Cintai aku Izabella

Cintai aku Izabella
19. Duh !, Kenapa Jadi Gini Sih


__ADS_3


Duh !, Kenapa Jadi Gini Sih



"malam om, malam tante, apa kabar".


"eh andre, masuk masuk ndre, udah lama gak main kerumah".


"iya maaf tante, sibuk banget kerja, bella, ini aku bawakan pizza kesukaan kamu".


"kamu gak lihat, kita sudah makan pizza. Bawa pulang aja gih".


"bella kenapa bicara gak sopan gitu. Makasih nak andre, duduk dulu, mau minum apa". Tanya mama ramah


"gak usah repot tante. Aku cuma mau bicara sebentar sama bella".


"ngomong disini aja, ada apa?".


"bella ajak andre bicara diluar saja, papa lagi nonton".


"iya baik pa".


Aku dan andre sudah berada diteras depan dan duduk dikursi. Andre menggenggam tangan ku erat dan menciumnya beberapa kali.


"sayang, aku kangen banget sama kamu, kenapa kamu cuek banget sih".


"kangen, kamu kan sibuk kerja, mana bisa kangen sih sama aku".


"aku kangen tiap saat sama kamu sayang, sumpah".


Oh aku baru ingat, kanaya lagi pergi liburan keluar negeri sama keluarganya, maka nya si andre cari aku dan bilang kangen segala, cuih jijay, sempat terlintas difikiran ku tentang video yang telah disebar andre diinternet tersebut.


"ndre aku mau nanya, jawab jujur".


"nanya apa sayang".


"kamu nyebar video kita ya sama orang orang".


"ngh, eh video apa maksud nya sayang".


"kamu jangan pura bodoh ya, kamu ngerekam kan waktu kita dihotel itu pas hari kelulusan ku".


"kamu tau dari mana bella".


Plaaakkk aku menampar wajah andre kasar. Aku menatapnya sinis hampir keluar mataku karena nya. Aku sungguh sangat benci andre.


"kamu cowok egois andre, demi kesenangan mu, aku kamu korbankan, kamu pernah gak pikirin perasaan aku , walau hanya sedikit, gak pernahkan, aku sangat benci kamu andre".


"bella kamu yang gak pernah pahamin aku, kita hanya sekedar pacaran dan tidak saling memahami".

__ADS_1


"jadi selama 7 tahun ini kita 'hanya sekedar pacaran' maksud kamu gimana sih, karena aku gak mahamin kamu jadi kamu selingkuh sama kanaya, teman aku sendiri, kanaya lebih memahami kamu, iya !!".


Andre hanya diam, mukanya terlihat merah padam menahan emosinya, dia menautkan geraham nya kuat, aku bisa merasakan andre sedang marah sekarang, karena dia sudah terpojok olehku.


"jawab, kenapa kamu diam saja andre, aib mu sudah terbongkar oleh ku ha, kamu tidak tau malu andre".


"sudah diam bella, aku kesini dengan niatan baik tadi, aku cuma ingin bilang, aku akan keluar kota dinas sekarang, daerah kalimantan. Aku tidak ingin kamu menunggu ku terlalu lama. Akan susah LDRan juga".


"jadi kamu maunya bagaimana ha?, putus gitu, kamu harus tanggung jawab dulu atas video yang telah tersebar itu".


"akan aku kirimkan nanti sejumlah uang ke rekening kamu, sudah puas, aku pamit".


"enak saja kamu bilang ini masalah uang, aku tidak akan melepaskan kamu andre, keujung dunia pun akan aku kejar".


"mau kamu apa?".


"nikahin aku sekarang juga".


"gila kamu, mana bisa nikah secepat ini".


"7 tahun kita bersama, bahkan aku sudah memberikan tubuh ku untuk mu, kamu milih tuk mengakhiri kisah ini, kamu hempaskan aku tak berdaya andre, kamu jahat sekali jadi orang. Nikahin aku".


"jangan egois jadi orang, aku masih mau ngejar karir dulu, kalau mau nikah sama aku tunggu 3 tahun lagi, aku tidak mau sekarang nikah sama kamu bella".


"oke 3 tahun lagi, sampai 10 tahun pun akan aku tunggu".


"terserah, dasar cewek gila".


"maaf, anda siapa, kalau tidak tau pokok masalahnya jangan ikut campur, sok tau banget".


