Cintai aku Izabella

Cintai aku Izabella
07. Sebuah Kebohongan


__ADS_3


Sebuah Kebohongan


Sudah jelas andre bohong sama aku, dia tidak ada nelpon mama, pasti ada hubungan sama kanaya, aku harus kerumah kanaya sekarang juga.


Benar saja, mobil andre ada dihalaman depan rumah kanaya, aku penasaran, aku mengendap endap, rupa nya mereka sedang bercumbu disofa ruang tamu. Kaki dan tangan ku gemetaran, hatiku hancur sehancur nya.


Aku harus mengabadikan hal ini, supaya aku bisa membalas perbuatan mereka kalau mereka berkelit. Sambil gemetaran tangan ini merekam aksi sahabat dan pacarku, mereka telah berselingkuh tepat dihadapan ku.


Aku menguatkan diri agar aku bisa menghadapi ini, aku izabella tidak akan kalah oleh mereka, aku akan mempermalukan mereka suatu saat nanti, biarlah sekarang mereka merasa diatas awan, tapi nanti mereka akan terjatuh dan malu sampai ke akar bumi.


Aku sudah jijik dengan adegan yang mereka pertontonkan, aku mematikan ponsel dan menghela nafas panjang, its oke bella semua akan baik baik saja, aku terus meyakinkan diri ini.


"kanaya, kanaya". Aku memanggil nama temanku dan menyenolong masuk kedalam rumah. Mereka syok melihat aku, mereka jadi gugup dan salah tingkah.


"eh kok ada kamu disini sayang, kenapa kalian seperti melihat hantu sih, ngapain kamu kesini sayang". Aku ingin mendengar jawaban apa yang akan dikarang oleh andre sekarang.


Aku sengaja duduk ditengah mereka dan itu berhasil membuat kanaya beranjak pergi.


"mau minum apa bell?". Tawar kanaya.


"hmm es batu pake soda aja kanput, suasana lagi hot banget, aku mau nyegerin tenggorokan, boleh, sayang mau minum apa?". Aku tersenyum manis kepada andre.


"gak usah naya, aku mau pergi, orang kantor sudah nelpon, aku pamit ya sayang".


"lah aku baru nyampe kamu udah mau pergi aja sayang, tadi ngapain kamu kesini, oh iya lupa mau anter kanaya pulang, trus kenapa singgah segala sih sayang".


"iii. . tu, kanaya mau lamar kerjaan, jadi minta tolong bikin cv".


"owh gitu, aku juga mau lamar kerja sayang, bantuin bikin cv juga sama kayak naya ya".


"oke, nanti malam aku kerumah ya, aku pamit dulu ya".


Andre bergegas pergi dan aku memeluknya dari belakang, aku melihat kanaya meletakkan gelas kasar keatas meja, aku panasin sekalian kamu kanaya, dia masih pacarku, kamu mau rebut, tunggu jadi bekas aku dulu lah.


"sayang, aku kangen kamu, udah tiga hari kita gak ketemu, tium". Rengek ku manja pada andre.


"sst sayang, malu dilihatin naya, nanti aja ya".


"ini dikening aja, naya gak bakal minta kok, benar kan nay?".


Kanaya tersenyum kecut, muka nya masam seperti jeruk lemon, aku tertawa dalam hati, sudah berhasil membuat pasangan selingkuh ini mati kutu, dengan terpaksa andre mencium keningku.


"makasih ya sayang, love u".

__ADS_1


"iya love u too, aku pamit ya naya".


"iya mas andre".


"uh mesra kali nyebut mas andrenya naya". Aku nyindir kanput, biasanya juga andre panggil kanput, sekarang malah naya, sok diromantisin, uek aku mual mendengarnya.


"biasa aja, diminum bell".


"gak usah, aku pulang aja, bye".


"iss nyebelin banget kamu". Lirih kanput disela aku keluar dari rumahnya, aku masih bisa mendengarkannya dengan jelas, aku terka habis ini dia akan menelpon andre.


Benar saja dia menelpon andre, dan ngedumel sendiri. Dia bilang cemburu melihat andre mencium keningku, ya lucu aja sih tingkah mereka, baru tau aku sifat asli kanaya, suka ngerebut milik orang lain, bukan orang lain, pacar sahabat nya sendiri, sungguh jahat memang si kanput.


