
Rencana Pernikahan
"maaa, beneran si abram itu yang bakalan nikah sama mbak ing".
"kok gak sopan panggil nama aja bella, dia lebih tua dari pada kamu". Mama sambil memotong kue bolu dan meletakkan diatas piring, "sudah ni kamu bawa kedepan kue nya".
"iss nyebelin, gak ma aku gak mau, mama aja, kan mama juga keluarkan".
"bella, cepetan !!". Mama mencubit pangkal lenganku.
"iya iya ma". Aku berjalan malas malasan menuju ruang tamu, tidak suka banget harus ketemu abram sekarang.
Aku meletakkan piring berisi kue bolu itu agak kasar keatas meja, sehingga abram dan papa yang mengobrol rencana pernikahan sedikit terperanjat, dan melihat kearah ku. Aku membuang muka dan ingin pergi tapi mama menahan aku dan disuruh duduk.
"oh ya nak abram, ini adeknya ingrid, namanya izabella, baru tamat kuliah dia".
"hey bella, saya abram calon ipar kamu". Senyum abram membuat aku ingin muntah. Aku mengangguk saja dan memilih diam, kalau pergi aku bakal kena marah, dan aku melihat mbak ingrid santai saja dan asyik sendiri main ponselnya.
Si ivano gak kelihatan, pasti sudah pergi sama neysa deh, ih dasar tu bocah pacaran mulu, dan aku terjebak sekarang dengan obrolan pernikahan ini.
"jadi papa dan mama setuju kan, seminggu lagi rencana pernikahan saya dan ingrid". Kata si abram dengan penuh percaya diri.
Apaa, secepat itukah, aku membelalak, aku tidak percaya, abram akan menikahi mbak ku, secara mereka belum kenal, apa ada udang dibalik bakwan, apa ada maksud dan tujuan abram menikahi mbak ku ingrid.
Aku melihat papa dan mama saling tatap, sedangkan mbak ingrid cuek saja.
"kenapa seminggu lagi abram, apa tidak terlalu cepat, kalian saja belum terlalu kenal dekat".
"papa salah, justru kita berdua itu berteman dekat banget pa, sempat satu sekolahan dan satu jurusan waktu dikampus dulu. Dan sekarang kita sepakat akan menikah, iya kan ingrid sayang".
"iya". Sahut ingrid seadanya saja, apa apaan mereka, pasti mereka sedang bersandiwara atau merencanakan sesuatu, ah apa pentingnya bagi ku, itu urusan mereka biarkan saja.
Aku menjadi sedikit lega karena sudah tidak ada abram yang akan menggangu hidupku.
"tapi pa, saya punya satu permintaan".
"apa?".
"setelah menikah rencana saya ingin tinggal disini, boleh ya pa, beberapa bulan saja, soalnya saya sedang membangun rumah untuk ingrid".
"rumah orang tua kamu gimana?".
"udah sih pa, bolehin aja, rumah ortu abram jauh diluar negeri pa". Jawab ingrid.
"yaudah terserah kalian saja".
"terimakasih ya papa dan mama, saya akan memperlakukan ingrid sebagai permaisuri dihati saya". Gombalnya si abram.
__ADS_1
***
"tok tok, ma pa aku boleh masuk".
"iya masuklah, ada apa bell?".
"apa mama dan papa yakin sama si abram".
"memangnya kenapa, apa kamu kenal dengan dia bel?".
"gak juga sih pa, tapi ya nanti misalnya si abram nyakitin mbak ingrid gimana coba".
"itu sudah menjadi urusan mbak mu, biarkan nanti dia menyelesaikan masalah nya sendiri".
"menurut mama sih dia orang baik bella, sudahlah jangan memikirkan hal yang jelek, sudah dijalani saja, toh mbak mu yang mau menikah sama abram".
"iya sih ma, ma aku mau nanya deh".
"nanya apa?".
"gimana caranya membuktikan orang itu adalah . . .hmm gimana ngomongnya ya". Aku pun bingung gimana jelasin nya sama mama, mana ada papa pula, ini masalah si hanum, aku ingin dengar pendapat mama tentang masalah ini.
