
Abram yang kharismatik
Bagaimana bisa abram menjadi bos ku saat ini, apa benar perusahaan ini miliknya, tunggu dulu setauku nama bos nya adalah seorang bule, dan nama abram tidak ada tertera disana, ah aku ingat ingat nama kepanjangan nya, Abram Bramasta, ini PT Amastha New Jaya.
Amastha, singkatan dari abram bramasta, oh Tuhan, benar bahwa perusahaan ini milik abram. Apa yang harus aku lakukan sekarang, tidak lucu rasanya aku mengundurkan diri, secara baru kerja beberapa jam saja.
Agrh aku terjebak permainan abram lagi, aku sudah curiga abram merencanakan ini lama, karena perusahaan ini aku tau dari kampus dan direkomendasikan untuk aku melamar disana. Dan heran nya aku percaya saja tanpa tau alasan sebenarnya, bunga dan kanaya tidak ada mendapatkan usulan yang sama seperti, cuma aku sendiri saja.
Setelah lama berdebat dengan fikiran ku sendiri, abram berdeham dan berdiri didepan meja ku dan disebelahnya sudah ada buk helena dan juga alex, aku jadi gugup dan ikut berdiri juga".
"izabella anindya". Abram memangil namaku dengan nada tidak biasa nya.
"yaaa, saya paaak". Jawab ku sedikit gugup, kenapa aku merasa gugup begini ketika berhadapan dengan abram, apa karena abram sekarang bos ku, aku jadi kuncun gini.
"ikut saya keruang rapat, bawa laptopnya, kamu bisa mengetik dengan cepat bukan?".
"bi. .bisa pak".
"bagus".
Ha? Langsung ikut rapat dengan pak bos, apa gak salah, pengenalan kantor dulu kek, kenalan sama teman kerja yang lain kek. Ini malah ikut rapat, yang notabene nya aku belum pernah coba hal ini.
Buk helena masih sama dengan wajah tegasnya dan minim senyum berjalan disamping abram masih melihat i-pad nya, bukan abram tapi aku harus sudah terbiasa memanggil nya pak abram.
Sedangkan alex berjalan dibelakangku, tiba tiba saja abram berhenti, dug aku menubruk punggung abram, abram menoleh kebelakang dan aku menyeringai saja, abram tidak memberikan respon apapun, dia hanya diam saja.
Pintu dibuka abram dan didalam ruangan sudah ramai dengan orang orang berstelan sama dengan abram.
"siang semuanya, ini perkenalkan izabella anindya, asisten saya, duduk sini bella, mari kita mulai rapat".
Aku terpana dengan abram yang memimpin rapat dengan penuh berkharismatik. Hingga aku sering tertinggal mengetik perkataan yang diucapkan abram maupun peserta rapat. Agrh sial, sebisa nya aku kembali fokus pada rapat.
"baik semuanya, rapat hari ini sudah selesai, ada masukan atau pendapat lain, silahkan sampaikan pada bella".
Aku sedang beberes dan ingin keluar ruangan rapat juga, tapi terdengar pintu tertutup. Aku melihat cuma aku tinggal berdua dengan abram.
Abram duduk disalah satu bangku dan menatapku.
"bella, buka kembali laptop nya dan bacakan hasil rapat tadi".
"owh baik pak abram".
Kriuk kriuk terdengar suara perutku, aku laper, sudah jam waktu makan siang ini, tapi aku masih harus membacakan hasil rapat.
Abram si gila kerja ternyata, dia mangut mangut dengar penjelasan ku, dia tepuk meja dan berdiri, aku kaget setengah mati.
"oke, print kan itu dan nanti letakkan diatas meja saya, faham".
"baik pak".
Abram sudah keluar duluan, aku juga menyusul kembali keruangan, aku mengambil tas dan akan mencari tempat makan. Cacing diperutku sudah demo. Akan melangkah keluar, abram berdiri didepan pintu.
"mau kemana kamu".
"mau cari makan siang pak".
"kembali masuk, sudah kamu print kan yang saya minta tadi?".
"belum pak, kan waktunya istirahat pak, perut saya perlu dikasih makan".
"nantik, printkan dulu".
__ADS_1
Astaga penyiksaan ini namanya, aku ikuti saja perintah si bos abram ini, dia yang berkuasa sekarang. Aku menatap nya sinis ingin makan dia hidup hidup rasanya.
Tok !! Tok !!.
"masuk". Teriak abram yang masih berkutat didepan laptopnya.
