
Rendy inginkan Bella
Rendy, kenapa dia bisa ada didalam kantor abram, dan apa yang dia bicarakan hingga membuat bella tertawa terbahak seperti itu. Abram mendekati mereka dan bella langsung berhenti tertawa.
"hey bro, gue kira lu udah balik kantor tadi, makanya gue main kekantor lu".
"ada apa?".
"kangen aja pengen ngobrol sama lu".
"oh, bella kamu boleh pulang sekarang". Perintah abram pada bella.
"baik pak".
"eh kenapa bella lu suruh pulang bram, kan belum jam waktu pulang".
"dia lagi kurang enak badan, sudah bella segera pulang".
"are you okay bella, perlu aku bawa kerumah sakit?".
"gak apa pak rendy, gak usah kerumah sakit, saya pulang saja".
"oh okay, aku antarkan pulang nya ya". Pinta rendy sama bella.
"gak usah repot pak, saya bisa pulang sendiri, kalau begitu saya permisi".
"hati - hati dijalan bella, see you tomorrow".
Bella menganguk, mengambil tas dan kemudian keluar ruangan abram. Melihat jam ditangan, masih jam 3 sore, iya kenapa aku disuruh pulang sama abram ya. Aneh apa dia cemburu melihat ku sama rendy tadi ya, ah gak penting juga, mending sekarang aku keminimarket dulu, beli bahan buat makanan.
Sementara itu didalam ruangan abram.
"tumben banget main kesini lu". Tanya abram pada rendy.
"ya kita kan udah lama gak ketemu, dan lagian waktu lu nikah gak undang gue kenapa?".
"waktu itu lu lagi keluar negeri ren, lagian mana bisa juga lu datang".
"hmm benar, mana istri lu, gue pengen ketemu".
"ada dibandung, dia kerja".
"owh jadi LDM an donk sekarang".
"ya gitu, tadi lu bertemu juga dengan tuan lihang bukan, bahas apa kalian?".
"cuma say hello saja, takut banget lo kenapa?".
"gak ada".
"oh ya bella asisten baru lu ya bram, trus nindy lu kemanain?".
"gue tarok dibagian personalia".
"dia gak komplen gitu?".
"gak sama sekali".
"oke, gua pamit dulu bram, bye".
Setelah rendy pergi abram cek cctv ruangan nya dan tidak ada yang mencurigakan dengan gelagat rendy waktu ngobrol dengan bella, hanya saja bella tertawa lepas dengan rendy dan kadang terlihat tersipu malu.
"lex masuk keruangan saya".
"ya ada apa pak abram".
"awasi rendy, dia sudah bukan kawan lagi, tapi bisa jadi lawan dan menerkam kapan saja".
"baik pak, saya akan suruh orang lain mematai nya".
Fikiran abram berkecamuk sekarang, dia teringat akan bella, menelfon bella.
"ya hallo".
"kamu dimana sekarang?".
"dikosan, ada apa ya pak abram, bukan nya jam kerja udah usai, mau suruh saya kerjakan apa lagi pak?".
"tidak ada, cuma. . .
"siapa, tunggu sebentar, pak ada yang datang, udah dulu ya pak".
"bel, bella. . ".
Bella belum mematikan ponselnya, masih bisa didengar oleh abram bella bicara diseberang sana, dia memanggil nama rendy. Abram terbelalak, dari mana rendy tau kosan bella, dia mengambil kunci mobil dan segera turun keparkiran, abram tidak jadi pake mobil, dia pinjam saja motor pak satpam.
Ngeng, sudah sampai abram dikosan bella, berlari menuju kamarnya dan mengetuk pintu.
"bella, bella buka pintunya".
"iyaaa sabar, siapa sih, abram, eh pak abram, ngapain kesini".
"ngapain rendy tadi kesini ha".
"oh pak rendy, cuma ngasih pizza, pak abram mau".
"selain itu dia ngapain lagi".
"gak ada, langsung pergi kok".
