Cintai aku Izabella

Cintai aku Izabella
04. Sudah Kelewatan Namanya


__ADS_3


Sudah Kelewatan Namanya



"wah pestanya mewah sekali". Aku sungguh terpana dengan kemewahan pesta pernikahan ini.


Aku pernah memimpikan hal semacam ini dengan andre. Andre bilang, aku harus kerja dan nabung dulu kalau ingin pesta pernikahan nya mewah. Iya sehabis liburan ini aku akan fokus mencari pekerjaan.


Aku harus menjadi wanita sukses dan mandiri. Duh kenapa si abram pakai ngerangkul pinggang segala sih, awas aja ya nanti aku semprot habis habisan dia, kalau aku omelin sekarang pasti dia akan malu, yaudah sih biarin aja dulu.


Dia memperkenalkan aku ke teman temannya sebagai kekasih nya, what !!, dia sungguh memanfaatkan keadaan, apa dia sengaja melakukan itu, bahkan dia beberapa kali menciumi pucuk kepalaku, karena dia lebih tinggi dari pada aku jadi bisa melakukan itu, dia sudah kelewatan ini namanya.


Aku menajamkan pandangan kearahnya, dia cuma nyengir kuda dan memasang wajah tanpa dosa, ah sial kenapa dia tampan sekali, lagi lagi jantungku berdegup kencang melihat wajah abram.


Aku jadi merasa berdosa kepada andre. Dia malah merapihkan anak rambutku dan mengelus lembut pipi ini. Apaan sih abram pakai melakukan itu.


Maafkan aku ya andre, aku tidak selingkuh dari kamu kok, tenang aja cinta ku masih untuk mu andre sayang, aku terus mengucapkan hal itu pada diri sendiri.


Tarik nafas dalam, dan aku menenangkan diri, i'ts oke bella, semua akan baik baik saja dan kembali memasang senyum diwajahku pada setiap teman abram yang menyapa. Aku merasa seperti nyonya abram, ah kenapa aku berfikiran seperti itu sih, sial.


"sayang, kenalin ini randy pamungkas, teman aku sewaktu kecil dulu". Dia menjulurkan tangan nya untuk berkenalan dengan ku.


Hah?, sayang?, haduh abram mulai gak beres ni orang, suka suka kamu deh abram. Kamu lagi menguasai permainan sekarang


"oh aku bella". Menjabat tangan nya dan dengan senyum terpaksa, rasanya aku ingin cepat pergi dari sini, karena kan hari ini hari liburan ku bersama teman teman, ini kok malah nemanin si abram.


Aku tarik lengan baju nya dan aku bilang ingin pergi dari sini, si abram bilang tunggu sebentar lagi dan aku mulai jengekel kepadanya, aku ambil sejurus langkah dan pergi.


Abram tidak menyadari kepergian ku, karena terlalu asyik ngobrol dengan teman nya, aku bergegas menuju pintu luar gedung. Ada yang menarik tanganku dan aku sudah berada dalam dekapannya.


"jangan pergi bella, saya mohon, sebentar lagi, saya akan antarkan kamu balik hotel, please".


"aku mau pergi sekarang bram".


"apa kamu marah sama saya?".


Aku hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan nya, karena aku memang masih kesal pada abram. Dia menarik tangan ku dan menuju sebuah lorong yang redup pencahayaan kami berhenti disana.


Abram membuat ku merapatkan punggung ke dinding karena dia terus berjalan mendekati, hingga jarak kami sejengkal, dia menatapku tajam, aku memalingkan wajah darinya. Mau apa sih dia.


"bella tatap aku, kenapa kamu berpaling".


"aku tidak suka ada disini, aku mau pergi".

__ADS_1


"apa kamu marah?".


"tidak bram, aku cuma tidak suka cara mu tadi".


"saya minta maaf ya".


"iya".


Kami saling bertatap dan itu membuat jantung ku berdegup kencang, dug dug, nafas abram memburu sampai terasa diwajahku, ada apa dengan abram, apa yang diinginkan sebenarnya dari ku.


"bella, saya suka kamu".


Ketika dia mengucapkan itu, bibir nya langsung mendarat tepat di keningku, aku merasakan kehangatan, kemudian abram memegangi kedua pipiku dan dia mencium mesra bibir ini.


Aku, aku harusnya marah, kenapa malah menikmati nya, ah sial, sesaat kemudian aku mendorong tubuh kekarnya, dan menampar wajahnya, aku begitu marah kepada abram, dia kenapa melakukan ini kepada ku.


"aku, aku benci kamu abram". Kataku sambil menitikkan air mata, abram memegangi pipinya, mungkin terasa panas dan sakit. Aku tidak perduli, kenapa dia tidak berlaku sopan terhadapku.


Aku segera pergi dan meninggalkan abram, aku tidak mau menoleh kebelakang, dan harus segera pergi dari sini, aku mendengar dia memanggil nama ku, bodo amat, dasar pria jahat.


