arsa dari pihak sang mama. Arsa akhirnya memilih untuk tidur didepan pintu kamar, untuk menjaga pintu kamar , Arsa sudah seperti bodyguard karena rasa takut Risa pulang secara diam-diam membuat anak itu bertindak konyol. Ya namanya juga anak-anak pasti bertindak sesuai dengan keinginan hatinya.
Tanpa Risa dan Arman sadari mereka kini tidur hanya berdua dalam satu ranjang dan mereka berpelukan mengira bahwa yang mereka peluk adalah Arsa.
Ketika Risa memeluk Risa merasa ada yang aneh kenapa tangan Arsa tersa sangat berat ketika menimpa perutnya dan dia membuka matanya dan dia terkejut, ternyata tangan Arman yang lagi memeluk nya.
"Apa yang kamu lakukan Arman" kata Risa sambil menyingkirkan tangan suaminya itu. Itu membuat Arman terjaga dan mulai membuka matanya.
" Kamu kenapa lagi enak-enak tidur kok sudah marah-marah saja, masih subuh kali" Arman kembali memejamkan matanya.
"Arman... Arsa mana bukannya tadi malam dia tidur di sini" sambil menepuk ranjang itu dengan perasaan sangat panik.
"Arsa... Arsa dimana kamu nak?" kata Risa mencari -cari keberadaan Arsa dan mata Risa menemukan keberadaan Arsa sedang tertidur sambil bersandar kepintu kamar.
Risa berlari dan mendekati Arsa yang tertidur di depan pintu kamar "Arsa" teriak Risa dan memeluk erat-erat anaknya.
"Sayang , kenapa kamu tidur disini, mama cariin kamu sayang" kata Risa terus menerus memeluk tubuh Arsa.
Arman langsung duduk di ranjang sambil mengumpulkan kesadaran dan nyawanya yang belum seratus persen sadar. Dia melihat Risa dan Arsa berpelukan.
"Arsa takut mama pergi dan tinggalin Arsa ma" kata Arsa dengan nada takut kehilangan.dan terus memeluk tubuh tubuh Risa.
"Mama tidak akan pergi , mama akan menemani Arsa disini" kata Risa yakin.
"Benar ma...mama tidak bohong?" kata Arsa dengan penuh penekanan dengan deraian air mata yang terus mengalir.
"Iya sayang hiks hiks hiks mama janji" kata Risa mengusap air mata putranya.
"Tapi..." kata Risa menghentikan kalimat nya.
Seperti tahu apa yang dipikirkan Risa, Arsa langsung bertanya kepada papanya "Pa ... bolehkan mama tinggal di rumah kita" tanya Arsa kepada papanya karena dia tahu kalimat apa yang ingin disampaikan Risa.
__ADS_1
Arman yang sedih melihat adegan drama Korea yang ada didepan matanya , bingung mau menjawab apa dia hanya mengangguk sebagai tanda mengiyakan.
" Hore...hore... terimakasih Pa Ma " kata Arsa sambil mencium pipi kedua orang tuanya.
Suara teriakan Arsa menghebohkan seluruh penghuni rumah dan mereka berkumpul di kamar Arman. Brata dan Rachmi yang menyaksikan adegan itu ikut menangis.
"Arman... Risa... selama ini papa dan mama tidak pernah mau ikut campur dengan masalah rumah tangga kalian. Tapi...kali ini papa tegaskan, cobalah untuk dewasa dan belajarlah jadi orang tua yang bijaksana. Hilangkan ego kalian demi Arsa" kata Brata penuh dengan penekanan.
Arman dan Risa yang mendengar perkataan Brata hanya terdiam tanpa bisa menjawab.
"Pa...ma...mama dan papa harus baikan ya, sekarang papa dan mama pelukan tanda baikan. Ayo cepat ma...pa.." rengek Arsa.
Arman bingung harus berbuat apa untuk memenuhi permintaan anaknya , begitu juga dengan Risa. Lama mereka terdiam tanpa berbuat apa-apa.
