
Keesokan harinya Dedy segera membawa Talita ke rumah sakit untuk mendaftar ke poli kandungan. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya nama Talita pun dipanggil.
Dan setelah dilakukan beberapa pengecekan ternyata benar bahwa Talita sedang hamil empat minggu. Dedy pun merasa bersyukur karena penantiannya selama ini dijawab oleh Tuhan.
"Terima kasih ya Ma." ucap Dedy sambil menggenggam tangan Talita kemudian mengecup punggung tangannya.
Saat ini mereka sedang antri di bagian farmasi untuk mengambil vitamin yang sudah diresepkan oleh Dokter yang baru saja memeriksa Talita.
Talita hanya menanggapi dengan tersenyum. Dia juga merasa bersyukur memiliki Dedy meskipun terbilang usianya masih sangat muda tetapi Dedy sangat ingin memiliki anak.
Keduanya pun dalam perjalanan pulang dari Rumah Sakit. Saat ini sedang berada di dalam mobil.
"Kamu pengen makan sesuatu gak?" tanya Dedy kepada Talita, karena setahu Dedy orang hamil pasti menginginkan sesuatu atau disebut dengan ngidam.
"Hmmm... Apa ya? Gak pengen sih." jawab Talita setelah berpikir beberapa saat.
"Yakin gak pengen?" tanya Dedy yang mulai mengendarai mobilnya dengan pelan.
__ADS_1
Karena saat ini mereka berada dipusat jajanan yang berjejer di pinggir jalan. Dedy sampai fokus melihat kanan kiri jalan barangkali ada makanan yang dia maupun Talita sukai.
Dan benar saja ketika Dedy melihat ada pedagang rujak buah tiba-tiba saja dia menelan ludahnya dan seakan menginginkannya.
Dedy pun menepikan mobilnya untuk parkir karena dia sendiri yang akan turun dan membeli rujak tersebut. Talita pun merasa heran kenapa Dedy berhenti padahal dia sudah menjawab bahwa tidak menginginkan apapun untuk dimakan saat ini.
"Lhoh kenapa berhenti Pa?" tanya Talita heran.
"Itu ada yang jual rujak buah Ma." jawab Dedy sambil mematikan mesin mobilnya dan mengajak Talita untuk turun.
"Tapi aku kan uda bilang lagi gak pengen apa-apa." ucap Talita yang berjalan berdampingan dengan Dedy menuju ke pedagang rujak buah tersebut.
"Aku yang pengen." jawab Dedy santai.
Talita pun merasa heran, dia yang hamil tapi suaminya yang ngidam. Tetapi Talita tetap mengikuti suaminya tersebut.
Begitu sampai Dedy segera memesan aneka macam buah yang dia inginkan serta sambal rujak yang level pedas. hanya dengan melihat begitu saja sudah membuat Dedy menelan saliva beberapa kali. Dia sudah tidak sabar untuk memakannya.
__ADS_1
Dedy sampai membeli tiga bungkus karena akan dia masukkan ke dalam lemari es untuk dia makan nanti. Dedy tidak hanya membeli rujak buah, dia juga membeli aneka makanan yang berbau pedas. Dedy juga membeli seblak, ayam geprek dan beberapa camilan dengan tingkat kepedasan yang cukup membuat lidah terasa panas.
"Yakin Pa, mau makan ini semua?" tanya Talita begitu mereka masuk ke dalam mobil.
Talita sendiri sampai keheranan melihat semua yang dibeli oleh suaminya. Karena tidak biasanya Dedy memakan semua makanan itu semua. Talita jadi ingat bahwa dulu ketika dia hamil Kelvano, Bagus tidak pernah ngidam seperti Dedy saat ini.
Bahkan saat itu Talita ngidam sangat parah sampai baru hamil berapa bulan saja Talita sudah harus berhenti bekerja.
"Iya lagi pengen." jawab Dedy.
Dedy pun segera melajukan mobilnya untuk pulang karena dia sudah tidak sabar ingin memakan makanan yang sudah dia beli barusan.
...****************...
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏
__ADS_1