
Merayakan kelulusan
Formasi sudah lengkap, andre juga sudah datang kestudio foto, pertama foto keluarga dulu, baru setelah itu foto dengan pacar dan besti ku gaya bebas. Mbak ingrid pamit duluan, karena dijemput pacarnya.
Mama mengajak kita semua makan bersama dulu, disalah satu restoran kesukaan mama, yaitu rumah makan padang. Karena mama ada darah minang gitu. Nama restorannya, rumah makan padang sederhana, bukan sederhana menunya, bukan juga sederhana tempatnya, cuma namanya aja rumah makan sederhana.
Mama kalau sudah mengajak kesuatu tempat tidak ada yang bisa menolak, mama ku seorang kepala sekolah sekolah dasar. Jadi beliau sangat displin dan mengayomi. Aku bangga sekali menjadi anak dari mama dan papa ku, sayaaang banget sama mereka.
Acara makan sudah hampir selesai, andre mengajak ku pergi, tapi aku bilang nanti dulu, aku gerah sekali pakai baju kebaya ini. Dia bilang gak apa, aku cantik. Nanti dia belikan baju ganti dan aku boleh belanja sesukanya karena ini hari kelulusanku.
Okelah kalau begitu, aku pamitan sama papa dan mama dan masuk kedalam mobil andre. Didalam mobil dia terus menciumi tangan ku dengan mesra, ada apa ni, ada apa dengan andre fikirku.
"kita sampai dibutik sayang, ayo turun".
"iyaa". Dia membukan pintu ku dan menggandeng aku masuk kedalam butik.
Andre menyuruhku memilih apapun yang aku suka, tentu aku tidak menyiakan nya, sedang asyik memilih, aku melihat ditangan andre sudah ada sebuah bungkusan plastik yang dimasukkan kedalam kotak dan diberi kertas kado oleh penjaga toko, aku berpura tidak melihat, sudah pasti itu hadiah untuk ku.
Kita sudah selesai belanja, andre melajukan mobil entah kemana karena aku sudah lelah jadinya aku tertidur diatas mobil, andre membangunkan ku dan mencium pipi ku pelan.
"bangun sayang, sudah sampai". Bisiknya mesra ditelingaku.
"hhmm kita dimana ini".
"dihotel".
"apaa?, ngapain kita kehotel ndre?".
"mau rayain kelulusan kamu lah sayang, selamat ya sayang".
"iya makasih sayang, tapi ya kenapa kita kehotel, jangan macam macam ya, awas".
"gak kok, aku cuma ingin menghabiskan malam ini berdua bersama kamu aja kok, gak lebih, mau ya sayang".
"janji ya gak lebih".
"iyaa aku janji sayang. Yuk turun, atau mau aku gendong kayak bridal gitu, hehe".
"iihh ngapain, gak usah sayang, aku jalan sendiri aja".
"oke".
Sudah sampai dikamar hotel, aku mandi duluan gerah banget, dan aku menyuruh andre keluar dulu, setelah siap mandi dan berpakaian baru andre aku suruh masuk kekamar lagi. Makeup diwajah sudah dihapus, rambut sudah wangi, tinggal makan cemilan deh. Oh ya lupa ngabarin andre.
"halo sayang, dimana?". Tanya ku.
"inii lagi beli sesuatu, kamu udah siap?".
"iya udah, balik kamar gih, takut sendirian disini".
"siap sayang".
Sekarang giliran andre mandi, aku nonton tv saja sambil makan popm*e gledek kesukaan aku, selang berapa menit kemudian andre keluar dari kamar mandi pakai handuk saja, aku bilang cepat berpakaian, dia malah melorotkan handuk nya.
Sontak saja aku kaget dan berteriak, aku menutup kedua mataku dengan tangan erat.
"andree. . cepat pakai handuk mu lagi".
"supraise sayang, ini adalah hadiah kelulusan buat kamu sayang, kamu suka?".
"andree. . jangan macam macam ya".
"ah sayang gak asyik, iya udah ni aku sudah pakai celana".