Aku melajukan mobil kencang kekosan bunfa, aku ingin dia nginap dirumah ku malam ini, aku galau sangat. Cuma bunfa yang mampu menghibur ku disaat seperti ini, sungguh aku butuh teman curhat sekarang.


***


Seminggu kemudian.


Ketika makan malam bersama dengan keluarga, mbak ingrid bilang ingin segera menikah.


"apa kamu sudah yakin dengan pilihan mu ingrid". Tanya papa kepada mbak ingrid.


"iya paa, ingrid sudah sangat yakin, dia pria yang cocok buat jadi suami ing pa". Kata mbak ingrid meyakinkan papa.


"okeee, yeee, makasih mama papa, aku sayang kalian berdua". Mbak ingrid beranjak dari meja makan dan pergi ke kamarnya.


"kebiasaan deh, habis makan gak mau bantuin angkat piring kotor, iss". Aku sewot karena mbak pertama ku itu sangat sering seperti itu.


"ya udah sih kak, sini aku bantuin, ino siap membantu kak bella kapan pun, hehe". Adik bungsu ku itu nyengir kuda.


"ciah gaya mu, itu ada cabe nyempil di giginya, hihi".


"ya iya kan kudu wajib ada cabe digigi kan habis makan, he gimana sih kak bella gitu aja gak tau".


"iya deh iya, buruan angkat piringnya, sekalian kamu cuciin ye, hehe".


"ogah, kakak bella aja yang cuci, aku mau ngerjain pr, weekk".


"isss dasar ino, sudah pergi kamu sana, dasar adik jahaaat".


"biarin, weekk, hahaha". Ino meledek ku dan juga sudah pergi kekamarnya. Mama dan papa sudah berada dirungan tengah, menonton televisi.


Tinggallah aku si pengangguran yang harus membersihkan semua piring kotor habis, makan, nasib ya nasib, aku jadi kepikiran sama siapa mbak ing akan menikah, secara pacar dia banyak kan, jadi sama siapa aku tidak bisa menduganya.

__ADS_1


"huft akhirnya selesai juga, capek deh". Aku telah selesai mencuci piring dan ikut nimbrung sama mama dan papa.


"belum ada panggilan kerja kamu bella?". Tanya papa sambil terus serius menatap layar televisi.


"hmm belum pa, udah banyak sih aku kirim lamaran". Sambil aku memasukkan cemilan kedalam mulutku.


"yaudah sih ya, semoga besok ada yang nyangkut satu, trus kamu bisa interview deh".


"amiinn, hehe ma siapa sih calon nya mbak ingrid". Tanya ku penasaran.


"mama juga gak tau sayang, besok kita lihat saja orangnya, semoga pilhan mbak mu tepat ya".


"iya ma, amiin, hehe".


"eh iya, andre apa kabar, sudah jarang dia kerumah bel?".


"oh dia lagi sibuk sama pacar barunya ma".


"ha?, pacar baru nya bagaimana bella?".


"hehe gak ma, maksud aku sama kerjaan barunya, dia dipindahin ma gitu". Padahal memang dia sedang sibuk dengan kanaya, sibuk bermesraan terus, iiih kalau aku ingat, menjijikkan sekali tingkah mereka itu.


"owh syukurlah kalian baik baik saja". Maafin aku ma, aku bohong, aku tidak baik baik saja ma, hiks.


"bella, besok jagain minimarket ya, soalnya si indah dan suami nya minta izin gak bisa jagain, kamu gak sibuk kan". Kata papaku.


"iya pa aku gak sibuk kok". Ya gak apalah jagain minimarket barang sehari dua hari, kita kan masih pengangguran neeek, haha.


Keeseokan paginya.


"bella, bantuin mbak masak didapur". Kata mbak ingrid pada ku yang sedang mengoleskan slai coklat ke roti buat sarapan.


"lah emang bisa masak?, aku gak bisa bantuin mbak, disuruh jaga minimarket sama papa, sorry ya".


"iss dasar ya kamu gak mau bantuin mbak".


"ya tumben kali mau masak, ada angin apa sih".


"ada yang mau datang kerumah, dia pingin rasain masakan mbak".


"pesan makanan online aja mbak, kalau gak minta bantuan mbok sumi deh, kalau iya aku mintain tolong nih".


"gak usah deh, dipesan aja, malas juga masak".


"hmm oke, pesan dirumah makan mama aja mbak".

__ADS_1



Bersambung.


__ADS_2