
Menjadi Simpanan
Flasback, seminggu sebelumnya.
Pov Ingrid Anatasya.
"ah ah bebih, aku mau keluar ni". ******* ku tidak bisa ku kendalikan, aku tak kuasa menahan hasrat ku untuk mengeluarkan nya.
"tunggu sebentar lagi bebih, kita sama keluarnya aaah".
Ah akhirnya kita sama menuju puncak, dan menyudahi permainan malam ini. Aku sangat menyukai permainan pria ini.
"kamu hebat banget bebih, aku kagum sama kamu".
"kamu juga sama hebatnya, sampai aku kelelahan gini, makasih ya bebih". Ucapku manja dan mengusap wajah tampan pria disebelah ku ini, walau sudah berumur, tapi dia masih terlihat mempesona.
Cup muah, aku mencium bibirnya rakus aku masih menginginkan nya. Itu membuat junior gemes pria berewokan ini berdiri tegak lagi. Aku tidak bisa mengelak, aku sudah berada dibawah kungkungan pria yang aku cintai ini.
"kamu sudah basah bebih".
"hm aah, iya masukkan sekarang bebih, please". Aku memohon padanya agar inginku cepat terwujud.
Slrup, slrup, pria ini menjilati milik ku rakus, aku sampai menggeliat hebat seperti cacing kepanasan, aku sangat senang dengan cara dia memperlakukan ku seperti ini.
Aku dibuatnya melayang hingga langit ketujuh, aku sangat mencintai pria ini. Pria yang sudah berkeluarga ini membuat ku jatuh hati padanya. Ini perbuatan salah memang, aku tau itu, tapi apa boleh dikata, pria ini yang duluan merayu dan menggodaku.
Ketika itu, mobil ku rusak ditengah jalan, pria ini menawarkan diri memperbaiki mobil ku, namun dia tidak bisa, menyuruh sopirnya menderek dan dibawa kebengkel terdekat, sehabis itu kita berkenalan, namanya abimana p. bramasta.
Dari perkenalan ini dia menceritakan kisah hidupnya, dari urusan ranjang, dia tidak pernah puas dengan istrinya, karena selalu bermain singkat, padahal punya dia sangat perkasa dan tahan lama. Namun sang istri beralasan dia capek habis urus urusan bisnis.
Ditambah lagi sang istri sering bolak balik keluar negeri, mengurus bisnisnya dibidang desainer, karena dulunya istri abimana adalah model profesional dan sekarang beralih profesi jadi perancang busana, dia bernama clarissa dyana.
Abimana menawarkan aku sebuah perjanjian yang hadiahnya fantastis.
"apa itu om". Tanya ku polos.
"jangan panggil om lah, abimana saja, jadi begini ingrid, saya selalu tidak pernah merasa puas bila bermain dengan istri saya, kamu tahu itu kan, jadi kalau kamu bisa menyeimbangi permainan saya, akan saya berikan 100 juta setiap bulannya sama kamu".
"ha?, seratus juta, jadi aku harus bermain sama kamu gitu".
"iya, saat saya ingin kamu harus selalu ada, tidak tentu kapan dan dimananya, bagaimana, deal?".
__ADS_1
"aku suka tantangan, aku terima, deal".
"tapi ada syaratnya, keluarga saya, istri anak dan orangtua saya tidak boleh tau tentang kamu, jika kita berpapasan diluar jangan sapa saya, anggap tidak kenal".
"wah sama kayak wan!t4 bayaran donk aku, demi 100 juta tak apalah, haha".
"bagus saya suka wanita pemberani seperti kamu ingrid, kita mulai sekarang".
"ha?, langsung sekarang mainnya".
"iya lah sayang, soalnya saya lagi pengen".
"hmm gimana ya, aku lagi datang bulan, maaf ya".
"oke besok saja, akan saya atur kita ketemuan dimana".
Sejak saat itulah aku jadi wanita rahasia nya abimana p. bramasta. Pria kaya yang punya perusahaan tambang batu bara dan mewarisi kekayaan orangtuanya, kaya tujuh turunan.
