Cintai aku Izabella

Cintai aku Izabella
08. Ingin Menghilang saja


__ADS_3


Ingin Menghilang saja


Mbak ingrid sudah pergi ketaman depan, dia tidak menghiraukan ucapanku., kira kira siapa yang akan datang kerumah ya, nanti deh aku lihat, penasaran aja.


Aku sudah menghabiskan sarapan. Siap siap untuk pergi ke minimarket, ambil tas dan kunci motor. Berpamitan pada mama dan papa karena hari ini hari libur jadi mereka dirumah saja. Sudah sampai diminimarket.


"tempat bermain aku dulu, masih kayak ini aja, dulu sih aku sering ambil cemilan diam diam, pas ketahuan dimarahin papa, suruh dibayar, hehe akhirnya ya mama yang bayarin, ah masa kecil yang indah banget".


Beberes minimarket udah, tinggal tunggu pelanggan yang datang, jarak rumah dan minimarket cukup dekat, mama dan papa membangun nya dari hasil kerja keras mereka selama usaha rumah makan, sedikit demi sedikit mereka kumpulin duit dan jadilah minimarket ini.


Usaha rumah makan turunan dari orang tua mama, alias kakek nenek ku, rumah makan padang tersebut dikelola keluarga besar mama, jadi hasilnya dibagi rata aja. Karena mama anak paling tua, jadi mama yang masih mengelola nya.


Kemudian ada juga usaha keluarga kami yang lainnya, yaitu toko bangunan, ini sih papa dan temannya yang bangun, bagi untung rugi bersama, teman papa bernama pak broto, dia dosen dikampusku, mereka sudah berteman sejak kecil.


Itulah ya sedikit tentang usaha yang dipunya keluarga pak handoko tresno dan buk sulastri dewi, mereka adalah orangtua kebanggan kami, mereka sangat menyayangi anak anaknya. Memang seperti itulah wajarnya setiap orangtua.


"tatak. . Mau beli esklim".


Aku melihat bocah laki laki berumur empat tahun itu berteriak minta diambil eksrim. Penampilannya dekil dan bauk.


"esklim yang mana dek?". Tanya ku ramah, aku menggendongnya dan dia mengambil dua bungkus eskrim coklat.


"maaci tak".


"eeh uang nya mana dek".


Dia menggeleng, tandanya dia tidak punya uang, "mama kamu mana?". "mama udah disulga, papa udah disulga uga". Astaga beneran, dia anak yatim piatu donk.


"trus dirumah kamu sama siapa dek?".


"sama tatak".


Aku membiarkan dia pergi, dan mengikuti kemana dia berjalan, dia berlarian kegirangan menuju sebuah rumah pondok kayu, aku sudah mengunci minimarket sebelumnya, aku penasaran banget sama ni bocah.


Diluar rumah ada seorang perempuan yang lumpuh, ketika tu bocah memberikan eskrim, si perempuan membuangnya dan membuat si bocah lelaki menangis.

__ADS_1


"kamu mencuri lagi ya, sudah saya bilang tidak boleh mencuri, nanti kamu masuk neraka mau".


"dia tidak mencuri, aku yang memberikan pada bocah ini". Aku mengambil lagi eskrim nya dan memberikan pada bocah lelaki itu, sepertinya perempuan ini seumuran dengan ku.


"maafkan, dia memang nakal, bilang makasih sama kakak itu".


"mataci tak".


"iya, sama sama, kamu udah makan dek?". Tanya ku, dia menggeleng dan perempuan itu tertunduk lesu. Aku faham, mereka pasti belum makan, aku akan membelikan mereka makanan dulu.


"kenalin aku bella, nama kamu siapa, kamu kakak nya ya?". Tanya ku seraya berdiri.


"hanum, jangan mengasihani kami, pergilah". Katanya sambil beringsut masuk kedalam rumah dan menutup pintu.


Aku, apa aku salah ya sehingga dia jadi marah, aku tidak bermaksud begitu, aku belikan saja makanan dulu dan memberikan pada hanum. Ponsel ku berdering, mama menelpon disuruh pulang kerumah karena tamu mbak sudah datang.


