Cintai Aku Istriku

Cintai Aku Istriku
Bab 11


__ADS_3

Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu , kandungan Risa sudah memasuki usia sembilan bulan dan tinggal menunggu hari junior Arman Brata Wijaya launching.


Waktu sudah hampir berakhir, pernikahan satu tahun yang sudah disepakati untuk meluluhkan hati Risa belum juga terjadi malah semakin rumit dan ruwet.


Risa selalu menghindar dari Arman karena rasa sayang yang mulai tumbuh untuk Arman tidak Risa biarkan tumbuh. Risa tidak mau mengecewakan Dandi sang tunangan. Sebagai wanita Risa yang menunggu dirinya dan mau menerima dirinya dengan keadaan yang sudah tidak suci lagi.


Saat ini Risa dan Arman sudah konsultasi pada Dokter kandungan yang biasa menangani Risa selama mengandung Arman junior karena setelah di USG anak dalam kandungan Risa ternyata laki-laki. Ya dokter itu adalah dokter Bagus Risa tidak mau lagi di periksa sama dokter Anggoro yang notabene adalah suami dari sahabat Arman.


Risa memilih cara Caesar untuk melahirkan anaknya karena Risa tidak mau merasa sakit saat melahirkan putranya yang saat ini tidak Risa inginkan.


Waktu untuk operasi Caesar pun sudah dipilih dan ditetapkan hari inilah operasi Caesar itu dilakukan. Dengan selang oksigen di hidung Risa di dorong melewati lorong rumah sakit menuju ruang operasi dengan menggunakan bangkar rumah sakit.


Arman menemani Risa diruang operasi dan Arman meneteskan air matanya tak kala melihat perjuangan Risa melahirkan penerus Brata Wijaya buah cintanya bersama Risa wanita yang sangat dia cintai. Buah cinta yang diciptakan bukan dengan cinta tapi dengan tidak sadar karena pengaruh obat.


Tidak memerlukan waktu yang lama akhirnya penerus keluarga Brata Wijaya lahir ke dunia dengan berat badan 3,4 kg dan panjang 52 cm. Bayi laki-laki mungil itu diletakkan di ruang bayi dan bergabung dengan bayi lainya. Arman yang ditemani oleh orang tua dan mertuanya itu hanya bisa melihat dari balik kaca ruangan bayi.


"Siapa namanya Ar?" Tanya Airin kepada menantu sekaligus ayah dari cucu pertamanya itu.


"Arsa ma ... paduan nama kami berdua" jawab Arman yang tidak sedikit pun melepaskan pandangan dari wajah putra tampannya yang dia berikan nama Arsa.


"Selamat ya Ar... kamu sudah jadi seorang papa" timpal Rachmi.


"Iya selamat ya Ar..." Sambung Kusuma.


" Untuk kalian semua juga Arman ucapkan selamat karena sekarang kalian sudah jadi kakek dan nenek" kata Arman sambil memeluk orang tua dan mertuanya satu persatu.


"Wah ...kita sudah tua dong ya" kata Brata dan mereka semua tertawa bahagia dengan status baru mereka yang sudah jadi kakek dan nenek.


Tiba-tiba dokter keluar dari ruang operasi dan masih menggunakan APD . Semua langsung menyambut kedatangan dokter itu. Orang yang sangat antusias tentu saja Arman yang sekarang lebih berhak untuk mengetahui keadaan istri dan anak yang baru saja lahir.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan istri saya dokter?" Kata Arman dengan rasa cemas dan sangat ingin tahu sekali keadaan orang terpenting dalam kehidupan saat ini.


"Semua berjalan lancar dan tiga hari lagi ibu dan bayi sudah bisa dibawa pulang kerumah" kata dokter sambil menepuk pundak Arman pelan sambil tersenyum.


Semua bernafas lega dengan jawaban dokter dan menyalami dokter itu, karena semua sempat kuatir karena bayi lebih dulu keluar dari ibunya.


