Cintai aku Izabella

Cintai aku Izabella
29. Apa yang sebenarnya terjadi


__ADS_3


Apa yang sebenarnya terjadi.


"ueek uweekk".


"kenapa kamu nindy".


"perut gue mual banget bella, uweek gue perlu ke toilet".


"bram kenapa dengan bella, jangan jangan dia hamil bram?".


"saya gak tau, mending saya antarkan saja dia pulang".


"jangan bram, biar nindy disini dulu, kasihan dia lagi sakit bram".


"udah tenang aja, biar nindy saya yang urus".


"aku ikut ya bram".


"hmm kamu disini aja bell, saya mau nemuin rendy, bahaya buat kamu".


"tapi bram. . .".


"udah bella jangan ngeyel, saya tidak mau kamu kena celaka".


Akhirnya abram membawa nindy keluar apartemen dan bicara.


"udah nindy, jangan akting lagi, ngapain kamu datang kesini".


"gue cuma minta lu kasihan sama mas rendy dan mengalah bram".


"maksudnya?".


"kalian berdua jangan bersaing lagi, gue mohon, gue gak mau kalian seperti ini, dan gue, gue hamil anak lu bram".


"gak, gak mungkin itu anak saya, kamu jangan bercanda dengan saya ya nindy".


"gue bersumpah abram, ini anak lu".


Prang terdengar suara pecahan gelas didalam apartemen abram, tanpa sengaja bella mendengar percakapan mereka.


Abram menarik tangan nindy kasar dan menyuruh nya pergi.


"jangan pernah muncul lagi dihadapan saya, buktikan dulu ucapan kamu benar bahwa anak itu benar anak saya, mengerti dasar jal*ng".


"abraaam, berhenti, dasar brengs*k lu abram. . !!".


Nindy terus mengumpat abram, namun tidak dihiraukan oleh abram, kemudian abram menyuruh alex menjaga bella diapartemen, karena dia akan pergi kesuatu tempat. Abram tidak ingin terjadi sesuatu pada bella.


***


Ditempat club malam, di ruangan vip, rendy bersama teman nya sedang berpesta. Abram tau rendy disana dari informan terpercaya dia. Abram mematikan lampu ruangan dan menghajar rendy tanpa ampun, rendy yang mabuk tidak dapat membalas serangan abram karena gelap juga.


Rendy tersungkur dengan banyak mengeluarkan darah diwajahnya, rendy tidak sadarkan diri. Abram merasa puas hatinya sekarang, telah membalaskan sakit hatinya atas perlakuan rendy terhadap bella.


Seminggu kemudian.


Rendy masih dirawat di rumah sakit, abram sebagai teman yang baik sekaligus kolega dalam bisnis, menjenguk rendy dan membawakan buah segar, nampak disana pak pamungkas dan seorang wanita muda, nindy tidak kelihatan.


"siang pak pamungkas, apa kabarnya".


"saya baik".

__ADS_1


"hey rendy, kenapa kamu bisa seperti ini ren?".


"entahlah bram, kalau saja gue tau siapa si brengsek itu, bakal gue habisin juga dia".


"biar gue bantuin cariin siapa tu orang, rendy kamu tenang aja".


"makasi bram udah jengukin gue".


"sama sama, saya pamit ya rendy, permisi pak pamungkas".


Abram kemudian kembali kekantor dan sudah ada paket besar didalam ruangan tersebut. Apa isinya, abram mencoba membuka benda tersebut, ternyata isinya sebuah bom, berdaya ledak rendah, dengan membuka tutup kotak itu saja bom sudah meledak, duar duar.


Abram terpelanting jauh sampai ke pintu keluar, dokumen dokumen abram hampir saja terbakar semua, namun cepat diselamatkan oleh alex yang langsung datang ke ruangan abram setelah mendengar suara ledakan.


"apa yang sebenarnya terjadi pak abram".


"saya tidak tahu, ada yang mencoba bermain main dengan saya".


"bersihkan dulu wajah anda pak".


"bella mana lex?".


"tadi saya lihat dia menuju ruangan personalia".


"ngapain?".


"saya tidak tau pak".


Abram kemudian mengcek cctv yang berada didalam ruangan, ternyata bella lah yang membawa paket bom tersebut, tapi dari siapa bella menerima paket tersebut, nanti akan dicari tahu oleh abram.


Lama bella belum kembali juga kedalam ruangan, abram jadi cemas dia menelpon bella dan dia bilang sedang berada dikosan, karena kedua orang tua mereka mampir dan sedang ada urusan ke Jakarta.


