
H- 1 Rencana Pernikahan
***
"jadi kamu harus ingat ya ingrid yang saya sampaikan tadi, kamu jangan lupa, nanti malah kacau jadinya". Pesan abram ke ponselku, aku cuma membalas nya singkat 'ya'.
Hmm boleh juga idenya si abram, aku hanya perlu memainkan peran ku dengan akting yang bagus dan meyakinkan, ide gila abram itu sudah disepakati oleh kita bertiga. Kalau sampai ketahuan sih bahaya.
Malam ketika makan bersama keluarga ku, aku bilang ingin segera menikah.
"apa kamu sudah yakin dengan pilihan mu ingrid". Tanya papa kepada ku.
"iya paa, ingrid sudah sangat yakin, dia pria yang cocok buat jadi suami ing pa". Kata ku meyakinkan papa.
"yaudah, suruh dia datang kerumah besok". Timpal mama.
"okeee, yeee, makasih mama papa, aku sayang kalian berdua". Aku beranjak dari meja makan dan pergi ke kamar ku.
Segera aku mengirimkan kabar ini pada abram, dia langsung membalasnya dengan senang. Entah kenapa abram sangat gembira mendengar kabar ini. Ah bodoh amat, aku tidak memperdulikan abram.
Dengan perjanjian pernikahan ini aku telah sepakat dengan abram untuk saling menjaga rahasia masing masing. Aku sebenarnya tidak ingin menjebak bella adik ku dalam masalah ini.
Namun apa boleh dikata, abram mengatakan tidak akan menyakiti bella, dengan menjadi iparnya, abram bisa setiap hari menatap wajah bella. Karena pria itu sudah sangat mencintai bella.Diajak menjadi pacar abram saja bella tidak akan mau, apalagi kalau sampai menikahi, bella akan menolak nya dengan keras. Jalan satu satu nya yang terbaik menurut abram ya dengan menikahi ku.
Hah dasar pria aneh, tidak apalah yang terpenting bagi ku sekarang, aku tidak kehilangan abimana ku dan juga uang 100 juta ku tidak akan melayang juga, hihi dua kenikmatan itu saja sudah membahagiakan untuk ku.
Keesokan paginya,
"bella, bantuin mbak masak didapur". Kata ku pada bella yang sedang mengoleskan slai coklat ke rotinya.
__ADS_1
"lah emang bisa masak?, aku gak bisa bantuin mbak, disuruh jaga minimarket sama papa, sorry ya". Ku lihat bella menyeringai.
"iss dasar ya kamu gak mau bantuin mbak". Aku berpura kesal, karena ini permintaan abram, dia ingin merasakan masakan bella.
"ya tumben kali mau masak, ada angin apa sih". Tanya bella adikku.
"ada yang mau datang kerumah, dia pingin rasain masakan mbak". Alasan bohongku.
"pesan makanan online aja mbak, kalau gak minta bantuan mbok sumi deh, kalau iya aku mintain tolong nih". Si bella ngelak mulu, gak mau dia buat masaka.
"gak usah deh, dipesan aja, malas juga masak".
"hmm oke, pesan dirumah makan mama aja mbak". Balasan bella, aku tidak menghiraukan ucapan bella, karena aku sudah pergi ke taman depan, soalnya abimana ku video call.
Abram sudah datang kerumah, aku harus menyambut nya gembira, dan sudah membeli beberapa cemilan dan juga buah, bella tidak ada dirumah, karena disuruh papa menjaga minimarket.
Abram menyalami kedua orangtua ku dan juga memeluk tubuhku, agak risih memang, aku harus sudah terbiasa dengan keadaan seperti itu sekarang. Papa dan mama sudah mengobrol akrab dengan abram.
Hidup sebatang kara dan harus berjuang sampai ketitik dimana dia sudah membangun beberapa perusahaan dan juga sudah menyelesaikan S2 nya, itu juga tak lepas dari dukungan kakek abram, dia menjelaskan demikian.
