
Kejadian 'Perayaan Kelulusan'
Aku diajak makan bersama dulu oleh keluarga bella, aku mengajak bella pergi dan dia bilang gerah pakai baju kebaya, nanti akan aku belikan baju ganti dan bella boleh belanja sesukanya karena hari ini hari kelulusan bella.
Bella pamitan sama papa dan mama dan masuk kedalam mobil ku. Didalam mobil aku terus menciumi tangan bella dengan mesra, aku sudah tidak sabar melakukan nya dengan bella, tapi aku tidak boleh bersikap ceroboh nanti bella akan marah dan aku gagal melakukan nya dengan bella.
"kita sampai di butik sayang, ayo turun".
"iyaa". Aku membukakan pintu untuk bella dan menggandeng bella masuk kedalam butik.
Aku menyuruh bella memilih apapun yang dia suka, sedangkan aku mencari hadiah untuk bella dan membungkus nya dengan kertas kado dan minta tolong sama penjaga toko.
Kita sudah selesai belanja, aku melajukan mobil menuju hotel, aku melihat bella tertidur mungkin dia sangat lelah aku tidak mau mengganggu nya, Aku membangunkan dan mencium pipi bella pelan.
"bangun sayang, sudah sampai".
"mm kita dimana ini". Tanya bella padaku
"di hotel".
"apa?, ngapain kita ke hotel Andre?".
"mau rayain kelulusan kamu lah sayang, selamat ya sayang".
"iya makasih sayang, tapi ya kenapa kita ke hotel, jangan macam macam ya, awas".
"gak kok, aku cuma ingin menghabiskan malam ini berdua bersama kamu aja kok, gak lebih, mau ya sayang".
"janji ya gak lebih".
"iyaa aku janji sayang. Yuk turun, atau mau aku gendong kayak bridal gitu, hehe".
"ih ngapain, gak usah sayang, aku jalan sendiri aja".
"oke".
***
Sudah sampai dikamar hotel, bella mandi duluan dan aku disuruh nya keluar, yasudah aku pergi ke minimarket saja membeli pengaman. Aku mencoba rasa pengaman yang lain, stoberi sudah sering aku pakai bersama kanaya, durian belum pernah cobain ah.
__ADS_1
"halo sayang, dimana?". Tanya bella.
"ini lagi beli sesuatu, kamu udah siap?".
"iya udah, balik kamar lagi, takut sendirian disini".
"siap sayang".
Sekarang giliran aku mandi, bella nonton tv saja sambil makan pop mie gledek kesukaan nya, selang berapa menit kemudian aku keluar dari kamar mandi pakai handuk saja, bella bilang cepat berpakaian, aku malah melorotkan handuk.
Sontak saja bella kaget dan berteriak, dia menutup kedua matanya dengan tangan erat.
"andree. . cepat pakai handuk mu lagi".
"surprise sayang, ini adalah hadiah kelulusan buat kamu sayang, kamu suka?".
"andree. . jangan macam macam ya".
"ah sayang gak asyik, iya udah ni aku sudah pakai celana".
Aku berbohong belum pakai celana, bella mengintip dari balik jarinya dan mengambil handuk dan melilitkan di pinggang ku, aku peluk saja tubuh bella erat.
"sayang, sudah tujuh tahun kita pacaran, kamu sayang gak sih sama aku bell?". Aku bertanya sama bella sambil menatap matanya.
"buktiin dong kalau kamu beneran sayang aku".
"bukti gimana lagi sih". Tanya bella kesal dan sambil menghentakkan kaki, jari ku terinjak.
"aw aw sakit sayang, kamu tega ya".
"hehe maaf gak sengaja, lagian kamu sih aneh aneh aja".
Aku berjalan mengambil celana pendek dan tanpa dalaman, aku memakai nya di depan bella, dan tiduran di atas kasur.
"pakai baju lah sayang, nanti masuk angin".
"pakein, aku lelah sayang, kita bobok yuk".
"iss manja banget, iya aku ambil dulu bajunya, dikantong tadi kan ya".
"iya sayang di sana".
Bella berjalan kearah kantong baju yang terletak di atas meja, dia memeriksa isinya dan ada kotak hadiah, bella bawa kantong itu dan duduk di atas kasur.