Aku diperlakukan layaknya ratu, dibelikan berbagai macam yang aku mau, dan terkadang aku juga diajak liburan keluar kota bahkan ke luar negeri, sungguh bahagia menjadi simpanan sugar dady.
Malam ini dia mengajak ku nginap dirumahnya, karena istri dan anak lelakinya sedang berada diluar kota, mereka ada urusan masing masing disana. Usai bermain aku kelaparan dan pergi kedapur mencari makanan tanpa mengenakan apapun, polos.
Aku melihat ada orang dibalik pintu lemari es, aku lantas berteriak.
Lelaki yang sedang minum susu itu pun kaget dan menumpahkan semua susu nya kelantai. Aku menutupi punya ku dengan kedua telapak tangan.
"astaga, kamu yang siapa perempuan b*gil, tidak malu apa kamu seperti itu dirumah orang".
"apa !! ini rumah kamu, jadi kamu anaknya abimana?".
"iya, haha dasar mur*han, berapa kamu dibayar sama papi ha, pantas saja mami enggan pulang kesini".
"ada apa ini, abram ngapain kamu kesini". Abimana memeluk tubuhku dan memakaikan baju nya ke aku.
"lah ini kan rumah saya juga, jadi berhak donk saya mau pulang kapan saja, oh jadi karena tidak ada siapa siapa dirumah papi seenak nya bawa wanita mur*han ini".
"jaga bicara mu abram, ingrid tidak seperti itu".
"hah, lucu saya sebarin berita ini karir papi dan si wanita agung papi ini akan hancur seketika, kenapa gak main dihotel aja sih kalian berdua".
"sudah ingrid, tidak usah dengarkan dia, ayo saya antarkan kamu pulang".
"hiks hiks, aku tidak mau sampai dipecat, aku susah payah meniti karir ku sampai sekarang om".
__ADS_1
"sudah jangan khawatir, si abram biar saya urus, ayo pulang dulu".
"baik".
Aku berjalan ketangga atas dan memakai kembali pakaian ku dan mengambil barang barangku, aku mendengar pertengkaran diantara bapak dan anak ini.
Aku menjadi takut ucapan si abram kepadaku akan menjadi kenyataan, karir ku hancur dan akan dipermalukan, uang seratus juta ku pun bisa hilang seketika.
"argh sial, aku benci sama si abram, jadi pengacau saja dia".
Aku berjalan kelantai bawah dan menarik tangan abimana yang masih berdebat dengan abram.
"jangan macam macam kamu sama papi abram, kamu akan menyesal kalau menggangu ingrid".
"hmm aku ada kesepakatan, kalau papi setuju kita akan sama sama untung pi, tidak akan ada yang rugi".
"apa, cepat katakan".
"sabar atuh, duduk duduk dulu".
Kita semua sudah duduk berhadapan, abram mulai mengatakan kesepakatan yang saling menguntungkan itu.
"ingrid, adik kamu bernama izabella anindya bukan".
"iya, darimana kamu tau".
"ya taulah, dia wanita yang saya cintai, tapi dia menolak cinta ku".
"trus kamu maunya bagaimana abram?". Tanya ku penasaran ke abram.
"saya mau kita berdua menikah". Dia bersedekap didada.
"apa !!, menikah bagaimana maksud kamu abram". Bentak abimana dan sambil menepuk meja
"tenang dulu pi, jangan tegang, haha, ini cuma pernikahan kontrak, ada perjanjian pra nikahnya nanti, saya akan jelaskan".
Aku mendengarkan penuturan abram dengan seksama, dan aku melihat wajah abimana juga ikutan tegang. Pernikahan kontrak bagaimana maksud abram, aku tidak mau menikah dengan orang yang tidak aku cintai.
Kalau memang aku akan menikah dengan abram, otomatis abimana akan menjadi papa mertuaku, argh aku tidak mau, aku maunya tetap seperti ini saja, menjadi punya sugar dady.
Bersambung
__ADS_1