Cintai aku Izabella

Cintai aku Izabella
25. Apa !!, ini tidak mungkin


__ADS_3


Apa !!, ini tidak mungkin



Kemudian aku ikat satu aja rambut biar kelihatan rapih, semprot sedikit parfum dan sudah siap untuk kekantor.


Aku berjalan sekitar sepuluh menit dari kosan menuju kantor, sapa pak satpam dan nanya dimana ruangan HRD, beliau mengantarkan sampai tujuan, setelah itu aku menemui buk helena, beliau ada ditempat dan disuruh masuk.


"pagi izabella, silahkan duduk".


"terimakasih buk helena".


"ya hari ini langsung keruangan kamu saja ya, nanti akan diantarkan oleh nindy, kamu yang akan menggantikan dia menjadi asisten GM".


"ha apa buk, menjadi asisten GM, gak salah buk, saya kemaren diinfokan dibagian personalia buk".


"iya memang betul, tapi ini permintaan GM langsung bella, sudah jangan banyak tanya lagi, pak tolong panggilkan nindy diluar".


"baik buk". Jawab pak satpam ramah.


Ada seorang wanita cantik masuk kedalam ruangan, dengan pakaian nya yang agak sexy, rok pendek dan bajunya ngetat, sepatu heels tinggi, rambut panjang lurus dan wangi semerbak. Body goals banget aku jadi iri sama nindy.


"owh jadi ini pengganti gue, dekil banget dia buk helena, haha".


Buk helena tidak menghiraukan perkataan nindy, dia sibuk menatap laptopnya. Aku sedikit tersinggung karena nindy menghinaku dekil.


"eh dengar ya, siapa nama lu?".


"bella, izabella anindya".


"gue gak perlu nama panjang lu, gue yakin pak bos salah orang, dia bakal mecat lu hari ini juga, karena cuma gue yang berhak jadi asisten nya".


"terserah".


"apaa, lu ngomong apa barusan".


"nindy, sudah antarkan saja bella keruangan GM sekarang, beliau sudah menunggu".


"ish sebel". Nindy menghentak kan kakinya dan berjalan cepat menuju pintu keluar, aku berpamitan pada


buk helena yang kelihatan wajah nya tegas dan minim tersenyum.


Aku mengikuti nindy masuk kedalam lift dan menjaga jarak dari dia, sepertinya nindy kesal dan marah terhadapku, karena posisinya tergantikan, tapi kok kenapa bisa ya aku menjadi asisten GM, apa salah orang seperti yang nindy sebut tadi.

__ADS_1


Nindy masih melirik ku dan memperhatikan penampilan ku dari atas sampai bawah, kemudian dia berbisik dengan seorang pria disamping nya dan mereka tertawa, seperti mengejek ku, ah sial, haruskah ada perbulyan dikantor besar seperti ini, seperti nya itu memang terjadi.


Aku sadar diri karena mereka semua para senior lebih jagoan dan hebat dibandingkan aku yang si anak bawang baru tamat kuliah dan baru pertama kali kerja, aku harus banyak bersabar mengahadapi mereka dikemudian hari.


Lift sudah berhenti, nindy keluar dan aku ikutin dia, masuk kedalam sebuah ruangan, seperti pantry.


"eh cewek dekil, pak bos biasa nya pagi ini minum kopi tanpa gula, lu bikin gih, gue mau ke toilet".


"iya".


Nindy sudah keluar dan terdengar olehku suara pintu terkunci, nindy mengurungku dari luar, aku segera mendekati pintu dan mencoba membukanya, benar terkunci, ah sial nindy benar membenci ku ternyata.


Aku duduk dengan kesal, mencoba menenangkan diri, tarik nafas dan buang, hah aku melakukan itu terus sampai rasa kesal ku hilang, tanpa sadar aku menitikkan air mata, ingin mengadukan pada mama rasanya, tapi tidak mungkin, baru beberapa jam saja dikantor masak harus bilang mama.


"its oke bella, semua akan baik baik saja". Aku menenangkan diriku, apakah aku akan terkurung seharian dipantry ini, tidak lucu memang, tapi bisa saja terjadi karena nindy sengaja melakukannya dan perbulyan ini tidak menyerang fisik namun mental yang diserangnya.


***


Tok tok tok.