Aku mengintip dari balik jariku, dia berbohong, dia belum pakai apa apa, aku mengambil handuknya dan melilitkan dipinggangnya. Dia malah memeluk tubuh ku.
"sayang, sudah tujuh tahun kita pacaran, kamu sayang gak sih sama aku bell?". Tanya andre sambil menatap mataku sayu.
"ya sayang lah, mana mungkin bisa bertahan sejauh ini kalau gak sayang".
"buktiin donk kalau kamu beneran sayang aku".
"bukti gimana lagi sih". Tanya ku kesal dan sambil menghentakkan kaki, rupanya jari andre terinjak.
"aw aw sakit sayang, kamu tega ya".
"hehe maaf gak sengaja, lagian kamu sih aneh aneh aja".
Andre berjalan mengambil celana pendek nya dan tanpa dalaman, dia memakai didepanku, dan tiduran diatas kasur. Aku melihat sebuah gundukan disana, aku memalingkan pandangan.
"pakai bajulah sayang, nanti masuk angin".
__ADS_1
"pakein, aku lelah sayang, kita bobok yuk".
"iss manja banget, iya aku ambil dulu bajunya, dikantong tadi kan ya".
"iya sayang disana".
Aku berjalan kearah kantong baju yang terletak diatas meja, aku memeriksa isinya dan ada kotak hadiah, aku bawa saja kantong itu dan duduk diatas kasur.
"ini hadiah buat aku ya ndre".
"oh iya sampai lupa, itu buat kamu bella sayang, buka aja".
"makasih ya sayang". Aku membuka kotak itu dan isi didalamnya sebuah ling*ri berwarna hitam, mata ku terbelalak dan melemparkan benda itu kelantai. Andre terkekeh tertawa melihat wajahku memerah.
"kenapa kamu buang sih sayang, haha kamu malu ya".
Aku memukul pangkal lengan andre dengan begitu kesal dan tentu nya marah. Dia mengerang kesakitan dan memegang tanganku.
"hentikan bella". Dia memeluk tubuhku, aku bisa merasakan nafasnya memburu dan badannya dingin, detak jantungku jadi tidak karuan dibuatnya. Kemudian andre membisikan sesuatu ditelingaku.
'izinkan aku menyentuhmu bella, aku sangat mencintaimu, aku ingin kita memadu kasih malam ini sayang, kamu mau kan, aku tidak akan meninggalkan mu, aku janji sayang'.
Suara andre serak dan nafasnya memburu, entah rasa apa yang aku rasakan setelah andre mengatakan itu ditelingaku. Andre menatap mata ku dalam, dan menggengam tanganku erat dan menciuminya, seperti ada permohonan disana, dia sangat menginginkan ku malam ini.
Apa, apa yang harus aku lakukan, aku juga sangat mencintai andre, andre lah cinta pertamaku, aku tidak tau harus berbuat apa sekarang.
"aku takut ndre". Kataku sendu.
"takut kenapa sayang, aku tidak akan menyakiti mu sayang, aku akan memperlakukan mu dengan sangat lembut, hmm".
Aku masih diam dan andre melanjutkan bicaranya.
"aku sudah lama menahan diri, aku juga tidak mau merusak mu bella, setiap aku menahannya aku semakin tersiksa bella, aku tidak akan memaksamu sayang".
Andre memeluk tubuh ku dan mengecup pucuk kepalaku, dan dia beranjak pergi, mengambil baju kausnya dan membuka jendela kamar, menghisap rokok menghilangkan stresnya, andre selalu seperti itu.
Kalau sudah begini seolah aku yang jahat, aku yang kejam dan tidak punya perasaan, aku diselimuti berbagai macam pikiran. Setan ditelinga kiri ku bilang, 'sudah bella nikmati saja momen ini, toh gak bakal jebol, kan pakai pengaman'. Sedangkan malaikat dikanan ku berkata 'ingat dosa bella'.
Akkhh sial, situasi macam apa ni. Aku pergi kekamar mandi sebentar, duduk diatas toilet karena perut ku mules makan mi pedas tadi, aku merenung sejenak, malah aku tertidur. Aku gosok gigi dulu dan pakai sedikit parfum biar wangi.
