
Setelah beberapa hari berada dirumah sakit akhirnya Risa diperbolehkan untuk kembali pulang kerumah.
Pulangnya Risa dan baby Arsa kerumah keluarga Kusuma, suasana rumah Kusuma menjadi ramai dengan tangisan dan tawa baby Arsa.
Arman beserta orang tuanya ikut mengantarkan cucu dan menantunya. Sebenernya jauh di lubuk hati Pak Brata dan ibu Rachmi ingin sekali membawa menantu dan cucunya itu untuk tinggal di rumah mereka, tapi Risa tidak menginginkan hal itu terjadi.
Akhirnya setiap pagi Arman sebelum ke kantor selalu kerumah keluarga Kusuma untuk menemui anak dan istrinya, seperti waktu Risa hamil dulu.
Ketika Arman sampai di rumah pak Kusuma Arman langsung masuk ke kamar Risa karena ingin terlihat jagoan kecilnya.
Ternyata Arsa sedang digendong oleh Risa. Arsa baru saja selesai mandi dan sudah wangi minyak telon dan bedak baby.
Arman langsung mendekati Arsa dan mencium pipi gembul Arsa "Pagi sayang" Arman mengambil Arsa dari gendongan Risa.
"Bagaimana kabar mu hari ini? Kamu sehat kan? Hari ini papa mau kantor dulu ya sayang, baik-baik sama mama ya nanti sore papa datang lagi" kata Arman mengembalikan Arsa pada Risa.
Ketika Arman mau melangkah keluar kamar Risa lagi tiba-tiba Risa menghentikan langkah Arman " Kamu tidak sarapan dulu? Atau minum teh dulu gitu?".
Arman yang mendengar perkataan istrinya langsung memutar tubuhnya dan menatap lekat ke wajah istrinya dan sekarang mata mereka saling bertemu. Risa memalingkan wajahnya dia tidak sanggup menatap tatapan mata suaminya itu.
"Aku udah siapin semua di atas meja makan, atau mau aku bawakan ke sini? Kamu bisa makan di kamar aku sambil bermain sebentar dengan Arsa" kata Risa dengan sedikit tersenyum.
Lagi-lagi Arman kaget dengan sikap Risa pagi ini, Arman mendekati Risa dan menaruh punggung tangannya ke dahi Risa " Kamu demam? Kenapa kamu baik sekali?".
__ADS_1
Bukannya menjawab Risa malah keluar kamar menahan malu karena Arman, mengatainya demam " Dasar aku mau berbuat baik tapi malah , dia bilang aku sakit. Sumpah aku tidak akan berbuat baik lagi sama dia". gumam Risa kesal.
Arman mengurungkan niatnya untuk pergi kekantor dia malah menyusul Risa menuju meja makan sambil menggendong bayi Arsa dan benar saja Risa sudah menyiapkan semuanya. Agar Risa tidak kecewa Arman menyerahkan baby Arsa ke Risa dan menghabiskan makanan itu semua sampai habis tak bersisa baru dia pergi ke kantor.
" Makanannya sudah habis , terimakasih untuk sarapannya istriku. Papa pergi dulu ya sayang." Arman tersenyum kepada Risa setelah mencium pipi baby Arsa.
" Kamu mau aku cium juga?" goda Arman kepada sang istri. Risa hanya melotot dan kembali ke kamar.
*****
Sepanjang jalan menuju ke kantor Arman terlihat begitu bahagia. Bukan tanpa alasan Arman terlihat sangat bahagia karena perhatian kecil yang diberikan oleh Risa kepadanya mampu membuat hatinya sangat tersentuh dan berbunga-bunga. Karena untuk pertama kalinya Risa membuat sarapan untuk dirinya dan bersikap ramah seperti itu.
Ukiran senyum tak lepas dari wajah tampannya, semua yang melihat bertanya-tanya dengan sikap Arman. Karena sebelumnya Arman sangat menjaga wibawa apa lagi saat di kantor. Arman terkenal sebagai pemimpin yang susah untuk tersenyum dan sangat tegas.