"masuk".


"good morning pak abram, ini saya bawakan minuman pagi buat bapak".


"makasih ndy, hmm mana bella".


"kamu jangan bohong nindy, atau saya pecat kamu".


"bapak sungguh kejam, sudah pindahin saya kebagian personalia, sekarang malah pecat saya. Oke akan saya sebar video kita kesosmed, biar malu sekalian, seorang GM perusahaan besar melecehkan asisten nya sendiri".


"kamu berani ngancam saya ha, silahkan saya tidak takut, lex cari bella".


"siap pak". Alex sudah pergi, kemudian abram mendekati nindy dan menatap matanya tajam.


"katakan dimana bella". Abram mencengkram erat pipi nindy dengan satu tangan nya, abram terlihat begitu emosi.


"gue gak tau, cari aja sendiri".


"mau cari mati kamu sama saya ha". Abram melepaskan cengkraman nya dari nindy dan terlihat nindy kesakitan dan memegang pipinya.


Nindy malah tertawa dan duduk diatas meja abram melipatkan kedua tangan nya.


"habis manis sepah dibuang, gue udah lu pakai berkali, sekarang lu gantikan dengan cewek dekil itu gue gak terima".


"trus mau kamu apa sekarang".

__ADS_1


"gue mau . . . lu nikahin gue".


"gila, siapa yang mau nikahin wanita piala bergilir macam kamu, saya tidak mau".


"kalau lu gak mau, si bella cewek dekil itu bakal gue bikin mampus".


"hahaha berani sekali kamu ngancam saya. Ingat nindy kartu as kamu masih sama saya, jangan merasa berada diatas awan kamu sekarang, silahkan saja berbuat apa yang kamu mau, kamu yang akan menentukan sendiri nasib keluarga mu".


Nindy mulai memikirkan perkataan abram barusan, nindy turun dari meja dan berlalu meninggalkan ruangan. Abram menyunggingkan senyum kemenangan nya melawan nindy, dengan cara itu saja nindy akan takut pada abram.


Nindy membuka kembali pintu pantry tempat bella terkunci.


"keluar lu !!, ikutin gue".


Bella hanya diam dan mengikuti nindy dari belakang, bella hanya perlu bermain cantik untuk membalas nindy dikemudian hari, sekarang bella ikutin saja alur permainan nindy. Tiba didepan ruangan GM, nindy mengetuk pintu.


"masuk".


"pak ini bella yang akan bekerja menggantikan saya mulai hari ini".


"suruh dia duduk dimejanya".


"baik pak, yuk bella ikut aku ke meja kamu".


Lah kenapa nindy langsung berubah 180 derajat gini, kesambet apa dia, apa karena didepan bos aja dia baik sama aku, haha sungguh aneh.


"bella ini list kerjaan kamu hari ini, sudah aku buatkan, selanjutnya kalau mau nanya apa lagi cari aja aku diruangan personalia ya, oke aku pergi dulu".


"makasih nindy".


"sama-sama bella, bye have a nice day".


Nindy sudah meninggalkan ruangan, aku mencoba membaca list yang sudah dibuatkan oleh nindy, ada username dan juga password untuk mengakses laptop dan isinya, jarak mejaku dan pak bos tidak terlalu jauh, mejaku dan pak bos berhadapan, sebelah kanan bisa lihat view pemandangan indah kota jakarta, ada meja dan kursi untuk tamu duduk dibagian tengah.


Ada mini pantry juga didalam lengkap dengan lemari pendingin nya, berisi berbagai macam minumam dan cemilan, ada lukisan kuda besar didinding, dan ada televisi besar dan juga ps5 disana, rak berisi buku-buku yang tertata rapi, ada toilet didalam ruangan, sungguh ruangannya nyaman.


Tapi siapa bos ku, aku tidak bisa melihat wajahnya karena terhalang lcd laptopnya yang besar. Ada yang membuka pintu tiba tiba dan aku melihat itu alex.


"pak, pak bos, mbak bella tidak bisa bisa aku temukan dimana mana, bagaimana ini pak abram".


"ssttt jangan berisik lex, itu bella sudah disana".


"ups sorry pak, eh he selamat siang mbak bella".


Apaa ! ! !, abram adalah bos ku. Oh tidaaaak mungkin.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2