Aku keluar dan gelap, andre mematikan semua lampu dan menggendong tubuh ku. Ah sial aku sudah terjebak. Bagaimanapun melakukannya dengan orang tersayang tidak apa, kita akan berencana menikah setelah aku dapat kerjaan, setan kali ini mengalahkan akal sehatku. Terjadilah hal yang seharusnya tidak terjadi.
***
"kak bella ayo bangun". Teriak ino dan mengguncang tubuhku.
"apaa sih dek, ganggu orang tidur aja".
"itu mobil kaka dah datang".
"mobil apa sih dek, ngomong yang jelas".
"mobil hadiah kaka, dibeliin papa sama mama".
"hah yang benaran kamu".
"uek, bau jigong, gosok gigi sana cuci muka juga, taik matanya banyak tu".
"uuh dasar adek cerewet". Aku menoyor kepalanya dan dia protes rambutnya menjadi berantakan lagi.
Aku berlarian menuju rumah bawah dan sudah sampai dihalaman depan, benar saja ada sebuah mobil suv berwarna putih dengan pita besar didepannya.
"selamat ya bella atas kelulusannya, ini hadiah untuk kamu dari kita berdua".
"mama . . papa makasiih banyak, i lopee pull". Aku berhamburan memeluk mereka berdua dan ivano juga ikutan.
"boleh ni kak dipake buat jalan ama neysa, hihi".
"oh tidak bisa, harus punya sim dulu brow, haha".
"iss pelit, ma pa nanti kalau ino lulus kuliah juga, belikan jet pribadi ya".
"okee ino". Jawab mama dan mengacungkan jempol. Semua tertawa dan aku sangat bahagia sekali sekarang. Hari minggu pagi ini semua sarapan bersama kecuali mbak ingrid.
Dia sudah pergi pagi sekali, katanya ada meeting dengan klien, dia juga punya mobil sendiri hadiah kelulusan dari mama dan papa juga, ivano dibelikan motor dan nanti kalau dia sudah lulus kuliah akan diberikan hal yang sama.
Aku mau pamer didepan kedua bestiku, aku mengajak mereka pergi nonton bioskop, aku bilang akan jemput mereka dirumah, dan mereka terkejut kejut aku punya mobil baru. Mereka ikut happy dan senang sekali.
Sampai di mall, kita cuci mata dulu, keluar masuk toko tapi tidak membeli karena kita masih pengangguran dan uang belanja sudah dikurangi, hehe tentu saja.
"eh bell, itu bukannya andre ya mesra banget sama cewek lain?".
"mana mana?". Tanya ku sambil menajamkan mata melihat kearah yang ditunjuk kanput.
__ADS_1
"bukan, aah kamu kanput, bikin shok aja sih, andre katanya tadi dirumah".
"coba telpon dah, aku yakin itu andre".
"kita samperin aja". Kata bunfa.
"eh tunggu coba aku telfon andre".
"iya sayang, ada apa, kangen ya". Sapa andre disebarang sana, "eh gak kok sayang, lagi dimana". "masih dirumah kok sayang, udah selesai nontonnya?". "hehe belum ini baru sampai, yaudah dulu ya bye".
"hem kanput, benar benar kamu ya, andre dirumah, dan tuh orang bukan andre".
"hee iya iya maaf, udah yok legooh".
"eh geng, kita ke jakardah yuk, rayain kelulusan kita ini". Usul kanaya.
"jakarta?, naik apa kereta apa pesawat, atau naik sepeda seru kali ah, haha". Aku menjawab asal.
"naik kereta seru, yuk yuk yuk".
"duit aku gak cukup, hiks". Bunga bersedih karena memang dia anak rantau, mak bapak ngirim duit kedia kalau sawah dan kebun sudah panen, aku dan kanaya selalu siap sedia membantu bunga.
"iss udah ayok ikut aja, gak seru gak ada bunga".
"betul betul betul".