" Ahh...papa ngagetin saja, iya pa...aku lagi senang tadi saat aku mau lihat Arsa. Ternyata Risa sudah siapkan aku sarapan pa. Bukankah ini suatu kemajuan Pa?" Arman menjelaskan dengan senyum yang masih menghiasi wajah tampan nya.
"Ooh iya! Kalau begitu kamu harus terus memperjuangkan cinta kamu, apa lagi saat ini Arsa bisa jadi senjata kamu untuk meraih cinta Risa" jelas Brata menyemangati putranya.
"Iya pa... Arman akan coba sampai titik darah terakhir. Arman tidak akan izinkan Dandi.... Dandi itu merusak segalanya" kata Arman dengan yakin.
" Papa...suka dengan semangat kamu Man.." kata Brata sambil menepuk pundak anaknya. "Ya udah papa pergi dulu karena papa masih banyak urusan, papa kesini cuma mau ngasih file kamu yang ketinggalan di rumah" kata Brata sambil menyerahkan file itu ke Arman lalu pergi.
"Makasih pa..." Jawab Arman dan Brata hanya memberikan anggukkan mengiyakan pada putranya itu.
__ADS_1
Arman bekerja dengan penuh semangat seperti orang yang mengkonsumsi vitamin yang mengandung semangat dan rasa cinta , perhatian Risa memang sudah sangat berpengaruh pada semangat Arman pagi itu.
Hingga tidak terasa waktu begitu cepat berlalu dan waktu untuk pulang kantor pun tiba. Arman membereskan semua dengan semangat dan dia berharap Risa akan memberikan kejutan lagi.
*****
Selama dalam perjalanan menuju rumah Risa, Arman membayangkan Risa menyambut dirinya dengan senyum. Tidak perlu waktu lama akhirnya Arman sampai juga. Ketika dia sampai di halaman rumah Kusuma Arman langsung disambut dengan pemandangan yang indah, Risa menunggu dirinya dengan menggendong bayi Arsa di teras rumah Kusuma.
Ketika Arman ingin mendekati Arsa untuk mengucapkan selamat sore, Risa langsung menjauhkan Arsa dari Arman. "Kamu mandi dulu , jangan langsung cium Arsa nanti kuman dan debu yang menempel di kamu bisa menjadi bibit penyakit untuk Arsa. Karena Arsa masih sangat kecil" kata Risa Risa dengan nada yang lembut.
Arman mundur dan berkata " Baik mama Arsa papa Arsa akan mengikuti syarat agar bisa cium Arsa. Arsa sabar ya Papa mandi dulu ini demi kebaikan Arsa juga ya sayang." Arman mengatakan itu dan berlalu dari dua orang yang sangat Arman cinta itu.
" Aku sudah siapkan semua kebutuhan kamu di kamar tamu ya" kata Risa sedikit keras agar Arman bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Risa..
"Ya... terimakasih" Kata Arman singkat.
Arman masuk ke kamar tamu benar saja semua telah siap dan dia tinggal pakai, mulai dari handuk hingga pakaian dalam dan tentu saja Arman lagi-lagi mendapatkan kejutan itu langsung mandi dan memakai pakaiannya. Setelah semua sudah beres Arman langsung mencari keberadaan Arsa dan Risa.
Arman mencari ke seluruh ruangan namun tidak mendapati mereka sampai pada akhirnya Arman bertemu dengan bibi Neti di dapur " Cari siapa tuan" tanya bibi Neti
"Saya cari istri dan anak saya bi...apa bibi lihat mereka?" Kata Arman yang tidak sabar ingin tahu dimana keberadaan anak dan istrinya.
"Ooh...mereka ada dikamar non Risa, tuan langsung saja ke sana. Tadi baby Arsa mengantuk dan lagi pula sudah magrib. Tidak baik anak kecil berada di luar saat magrib" kata bibi Neti.
__ADS_1
"Ok..bi... makasih ya bi" kata Arman langsung berlari pergi karena tidak sabar ingin menciumi pipi baby Arsa anaknya. Bibi Neti hanya tersenyum melihat tingkah majikan nya itu.