"Pa... cepat peluk mama , biar mama tidak pergi" kata Arsa lagi.
"Arman ayo, jangan gengsi" kata Rachmi memprovokasi Arman agar segera memeluk Risa seperti yang diinginkan oleh Arsa.
Mau tidak mau suka tidak suka akhirnya Risa memeluk suaminya itu."Hore gitu dong Ma...Pa. Kakek... Nenek...papa dan mama Arsa baikan". Kata Arsa yang begitu senang melihat papa mamanya baikan.
Brata dan Rachmi mengangguk kepada cucunya dengan mata yang masih berkaca-kaca. "Ya udah sekarang Arsa mandi dan kita sarapan pagi ya? Kalian berdua juga cepat bersih-bersih biar kita sarapan".
"Mama mandiin Arsa ya ma" pinta Arsa manja.
"Iya sayang" jawab Risa dan mereka pergi ke kamar mandi dan Risa memandikan Arsa.
Setelah Arsa mandi dan rapih Arsa langsung turun ke bawah untuk sarapan dan dia menunggu semua penghuni rumah di meja makan.
Sedangkan dikamar Arman dan Risa merasa aneh dengan apa yang terjadi pada mereka semalam. Arman yang sudah selesai mandi dan membersihkan dirinya keluar dari kamar mandi , Arman melihat Risa yang melamun dan tidak tahu apa yang harus dilakukan mencoba menegur Risa "kamu kenapa?".
"A..ku bingung, aku kan tidak punya baju ganti" jawab Risa canggung dan kebingungan.
__ADS_1
"Ooh tunggu" kata Arman langsung membuka lemari empat pintu semua keperluan Risa ada di dalam lemari itu.
"Ini baju - baju siapa?" tanya Risa penuh selidik, karena Arman memberikan baju yang lengkap dengan pernak pernik dalamnya.
"Ini baju kamu yang saya siapkan kalau-kalau kamu nginap disini. Aku pikir baju itu tidak pernah berguna ternyata aku salah, sudah pakailah jika kamu tidak suka kamu bisa pilih sendiri didalam lemari itu aku sudah menyiapkan semua kebutuhan kamu luar dalam" kata Arman sambil berjalan ke ruang ganti dan setelah rapih dia menyusul Arsa ke meja makan.
Risa pun menggunakan semua yang sudah diberikan oleh Arman tanpa mengganti dengan yang lain. Setelah selesai Risa juga menyusul Arsa dan Arman turun ke bawah untuk sarapan.
Ketika Risa sampai di meja makan Arsa berteriak " Mama...mama... cantik pakai baju itu. Arsa suka ma" kata Arsa menyusul mamanya sambil membuka kursi untuk ditempati Risa.
"Terimakasih sayang" kata Risa.
"Sama-sama mama" balas si pintar Arsa.sambil mencium pipi sang Mama.
Sementara Arman hanya diam saja tanpa berkomentar melihat penampilan istrinya dengan baju dan warna favorit Arman. Ya warna biru muda itulah warna kesukaan Arman.
"Arman kalau mau muji, muji saja kali...tidak usah malu" ejek Brata sambil memasukkan roti ke dalam mulut.
"Ihh...papa apaan sih" Arman mengalihkan pandangan ke arah papanya.
"Iya Risa kamu cantik banget dan warna baju itu adalah warna kesukaan Arman, apa kamu sengaja memakainya Risa?" kata Rachmi dengan senyum.
"Terimakasih ma... tapi ini memang pemberian dari Arman karena aku tidak bawa baju ma. Baju aku kan ada di rumah mama papa, karena aku tidak ada rencana untuk nginap disini tadi malam" jawab Risa gugup.
"Mama...mama kan sudah janji mau temani Arsa dan tinggal di sini" rengek Arsa.
"Kamu jangan berjanji kalau tidak bisa menepati" kata Arman ketus
"Iya mama akan nginap disini " kata Risa tanpa memperdulikan kata-kata Arman.
Arman hanya tersenyum mendengar kalimat Risa.
__ADS_1