
Hari-hari berlalu begitu indah untuk rumah tangga Bagus dan Talita. Kaki Talita juga sudah pulih dan dia sudah mulai bekerja kembali tetap menjadi seorang SPG tetapi di Mall dekat rumahnya dan Bagus mengijinkannya asalkan pulang pergi bekerja selalu dijemput oleh Bagus sendiri. Karena memang Bagus sangat posesif terhadap Talita. Apalagi saat ini kabar baik untuk rumah tangga Talita dan Bagus karena Talita dinyatakan hamil sudah 4 minggu.
Dan ketika Talita libur dia dirumah bersama dengan mertuanya. Mereka terlihat akrab dan sayang. Terkadang Talita juga kerumah Ibunya ketika hari libur meskipun tidak bersama dengan Bagus karena memang rumah mereka cukup dekat. Tetapi entah kenapa semakin lama sering bersama dengan sang mertua membuat mereka saling tahu sifat asli masing-masing.
Seperti saat ini Kakak Bagus datang ke rumah untuk menemui Ibunya dan saat itu Bagus masih bekerja sedangkan Talita sedang libur dan dia sudah selesai mengerjakan pekerjaan rumah seperti biasanya meskipun tidak yang berat-berat karena memang Bagus sudah melarangnya.
Talita sedang berada dikamar dia pamit kepada mertuanya untuk beristirahat dan sang mertua mengijinkan.
"Bu, Talita ke kamar dulu ya mau istirahat." ucap Talita ketika sang mertua ada diruang keluarga menonton televisi.
"Ow iya, istirahat aja jangan capek-capek." jawab mertuanya.
"Iya Bu." akhirnya Talita pun pergi ke kamar.
__ADS_1
Tetapi sampai dikamar dia tidak bisa memejamkan matanya hanya berbaring saja sambil memainkan ponselnya.
Dan tidak berapa lama Kakaknya Bagus datang, Talita sengaja tidak keluar dari kamar dulu dan memang membiarkan mereka mengobrol lebih dulu.
Tetapi ketika Talita hendak keluar dari kamar, sayup-sayup dia mendengar mertuanya berbicara mengeluh kepada Kakak iparnya tersebut.
"Ibu capek Yu, tiap hari mengerjakan semua pekerjaan rumah." ucap sang mertua, tetapi dengan nada bicara yang sedikit mengeluh dan sedikit pelan dari sebelumnya ketika mereka mengobrol biasa.
"Memangnya gak ada yang bantuin?" tanya Wahyu, sang Kakak ipar.
"Talita kan Bu."
"Dia kan lagi hamil, harus banyak istirahat apalagi Adikmu itu sangat memanjakannya dia gak boleh mengerjakan apa-apa ya udah lah Ibu yang mengerjakan siapa lagi." jawab Ibunya Bagus.
__ADS_1
Di balik pintu kamar Talita mengelus dada, padahal jelas-jelas dia yang baru saja selesai mengerjakan semuanya tetapi kenapa justru sang mertua yang mengakui semua pekerjaannya.
"Ya uda kalau Ibu capek gak usah dikerjakan, biarkan aja dulu nanti Bagus pulang kerja pasti dikerjakan." ucap Wahyu supaya tidak ada perpecahan dalam rumah tangga sang Adik.
Talita yang berniat ingin keluar dari kamar jadi mengurungkan niatnya. Dia kembali berbaring diranjang dan memejamkan mata. Dia tidak ingin memikirkan perkataan mertuanya itu daripada nanti malah membuat dia sakit dan tidak bagus bagi janinnya. Apalagi mood ibu hamil memang terkadang naik turun.
Talita juga tidak berniat mengadukan sang mertua kepada suaminya, karena bagaimanapun Ibunya Bagus juga sudah menjadi Ibunya sendiri. Apalagi ini baru pertama kalinya Talita mendengar sendiri dan tidak memiliki bukti apa-apa jika harus memberitahukan kepada Bagus.
Talita akhirnya memilih keluar dari kamar ketika Bagus pulang kerja saja karena memang sebentar lagi Bagus akan pulang.
...****************...
Tetap semangat yok 💪
__ADS_1
Tinggalkan jejak dengan cara like, komen dan hadiah jangan lupa 🙏