Aku tidak menyadari kedatangan bella, soalnya aku sibuk berbalas pesan dengan abimana ku, papi nya abram yang tak kalah berkharismatik nya dari abram, terdengar suara piring diletakkan kasar keatas meja kaca, itu bella sudah duduk disamping mama.
"oh ya nak abram, ini adeknya ingrid, namanya izabella, baru tamat kuliah dia". Ucap mama ramah kepada abram.
"hey bella, saya abram calon ipar kamu".
Aku melihat bella seperti orang jijik ketemu dengan abram, aku susah untuk menahan tawa. Aku juga melihat dari sudut mata ku, bella memperhatikan aku.
"jadi papa dan mama setuju kan, seminggu lagi rencana pernikahan saya dan ingrid". Kata si abram dengan penuh percaya diri nya. Tiba inti pembicaraan nya.
Gila ya si abram, dia bilang seminggu lagi, tidak sesuai dengan ucapan nya kemaren yang bilang sebulan lagi, kenapa juga dipercepat, ah masa bodohlah, toh dia yang akan mempersiapkan segalanya dari a-z.
Aku melihat papa dan mama saling terkejut. Mendengarkan ucapan abram barusan yang akan menikahiku seminggu lagi, maafkan anakmu ini ma. . pa . . sudah membohongi kalian dengan pernikahan settingan ini.
__ADS_1
"kenapa seminggu lagi abram, apa tidak terlalu cepat, kalian saja belum terlalu kenal dekat". Tanya papaku.
"papa salah, justru kita berdua itu berteman dekat banget pa, sempat satu sekolahan dan satu jurusan waktu dikampus dulu. Dan sekarang kita sepakat akan menikah, iya kan ingrid sayang". Bohongnya si abram, pandai sekali dia berbohong.
"iya". Aku menjawab singkat dengan senyuman lebar.
"tapi pa, saya punya satu permintaan".
"apa?". Kedua alis papa bertaut.
"setelah menikah rencana saya ingin tinggal disini, boleh ya pa, beberapa bulan saja, soalnya saya sedang membangun rumah untuk ingrid". Ya ampun bram, memang sudah niatan kamu akan lebih leluasa bertemu bella setiap hari.
"rumah orang tua kamu gimana?".
"udah sih pa, bolehin aja, rumah ortu abram jauh diluar negeri pa". Jawabku sekenanya dan membantu abram.
"yaudah terserah kalian saja".
"terimakasih ya papa dan mama, saya akan memperlakukan ingrid sebagai permaisuri dihati saya". Gombalnya si abram.
Kemudian abram juga mengajak bella menemani nya nyebar undangan kekampus, karena mereka satu almamater, aku sudah yakin niatan abram ini akan ditolak bella.
Namun ternyata bella mau menemani abram, tapi aku dengar cerita mama, bella ninggalin abram gitu aja dijalanan, dan pergi sendirian kekampus, nyebar undangan nya, haha bella kejam sekali. Tapi ya sudahlah, abram sama sekali tidak bisa marah sama bella.
H - 1 pernikahan ku dengan abram, abram menyewa sebuah gedung mewah untuk pernikahan settingan kami, abram juga sudah menyewakan baju pengantin buat ku yang sangat cantik. Dan juga baju seragam keluarga.
Seserahan abram beraneka ragam bentuknya, berupa tas, sepatu mahal, alat makeup dan kemudian juga yang paling fantastis ada emas batangan 2 balok, banyak uang sekali abram, memang keluarga sultan mereka.
Aku juga sudah dipingit, tidak boleh keluar rumah, teman kantor semua yang aku undang, biarkan saja mereka iri melihat pernikahan ku yang wah ini. Aku sekarang sedang menikmati perawatan salon dari rumah, mama dan bella juga dikasih service, abram memang the best lah.
Perawatan dari ujung rambut sampai mata kaki ini membuat kami sekeluarga glowing, biar cantik paripurna besok ketika hari pernikahan ku tiba.
Bersambung.
__ADS_1