
Tidak Ada yang Gratis
"iya bella jangan lupa mandinya pakali air anget, trus nanti minum teh anget juga sekalian".?
Iyaaa bawel banget, gak usah diingetin aku sudah ngerti kok, dasar caper mulu kerjaan nya. Aku berkata dalam hati saja biar gak ketahuan sama mama.
Malam hari waktunya makan malam, mbak ingrid gak kelihatan, kemana dia. Malah digantikan abram sekarang, apa setiap hari akan selalu ada abram dirumahku, memang itu yang diharapkan oleh abram, dia sudah merencanakan nya.
Huh, sabar bella, sabar akan ada saat nya kamu pergi dari rumah ini, benar aku harus mendapatkan kerja diluar kota, agar jauh jauh dari si manusia caper, abram.
"kenapa wajah nya ditekuk aja bella". Sapa abram.
"hm gak kenapa, selamat makan semua".
Selama makan suasana diam, karena memang tidak boleh ada yang bicara saat makan, usai makan aku mencuci piring, mama dan papa diruang tengah, ivano adik bungsu ku sudah masuk kamar. Abram mendekati ku dan berkata.
"bella masih ingat kan beri jawaban 1 x 24 jam sama saya, jangan sampai lupa ingatan kamu".
"hmm iya, sebelumnya aku ada permintaan".
"apa itu".
"bantuin aku mencari seseorang yang sudah membunuh teman ku".
"membunuh temanmu".
"iya".
"siapa orangnya?".
Ditengah malam, ada yang mengetuk pintu kamar ku.
"siapa sih".
"saya abram".
"iss, iya tunggu sebentar".
"lama amat buka pintunya, saya sudah dapatkan sedikit petunjuk".
"ha beneran, hebat banget alex".
"lah kok alex, saya donk yang hebat".
"masak?. Aku gak yakin kamu bisa".
"ya bisalah, saya kan punya akses dan orang dimana mana".
"iya deh percaya, apaan petunjuknya tentang pria itu".
"kalau analisa saya, coretan di dinding itu tentang sebuah tempat atau desa, dan saya cari di internet, memang ada lokasi tersebut didaerah . . ".
__ADS_1
"daerah mana, cepat bilang donk abram".
"haha penasaran ya, kasih tau gak ya".
"udahlah capek, mending tidur".
"ciah ngambek, iya ni saya kasih tau dengerin, itu nama desa gak jauh dari sini, nama desanya cimandayah".
"gak pernah dengar, trus".
"sama saya juga gak tau, konon katanya ya disana banyak kaum lelakinya masuk penjara karena kasus pelecehan, perampokan dan pembunuhan, setelah bebas mereka mengajak pria muda disana melakukan hal yang sama".
"iih serem banget".
"tok tok bella, lagi ngomong sama siapa kamu, belum tidur".
"ssst ada mama, ini ma aku lagi telponan sama andre ma".
"owh kiraiin sama siapa, tidur lagi".
"iya ma iya", teriak ku agar terdengar sampai keluar oleh mama, kemudian aku memukul pangkal lengan abram, "tuh kan hampir ketahuan mama, kan bisa diluar kita bahasnya". Ucapku kesal sama abram.
"iya iya siap salah, saya kan penasaran dengar jawaban kamu, maka dari itu saya cepat selesaikan masalah teman kamu itu".
"pelan pelan napa ngomongnya, ntar ketahuan lagi, jawaban apa sih abram".
"yaelah udah lupa aja, jawaban atas kegelisahan hati ku selama ini, kamu sudah mengaduk aduk nya dan membuat ku jadi gegana".
"apaan gegana. Haha".
"haha dasar anak alay kamu, so so klin lantai".
"bukan, softener soklin, haha".
"jangan sebut merek donk abram, haha".
"ah kamu mempermainkan aku, okedeh kalau begitu". Abram mengambil ponselnya dan menelpon alex.
"halo lex, segera sebarkan video nya si andre itu dan pacarnya, kemudian. . .".
"eh eh jangan jangan". Aku rebut saja ponsel abram, dan berusaha mematikan panggilan tersebut, ternyata layarnya mati, tidak ada abram melakukan panggilan.
"is dasar sial ya kamu abram, oke oke dengar ya jawaban aku adalah tidak. Tidak akan ada kamu dihatiku, dan tidak akan mungkin kita bersatu abram, jadi lelaki jangan suka ngamcam, kalau pun memang cinta. Dapatkan hati perempuan mu dengan cara yang tulus".
