
Kisah Si Hanum.
"bel, saya tau siapa sebenarnya hanum, dia adalah seorang perempuan sama seperti kamu".
"ya iyalah abram, sudahlah tak guna nanya sama kamu".
Terdengar suara kekehan dari arah depan, alex tertawa.
"mas alex, kamu bisa tertawa juga rupa nya, kata bunga kamu tidak pernah tertawa sedikit pun, padahal bunga sudah susah payah melucu".
"hm itu tidak benar mbak bella, saya manusia normal kok mbak, bisa tertawa bisa menangis juga".
"hehe syukurlah, bunga tidak salah pilih cowok, mas alex masih normal".
"alex tidak untuk siapa pun, dia milik saya ngerti bella".
"okay okay pak abram, anda berkuasa atas semua hal yang ada dimuka bumi ini".
"haha, jelas saya abram bramasta".
Ciiiitt tiba tiba alex ngerem mendadak.
"ada apa lex".
"itu tadi saya lihat ada anak kecil melintas, saya cek dulu keluar pak".
"kamu lihat ada anak kecil bella?".
"gak ada, hantu anak kecil mungkin".
"ngawur, siang bolong gini hantu pada tidur kali bellas, hiaha".
"apaan bellas, dasar cowok aneh".
"bella sayang".
"krik krik krik ada jangkrik". Aku puas tertawa setelah membuat abram malu.
"maaf pak, gak ada siapa pun, mungkin saya salah lihat". Kata alex.
"yaudah lex kita lanjut jalan aja".
"tunggu mas alex, aku haus pengen beli minum, diwarung itu aja kali ya".
"tunggu sebentar ya mbak bella, saya parkirkan mobil dekat sana".
Mobil bmvv mewah abram itu sudah terparkir indah dekat warung, karena terik matahari sehingga memantulkan cahaya silau dari mobil mevvah tersebut. Orang didalam warung sampai menutup mata dan bilang 'silau atuh men'.
__ADS_1
"mau minum apa mas alex?".
"gak usah mbak".
"iss gak apa, aku beliin kopi aja ya".
"alex doank ni yang ditanya, saya gak, saya mas ipar kamu loh ni".
"mas ipar air mineral saja ya, baik buat kesehatan mas ipar yang lagi masa pemulihan kaki di gips ni".
"ngeledek ya, awas kamu bella".
Aku turun dari mobil dan membeli tiga minuman dan beberapa cemilan. Ada seorang ibu paruh baya datang dengan tergesa gesa dia minta diambilkan obat serangga, banyak kecoa dirumah nya ibu itu bilang. Aku melihat pakaian lusuh ada bekas lumpur juga.
"kasihan atuh hidup si werni mah, orang nya sudah hidup susah, ditambah kan anaknya gantung diri, kasihan betul".
"heuh teh, apalagi ni ya gosip idup keluarga mereka dulu gak kalah heboh, tega bener ayah nya sampai buat si anum tekdung, hamil, saya mah gak kuat kalau jadi buk werni".
Aku mendengar ibuk ibuk itu bergosip, yang barusan tadi ibu nya hanum, aku segera masuk kedalam mobil.
"mas mas alex, tancap, kita ikuti ibu itu".
"yang mana mbak bella".
"itu ibu yang bajunya warna merah itu loh mas alex ,ah lama aku jalan kaki aja".
Aku mengejar ibu tersebut sedikit berlari, karena aku tidak mau kehilangan jejak, beliau masuk kedalam sebuah gang sempit dan berjalan terus. Tak lama setelah itu dia berhenti disebuah rumah.
Rumah sederhana yang nampak tidak terurus. Ibu tersebut masuk dan mengunci pintunya. Jendela nya terbuka, aku mengintip saja dari sana, siapa tau ibu itu berbuat sesuatu yang dapat mencelakai dirinya.
Benar saja, ibu itu mau meminum obat serangga yang dibelinya tadi. Aku kaget karena dikejutkan oleh abram.
"kenapa kamu mengintip rumah orang".
"tolongin, ibu itu mau minum obat serangga".
"dobrak saja pintu rumahnya".
Bruak pintu rumah sudah terbuka.
"si...siapa kalian, kenapa mendobrak pintu rumah saya".
"ibu, ibu tidak boleh meminum obat serangga itu, nanti ibu bisa mati, hanum bakal sedih melihat ibu begini".
"hanum, kenapa kamu kenal hanum?".
"aku teman hanum bu, berikan obat itu pada ku bu".
"tidak, aku lebih baik mati saja, pergi kalian dari sini".
__ADS_1
"ibu jangan seperti ini, ibu bisa cerita sama kami masalah nya kenapa".
"tidak guna, hidup ku sudah hancur, suami yang sekiranya bisa menjaga anak kandung nya sendiri, malah menjual pada teman nya dan bahkan dia p*rk*sa juga, sedih hati saya, hiks".
"ibu, ibu yang tenang dulu".
"setidaknya dia sudah membusuk dineraka, tapi ulah perbuatan nya, hanum lumpuh seumur hidup dan melahirkan anak nya sendiri, maka nya saya membawa jauh hanum dari sini".
Ibu hanum menangis tersedu dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, kemudian melanjutkan bercerita, abram dan alex yang mendengarkan pun ikut terharu.
"setelah beberapa hari saya bersama hanum, dia selalu bertanya tentang ayah nya yang sudah meninggal, saya menjadi emosi dan bilang kalau ingin bertemu ayah kamu, nyusul aja dia keneraka".
"dan karena perkataan ibu, hanum gantung diri demi menyusul ayahnya, benar begitu bu?".
"sa. . .saya menyesal, hiks hiks, ampuni saya Tuhan".
"sudah bu, sudah jangan menangis lagi, hanum pasti sudah tenang disana, ibu tidak usah menyesal lagi".
"saya tidak bisa memaafkan diri saya sendiri".
Ibu hanum langsung meminum obat serangga itu cepat, membuat ibu itu pingsan dan mengeluarkan banyak busa dimulutnya, ibu hanum sudah tidak tertolong lagi, aku syok, ibu hanum meninggal tepat didepan mataku.
"ibu, ibu. . jangan meninggal bu, ibu. . ".
Abram menenangkan diriku dan memeluk erat, jiwa ku terguncang, kenapa ada orang sejahat ayah hanum dimuka bumi ini, membuat keluarganya hancur dan menderita seperti ini, aku aku menangis sejadi jadinya.
***
Aku membuka laptop dan mencari di internet tentang PT. Amastha New Jaya, profil perusahaan dan siapa yang memimpin perusahaan tersebut. Itu adalah perusahaan yang aku lamar kerja dan dinyatakan lulus, senin depan harus sudah masuk kerja.
"hmm punya bule ternyata, perusahaan sudah berkembang dan punya banyak anak cabang, hmm menjanjikan juga ni PT, bilang ke mama papa dulu ah".
Aku turun kelantai bawah dan mendapati mama, papa, ivano dan abram lagi nonton bersama dan makan pizza.
"ada pizza gak bilang bilang nih".
"kakak sih, dipanggil dari tadi gak nyahut, ni buat kakak, tinggal satu, hihi".
"iss ino jahat ya, gak mau satu, mau nya satu kotak".
"ni buat adik ipar mas satu kotak penuh". Abram menyodorkan nya pada ku. Adik ipar mas, uek sungguh mual aku mendengarnya.
"makasi". Aku terpaksa tersenyum.
Tok tok, ada yang datang, ivano adikku membukakan pintu. Andre datang membawa kan pizza juga.
Bersambung.
__ADS_1