
Teror terusan untuk abram.
Waktu penerimaan paket bom.
"pak alex, ini ada paket buat pak bos". kat salah seorang security pada alex.
"oh iya makasih". Alex mengambil paket itu dan bermain ponsel kembali.
"gak dicek dulu pak alex".
"iya nanti saya cek, hahaha".
"kenapa tertawa pak alex, saya lucu".
"bukan kamu, tapi si bunga".
"maaf pak alex, bunga mawar?".
"ah sudah, saya permisi".
Alex meninggalkan pos security sambil terus tertawa dan senyum sendiri akibat sedang berbalas pesan dengan bunga, hari hari alex sekarang dipenuhi oleh bunga, dan membuat hati alex berbunga bunga.
Berjalan pun sambil bersiul siul dan tanpa sadar alex menabrak bella.
"maaf, maaf mbak bella, saya gak sengaja".
"iya gak apa pak alex, ini paket buat pak abram ya?".
"iya betul mbak bella".
"kalau gitu biar saya aja yang bawa keruangan nya".
"gak apa mbak bella, gak repotin".
"iya gak apa kok pak alex".
Alex tanpa sadar juga tidak memeriksa apa isi paket seperti biasanya sebelum diserahkan pada abram, dan terjadilah paket bom yang diterima oleh abram.
Alex merasa bersalah sekali dan akan mencari tau dari mana paket itu berasal. Alex akan memberi perhitungan dengan orang tersebut. Alex tidak ingin dipecat oleh abram karena dia harus membiayai pengobatan rumah sakit adiknya.
Alex tidak pernah bertindak seceroboh ini sebelumnya, alex merasa menjadi aneh ini setelah kenal dengan bunga, alex sebisanya harus kembali menjadi normal sebelum semuanya hancur.
"argh aku harus cari petunjuk dimana ya, tidak ada nama pengirimnya sama sekali, argh buntu buntu".
Kring kring
"ya pak abram, oh oke baik pak, akan saya cari pak".
Akhirnya alex mendapatkan petunjuk dari abram, dengan begitu lebih memudahkan nya, alex minta tolong sama teman nya yang ahli dalam mencari informasi tentang seseorang. Alex tinggal menunggu kabar dari teman nya tersebut.
***
"ma, apa tidak sebaiknya ingrid kita suruh tinggal bersama abram di sini".
__ADS_1
"ingrid pasti tidak akan mau ninggalin kerjaannya pa, dia sangat membanggakan nya".
"mereka sama sama egois, masak tidak ada yang mengalah".
"benar juga pa, nanti coba mama bujuk ingrid buat berhenti bekerja dan ikut sama abram".
"mama yakin kan betul dia, jangan setengah setengah berucap".
"hmm papa tau sendiri abram seperti apa, keras kepala sekali, mama jadi ragu".
"ah sudahlah, papa juga makin pusing mikirin mereka".
"ah papa, mama juga pusing ni, kita shoping aja yuk pa".
"kita kan mau jenguk sodara yang sakit, malah ngajak shoping, wanita oh wanita".
"sesekali pa, kapan lagi kita menghabiskan . . .".
"habiskan uang!!".
"bukan gitu maksud mama, issh papa ni, mama bilang menghabiskan waktu berdua dengan papa, gitu".
"oh so sweet nya mama".
Mama dan papa bella memang selalu kelihatan mesra, beda hal nya dengan ingrid dan abram, walaupun sudah terikat dengan pernikahan, tapi mereka tidak saling cinta, ingrid cinta papi abram, sedangkan abram cinta dengan bella adik ingrid istrinya sendiri.
Sementara itu abram trus mendapatkan teror telfon dari orang yang tidak dikenal, abram melemparkan ponsel nya kasar ke lantai dan pecah, abram kesal.
"sial banget, apa sih mau nya tu orang, berani nya cuma nelpon, bacot doank".
"pak, pak abram, saya tau sesuatu, namanya dedy dirgantara, dia salah satu dosen yang dikeluarkan dari kampus kita karena kasus pelecehan mahasiswinya, mbak bella".