"pak abram ini pesanan makan siangnya".
"makasih lex, tarok diatas meja dan punya bella kasih kedia".
"baik pak".
"mbak bella, ini makan siang nya".
"gak usah mas alex, makasih, aku harus kerja nanti pak bos marah".
"saya taruh disini saja mbak, saya permisi".
Aku sebenarnya laper sekali, tapi masih ngeprint, tinggal lima lembar lagi, aku akan serahkan pada pak bos dan langsung aku makan pemberian alex tadi, nasi bakar yang sangat menggoda perutku.
Ah akhirnya selesai, aku masukkan hasil print an kedalam map kertas dan meletakkan keatas meja pak bos.
"ini pak sudah selesai saya print".
"terimakasih".
Cuma terimakasih, iya memang itu yang seharus nya aku dengar, trus aku mengharapkan abram mengatakan apa lagi, ah mungkin aku eror karena belum makan.
Hmm syedap sekali bau nasi bakarnya, selamat makan, baru mau menyuap nasi kemulut aku dipanggil abram.
"bella, sedang apa kamu".
"aa sedang menyuap nasi pertama kemulut pak".
"baik pak".
Oh Tuhan ku, gini amat jadi asisten seorang General Manager, makan saja susah sekali, apa abram sengaja menyiksa ku seperti ini, akh aku gak tau, aku harus sabar saja sekarang.
Aku membuka bungkus nasi bakar abram, dan menyuapi dia, mulutnya mengunyah, mata tetap fokus pada laptop dan tangan nya terus mengetik. Aku sedikit kagum padanya, jam makan siang terus saja bekerja, aku suapi lagi dia terus sampai habis. Dan sampai minum pun harus aku yang ambilkan.
"makasih bella, kamu bisa makan sekarang".
"baik pak".
Hah sudah hilang selera makan ku, nasi sudah jadi dingin, apa boleh buat, perut harus segera diisi, kalau gak aku tidak punya tenaga menghadapi dunia ini sampai pulang kerja nanti.
Abram menerima telpon dan berbicara dalam bahasa inggris, cepat banget ngomong nya, aku sampai gak faham, kemudian dia memasukkan beberapa dokumen kedalam tas dan pergi.
"bella, jangan pulang sebelum saya kembali, faham".
"baik pak".
Apaan sih, masak gak boleh pulang, kalau dia gak kembali sampai malam, trus aku harus tidur dikantor, agrh sial si abram, memang suka suka dia saja hidup. Ah kenyang.
Aku nyender sebentar dan main ponsel, apalagi yang aku kerjakan, aku tidak tau karena bos ku sedang tidak ada ditempat, jadi bisa santai sebentar.
Aku melihat postingan bunga, grand opening toko kue nya hari ini, banyak pengunjung yang datang kesana, aku like saja postingan bunga dan beri komen sedikit 'selamat dan sukses atas grand opening toko kuenya bunga'. Aku merasa senang atas itu.
Abram menelpon ku,
"bella, saya sudah kirimkan email ke kamu, periksa dan terjemahkan, setelah selesai kirimkan kembali pada saya".
"baik pak".
__ADS_1
Main perintah aja, ya jelas dia sekarang adalah atasanku, jadi yang harus patuh. Aku melihat email masuk tersebut, astaga teksnya bahasa inggris, lebih seratus lembar, astaga penyiksaan ini, pake aplikasi translate saja fikirku, tapi dokumen nya berupa pdf, tidak bisa dicopy paste, ah sial.
"abram sialan, argh. . .gue benci lu abraaam". Teriak ku kesal.
Sementara itu diatas mobil nya abram terkekeh melihat rekaman cctv yang terpasang diruangan kerja juga terkoneksi ke ponsel abram, melihat bella mengacak rambutnya sendiri dan loncat loncat kesana kesini.
"kenapa pak abram tertawa, ada yang lucu kah?". Tanya alex.
"haha iya lex, ini lucu sekali, haha bella bella, kamu selalu saja membuat ku tertawa karena ulah mu".
"oh mbak bella lagi, tadi saya dengar dari karyawan lain bahwa mbak bella sempat dikurung diruangan pantry sama nindy pak".
"ha beneran lex, keterlaluan nindy, nanti akan saya buat perhitungan sama dia, kenapa bella gak cerita ya".