"haha belum tau siapa saya, saya adalah ipar nya bella, kenalin abram bramasta, cari aja digoogle siapa saya pasti akan dikasih info lengkapnya, silahkan anda pergi sekarang".


Andre sudah naik mobilnya dan membanting pintu kasar, aku juga tidak mau melihat andre lagi, aku langsung saja masuk kedalam kamar dan menangis, rupanya mama mengikuti ku.


"bella, ada apa kamu dengan andre, cerita sama mama".


"hiks, mama. . aku belum bisa cerita sama mama, maafin. Aku selesaikan sendiri masalah aku, nanti kalau udah mentok baru aku cerita ke mama, gak apa kan ma".


"yasudah gak apa, mending kamu istirahat ya, besok temanin mama kepasar ya, soalnya mama mau masak banyak".


"kok masak banyak ma".


"teman arisan mama kerumah, tiap minggu gitu gantian kerumah yang lain, mau ya".


"oke deh ma, oh ya ma mbak ingrid kapan pulangnya ma, pengantin baru kok gak dirumah".


"kata mbak mu besok dia pulang, mama juga bingung, si ingrid sibuk banget kerjanya, yaudah mama keluar ya".


"maa aku lupa bilang, senin depan aku kejakarta, aku diterima kerja ma".


"beneran bella, selamat ya sayang, kok jauh banget dijakarta, nanti mama kangen sama kamu gimana".

__ADS_1


"aaa mama, kan kita bisa vc an ma, nanti tiap minggu aku kan bisa pulang".


Kita berpelukan, apa aku bisa berjauhan dari mama ya, selama ini kan aku selalu diketek mama aja, gak pernah berjauhan sama sekali, aku meyakinkan diri pasti aku bisa, karena aku ingin melupakan masalahku dengan andrea dan juga ingin berjauhan dengan si abram.


"tok tok, bel bella buka pintunya".


"iss mau ngapain lagi sih abram, ganggu orang tidur aja".


"bella bukain pintunya". Bisik abram agak keras.


"iya sabar bawel, ada apalagi sih".


"boleh donk mas ipar masuk, gak lupa kan sama janjinya". Abram bicara sambil mengangkat kedua alis nya.


Astaga aku lupa, kenapa ni orang ingat aja sih sama janji ku, aku berusaha tutup pintu lagi, namun sudah ditahan sama tangan nya yang kekar. Abram menerobos masuk kamarku.


"bella, saya tagih janji nya, saya sudah bantu kamu kan dengan masalah hanum".


"apaan cuma dobrak pintu rumah ibu hanum doank, itupun dibantu sama mas alex".


"janji ya janji, harus kamu tepatin lah".


"ni ambil". Aku menyerahkan sebungkus permen kiss dan dia menarik tanganku dalam dekapan nya.


"saya gak mau permen, mau nya kiss kamu".


"abram jangan gila ya, please bram jangan".


"haduh adik ipar ku yang cantik, cuma minta kiss gak minta nyawa kamu kok, takut banget".


"ya sama aja seperti kamu cabut nyawa aku wahai mas ipar yang tak tau. . . ".


"tak tau apa maksud kamu wahai adik ipar".


"eh gak ada kok, udah malam aku mau tidur mas abram".


"kamu panggil saya mas, duh so sweet banget kamu adik ipar, yuk kita bobok sayang mas temanin".


"apaan sih". Aku mendengar nafas abram sudah berat dan detak jantung nya memburu, abram menambah erat pelukan nya kepada ku. Jarak kami sejengkal saja sekarang.


Abram menatap mata ku dengan sorot mata tajamnya, seolah ingin mengatakan sesuatu, ada apa dengan abram, apakah abram memang pria yang ditakdirkan untuk ku, apa kah abram sosok yang aku kenal dimasa dulu.


Matanya seolah tidak asing bagiku, siapa abram sebenarnya, abram mencium pipi ku mesra, kemudian dia membuka sebuah permen dan dimasukkan kedalam mulutku.


"nafasmu bauk, makan ini, permen kiss, nanti bau nafasmu akan wangis sepanjang malam".


"isssh aku sudah gosok gigi tau, mana ada nafasku baik. Malah disuruh makan permen lagi, ni ambil lagi".


Tanpa sadar aku memonyongkan bibir ini dan sudah beradu dengan abram, maksudnya memberikan permen ini kembali pada abram, tapi kan aku punya tangan, kemana pergi nya tangan ku. Ternyata dipegang sama abram. Haduh kenapa jadi gini sih.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2