"sama sama pak".
"lex belikan saya ponsel yang baru, ponsel lama saya lihat ni, sudah retak dan pecah".
"baik pak".
"bella, mana dia?".
"pergi ke bagian personalia pak".
"ngapain, jangan jangan dia nemuin nindy".
Abram berjalan cepat menuju bagian personalia dan tidak ada nindy disana, ternyata bella habis dari toilet.
"kenapa tidak pakai toilet diruangan saya saja bella".
"itu untuk pak bos, toilet karyawan ya disini pak".
"ikut saya bella".
Tanpa banyak bertanya bella mengikuti abram sampai masuk kedalam mobilnya.
"bella, apa yang kamu dengar tentang nindy hamil anak saya itu tidak benar".
__ADS_1
"iya kan belum pasti hasilnya".
"saya jamin bukan anak saya".
"iya pak".
"iya apa?, iya kamu percaya dengan ucapan nindy?".
"hmm gak tau".
"kamu kenapa bella?".
"pake nanya, bapak gak nyadar, orang tua saya jadi risih melihat saya menginap di apartemen bapak, kembalikan barang - barang saya ke kosan, terimakasih".
"bella, dengerin, nyawa kamu dalam bahaya sekarang, saya sering mendapatkan ancaman tersebut".
"itu kan musuh nya bapak, bukan saya".
"kamu ingat dedy dirgantara?".
"siapa?, kenapa dia muncul lagi". Suara bella ketakutan.
"sepertinya dia sudah lama mencari keberadaan kita, dan juga, paket bom yang meledak dikantor saya itu kiriman dari dia".
"astaga. . . aku gak percaya ini bisa terjadi, bagaimana ini bram".
"kamu tenang saja bella, hmm selama kamu tetap berada disisi saya, kamu akan selalu saya jaga dan aman, tapi kalau kamu membantah, saya tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya".
"bram, aku takut".
"sudah, gak usah takut bella, kamu aman bersama saya, dan saya harap kamu selalu berada disisi saya, faham".
Bella mengangguk dan abram melajukan mobilnya menuju suatu tempat yang sering didatangi abram ketika banyak masalah, sebuah danau kecil berair jernih dan suasana sekeliling yang asri. Tak lupa dibelakang mobil abram ada bodyguard yang baru disewa abram menjaga.
Selama dalam perjalanan mereka berdua hanya diam dan tidak ada mengobrol apapun. Sampai didanau, abram kembali hanya diam dan berjalan pelan saja ditepi danau. Banyak yang sedang difikirkan abram.
Isi kepala abram sekarang bagaimana menemukan dedy dan menyingkirkan dia selamanya, kemudian masalah nindy dan rendy yang tidak pernah usai, ditambah lagi orangtua bella tau kalau sekarang bella tinggal diapartemen nya, bisa saja ingrid disuruh untuk menyusul ke Jakarta.
Argh kalut banget fikiran abram sekarang, dia butuh penyegaran otak dan juga pemulihan jasmani, abram tau cara agar semua itu bekerja dengan baik. Abram tidak menyadari ada bella juga ikut dibelakang dan tiba tiba bella terpeleset dan masuk kedalam danau.
Byuuurr, bella tercebur dalam danau.
"bella. . .". Teriak abram kencang dan tanpa pikir panjang ikut menyebur kedalam danau, menyelamatkan bella.
Para bodyguard ikut berlarian dan menolong abram dan bella keluar dari danau, sampai diatas bella malah tertawa.
"ngapain kamu ketawa, dasar cewek aneh, nyebur ke danau malah ketawa, lucu !!".
"haha iya lucu, abisnya kamu muka nya kek benang kusut, selow aja pak bos".
"dasar kamu ya, baju saya basah semua".
"hehe maaf pak bos, nanti saya belikan baju gantinya, senyum donk pak bos".
Abram hanya geleng kepala melihat kelakuan bella yang kadang aneh, dan kadang bisa mengembalikan mood nya. Abram dan bella kembali ke apartemen dengan kondisi baju basah semua.
__ADS_1
Bersambung.