"ikut saya sekarang juga bella".
Abram menarik tangan bella kasar.
"apaan sih main tarik aja, mau pergi kemana coba, bilang dulu, gak lihat aku cuma pakai baju rumah, seenak nya aja maksain kehendak sama orang lain".
"oke oke saya minta maaf, nanti saya jelaskan kenapa, sekarang ikut dulu ke apartemen saya, disana kamu akan lebih aman".
__ADS_1
"aman dari siapa?, dari alien?".
"alien, hahah ya sejenis itulah, udah ngerti ya, sekarang ayuk ikut saya".
"trus barang barang aku dikosan ini bagaimana ceritanya wahai pak abram, udah bayar penuh sebulan ini kosan".
"nanti biar alex urus semuanya, dan juga akan saya ganti rugi bahkan gaji kamu bulan ini akan saya dobel kalau kamu mau dengar perkataan saya".
"oke, tapi ada satu syarat dari aku".
"apa".
"kamu tidak boleh nyentuh aku sama sekali, dan juga dilarang masuk kedalam kamar ku, deal".
"oke deal, udah ayok buruan".
"sabar, ambil tas dulu, trus pizza ini bagaimana".
"buang aja, ada racun didalam pizza itu".
"masak?, kok aku gak percaya".
"makan aja kalau kamu mau sekarat".
"astaga, kenapa pak rendy tega racunin ni pizza, apa salah ku".
"sudah buruan, banyak tanya kamu, nanti saya jelasin".
***
Pov Rendy Pamungkas.
"mas, sial si abram gantiin gue sama cewek dekil, bella namanya, nanti gue kirim fotonya sama lu".
"haha kasian banget adik mas, sabar aja dulu, nanti abram biar jadi urusan mas".
"janji ya mas, hancurin si abram".
"iya adik mas".
Tring pesan masuk keponsel saya. Nindy mengirimkan foto bella ke saya.
"hmm cantik juga, oke abram kita akan lihat siapa yang akan hancur duluan, gue sudah sangat bersabar selama ini sama lu".
Saya sudah berjanji temu dengan tuan lihang shang we, saya tau abram juga bertemu dengan beliau. Saya tidak akan biarkan abram mengambil alih proyek ini, tuan lihang harus bekerja sama dengan perusahaan saya.
Dengan keahlian melobi yang saya miliki, akhirnya tuan lihang menandatangani kerjasama dengan perusahaan saya sebelum abram datang, saya juga sudah berjanji akan membawakan tuan lihang wanita cantik, incaran saya adalah bella.
Saya juga inginkan merasa menang atas abram, selama ini saya merasa diinjak terus sama abram. Bahkan adik saya nindy rela berikan segalanya pada si abram brengsek dan dia malah memperlakukan buruk adik saya.
"lihat saja abram, lu akan bertekuk lutut sama gue, hahaha".
Kemudian setelah menemui tuan lihang, saya menemui bella dikantor abram. Saya meletakkan alat pelacak didalam tas bella, jadi saya akan mudah menemukan bella nanti, dan akan mudah melancarkan aksi saya nanti.
Sesuai perkiraan abram datang dan menanyakan saya tentang tuan lihang, saya berbohong tidak mengatakan apapun sama tuan lihang. Setelah itu saya pergi ke kosan bella.
Memberikan pizza yang sudah saya beri obat tidur, malah ketahuan sama abram dan dia membawa bella ke apartemen nya. Harus menggunakan cara lain, bella mesti dijaga ketat oleh abram sekarang, namun saya harus lebih cerdik dari abram.
***
Abram tidak mengajak bella ke apartemen nya malah kepantai malam gini.
"ya elah pak, tau gini aku paket jaket tadi, bisa masuk angin malam aku nanti pak abram".
"udah sih, nanti saya kerokin".
"ogah, iihh".
"haha, saya mau curhat ni, dengerin donk".
"mau curhat apa pak abram".
"jangan panggil pak, abram aja".