"heh malah ngasih ceramah, oke saya terima tantangan kamu, kamu bakal jatuh cinta sama saya bella, saya pastikan itu, dan kamu akan jadi milik saya seutuhnya, haha".
"haduh abram, jangan terlalu seperti itu, aku jadi merinding, aku takut menghadapi kamu abram".
"haha, seumur hidup, cuma kamu yang nolak saya, selebih nya ngejar saya sampai dikirimin pelet".
"masak sih segitunya, mbak ingrid juga gitu donk sama kamu".
"hmm kalau ingrid sih beda, ada rahasia juga antara kita, kamu masih kecil, jadi tidak boleh tau".
"apaan sih, aku tanya sendiri saja sama mbak ingrid". Drrt drrt ada notif email masuk, dari perusahaan yang aku lamar. Aku diterima kerja di kantor pusat, dijakarta. Horay.
__ADS_1
"ye ye, bram aku diterima kerja, dijakarta bram, bye abram kita akan berjauhan. Hahah".
"sst jangan teriak teriak, nanti mama kamu bangun lagi, cie selamat ya bella, udah gak jadi pengangguran lagi".
"iya lah, izabella gitu loh, tapi bram, kita selesai kan dulu masalah teman aku, hanum".
"ada bayaran mahal dari setiap bantuan yang kamu terima".
"perhitungan banget sih jadi orang".
"yaiyalah, mana ada yang gratis didunia ini, ke wc umum aja harus bayar".
"hm minta apa?".
"di kiss".
"permen kis".
"boleh juga di kiss sambil makan permen kiss, deal, besok aku tunggu diminimarket papa, hoam ngantuk".
Abram sudah meninggalkan kamar ku, kamar kita sebelahan, karena dia sekarang sudah tidur dikamar mbak ingrid.
"apaan minta kiss segala, dasar mesum, oh ya baru ingat". Aku mengeluarkan buku yang ku temukan tadi dirumah hanum, sudah banyak yang robek dan sedikit basah karena hujan tadi.
Aku membaca setiap lembar yang ada tulisan nya, mata ku terbelalak ketika membaca, 'ayah, seharusnya kita tidak boleh melakukan itu'. Kalimat selanjutnya 'ayah maafkan aku mencintaimu'.
"astaga, bukan kah ayah hanum sudah meninggal, jadi apa yang sebenarnya sudah terjadi". Aku jadi bingung sendiri dengan masalah hanum ini, besok akan aku tanya pada tetangga sekitar tentang hanum.
"duh mumet banget ni kepala, harus tidur dulu".
Abram bersiul sampai dikamar ingrid, mengirimkan pesan pada alex, 'thanks lex, buat bella semakin senang atas diterima nya dia kerja diperusahaan kita, jangan sampai ketahuan, ingat itu'.
'siap pak bos, akan saya laksanakan'.
***
Aku jadi penasaran, ada rahasia apa antara mbak ingrid dengan dia. Apa mbak ingrid dapat ancaman juga sama seperti aku, aku rasa iya, mbak ingrid gak cinta sama abram, karena ada rahasia mbak ingrid yang dipegang abram, jadilah mbak ingrid menikah dengan abram, aku harus usut tuntas ini, aku cari tau sendiri saja.
Aku dan abram sudah sampai didesa cimandaya. Sebelumnya aku sudah mencari tau tentang hanum maupun keluarganya, para tetangga tidak ada yang tau apapun. Ada juga tetangga yang hanya diam ketika aku sebut nama hanum. Dia menutup pintu rumahnya kasar.
Hmm teka teki apa sih yang sedang terjadi dengan hanum, apa tindakan aku ini benar ya, ikut campur, tapi aku atas rasa kemanusiaan ingin menolong hanum. Walaupun makin susah mencari kebenaran nya ditambah lagi hanum sudah tiada. Setidaknya hanum bilang ibu nya masih hidup, aku harus menemukan ibu hamun terlebih dahulu.
"bel, email balasan ke perusahaan itu sudah kamu balas belum". Tanya abram yang membuyarkan lamunanku.
"sudah aku ucapkan terima kasih, oh ya bram, coba lihat ini deh, kemaren aku temuin dirumah hanum".
"diary nya dia".
"seperti nya gitu, udah banyak yang rusak kertasnya".
"hmm perlu saya teliti lebih lanjut, diam dulu".
"argh. . memang gak pernah ilang nyebelin nya kamu".
"bel, saya tau siapa sebenarnya hanum, dia adalah. . .".
__ADS_1
Bersambung.