Cintai aku Izabella

Cintai aku Izabella
13. Masuk Rumah Sakit


__ADS_3


Masuk Rumah Sakit



Hari yang ditunggu pun datang, yaitu hari pernikahan Ingrid Anatasya dengan Abram Bramasta. Digelar dihotel mewah bernuansa glamour. Abram tidak mengundang kedua orang tuanya, dikarenakan abram berbohong dengan mengatakan dia adalah yatim piatu.


Abram menghadiahi orangtuanya liburan ke luar negeri, ke Negara Perancis, abram takut kalau orangtuanya masih di ibukota, bisa ketahuan abram menikah dengan ingrid. Abram menyewa oranglain menjadi kerabat terdekat abram.


Di apartemennya, abram mondar mandir, seperti seterikaan, abram mendapat kabar dari alex, bahwa kakeknya tau abram akan menikah dan kenapa tidak memberitahukan beliau. Abram cemas kalau kakek sudah marah akan bahaya.


Kakek akan mencabut semua fasilitas yang sudah diberikan kakek kepada abram, tak terkecuali perusahaan abram yang dibangun nya, itu karena kakek punya peranan penting didalam perusahaan tersebut.


"oke tenang abram, kamu pasti bisa menghadapi kakek, kakek tidak boleh tau tentang keluarga ingrid, rencana ku pasti akan hancur".


Abram melajukan motor gedenya dengan kencang, sekencang kilat menyambar, seketika kemudian terdengar suara dentuman keras, buuumm, ban sebuah truk pecah ditengah jalan.


Membuat truk tidak bisa berjalan, sehingga terjadilah kemacetan, abram tidak melihat mobil didepannya ngerem mendadak. Abram yang melaju kencang tidak bisa mengendalikan motor nya, terjadilah kecelakaan.


Abram terpental jauh kedepan, dan sampai di pembatas jalan, bagian belakang mobil yang ditabrak abram penyok, motor abram pun rusak. Untung abram menggunakan helmet, jadinya kepala abram tidak terlalu terluka.


Cuma tangan dan kaki abram saja lecet, dia berusaha bangkit, namun tidak kuasa menahan tubuh nya sendiri, dia ambruk ke jalanan, abram tidak sadarkan diri, orang disekitaran segera menolong abram.


Sementara itu dihotel, ingrid sudah selesai di dandan, begitupun dengan mama dan bella, tiba tiba ada alex datang kedalam ruangan mereka.


"permisi mbak ingrid, pak abram mengalami kecelakaan".


"apaa, kenapa bisa sampai kecelakaan lex, bagaimana ceritanya". Tanya ingrid cemas.


"ketika akan kesini pak abram mengendarai motor dengan kencang dan menabrak mobil karena ada kemacetan dan terjadilah kecelakaan mbak ingrid, begitu kronologi nya".


"astaga abram, trus bagaimana keadaan abram sekarang". Tanya mama.


"beliau ada dirumah sakit sekarang, mari saya antarkan mbak ingrid kesana".


"maa. . .trus bagaimana dengan pernikahan aku ma, hiks hiks". Ingrid menangis tersedu.


"udah ingrid, biar mama dan papa yang urus semua tamu undangan, kamu kerumah sakit saja susul abram".


"gak apa emang ma, makasih ya ma, hiks aku pergi dulu".


Bella yang habis dari kamar mandi tercengang mbak nya sudah tidak ada didalam ruangan. Dan bertanya pada mama.

__ADS_1


"ma, mbak ingrid sudah pergi, kok gak barengan sama kita".


"bella, abram kecelakaan, ingrid pergi kerumah sakit lihat kondisi abram sekarang bagaimana".


"astagaa, kok bisa sih ma, emang ceroboh tu orang, trus bagaimana dengan pernikahan mbak ingrid sekarang ma".


"nanti biar mama dan papa yang urus, kamu juga bantuin mama, ayo sekarang kita keluar".


"tapi ma, apa yang harus aku katakan, aku tidak tau". Ucap bella gugup.


Mama tidak menjawab perkataan bella, tapi menarik tangan bella agar menuju ruangan acara pernikahan. Disana sudah ramai sekali orang yang hadir. Mama mencari keberadaan papa dan memberitahukan hal kecelakaan abram.


