Cintai aku Izabella

Cintai aku Izabella
10. Alasan Mencintai


__ADS_3


Alasan Mencintai



"ikut aku keluar sebentar bella".


"aku malas, disini aja apa salahnya sih".


"bella, selesaikan dulu masalah kalian, andre ingin bicara, kalau gitu mama kedapur dulu".


"ma, aku ikut, mau ambil minum, serek tenggorokan".


"bella jangan pergi, aku ingin bicara". Andre memegang tangan ku kuat.


"lepasin, orang aku mau ambil minum, sakit ni tangan".


Sampai didapur, mama memperhatikan aku, dia tau aku dan andre lagi ada masalah, mama anita enggan untuk bertanya, aku juga belum mau memberitahukan pada mama anita apa yang sebenarnya terjadi.


"ma, aku pamit pulang dulu ya, udah malam, sampai ketemu besok ma". Aku menyalami tangan mama anita dan pergi.


"hati hati bawa mobilnya bella, duh mereka sepertinya lagi bertengkar, semoga aja mereka bisa cepat nyelesaikan masalah mereka".


Andre sudah berada didepan pintu keluar. Aku mengambil tas diatas sofa dan andre menghalangi ku tuk keluar.


"minggir, aku mau pulang".


"gak, dengarin penjelasan aku dulu".


"penjelasan apa lagi andre sayang, semua sudah jelas, dan selamat anniv tahun pertamanya ya, haha".


Aku menginjak kaki andre dan berlalu pergi meninggalkan dia, andre kesakitan dan dia mengejarku sampai ke mobil.


"bella, bella buka pintunya bella, aku mau jelasin, bellaaaa".


***


*Pembaca mau tau gak hubungan aku dengan kanaya seperti apa sekarang, dan bagaimana pernikahan mbak ku dengan abram. Baca terus novel 'hanya sebatas pemuas iparku' ya, makasih.*


Pagi sekali sudah ada abram dirumah, dia bilang ingin minta bantuan aku nyebar undangan dikampus, dia tidak tau ruangan dosen dimana saja, secara dia alumni lama, dan dia beralasan pasti kampus sudah banyak perubahan tata letak ruangan.


"udah bel, bantuin aja abram, kasihan". Kata mama sambil menyiapkan nasi goreng ke dalam piring aku membantu mama.

__ADS_1


"tapi maa, dia kan bisa sendiri. Nanya aja sama satpam udah beres".


"bella, tidak boleh seperti itu, abram nanti akan jadi mas kamu juga, bantuin aja ya".


"mamaaaa, aku gak mau, aku kabur aja sekarang".


"bella. . . !!".


"mama, please aku mohon, bilang aja aku lagi sakit perut mules, ya ya ma".


"mama gak mau bohong ah, dosa, udah sana mandi siap siap, kita akan sarapan bersama abram juga".


"lah kenapa dia ikutan makan sih ma".


"tok, udah gak usah bawel". Mama mengetok pala ku dengan spatula.


"aw mama sakit".


Aku kesal, sungguh kesal, argh sial kenapa harus berurusan dengan abram lagi sih.


Dimeja makan, semua anggota keluarga sudah kumpul dan termasuk abram, dia duduk dikursi punya ku, apa boleh buat, aku terpaksa duduk berhadapan dengan dia, tidak sopan mengusirnya, secara dia akan menjadi mantu dikeluarga ini. Nanti aku kena omelan mama, tak suka tak suka.


"ma pa, aku pergi duluan ya, ada rapat dengan klien, bram duluan". Kata mbak ingrid dengan santai dan melambaikan tangan.


"nak abram, apa kamu serius ingin menikah dengan ingrid, boleh mama tau alasan nya apa?".


"saya serius ma, tidak pernah ada kata - kata bermain dalam kamus hidup saya, saya benar mencintai ingrid ma, apa harus ada alasan buat mencintai seseorang ma".


"harus ada alasan nya donk, gak mungkin cinta langsung ajak nikah aja, gak masuk diakal banget, setidaknya perlu satu atau dua alasan tuk mencintai seseorang". Sahut ku menggebu.


"coba sebutkan alasan kamu mencintai andre, saya ingin dengar".


"hm itu sifatnya private, tidak untuk konsumsi publik". Dari mana si abram tau tentang andre ya, apa dia mematai ku.


"sebutkan saja misal alasan kamu cinta sama andre karena dia ganteng, kalau andre jelek kamu gak bakal mau, trus bilang lagi alasan nya misal andre sudah mapan, kalau andre kere apa kamu mau, saya rasa tidak, itukan alasan nya bell".


"terserah anda saja pak abram".


Argh sungguh pagi menjengkelkan, harus berdebat dengan si abram, laki laki itu sudah membuat mood ku berantakan, apalagi harus menemaninya nyebar undangan ke kampus. Malas banget.


Aku masuk kamar dan menghempaskan diri kekasur, menenggelamkan kepala ditumpukan bantal. Berharap hari ini cepat berlalu, jadi tidak perlu menemani abram lagi.


Pintu kamar terbuka, aku menduga mama yang masuk atau gak papa,

__ADS_1


"izabella, saya minta maaf ya".


Suara itu, si abram masuk kedalam kamarku, mau apa dia, aku segera bangkit dan duduk.


"abram, berani sekali masuk kedalam kamaku, keluar gak". Aku menimpuknya dengan bantal.


"cuma mau minta maaf aja, saya tau kamu marahkan sama saya".


"gak penting, keluaaar". Aku berteriak agak keras, mungkin saja terdengar mama dan papa, aku tidak peduli, yang penting sekarang si abram ini keluar dari kamarku. Aku membanting pintu.


"gak sopan banget sih, main masuk kamar orang aja". Aku terus saja mengerutu dan ada yang mengetuk pintu lagi, siapa lagi sih.


"bella ini mama, kamu kenapa banting pintu".


"itu si abram main nyelonong masuk kamar aku ma, siapa yang gak kesal".


"udah bella, maafin aja, dia mungkin karena besar diluar negeri, jadi agak kurang sopan, udah beberes sana".


"udah tau gak sopan, masih aja mama mau dia jadi mantu mama".


"udah udah, pala mama pusing, kalau tidak mau bantuin abram, ya sudah".


"tapi ma. . .".


Mama turun tangga dan sudah berada dilantai satu, aku mengintip dari celah tangga dan menguping apa yang sedang mereka bicarakan, mama malah minta maaf pada abram atas sikapku.


Sungguh menyebalkan sekali, aku harus membalas perbuatan abram, aku mengambil tas dan akan menemani dia nyebar undangan, tapi dengan syarat naik mobil ku, aku sudah merencanakan sesuatu.


"nah gitu donk bella, akur sama abram, dia akan jadi mas kamu bella, udah ya nak abram, mama mau berangkat kesekolah karena sudah telat, jangan lupa kunci pintu ya bella".


"iya maa, tiati". Mama dan papa sudah pergi, ivano juga sudah berangkat, tinggal aku dengan abram dirumah sekarang, aku mengunci pintu dan naik mobilku.


"ayuk, katanya mau nyebar undangan kekampus". Kata ku dari balik kemudi setir.


"kok kamu yang bawa mobil, biar saya saja, malu donk kok cewek yang nyeterin".


"udah deh banyak bacot, mau pergi gak ni".


"tunggu dulu, perut saya mules, mau ketoilet, bukain pintu rumah".


Haduh ada ada saja kelakuan si abram, haha rasain mencret dah tu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2