Hahah kami tertawa bersama dan sudah merencanakan liburan bersenang senang ini disepanjang perjalanan pulang. Setelah mengantar kanaya pulang, aku menunggu bunga menyiapkan bajunya di kos, dia akan menginap malam ini dirumah ku, biar gampang pergi.
Tiket dan penginapan diurus oleh kanaya, aku mengurus biaya makan dan lainnya, kita akan berangkat kereta pagi sekali, biar sampainya gak kesiangan dijakarta. Aku pamitan dengan andre dan dia bilang ingin ikut, gak boleh sama bestiku karena perjalanan ini tanpa pacar titik.
***
Distasiun kereta api bandung.
Kita diantarkan andre karena searah dengan kantornya, berpelukan dulu dan cipika cipiki, hari senin jadwal sibuk, kita sampai lupa hari, maklum pengangguran. Berdesakan naik kereta api untung kita sudah pesan tiket dan dapat tempat duduk.
Meletakkan tas dan koper ditempat yang sudah disediakan, aku memilih duduk didekat jendela, karena kanaya dan bunga sudah duduk berdua, aku baru sendiri, berharap yang duduk disebelahku perempuan juga, jadi gak canggung aja gitu.
Namun tidak sesuai kenyataan, malah seorang lelaki yang duduk disebelahku, dia memakai topi, kacamata dan juga masker, lelaki ini wangi banget sumpah. Kanaya dan bunga sudah memberi kode, ada cogan, cowok ganteng disebelah aku.
Aakh masa bodoh, andre ku lebih ganteng, aku tidak akan tergoda dengan lelaki ganteng manapun, karena cintaku hanya untuk andre, ooh andree, aku cinta padamu sampai mati. . Lah malah nyanyi.
Aku sangat mengantuk, perjalanan ini menempuh 3 jam perjalanan lama nya, aku memilih tidur sebentar, biar sampai jakarta aku kembali segar, kedua temanku entah aku tidak perhatikan, karena aku sudah tertidur.
Aku tersentak karena mendengar suara tawa yang menggelegar, itu suara ketawa kedua temanku, lah kenapa kepala ku miring begini, kepalaku berada dipundak lelaki itu, kok bisa begini.
"eh kenapa kalian ketawa sih". Sungut ku.
"ini ada postingan lucu selebgram, jadilah kita tertawa".
"jangan bohong kalian".
"beneran kok, lihat ni kalau gak percaya". Kanaya melihatkan ponselnya namun layarnya mati, ah sudahlah, aku menggeser tempat duduk agak menjauh dari lelaki itu.
Dia malah melirik kearah ku.
"hah?, pak abram kok bisa disini".
"hey izabella, akhirnya saya tau nama kamu, nama saya abram, jangan panggil pak lah, tua banget kedengaran nya, mas saja". Dia menyodorkan tangan untuk bersalaman.
Yah terpaksa aku membalas sodoran tangannya, kami pun bersalaman, dia tersenyum sangat manis kepadaku, what, kenapa jantung ku jadi deg deg an gini, apa yang salah dengan jantungku.
Bisa malu kalau ketahuan jantungku berdegup sangat kencang dihadapan abram. Kedua temanku yang malah tersipu malu. Apaan sih mereka norak.
"kalian nginap dimana?".
"dihotel abc mas abram, dekat pusat kota".
"oh disana, saya juga ada kegiatan disana, mampir boleh lah ya, berapa hari kalian dijakarta?". Tanya abram lagi.
"lima harian pak, eh mas abram kita kan pengangguran, hehe". Jawab bunga sekenanya.
"coba scan barcode lowongan ini diponsel kalian, trus lamar kerja disana, siapa tau beruntung dan dapat bekerja disana".
"perusahaan mas abram ya?".
"hmm gitu deh".
Mereka berdua kelihatan bersemangat sekali dan aku jangan ditanya aku gak bakal melamar kerjaan disana, gak bakalan. Perut terasa lapar, aku merogoh isi tas ku, ada sandwich yang disedian mama, tapi cuma tiga, ah bodo amat aku berikan pada temanku, si abram malah minta bagi, terpaksa deh aku potong dua dengan dia.
Bersambung.
__ADS_1