Papa terkejut, beliau dan mama juga bella pergi ke sebelah podium mc dan juga penyanyi mengambil alih mic.


Papa memberikan pengumuman bahwa mempelai pria mengalami suatu musibah, yaitu kecelakaan dan oleh kerena itu acara pernikahan akan tetap berlangsung tanpa hadirnya kedua mempelai, silahkan para tamu undangan menyantap makanan yang telah disediakan.


Para tamu undangan sedikit kecewa karena tidak bisa memberikan selamat pada kedua mempelai yang berbahagia, namun mereka tetap menikmati makanan dan juga persembahan musik yang telah disediakan.


Sementara itu ingrid dan alex sudah meninggalkan tempat tersebut, dan pergi kerumah sakit tempat abram dirawat. Ingrid masih mengenakan gaun pengantin nya, telah sampai dirumah sakit. Masuk kedalam ruangan vvip.


Tidak terlihat abram dikasur, kemana dia, atau jangan jangan.


"alex, kenapa abram tidak ada, kemana dia?".


Alex membuka pintu kamar mandi dan. .


"awww alex, kenapa dibuka sih kamar mandinya, saya lagi buang air besar ni, tidak sopan kamu ya lex".


"astaga, maafkan saya pak abram, akan saya tutup lagi pintunya".


Ingrid sedikit tertawa dan duduk disofa, sementara itu alex tetap berdiri didepan pintu kamar mandi, menunggu abram keluar dari sana. Abram sudah selesai dengan rutinitasnya dan berjalan santai keluar menuju kasurnya.


"abram kamu tidak cidera?". Tanya ingrid melihat kondisi abram dari atas sampai bawah.


"tidaklah, aku sehat dan kelihatan bugar".


"jadi kamu berbohong ha, kenapa tidak datang saja ke acara pernikahan".


"saya sengaja ingrid, saya tidak mau kakek tau kalau saya menikah dengan kamu, tadi saya memang kecelakaan, tapi tidak terluka parah".


"ahk suka suka kamu sajalah, belikan aku pakaian, aku gerah pakai gaun ini, cepat".


"tunggu dulu sebelumnya ikuti mau saya dulu".

__ADS_1


"apa".


"kita harus berfoto dengan kondisi aku yang sedang diperban dan kaki digips, dengan begitu keluargamu akan percaya saya sungguhan terluka parah".


"terserah lah".


"oke, lex panggilkan suster diana, suruh dia datang kesini dan bawakan yang saya suruh tadi".


"baik pak, akan saya laksanakan".


"benar benar ya kamu abram, nyuruh alex seenak jidat kamu aja".


"emang kenapa gak boleh, suka suka saya lah, dia kan asisten pribadi saya, saya yang bayar dia tiap bulan, jadi harus nurut lah".


"agrh, capek ngomong sama kamu, ohya kapan papi mu pulang. Dia tidak membalas pesan aku".


"hmm mungkin seminggu lagi, udah kangen banget kamu sama mertua kamu ya, haha, kalau udah berdua sama mami sih papi jarang pegang hape, sabar aja kenapa sih".


"hmm ya deh, mana baju ganti buat aku. Udah dipesanin belum".


"Ni lagi proses pengiriman, saya ada satu permintaan lagi kepada kamu ingrid".


"apa?".


"sini saya bisikin".


"jangan macam macam ya kamu abram".


"gak bakal, sini cepetan".


Abram membisikkan sesuatu ditelinga ingrid dan respon dari ingrid, oke. Beberapa jam kemudian, abram sudah dijadikan seperti korban kecelakaan sesungguhnya, dengan kepala diperban ada darahnya, kaki sebelah diberi gips dan wajah didandani ada lukanya.


"perfect, terlihat nyata kan istriku, hahah, udah ditelfon bella belum ing?".


"iya nanti malam dia datang kesini, sabar sih kenapa, lagian orang yang terluka parah mana bisa berbuat mesum sih sama adik iparnya, haha".


"setidaknya bisa berduaan, hu sirik ye kamu ingrid".


"gak sama sekali, eh mau tau donk cerita ketika kalian pergi ngantar undangan kekampus kemaren".


"oh itu adik kamu keterlaluan ngerjain saya, saya ditinggal gitu aja abis disuruh beli minuman diminimarket, dia yang nyetirin, tapi akan saya balas perbuatan nya malam ini, haha".


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2