"hmm, kenapa".
"saya suka sama kamu bella".
"yaelah, itu cerita lama, gak ada yang baru apa".
"hmm masalah rendy dan nindy".
"kenapa dengan mereka, mereka saudara kembar ya, agak mirip gitu gak sih".
"iya mereka adik kakak, mereka ingin menghancurkan saya".
"haa, jadi mereka jahat, waduh ngeri juga, trus trus".
"dulu kakek saya pernah membantu perusahaan keluarga mereka yang terancam bangkrut, setelah berjaya lagi, kakek mempercayakan sebuah perusahaan kakek pada pak pamungkas, papa mereka".
"trus trus".
"tapi pak pamungkas melakukan penyelewengan dana perusahaan masuk kerekening pribadinya, dan dia menyangkal, dan akhirnya membuat perusahaan kakek bangkrut".
"kenapa gak kamu laporkan saja mereka".
"hmm susah, saya perlu bukti yang lainnya. Kakek pun tidak mau menuntut mereka, jadinya ya saya hanya diam saja dulu".
"hmm permasalahan yang complicated ternyata, aku gak bisa bantuin nemuin solusinya bram, sorry".
"bisa bella, asal kamu selalu berada disamping saya, itu sudah membantu sekali".
"hehe siap pak bos, asal ada bonus nya".
"dasar mata duitan, haha".
"udah yuk, aku laper".
"oke kita cari makanan".
__ADS_1
"aku pengen makan ayam geprek".
"boleh, yuk lets go".
Sampai disalah satu warung ayam geprek pinggir jalan, bella kebelet pipis, pergi ke toilet umum dan sudah lama tidak kembali lagi. Abram menelpon namun ponsel bella tidak aktif.
Abram pergi mencari bella, tidak ada bella ditoilet umum, abram panik, menelpon alex suruh mencari bella kemana pun, abram sungguh panik setengah mati. Abram pergi melajukan mobil kerumah rendy, tidak ada dia dirumah.
"argh, dasar sial lu rendy, kemana lu bawa bella".
Abram berulang kali mengumpat rendy dan memukul stir mobilnya. Abram tidak tau bella ada dimana sekarang. Mama bella menelpon.
"nak abram, bella kenapa ponselnya gak aktif, apa dia baik baik saja sekarang disana".
"mungkin hape nya habis bateray ma, dan masih dikantor mungkin ma".
"oh gitu, nanti kalau ketemu sama bella, kabarin mama ya bram, mama khawatir bella kenapa napa".
"baik ma, nanti saya kabarin".
Tut, tut, abram mematikan ponselnya dan kemudian menelpon nindy, ternyata rendy ada dirumah nindy. Segera saja abram menuju kerumah nindy.
"ada apa lu nyariin gue bro?".
"brengsek, dimana bella?".
Bruak abram melayangkan bogem mentah kepada rendy, membuat rendy tersungkur kelantai.
"abram, apa yang kamu lakukan, kenapa memukul mas rendy ha, apa salah dia?". Nindy membantu mas nya berdiri.
"gue gak tau bella dimana".
"bohong, cepat katakan !!".
"gue gak tau, makanya punya barang berharga itu dijaga, haha".
Abram meninggalkan mereka dengan penuh amarah, percuma saja tidak akan mendapatkan jawaban. Abram masih menunggu kabar dari alex tentang info dimana bella. Namun alex juga belum tau.
"bella, dimana kamu bella, Tuhan beri saya petunjuk".
***
"lepaskan saya, mau kalian bawa kemana saya ha, lepaskan!!".
"diam, dasar cewek ja la ng, ikat mulutnya".
"baik boss".
Bella sedang berada didalam sebuah mobil bersama dengan tiga pri didalam nya.
"boss boleh juga ni cewek, kita pakai aja dulu yuk boss".
"mau cari mati lu sama boss rendy, mending jangan aneh - aneh deh".
"hehe gue belum mau mati boss, ampun".
