Cintai aku Izabella

Cintai aku Izabella
06. Oh, No


__ADS_3


Oh, No


Akhirnya setelah dibujuk, si bunga hanifah mau juga ikut balik kehotel. Kalau masih ngeyel pengen main juga akan kita tinggalin dia didufan. Sampai dihotel, kita beberes dan istirahat, karena besok harus balik bandung lagi karena harus mengurus ijazah dan lain sebagainya urusan kampus.


Kita memilih naik pesawat kali ini untuk pulang, jadwal penerbangan pagi, dan harus tepat waktu kalau tidak bakal ditinggalin pesawat, bisa gaswat itu mah. Selanjutnya kita beristirahat, aku tidak melihat kanaya, kemana perginya tu anak.


Aku mendengar suara dari dalam kamar mandi, oh mungkin dia sedang didalam nelpon seseorang, loh kok aku mendengar dia panggil nama andre, aku gak salah dengarkan, aku mencoba dekatin telinga kepintu. Tidak terdengar apa apa lagi, dia sudah selesai menelpon rupanya.


Aku tidak boleh berburuk sangka terhadap sabahat ku sendiri, aku mengetuk pintu kamar mandi, karena aku kebelet.


"tok tok, kanput, cepetan, aku kebelet ni".


"iya sih sabar donk bel".


Akhirnya kanaya putri membuka pintu kamar mandi dan berlalu dihadapan ku. Dia seolah tidak ingin menyapaku, yasudah aku buru buru masuk kamar mandi. Kanaya sudah tertidur ku lihat. Dret ada pesan masuk ku lihat diponsel kanaya yang terletak diatas kepala nya.


Aku kepo donk, aku mendongkan kepala kearah ponsel kanaya dan aku melihat notif dilayar ponselnya, berisi begini pesan nya 'good night bebih, mimpi indah, aku mencintaimu'.


What, kanaya sudah punya pacar, setahu ku tidak ada deh, tapi kanaya pacaran dengan siapa, kenapa dia tidak pernah memberitahu ke kita, sahabatnya, apa kanaya sengaja menyembunyikan nya, ah besok saja aku tanyakan langsung pada dia.


Aku sangat lelah malam ini dan ingin cepat tidur, tak lupa aku berkirim pesan pada andre, pacar tersayangku, pesan centang dua dan berwarna biru, tandanya andre telah melihat pesanku, tapi kenapa dia tidak membalasnya sama sekali.


Sudah dua hari ini andre jarang menelpon atau pun kirim aku pesan, apa dia lagi sibuk kerja, aku masih berfikiran positif saja, toh besok akan segera bertemu dan melepaskan rindu dengan andre, pacar tersayang ku.


Tring, pesan masuk. Aku kira dari andre rupanya abram yang mengirim pesan, isinya begini. Tau dari mana nomor aku tu orang.


[gnite bella, kamu cantik hari ini dan saya suka, tanpa makeup pun kamu terlihat sempurna]. Ada emot love dan diikuti dengan foto ku yang sedang naik kora kora dengan ekspresi wajah yang konyol.


"agrh menyebalkan banget sih, kapan dia memfotoku, apa dia punya paparazi ha, dasar cowok aneh, aku jadi takut sama abram, ihhh".


Aku melemparkan ponsel jatuh kekarpet, untung gak kelantai, bisa pecah layarnya yang sensitif ini. Drrret drret ponsel kanaya bergetar ada yang menelpon, aku melihat nama yang tertera, 'bebih'. Ingin rasanya aku menjawab panggilan tersebut karena penasaran siapa pacar kanaya.


Kanaya terbangun dan meraih ponselnya, kami tidur sekasur, aku segera pura pura tidur dan sepertinya kanaya tidak menyadari kalau aku masih terjaga, dia menjawab panggilan tersebut.


"ada apa nelpon lagi". Kata kanaya sambil berbisik. Sepertinya kekasih kanaya masih kangen sama dia. Kanaya berusaha mengakhiri panggilan namun dia tidak mau. Sampai aku mendengar nama ku disebut, "nanti ketahuan sama bella bagaimana". Itu kata kata yang diucapkan kanaya.


