
Bella diculik
Mereka bicara berbisik dan saling melempar senyum, kemudian abram pergi dan bella masih asyik memilih barang diminimarket. Kedua pria tersebut tau bahwa abram sudah pergi.
Tiba saatnya mereka melancarkan aksinya pada bella. Dengan cepat tas bella sudah berada ditangan mereka dan bella teriak copet copet.
Kedua pria tersebut lari dari kejaran orang - orang yang menolong bella, abram pun ikut mengejar dan mereka lebih cepat ternyata, melemparkan tas bella kesembarang arah dan kabur.
"sial, mereka cepat banget larinya".
Abram mengambil tas bella dan ponsel bella tidak ada, abram kemudian menemui bella.
"bel, hape kamu gak ada, diambil mereka".
"hiks, hape aku bram". Bella mengelap air mata nya yang menetes.
"nanti saya belikan hape baru". Abram berkata sambil mengelus rambut bella.
"bukan masalah hape nya bram, tapi isi foto di dalam nya itu loh, kenangan yang takkan terlupakan bram".
"yaudah kalau gitu kita harus cepat tangkap tu pencuri".
"tapi bram, biarin aja, udah gak penting sekarang".
"gak bisa gitu bella, udah ayuk cepatan". Abram menarik tangan bella dan berjalan agak cepat menuju parkiran.
Setiba nya di parkiran minimarket, abram melihat ban mobil nya kempes, malah ke empat ban nya yang kempes, seperti ada yang sengaja melakukan itu.
"arhg sial, ulah siapa sih ini". Abram menggerutu sendiri. Dia merogoh saku celana dan mengambil benda pipih dan menekan nomor alex.
"lex tolong urus mobil saya, dan kamu kesini bawa motor, cepat !". Perintah Abram kepada asisten pribadi nya itu.
Abram selalu mengandalkan alex dimana pun dan kapan pun, alex memang ditakdirkan untuk selalu ada untuk abram, apa jadi nya abram tanpa alex, mungkin akan seperti pesawat tanpa ada pilot.
"mas alex gak capek disuruh suruh terus sama si abram". tanya bella polos nya pada alex.
"gak apa kok mbak bella, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab saya mbak". Alex dengan percaya diri nya mengatakan hal itu
"hmm mas alex sama bunga sudah jadian ya". Goda bella kepada Alex.
"belum kok mbak bella, eh maksud nya kita hanya temanan biasa aja mbak".
"ciee mas alex muka nya merah, malu ya, ciee . .".
"gak kok mbak bella, biasa aja".
__ADS_1
Sebenar nya alex memang menaruh suka pada bunga, namun alex belum berani mengatakan nya pada bunga, karena alex belum pria mapan seperti keinginan bunga, yang ingin punya suami mapan dan seorang pengusaha.
Biarlah alex memendam rasa nya pada bunga dulu, walaupun jodoh pasti gak akan kemana fikir alex.
"bella, cepetan, ngobrol mulu, kata nya mau ngejar copet hape kamu, gimana sih".
"iyaa bawel, tunggu sebentar".
"kamu manggil saya apa, bawel".
"bukan pak abram, tapi. . gak jadi, udah ah yuk".
Bruum, ngeng, abram sempat kehilangan jejak kedua pria yang copet tas bella dan mengambil dompetnya, namun berhasil disalip abram karena abram lihai mengendarai motor milik alex, bella yang duduk dibelakang harus berpegang erat pada abram agar tidak terjatuh.
Abram senang bisa dipeluk bella dari belakang seperti ini. Seperti layaknya pasangan orang yang berpacaran. Abram pun sengaja mengrem agar bella terus mepet ke tubuhnya.
"itu itu orang yang tadi bram, cepet bram".
Ciiittt bruak, abram menendang motor pria tersebut dan terjatuhlah mereka. Tak lupa abram menghajar mereka, dengan sekali dua kali tendangan dan pukulan mereka tidak menjadi tidak berdaya. Abram memang menguasai beberapa jenis bela diri.
"siapa yang nyuruh kalian ha".
"ampun, ampun".
"cepat katakan, kalian siapa yang bayar, kenapa neror saya".
Mereka masih diam, abram melayangkan bogem mentah lagi pada mereka.
"dedy dirgantara".
"gue gak tau nama panjangnya".
"kalau kalian mau kerjasama sama saya, akan saya bayar 3x lipat dari si dedy bayar".
"oke siap bos".
"bagus, besok akan saya kabarin kalian, sudah sana pergi, dan jangan pernah ganggu lagi, faham".
"baik bos". Kedua pria itu sudah pergi dan bella menghampiri abram.
"wow wow, tepuk tangan, pak abram memang jagoan, ruar biasah, huuu".
"makasih makasih, ini ponsel kamu. Eits tunggu dulu, saya perlu memastikan sesuatu dulu di ponsel kamu".
"mau apa sih".
"cepat buka in ponsel nya".
"ni udah".
__ADS_1
Abram mengacak ponsel bella, pertama pesan bella, isi nya biasa aja, kemudian nama kontak, abram melihat nama nya dibuat dengan nama 'sigaje'. Abram melenguh panjang, kemudian abram beralih ke bagian galeri.
Melihat semua isi foto, scroll cepat. Dan mata abram tertuju pada foto dia yang sedang memimpin rapat, diam diam bella memotret dirinya. Abram tersenyum sendiri dan dengan cepat bella merampas ponselnya dari tangan abram.
"siniin, periksa apasih diponsel orang".
"hehe gak ada".
"yuk kita pulang".
***
Malam menjelang, tiba tiba lampu apartemen abram padam dan kemudian menyala lagi, beberapa saat sesudah nya padam lagi, ada yang tidak beres ini. Abram menelpon bagian keamanan apartemen dan menyuruh memeriksa menyeluruh.
"tok tok permisi pak abram, kita sudah periksa bagian listrik memang ada masalah pak, tapi cuma dibagian unit bapak saja".
"pasti ada yang sabotase itu, saya gak mau tau, bapak harus urus itu, kalau tidak akan saya laporkan pada atasan kamu".
"baik pak, baik akan kami perbaiki".
"bram, kenapa marah marah sih, kasihan itu bapaknya kamu bentak".
"ya kesal aja, masak cuman unit kita aja yang listriknya rusak, ini ada yang gak beres".
"yaudah telpon mas alex gih, dia pasti bisa atasi semuanya".
"benar juga, aku telfon dia dulu".
Lagi asyik abram menelpon alex, tiba tiba bella menghilang, abram tidak melihat bella pergi kemana, apa bella diculik.
"bella, bella kamu dimana, argh brengs*k, lex bella diculik, sebar info ke anak buah kamu, cepat lex".
"baik pak abram".
Abram terus mengumpat didalam hati, bisa bisanya ada yang berani culik bella diapartemen abram, bahkan didekat abram yang cuma jaraknya beberapa meter saja, setelah itu abram mendapatkan telfon.
"ingin bella selamat, datang sendiri kesini".
"siapa ni brengs*k, jangan jadi pengecut, dasar banci".
"sudah cepat saja kesini kalau ingin bella selamat".
"argh sial sial sial, kenapa sih dengan hari ini, terus terusan saya di teror, dan bella selalu jadi korban nya".
Abram berada dilokasi yang sudah ditentukan oleh si penelpon. Abram pergi sendirian baru saja masuk abram dikeroyok oleh ramai orang. Menghajar abram tanpa ampun, abram sempat melawan namun dia tidak kuasa karena sendirian, mereka lebih dari sepuluh orang.
"masuk kan dia kedalam mobil kemudian bakar".
"siap bos".
__ADS_1
Bersambung.