Ha rendy, aku gak salah dengar kan, kenapa rendy menculik ku, ada apa ini sebenarnya. Abram tolong aku, aku takut bram, hiks.
Mobil sudah berhenti disalah satu hotel, bella digendong pria berbadan besar dan masuk kedalam sebuah kamar, bella diletakkan keatas kasur dan mereka pun pergi.
Ada seorang pria paruh baya sedang berdiri didepan jendela hotel, melihat bella sudah datang dia mendekat. Tangan dan kaki bella diikat serta mulut bella dilakban.
Pria itu tuan lihang, dia memperhatikan bella dari ujung kepala hingga kaki, tuan lihang tersenyum, kemudian dia membuka lakban dimulut bella, dan berusaha mencium bibir, namun bella menghindar membuat tuan lihang marah dan menampar pipi bella.
Air mata bella menetes, tuan lihang kemudian merobek baju kaus bella hingga menampak kan bagian tengah badan bella, tuan lihang hendak merasakan punya bella ada suara ketukan pintu.
Tuan lihang merasa kesal dan membawa bella kekamar mandi menyembunyikan nya disana. Ternyata service room yang datang dan mengantarkan makan malam buat tuan lihang.
Tak selang berapa lama terdengar suara tubuh seseorang jatuh kelantai, tuan lihang ambruk karena meminum obat tidur dari minuman yang diantarkan room boy tadi.
Abram adu tos dengan room boy dan masuk kedalam kamar, meletakkan tuan lihang keatas kasur dan mencari bella. Membuka pintu kamar mandi dan abram melihat bella.
Abram memeluk bella dan tak tertahan kan air mata bella jatuh dipipi, abram melepaskan ikatan kaki dan tangan serta lakban dimulut bella, kemudian abram melepaskan jasnya dan memakaikan pada bella.
Menyuruh bella diam dan mengendap - endap keluar kamar tuan lihang, bergandengan tangan menuju lift dan secepat kilat mereka sudah berada diatas mobil abram.
"abram, hiks hiks. Makasih sudah datang selamatkan aku, kalau tidak ah aku tidak tau apakah aku masih bisa bernafas besok".
"hus sudah sudah jangan nangis lagi, kamu sudah aman sekarang, saya tidak akan biarkan siapa pun menyakiti kamu. Maafkan saya ya bella".
"hiks, dia siapa bram, seperti orang china".
"dia investor asal cina, jadi rebutan antara aku dan rendy, mungkin rendy menjanjikan wanita buat tuan lihang, makanya dia membawa kamu kesana".
"astaga jahat banget sih rendy itu. Gak nyangka tampang nya aja baik, ternyata busuk. Aku gak mau lagi kenal sama tu orang".
Kriuk kriuk,. .suara perut bella terdengar oleh abram.
"haha kamu laper ya adik ipar, yaudah kita makan diapartemen aja ya".
"hehe oke mas ipar, makasih ya".
"iya, tadi mama nelfon, khawatir banget ponsel kamu gak aktif, saya bilang aja kamu masih kerja".
"mama. . maafin bella udah bikin cemas".
"telfon mama gih".
"iya.. . tapi hape ku habis bateray, hiks".
"hmm yaudah nyampe apartemen langsung cas ya".
Mobil abram menerobos malam nya Ibu Kota yang masih ramai kendaraan. Tak lupa tadi abram membayar room boy menyamar menjadi bella dan melayani tuan lihang shang we, pasti dia sangat terkejut dan marah pada rendy.
Abram dan bella sudah sampai apartemen mewah abram, bella masuk kedalam sebuah kamar dan sudah ada barang miliknya disana. Memberi kabar pada mama dan segera ganti pakaian. Keluar kamar dan membuka bungkusan makanan yang tadi dibeli abram.
Tanpa menunggu abram bella makan duluan karena sudah sangat laper, abram memeluk bella dari belakang dan berucap 'i love you bella'.
Bersambung.
__ADS_1