Aku meraih ponsel dalam tas dan segera memesan taksi online untuk segera kembali kehotel, jalanan sungguh macet, mending naik ojek sunggut ku dalam hati, apa boleh buat aku harus sabar menanti.


Aku kirim pesan kepada kedua bestiku, aku terjebak macet, mereka malah mengirimi ku foto mereka lagi dikolam renang dan bersantai , mereka malah bersenang senang tanpa aku, ah biarlah ini memang kesalahan aku juga memilih menemani abram tadi.


[jangan bella, tapi kalau diantarkan abram gak apa, haha]. Balas bunfa.


[apaan sih lu, gak lucu, jangan sebut nama dia didepan gue lagi].


[lah kenapa?, kalian cekcok, lah kayak udah suami istri aja cekcok, haha].


[bawel udah diam, gue doain kaki lu bunfa kram pas berenang. Bye].


[dasar bella durhaka lu, cepetan balik napa, hidup gue sepi tanpa lu bella].


[uh dasar ginsul, haha].


[gak apa gingsul. Kan mirip gisel, dari pada lu, mirip mpok alpa].


[gisel gak gingsul boyem, haha alpamaret kali ah].


[eh salah ya, haha maaf deh mpok atik].


Segala macam nama artis dibahas, dasar di bunfa, jadi komedian aja dia bagus, kerjanya ngelawak mulu.


[eh bell, cepatan balik, gue udah kedinginan ni, butuh penghangat, cihaha].

__ADS_1


[ntar gue kasih lu knalpot racing yang panas bunfa, lu pegang dah tu knalpot, haha].


[apaan sih bel beb, jahat banget sama ayang sendiri, sebel sama kamu].


[iss jijay, haha dasar lu anak alay].


Tanpa terasa aku sudah berada didekat hotel dan aku segera turun mobil dan membayar taksi online lewat aplikasi dan mengucapkan terimakasih. Aku berjalan masuk hotel dan sudah ada abram disana sedang chek-in.


Dia terlihat mesra dengan seorang wanita, wanita itu bergelayut manja dilengan abram, abram pun melemparkan senyum manis kepada wanita itu, terlihat seperti pasangan kekasih.


Dasar lelaki, tadi dia baru merayu ku dan bilang suka, sekarang sudah bersama wanita lain, dasar buaya buntung. Aku tidak memperdulikan mereka dan menuju lift.


Kita satu lift dan aku menghembuskan nafas kasar melihat mereka, abram sepertinya tau akan hal itu, dia tersenyum kearah ku dan mengangkat kedua alisnya. Dia mengusap rambut wanita itu dan mencium kepalanya. Apa coba maksudnya.


Dikira aku cemburu kali, oh tidak tidak, tidak sama sekali aku cemburu, aku sudah membenci abram mulai dari sekarang, aku tidak akan mau berurusan lagi sama yang namanya abram sampai dunia kiamat pun tidak akan, catat itu besti.


Kita sama keluar dari lift, dan kamar hotel kita bersebelahan pula, apa dia sengaja, si abram apa sih mau dia, aku tidak faham lagi. Wanita itu cekikikan sambil melihat kearahku sesudah abram membisikkan sesuatu padanya. Masa bodoh dengan mereka.


Lalu mereka masuk kedalam kamar hotel. Dan akupun sama, merebahkan badan keatas kasur tidur sejenak, melupakan yang terjadi hari ini, nanti sore akan menjelajahi jakarta sampai malam, kedua bestiku mengerti dan mereka pun ikut tidur.


Kita kebablasan tidur sampai malam, kita bertiga segera mandi dan berdandan cantik, aku pun memasukkan gaun pemberian ambram kedalam plastik dan membuangnya kedalam tong sampah.


"lah kenapa dibuang sih bell gaunnya, lu gak mau, sini buat gue aja". Kata bunfa dan mengambil nya.


"hmm yaudah buat lu ambil, yuk geng kemon".


"yukk legoh".


Pertama kita isi perut dulu, kemudian kita jalan jalan ke mall sambil cuci mata, membeli barang yang kita suka, keluar masuk satu toko dan toko lain nya. Sampai terdengar pengumuman bahwa mall akan segera tutup.


Astaga jangan sampai kita dikunci didalam mall. Kita buru buru keluar dan memesan taksi online, cukup lama kita menunggu malah ada segerombolan anak muda mabuk mendekati kita.


"ssst geng, lihat mereka datang kesini, jangan sampai mereka ganggu kita". Ucap kanaya ketakutan.


"udah tenang aja dulu, kalau mereka ganggu, kita akan teriak". Kataku menenangkan.


Anak-anak muda mabuk itu terus mendekati kamii, kami dicolek colek, mereka mengelilingi kami, kami saling berpegangan tangan. Ada rasa takut menyerang.


"mau apa kalian ha, jangan ganggu, kami mau pergi, permisi".


"eits, tunggu dulu donk kaka cantik, mau kemana sih, buru buru amat, bersenang senang dulu yuk". Kata salah seorang anak muda.


"ha ha ha ha". Suara ketawa jahat mereka memekak kan telinga, sampai mereka menarik tas dan tangan kami.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2