Apa coba maksudnya, kenapa kanaya berkata seperti itu, aku harus mencari tahu nya sendiri besok, aku sungguh sangat mengantuk sekarang.


Kemudian aku bermimpi sedang bermain layangan bersama dengan andre disebuah lapangan, tiba tiba saja layangan itu putus padahal anginnya tidak terlalu kencang, mungkin talinya yang bermasalah atau memang hubungan kami tidak baik baik saja.


Aku terbangun dan sudah pukul 04.00 pagi. Aku melihat kanaya dan bunga masih tertidur lelap, aku menghela nafas dan berharap mimpi tadi bukanlah hal yang serius dan sampai kejadian didunia nyata. Layangan putus seperti judul film donk.

__ADS_1


Aku segera kekamar mandi dan membersihkan diri, mengguyur kan air dari atas kepala sampai menuju mata kaki, ah seger sekali rasanya, mandi dipagi buta ditengah suasana hati yang tidak karuan. Masih teringat saja tentang mimpi layangan putus itu.


***


Sudah sampai dibandara soeta, beli oleh oleh dulu untuk keluarga dirumah, dan sudah dipersilahkan masuk kedalam pesawat, kami mencari tempat duduk dan aku melihat ada abram sudah duduk manis ditengah dan disebelah nya juga sudah ada alex.


Abram sibuk berkutat dengan laptop nya, entah mengerjakan apa, aku tidak tahu, kenapa selalu ada abram sih, dimana mana ada dia, aku melihat nomor bording pass ku dan bersebelahan dengan abram didekat jendela pesawat.


Sedangkan bunga dan kanaya duduk di nomor kursi bagian belakang ku, kenapa kita gak sebangku aja sih semua, aku lupa kemarin memang cuma nomor kursi ini yang tersedia ketika akan memesan tiket pesawat di aplikasi. Ya kenapa harus bersebelahan dengan abram sih.


Apa dia yang punya maskapai penerbangan ini, kenapa bisa sampai mengatur tempat duduk segala sih, aku bertukar dengan bunga dia tidak mau duduk dekat jendela katanya, takut jatuh, lah kan aneh aneh teorinya.


Aku menghela nafas agar tenang sejenak, setidaknya aku duduk dekat jendela dan bisa melihat pemandangan keluar, walaupun nanti cuma bisa melihat kumpulan awan, tidak apalah setidaknya tidak akan membuat bosan.


Aku memasang masker dulu dan topi, aku tidak mau diganggu abram saat ini, dan juga aku memakai earphone. Cara ini mungkin akan sedikit ampuh untuk menghindari abram.


Saat nya pesawat lepas landas, aku sedikit ketakutan ketika pesawat akan mengudara, aku memegang pegangan kursi pesawat, malah tangan abram yang ku genggam. Dia tidak mau melepaskan, malah menggenggam tangan ku dengan erat.


Seperti memberikan kekuatan pada ku, aku bisa merasakan nya pada genggaman abram ini. Apa boleh buat, untuk saat ini memang hal seperti ini yang aku butuhkan, agar aku tidak ketakutan lagi.


Aku memejamkan mata berharap pesawat sudah terbang dan sudah berada diudara, sudah cukup lama abram menggenggam tangan ini, aku ketiduran ternyata. Kenapa dia tidak melepaskan tangan ini sih, aku berusaha menarik tangan ku yang sekarang berada didekat dadanya.


Iss kenapa sih ni orang, aku menarik kasar tangan ku dan terlepas juga. Aku memalingkan wajah kearah jendela, menatap indahnya kumpulan awan yang bergerak. Tak terasa pesawat sudah mendarat di Bandara Husein Sastranegara.


Aku sudah tidak melihat abram lagi, bagus deh, abram sudah menghilang, bila perlu hilang untuk selamanya. Sedang menunggu koper diambil, aku sudah melihat kanaya dan andre diluar, mereka berpelukan, ah aku gak salah lihat kan, hatiku jadi tidak karuan, aku bergegas keluar dan tanpa sadar aku meninggalkan bunga.


Ahh bodoh amat dengan bunga, maaf bunga aku meninggalkan kamu sebentar, aku harus memastikan sesuatu dulu, apa yang sedang dilakukan kanaya dan andre diluar sana.