Ah nanti dulu, aku harus membantu hanum dan adiknya, aku bergegas mencari warung penjual nasi dan memesan empat bungkus. Kemudian aku kembali ke minimarket dan mengambil beberapa roti, susu dan kue.


Setibanya dirumah hanum, aku membuka pintu yang tidak terkunci dan melihat dia sedang menyusui bocah lelaki itu, dia tertidur. Bukankah dia adik hanum, tapi kenapa. .


"apa aku boleh masuk, aku membawakan kamu ini, terima ya jangan ditolak, kalau begitu aku pergi".


"sama sama". Aku meletakkan bungkus plastik itu diatas meja kayu yang sudah rusak.


Terdengar suara isak tangis, hanum menangis kenapa, aku mengurungkan niat untuk pergi, malah mendekatinya.


"hiks, dia adalah anak saya, anak dari . . hiks".


"kamu gak apa hanum, ceritalah, aku akan mendengarkan".


"saya korban p*merk*sa*n pemuda disini, semenjak ayah saya meninggal cuma tinggal sendirian dirumah ini, ibu saya sering pergi kesawah dan sekali sebulan pulang, pemuda itu memaksa melakukannya, hiks saya tidak berdaya".


"astaga hanum, kenapa kamu tidak melaporkan nya".


"saya lapor kesiapa, sedangkan berjalan saja saya tidak mampu bella, hiks".


"hanum, tenang saja aku akan membantu kamu ya, kamu jangan takut lagi ya, aku janji hanum".

__ADS_1


"tidak usah repot, saya sudah ditakdirkan hidup seperti ini, pergilah, terimakasih sudah mendengarkan keluh kesah saya".


"tidak hanum, kita harus berjuang, aku akan membantu mendapatkan keadilan buat kamu lagi".


Aku melihat hanum menangis, aku tak kuasa menahan nya, tangis ku pecah juga, aku merasa kasihan sekali sama hanum, perempuan tak berdosa ini harus menanggung beban seberat ini.


Bagaimana cara dia mengasuh anaknya tanpa bisa dia berjalan sempurna, dan apakah dia melahirkan sendiri anaknya, astaga tidak terbayangkan oleh ku sakit dan menderitanya hanum.


"hanum, besok aku akan kesini lagi, kita berteman sekarang ya". Aku tersenyum dan memeluk tubuhnya, aku harus segera pulang.


Aku melihat ada mobil mewah terparkir dihalaman rumah, mungkin ini calon nya mbak fikirku. Aku masuk dari pintu samping aja, malas sekali menjadi pengganggu ditengah semua orang sedang membicarakan pernikahan mbak ingrid.


Ketika aku sedang mengambil minuman didalam lemari es, ada yang menyapa ku.


"hey izabella, apa kabar, kita ketemu lagi".


Buuurr air didalam mulut ku tersembur semua, apaan apaan ini, kenapa ada abram dirumah ku.


"abram, ngapain kamu kesini ha". Tanya ku ketus.


"jutek amat jadi adik ipar".


"apa adik ipar, maksud kamu apa abram".


"duh itu aja gak tau, gimana sih".


Dia sudah berlalu dari hadapanku, sementara aku mencerna ucapan nya tadi, adik ipar, ha jangan jangan, dia akan menikah dengan mbak ingrid. Oh tidak, jangan, jangan sampai itu terjadi.


Aku tidak mau abram jadi abang iparku. Gila aja, cowok itu berbuat sesuka hatinya. Gimana mbak ingrid kenal dia ya, aku akan bilang keburukan abram didepan mama, lihat saja kamu abram.


"bella, kenapa gak keruang tamu, itu tamunya mbak ingrid sudah datang, bilang mau ketemu sama adik adik mbak ingrid.


Tidaaak. . . aku tidak setuju abram jadi iparku. Aku mondar mandir didapur sudah seperti seterikaan, aku malas banget harus keluar dan bertemu dengan Abram lagi, ingin rasanya aku menghilang dari sini, pinjam kantong ajaibnya doraemon dan mengeluarkan pintu kemana saja.


Aku ingin ke pergi ke negeri sakura itu, melihat bunga itu berguguran dan melihat miyabi juga, hehe bukan miyabi, ketemu shizuka saja.


Bersambung.

__ADS_1



__ADS_2