__ADS_1
"ini hadiah buat aku ya ndre".
"oh iya sampai lupa, itu buat kamu bella sayang, buka aja".
"makasih ya sayang".
Bella membuka kotak itu dan isi di dalam nya sebuah ling*ri berwarna hitam, mata bella terbelalak dan melemparkan benda itu kelantai. Aku terkekeh tertawa melihat wajah bella memerah.
"kenapa kamu buang sih sayang, haha kamu malu ya".
Bella memukul pangkal lengan ku dengan begitu kesal dan tentu nya marah. Aku mengerang kesakitan dan memegang tangan bella.
"hentikan bella". Aku memeluk tubuh bella erat aku sudah tidak tahan ingin bermain bersama bella, aku membisikan sesuatu ditelinga bella.
'izinkan aku menyentuhmu bella, aku sangat mencintaimu, aku ingin kita memadu kasih malam ini sayang, kamu mau kan, aku tidak akan meninggalkan mu, aku janji sayang'.
Suara ku serak dan nafas ku memburu, bella juga tidak mengerti maksud ku, aku menatap mata bella dalam, dan menggenggam tangan nya erat dan menciumi nya, berharap bella akan menuruti mau ku saat ini.
"aku takut ndre". Katanya sendu.
"takut kenapa sayang, aku tidak akan menyakiti mu sayang, aku akan memperlakukan mu dengan sangat lembut, hmm".
Bella masih diam dan aku melanjutkan bicara.
"aku sudah lama menahan diri, aku juga tidak mau merusak mu bella, setiap aku menahannya aku semakin tersiksa bella, aku tidak akan memaksamu sayang".
Aku memeluk tubuh bella dan mengecup pucuk kepala nya, dan aku beranjak pergi, mengambil baju kaus dan membuka jendela kamar, aku mending merokok saja menghilangkan stres, aku selalu seperti ini.
Aku berpura tidak menatap bella dulu, menunggu bella akan bereaksi seperti apa, dia hanya duduk diam di atas kasur, mungkin dia lagi merenung melakukan atau tidak denganku.
Bella malah pergi ke kamar mandi, lama dia baru keluar. Aku matikan saja semua lampu kamar, dan bella keluar aku langsung menggendong bella. Hasrat ku sudah tidak tertahan kan lagi, setan menguasai diriku. Sedari kemaren aku sudah berusaha menahannya, namun sekarang tidak bisa aku hindarkan.
Bella akhirnya mengerti maksudku. Dia hanya pasrah dalam keadaan gelap seperti ini bella tidak dapat berkutik, aku menguasai permainan sekarang. Bella memang berbeda dengan kanaya, dia hanya menerima tidak melakukan perlawanan sama sekali.
Bella tidak mau berada di atas, dia selalu dibawah, jadilah aku capek sendirian, tidak mengapa asal hasrat ku terlepaskan malam ini, tak lupa aku pakai pengaman rasa durian yang aku beli tadi, bisa bahaya kalau tidak memakai itu, semakin cepat tempo permainan ku, bella hanya mendesah sesekali saja, ah lenguhan panjang ku mengakhiri sesi kali ini.
Ketika mereka pergi liburan ke Jakarta, aku selalu menelfon kanaya karena aku selalu kangen sama dia, dan sampai pulang pun aku jemput mereka, untung bella tidak curiga, aku mengantarkan bella pulang duluan dan terakhir baru aku ke rumah kanaya, biar bisa berduaan dengan kanaya dan menuntaskan rasa kangen ku sama kanaya.
Ketika sedang asik bercumbu dengan kanaya, bella malah ke rumah kanaya dan aku tidak tau sama sekali, aku berpura saja buru buru kekantor, bella nanya kenapa singgah segala, aku bilang saja naya mau minta tolong bikinkan CV nya, untung bella percaya.
Ketika aku akan pergi bella peluk tubuh ku dari belakang, dan minta cium kening, dia sengaja manasin naya, aku turuti saja mau bella, dan setelah aku pergi dan berada di atas mobil, naya menelfon dan bilang dia cemburu, aku membujuknya agar tidak ngambek lagi, apa jangan jangan bella sudah tau tentang perselingkuhan kami.
Bersambung.
__ADS_1