"andre, kok gak bilang mau jemput sih". Kata ku ketika andre sedang memasukkan koper kanaya kedalam mobilnya.


"sayang . .". Andre memeluk dan mencium kening ku, "aku kan kasih supraise sama kamu sayang, makanya diam diam jemput kamu". Kata nya meyakinkan aku.


"hm kiraiin kamu sibuk, ampe dua hari gak ngabarin, tiba tiba udah datang aja ke bandara, lagian dari mana kamu tau kita pulangnya sekarang".


"owh itu, iya dua hari ini ponsel aku rusak sayang, ini baru selesai diservice, maaf ya udah bikin kamu khawatir, aku tanya mama kapan kamu pulang nya, udah yuk aku antar pulang".


"emang kamu gak kerja hari ini, emang bisa antar pulang?".


"iya bisa bella sayang, aku sudah minta izin sama atasan sampai setengah hari, udah yuk sayang, yuk kanaya".


Aku melihat kearah kanaya dia seperti salah tingkah, dia pura pura mainkan ponsel, aku curiga ada sesuatu antara mereka, tapi aku tidak tahu. Hmm masih masuk diakal sih perkataan andre tadi, awas aja kalau dia sampai bohongin aku, aku tidak akan memaafkan andre, tapi entahlah, aku merasa bodoh sekarang karena aku sudah menyerahkan 'milik' ku yang berharga pada andre. Aku bodoh memang, ah benar bodoh tindakan aku ketika malam itu.


"ehhh tungguin gue donk, gue gak mau pulang sendiri, iss bella lu tega ya ninggalin gue". Kata bunga hanifah sedikit kesal.

__ADS_1


"eh ada mas andre, kok tau kita pulang sekarang mas?, kata bella mas andre nya sibuk, tapi memang mas andre the best lah, sempatin jemput ayang nya, hehe". Celoteh hanifah lagi dan tidak ada yang membalas ucapan hanifah, kita sudah masuk kedalam mobil.


Didalam mobil, andre sibuk berbalas pesan, entah mengirim pesan ke siapa,.


"fokus kejalan donk ndre, jangan main ponsel mulu napa". Kata ku ketus.


"ini ada kerjaan sedikit sayang, jangan marah marah".


"serah kamu". Aku merasakan andre berubah, aku merasa kesal aja sama dia sekarang, mending diamin dulu dari pada bertengkar nanti, ujung ujungnya aku yang minta maaf.


"dah sampai kos kamu bunga". Kata andre.


"oh iya, makasih mas andre, makasih bella, bye kanaya".


"iya ati ati lu". Kata ku.


Mobil sudah kembali jalan, mengarah kejalanan rumah ku.


"kenapa gak anterin kanaya dulu".


"sayang, kan arah rumah aku sama kanaya sama, kalau aku antar kanaya dulu jadi muter muter deh, aku mau kerumah sebentar, laptop aku ketinggalan".


"owh". Huft aku mendengus kasar, baru kali ini andre beralasan seperti ini, sudah banyak alasan dia sekarang.


"hati hati ya sayang, ini kopernya, salam sama mama papa ya sayang".


Aku tidak memperdulikan andre, aku masuk kedalam rumah dan membating pagar, aku menoleh kebelakang dan melihat kanaya sudah berpindah duduk dibagian depan, sampai andre menutupkan pintunya segala.


Hatiku panas menyaksikan itu, aku mengambil ponsel dan menelpon mama, ingin menanyakan hal ini dari tadi sama mama, aku tau mama pasti masih disekolah, ah tidak apa mengganggu mama sebentar.


"halo bella, sudah sampai rumah nak, kunci rumah ditempat biasa mama tarok".


"iya ma, baru aja sampai, ma aku mau nanya".


"nanya apa bell?".


"andre ada hubungin mama gak nanya aku pulangnya kapan?".


"hmm gak ada tu bell, gak ada andre telpon mama, kenapa sayang?".


"hehe gak ada kok ma, yaudah aku matiin telponnya ma, bye".


Tut tut, sambungan telpon sudah terputus, hatiku makin tidak karuan, jangan jangan andre. . .

__ADS_1


Bersambung.



__ADS_2