"gimana ngomongnya apaan sih bell, yang jelaslah".
"hehe besok aja deh ma, aku lupa, bye ma". Cup aku mengecup pipi mama dan pergi kekamar.
Bosan, belum ngantuk, aku memilih main medsos, ig pun aku mainkan, aku melihat story nya kanaya. 'its my day, happy 1th anniversary baby'. Diikuti dengan foto jari manis kanaya yang dihiasi cincin permata.
Aku makin penasaran dengan isi story kanaya selanjutnya, terlihat foto disebuah restauran mewah, ada cake dan disebelah nya genggaman tangan kanaya dengan seseorang.
Aku ingin memastikan itu adalah tangan andre, aku menghubungi andre, tidak dijawab, kemudian aku kirim pesan.
[sayang, lagi dimana?, kangen, vc an yuk sayang].
[aku lagi dirumah buk kemala sayang, beliau adain acara syukuran dirumahnya, maafin ya aku gak bisa vc].
[hmm, kalau gitu aku kerumah kamu sekarang ya sayang, udah kangen banget sama kamu, buk kemala tetangga kamu kan ya].
[eh jangan sayang, eh bukan buk kemala dekat rumah, tapi temannya mama, rumahnya jauh].
[oh jadi lagi pergi sama mama juga ya, yaudah hati hati ya sayang, love u].
[iya sayang, love u too].
"haha dasar andre, bohongnya lihai banget sekarang, aku vc mama nya ah".
Kring kring, panggilan video call berdering, dan dijawab oleh mama nya andre, tante anita, menampakkan mama andre memakai daster rumah.
"mamaaa. . Apa kabar, lagi dimana?".
__ADS_1
"bella, mama baik, mama dirumah aja, udah lama kamu gak main kesini, bella sibuk banget ya".
"hehe iya ma sedikit sibuk, soalnya lagi cari kerjaan, ngelamar sana sini belum ada panggilan juga".
"yang sabar ya bella, kamu pasti dapat kerjaan yang diinginkan, mama doain deh".
"makasih ma, oh ya ma aku kerumah mama sekarang ya".
"tapi andre gak dirumah bella, yaudah sini aja, kita ngobrol".
"iya aku mau ngobrolnya sama mama kok, makasih ya ma".
"iya bella, hati hati kamu".
Ah memang calon mertua idaman, udah baik, perhatian pula, tapi sayang anaknya berulah, tunggu saja andre, aku akan membalas kamu malam ini.
Aku mengendarai mobil, membeli martabak manis dulu buat tante anita sebagai buah tangan. Telah sampai dirumah andre, untung dia belum pulang. Aku sudah terbiasa manggil tante anita dengan sebutan mama.
"mama. . bella datang".
"iyaa masuk aja bella, mama didalam".
"ini aku bawain mama martabak".
"repot segala, makasih ya menantu mama".
"cobain ma, enak gak, ini ada ekstra keju sama coklatnya ma, trus aku bawain mama juga roti bakar". Aku sengaja mengalihkan pembicaraan dari membahas menantu.
"hmmm hmm enak enak bell, beli dimana sih". Mulut mama anita penuh dengan martabak, kita sedang asyik tertawa, terdengar suara bantingan pintu.
"siapa tuh yang datang, andre. . ! Gak bisa apa kamu buka pintu nya pelan, kaget ni mama".
"bella, kenapa kamu ada disini, kan bisa aku jemput kalau mau kerumah".
"owh kamu udah pulang, udah selesai syukuran nya, oh ya ma, teman mama ada yang nama nya kemala gak ma?".
"kemala, gak ada bella, cuma buk kemala istrinya pak rt yang mama tau, emang kenapa bella".
"haha gak kenapa kok ma, mama tanyain aja sama andre ma".
"ada apa ndre dengan buk kemala itu?".
"gak ada ma, ayo bella ikut aku keluar sebentar, aku mau jelasin, bella kita harus bicara".
"bicara aja disini".
"ikut aku keluar sebentar bella".
__ADS_1
Bersambung.