"astaga mama papa kesini, saya harus cepat kekosan bella".


Setelahnya, abram datang dan menyalami kedua tangan orang tua bella.


"mama papa sudah lama datang?".


"belum bram, bisa kamu jelaskan, apa yang sebenarnya terjadi hingga bella harus nginap di apartemen kamu".


"sebenarnya itu saya lakukan demi keselamatan nyawa bella pa, saya tidak mau bella celaka, maaf juga sebelumnya tidak memberitahukan. Saya tidak mau membuat papa mama khawatir".


"apa kamu punya musuh nak abram?".


"tidak ma, bukan musuh. Cuma orang yang tidak suka saja dengan kehidupan saya. Apa mama dan papa sudah makan siang?".


"duh nak abram mama jadi cemas gini, mama harap nak abram bisa menjaga bella dengan baik, kita belum makan siang bram, nanti saja".


"iya ma akan abram usahakan yang terbaik untuk melindungi bella".


"kalau begitu kita ke pergi cari makan siang saja bagaimana ma?".


"tanya papa dulu, bagaimana pa".


"yasudah silahkan".


Abram menjadi lega, karena mama dan papa mengerti maksud abram yang menjelaskan demi keselamatan bella, bella hanya banyak diam saja, takut nanti salah bicara dan membuat mama papa marah.


***


"bella siapa yang memberikan kamu paket tersebut?".


"hmm paket itu, pak alex, dia bilang untuk kamu".

__ADS_1


"jangan bohong''.


"gak percaya cek aja cctv nya".


"oke, kamu tau apa isi didalam paket itu?".


"gak, aku gak tau, emang apa isinya?".


"sudah lupakan, bella lusa acara nikahan buk helena, kita tidak usah datang".


"lah kenapa gak boleh datang?".


"bahaya, karena akan ada tuan lihang, mau kamu berurusan dengan dia lagi".


"gak gak, aku gak mau, yaudah gak usah datang".


'bagus, sudah yuk kita balik kantor".


Mereka kembali kekantor setelah mengantarkan mama dan papa kerumah sodara papa. Disana terlihat alex masih membersihkan ruangan kerja abram.


"astaga, siapa yang main petasan disini bram".


"alex, bisa kita bicara diluar sebentar".


'baik pak".


Plak, abram menampar alex keras.


"kenapa kamu ceroboh ha, tidak memeriksa paket itu dulu".


"maaf pak, saya teledor, saya tidak akan mengulanginya lagi pak".


Abram meninggalkan alex sendiri dilorong dan nampak alex menunduk dan lesu.


Abram menerima telfon dari nomor asing.


"halo abram bramastha, sudah lama tidak berjumpa, haha apa kabar?".


"siapa?".


"haha tidak kenal apa berusaha menghindar, sudah menerima paket dari saya".


Abram mematikan ponselnya, tidak punya waktu mengurusi orang yang tidak penting, abram kemudian menyewa beberapa bodyguard untuk menjaga dirinya, bella dan juga perusahaan dari orang yang iri dan ingin menjatuhkan abram.


Siapa pria yang menepol abram tadi, abram akan mencari tahu nya nanti. Kepala abram rasanya mau pecah dia juga sedikit pusing. Abram butuh udara segar untuk berfikir lebih jernih lagi.


***


Dedy Dirgantara.


Mantan dosen yang dipecat tidak hormat dari kampus, lantaran suka mel*cehkan mahasiswi yang mengerjakan tugas akhir bersama dia.


Dan ketika itu abram yang menghajar dan membuatnya babak belur karena hampir saja mengerjai bella dengan teman teman nya. Jadilah sekarang dedy dirgantara menjadi salah satu musuh abram.


Dia yang mengirimi abram paket bom tersebut, dia ingin menghancurkan abram menjadi kepingan dan kemudian barulah dia menjadi senang hati.


Dedy butuh waktu lama menemukan abram, soalnya abram tidak mudah terlacak, kemudian dia bertemu dengan rendy ketika dia babak belur di club malam.


Dedy yang mengantarkan rendy menuju rumah sakit dan menjadi akrab, dedy mendapatkan sedikit info dari rendy mengenai abram, visi misi mereka sama yaitu ingin menghancurkan abram.


"rasain kamu abram, paket bom itu belum seberapa dengan apa yang sudah kamu rengut dari saya, karir, kehidupan saya hancur karena kamu abram, kamu harus bertanggung jawab atas itu".


Bersambung.

__ADS_1



__ADS_2