"Kami sudah bisa jenguk anak kami dok?" kata Airin dan Rachmi secara bersamaan.


"Tentu saja, tapi tunggu dipindahkan dulu keruang rawat inap ya pak ...Bu" kata dokter itu sambil berlalu karena dokter itu masih ada operasi lagi.


"Baik dokter " kata Arman dan semua langsung menuju ruangan rawat Risa.


*****


Diruang rawat Risa masih belum sadarkan diri paska operasi saat melahirkan putra pertamanya itu. Wajah pucat dan lelah masih tergambar di wajah cantik Risa.


Dengan sabar Arman menemani Risa sambil memegangi tangan Risa dan Arman tertidur dengan posisi duduk di samping ranjang rumah sakit.


****


Mentari pagi bersinar dengan malu-malu diiringi suara burung bernyanyi dan akhirnya Risa sadar dan melihat Arman yang masih tertidur pulas disampingnya.


Risa ingin mengambil minum dan gerakan Risa membangunkan Arman.


" Kamu mau apa? Biar aku yang ambilkan". kata Arman dengan suara khas bangun tidur.


" Aku haus ingin minum " kata Risa dengan suara yang masih lemah.


Arman dengan sigap mengambil air minum untuk Risa. Arman juga membantu Risa untuk minum karena saat ini Risa belum bisa terlalu banyak bergerak karena luka pasca operasi masih basah dan sakit.

__ADS_1


Arman menggunakan sedotan agar Risa bisa lebih mudah meminum air untuk melepas rasa dahaganya.


Setelah Risa minum Arman menciumi tangan Risa " Terimakasih Risa, terimakasih untuk semuanya. Kamu sudah mau mengandung anak kita serta melahirkan nya. Terimakasih Tuhan untuk semuanya" dengan air mata yang terus mengalir tanpa bisa ditahan oleh Arman.


" Aku mencintaimu, aku menyayangimu. Jika memang melepaskan mu menjadi sebuah kebahagiaan untuk mu, aku rela melepaskan mu Risa. Karena mencintai itu melihat orang yang dia cintai bahagia." gumam Arman sambil memeluk Risa.


"Hey...kau menangisi ku ha?" Cerca Risa di saat dia mulai sadar dari pengaruh obat bius "Aku belum mati , jadi jangan kau tangisi aku seperti itu" ucap Risa lagi.


Sambil menyeka air matanya Arman berkata "Tidak aku tidak menangisi mu, aku hanya bahagia bisa melihat kau bahagia walaupun tidak bersama aku." elak Arman.


"Ooh...aku juga berpikir, tidak mungkin kamu menangisi ku, karena kamu juga tidak mencintai aku. Kamu kan hanya cinta dengan anak yang ada dikandungan aku saja. Anak itu sekarang sudah lahir bisakah kau lepaskan aku sekarang?" kata Risa to the point.


"Risa...bisakah permintaan itu kamu utarakan setelah kamu pulih, setidaknya setelah lepas pantang dan aku tidak akan menghalanginya. Jika itu membuat kamu bahagia aku akan melepas kamu. Sedari tadi aku sudah mengatakan itu" pinta Arman.


Tok ..tok...tok...


" Pagi pak bu, saya mau mengantarkan bayi bapak ibu untuk disusui" kata perawat itu sambil memberikan bayi itu kepada Risa.


"Tidak aku tidak mau menggendong dan menyusui bayi ini, berikan pada ayahnya saja" tolak Risa sambil memalingkan wajahnya.


"Ibu seharusnya ibu menyusui bayi ini, karena makanan yang paling baik adalah ASI atau air susu ibu" kata perawat menjelaskan.


"Tidak dia bukan anak ku dia anaknya" kata Risa sambil menunjuk ke arah Arman.


Arman yang mendengar itu langsung mengambil Arsa dari gendongan perawat itu.


"Baiklah pak saya pergi dulu , nanti saya jemput lagi bayi bapak untuk dikembalikan ke ruang bayi" kata perawat.


.

__ADS_1


__ADS_2