Cintai aku Izabella

Cintai aku Izabella
16. 1 x 24 Jam


__ADS_3


1 x 24 jam


"ma. . pa, ingrid berangkat dulu ya".


"mau kemana ing?".


"ke Jakarta pa, urusan kerjaan".


"kamu gak dapat cuti nikah emangnya, sampai harus kerja lagi sekarang".


"dapat lah pa, tapi kan sekarang abram lagi cidera, percuma juga gunain cutinya, gak bisa honeymoon juga kan, mending ingrid kerja".


"sudahlah terserah kamu. Hati hati, perlu papa antar ke bandara".


"gak usah pa, aku dijemput sama mobil kantor kok".


"udah pamitan sama mama kamu".


"udah kok pa, mama kurang sehat badan, masih baringan di kasur".


"oh ya udah".


Kring kring.


"ya halo bella, kenapa".


"paaa, jemput bella dong, bella ada urusan ni".


"papa mau berangkat kerja gak bisa jemput kamu bella, pulang sendiri aja".


"hmm oke deh pa".


"gimana keadaan abram sekarang bel?".


"dia udah sembuh kok pa".


"oh syukurlah, mending pulang sekarang bella, mama juga lagi kurang enak badan".


Sambungan telpon sudah terputus, aku melihat abram masih tertidur pulas, saatnya aku pergi dari sini dan segera pulang. Semalaman aku tidak bisa tidur karena abram selalu memeluk tubuhku, aku jadi risih dan terganggu.

__ADS_1


Setelahnya aku mengendap menuju pintu keluar, ternyata pintu terkunci dan kuncinya tidak ada, bisa saja si abram aneh ini yang menyembunyikan kunci nya.


"ah sial banget sih, aku harus menemukan kunci itu, jangan sampai dia terbangun duluan".


Aku membuka laci nakas satu persatu, tidak ku temukan apapun, ku coba merogoh dibawah bantal, tidak ada juga. Dimana dia menyembunyikan kunci pintu itu. Aku sudah kehilangan akal.


"uaaahh, selamat pagi dunia, selamat pagi bella sayang, loh kok kamu menghilang bella, bella where are you".


"aku disini, eh abram dimana kunci pintu, aku mau keluar".


"oh my darling sudah bangun. Mau kemana sih pagi gini".


"aku mau pulang abram, mama aku lagi sakit".


"sakit apa mama mertua ku oh my darling".


"lagi gak enak badan". Oh tuhan aku benci dia manggil ku darling darling seperti itu, boleh aku cakar aja gak ni orang, sumpah gedeg banget.


"oh gitu, nanti balik lagi kesini ya my darling".


"iya, mana kuncinya, cepetan".


Pletak, aku menjitak kening abram, dia menyeringai dan menampakkan deretan giginya yang rapi, baru kali ini aku menemukan pria seperti abram dihidupku.


Dia menelpon seseorang, itu adalah alex, terdengar suara pintu terbuka, rupanya alex yang mengunci dari luar, aku segera saja keluar namun abram memanggil nama ku kembali.


"bella, salim dulu donk sama mas ipar nya, gak sopan banget".


"huft, mas ipar yang ganteng, saya pamit pulang dulu ya, kalau ada perlu apa apa sama alex saja ya". Aku terpaksa mencium tangan si abram.


"haha gitu donk, adik ipar ku yang cantik, sini peyuk duyu".


"ogah, kamu bauk, bye".


"bella, bella kamu gemesin banget sih, gak salah aku pilih kamu, sekarang kamu sudah terjebak dalam genggaman saya, haha dan kamu harus sudah memberikan jawaban 1 x 24 jam kepada saya".


***


Aku singgah dulu di minimarket, membeli susu dan juga roti nanti akan aku berikan pada hanum, masalah hanum harus aku tunda sementara karena harus mengurus abram.


Tiba didepan rumah hanum aku melihat banyak orang berkerumun, ada apa ya, aku bertanya pada salah seorang ibu ibu.

__ADS_1


"ada yang gantung diri didalam rumah, dia juga bawa anak nya ikut serta".


"astaga beneran buk, si hanum buk".


"saya juga gak tau persis namanya neng".


"permisi . . permisi, mau lewat".


Aku menerobos saja kerumunan orang yang pengen melihat juga, aku berhasil masuk kedalam rumah, dan benar saja itu hanum, aku tidak dapat berkata kata, sakit hatiku melihat hanum sudah meninggal.


"hanum, kenapa kamu nekat, aku kan sudah bilang kita akan berjuang bersama mendapatkan keadilan buat kamu. Hiks hiks hanum maafkan aku hanum, semoga kamu mendapatkan ketenangan disana". Lirihku.


Aku tak tega melihat hanum seperti ini, apalagi anaknya juga ikut meninggal. Sedih hatiku, hanum aku berdoa sama Tuhan agar kamu layak masuk surgaNya kelak, amin.


Aku ikut mengantarkan hanum sampai kepemakaman, aku tak hiraukan hujan yang turut serta dalam proses pemakaman hanum, langitpun ikut sedih dengan kepergian orang yang baik yang telah direngut kebahagiaan nya diatas dunia ini.


Tuhan beri aku petunjuk siapa orang yang telah membuat hanum menderita sampai akhir hayatnya seperti ini. Aku teringat abram, ya dia pasti bisa bantu memecahkan masalah ini. Sebelum itu aku harus cari petunjuk didalam rumah hanum, siapa tau hanum meninggalkan sesuatu disana.


Pemakaman telah usai, aku yang masih basah kuyup dan menenteng kantong plastik susu dan roti masuk kedalam rumah hanum, aku menyalakan senter diponsel.


Menelusuri setiap ruangan dan sampai disalah satu kamar yang pintunya sudah rusak, aku melihat ada berbagai tulisan di dinding. Seperti rangkaian tempat dan nama seorang.


Aku memotret nya dan segera pergi, aku sudah sangat kedinginan, aku membutuhkan teh hangat untuk menghangatkan tubuh ku. Kaki ku tersandung sesuatu, aku memunggut buku tersebut, seperti buku diary.


Aku memasukkan kedalam tas dan bergegas jalan menuju kerumah ditengah gerimis yang turun. Aku merasa seperti ada yang mengikuti dari belakang, masih sore tapi langit sudah gelap karena hujan. Aku sesekali berhenti dan menoleh kebelakang. Tidak ada siapa pun. Aku berlari saja sekuat tenaga. Akhirnya sampai dirumah.


"kok ada mobil abram, apa dia sudah keluar dari rumah sakit, ah benar benar tu manusia, caper mulu".


Aku sudah masuk kedalam rumah dan melihat abram diatas kursi roda disampingnya ada alex yang selalu setia menemani. "aku pulang". "bella kenapa basah kuyup", tanya mama.


"aku lupa bawa payung ma, aku kekamar duluan ya ma".


"hey bella, sapa mas abram donk".


Uek malas banget manggil dia mas, "hey mas, aku permisi".


"iya bella jangan lupa mandinya".


Bersambung.


__ADS_1


__ADS_2