***
Nindy Sera Pamungkas, merupakan adik dari Rendy Pamungkas teman kecil abram dan juga kolega bisnisnya, dulu perusahaan keluarga rendy hampir bangkrut dan ditolong oleh kakek abram bernama kakek bramasta. Tapi malah orangtua rendy bapak pamungkas bermain licik.
Disalah satu perusahaan kakek abram, dia menyelewengkan dana perusahaan masuk kedana pribadinya pamungkas, dan dia tidak mau mengakui perbuatan nya, hingga akhirnya perusahaan kakek abram itu bangkrut dan harus membayar hutang ke bank hingga milyaran.
Nindy yang mengetahui hal papa nya korupsi itu memberitahukan pada abram dan memberikan bukti juga. Nindy melakukan itu karena dulu dia sangat menyukai abram, nindy diperalat papa nya agar mau kerja diperusahaan abram dan menjadi mata mata. Mencari celah agar perusahaan abram hancur.
Nindy ketahuan abram mencuri data penting perusahaan, nindy mengaku disuruh papa nya, abram punya rencana lain agar papa nindy, pak pamungkas percaya bahwa nindy masih menjalankan perintahnya tersebut.
Kemudian rendy kakak nya nindy juga teman nya abram, sekarang memimpin PT Pamungkas Berjaya II, abram menjalin kerjasama dengan perusahaan rendy tersebut. Abram punya rencana lain dengan kerjasama ini, yaitu ingin menjadi pemengang saham terbesar dan nanti akan bisa menjadi hak milik abram.
Abram inginkan balas dendam dengan cara halus, bagaimanapun pertemanan abram dan rendy sudah terjalin duapuluh tahun lamanya, sejak mereka kecil hingga sekarang, tak pantas juga rasanya abram menyakiti rendy, namun bisnis tetap lah bisnis.
Pertemuan bisnis abram kali ini yaitu menemui klien dari luar negeri, yang bernama tuan lihang shang we asal china, ingin memakai jasa perusahaan abram dan menjalin kerjasama juga, merupakan investor besar dan ini tidak boleh disiakan oleh abram.
Namun siapa sangka, rendy pamungkas juga hadir dalam pertemuan kali ini, abram tidak menyangka nya sama sekali kenapa tiba tiba ada rendy disini nanti akan dicari tau oleh abram. Ketika akan mendekati tuan lihang shang we, rendy beranjak pergi dan menyalami tuan lihang tersebut.
Rendy tersenyum pada abram dan kemudian sudah pergi dari sana, tuan lihang langsung saja membahas pokok permasalahan tanpa banyak basa basi, perjanjian dengan perusahaan abram dibatalkan tuan lihang.
Abram menjelaskan lagi namun tuan lihang tidak punya banyak waktu dan beliau beranjak dari tempat duduknya dan pergi. Abram terlihat kesal dan menepuk meja.
"argh sial banget sih, kenapa jadi gini. Apa nindy yang bocorin ke rendy kalau saya akan bertemu tuan lihang, lihat saja kalau memang benar, aku akan beri perhitungan dengan mereka".
Mereka siapa, yaitu keluarga pamungkas, rendy sudah terhasut oleh papa nya, dulu dia tidak tertarik sama sekali dengan perusahaan, sekarang dia bermain licik juga sama persis dengan taktik sang papa.
"ayok lex kita kembali kekantor, ada sesuatu yang harus saya pastikan".
Alex mengikuti sang bos dari belakang dan dia mendapat pesan dari bunga hanifah. Tring pesan disertai dengan foto tersebut berisi suasana pembukaan toko kue bunga yang ramai pembeli.
'lapor pak, suasana grand opening hari ini terpantau ramai dan banyak yang suka dengan kue saya, hehe, laporan selesai'.
Alexander tersenyum sendiri melihat pesan dari bunga tersebut, diam diam alex menyukai pribadi bunga yang ceria dan pekerja keras.
"alex, kenapa tersenyum bahagia seperti itu, apa kamu tidak melihat saya lagi kesal ha".
"maaf pak bukan begitu, tapi ini. . .".
"sudah cepetan kita harus balik kekantor".
"maaf pak, baiklah pak".
Ketika sampai didepan pintu kantor abram mendengar suara gelak tawa dua insan yang berbeda, siapa pria yang masuk kedalam kantor abram dan membuat bella tertawa seperti itu.
Krek, pintu terbuka dan ada rendy didalam kantor abram.
"wah wah ada apa ini seru sekali kelihatan nya" seru abram.
Bersambung.
__ADS_1