Cintaku Kembali KepadaNya

Cintaku Kembali KepadaNya
Bab 14


__ADS_3

Waktu terus berlalu, baby Kelvano semakin bertambah besar. Dan selama itu pula sang mertua terus saja seakan menguasai Kelvano dari Talita. Sang mertua terus saja menggendong dan bahkan merawat Kelvano sendiri tanpa melihat Talita sebagai Ibunya. Dengan alasan Talita belum berpengalaman dan sang mertua yang lebih pintar. Tetapi ketika baby Kelvano lapar, maka sang mertua memberikan kepada Talita untuk dikasih ***** dan setelah selesai akan diminta kembali.


Talita rasa ini sudah kelewat batas, Talita berjanji nanti jika suaminya pulang dia akan mengadukan semua yang dilakukan oleh mertuanya yang seakan ingin menguasai baby Kelvano.


Sore hari, Bagus pun baru saja datang dari bekerja. Dia segera membersihkan diri karena sudah tidak sabar ingin menggendong buah hatinya. Begitu dia selesai mencuci tangan, kaki dan hampir seluruh tubuhnya dia segera menyusul istri dan anaknya yang berada di teras rumah mereka.


Ya, saat baru saja pulang tadi Bagus sudah bertemu anak dan istrinya tetapi dia tidak berani mendekat karena dia baru saja datang dari luar dan seharian berada diluar dia tidak mau membawa virus bagi anaknya yang masih rentan virus itu. Maka dari itu dia memutuskan membersihkan diri terlebih dahulu.


"Halo jagoannya Papa!" seru Bagus, sambil mengambil alih baby Kelvano dari gendongan Talita.


Meskipun masih terlihat kaku ketika menggendong, tetapi Bagus cukup bisa membuat sang baby merasa nyaman berada didekapan sang ayah terbukti bahwa baby Kelvano tidak menangis atau merengek sama sekali ketika Bagus menggendongnya.


Dan Bagus terus menimang baby Kelvano, Talita pun membiarkan hal tersebut karena dia memahami bahwa Bagus juga merindukan anaknya ketika seharian dia harus bekerja untuk menghidupi keluarganya. Talita pun memilih masuk ke dalam kamar menyiapkan kebutuhan suami dan juga anaknya.


Waktu berlalu, saat ini mereka sedang makan malam bersama. Sedangkan baby Kelvano sedang tertidur pulas di box bayi di kamar Talita. Dan selama Bagus berada dirumah sang Ibu pun tidak terlalu terlihat menguasai baby Kelvano tetapi ketika Bagus sedang bekerja atau pergi seharian sang Ibu akan kembali berusaha seakan ingin menguasai baby Kelvano. Sehingga membuat Bagus berpikir bahwa Ibunya memang bisa menghargai Talita.

__ADS_1


Selesai makan malam Talita dan Bagus pun masuk ke dalam kamar setelah beberapa saat beristirahat melihat televisi bersama diruang keluarga.


Saat ini Talita dan Bagus sedang berbaring diatas ranjang dengan Bagus yang memeluk erat Talita dari belakang, karena posisi Talita yang memang membelakangi Bagus.


"Mas.." panggil Talita lirih.


"Hemm.." jawab Bagus dengan deheman, dia memang memejamkan mata tetapi belum sepenuhnya tertidur.


"Sudah tidur?" tanya Talita yang masih tetap dalam posisi tersebut.


"Aku mau kita tinggal dikontrakan aja Mas. Kalau Mas gak mau lebih baik aku tinggal dirumah Ibu ku aja." jawab Talita lirih namun terdengar tegas ditelinga Bagus.


Reflek Bagus pun membuat Talita menghadap ke arahnya dan dia sampai duduk diranjang. Ini memang bukan yang pertama atau kedua kalinya Talita meminta pindah ke kontrakan saja, Talita sudah sering mengatakannya dengan alasan yang cukup masuk akal menurut dia tetapi tidak untuk Bagus. Memang benar ingin pindah ke kontrakan tetapi jika Bagus tidak menuruti bukan berarti akan pindah ke rumah Ibunya Talita, nanti apa kata tetangga mereka. Bisa-bisa mereka digosipkan sedang ada masalah sehingga membuat Talita harus pulang kerumah orangtuanya.


"Kenapa lagi memangnya Dek?" tanya Bagus yang masih sabar menghadapi Talita.

__ADS_1


"Kan aku sudah bilang kenapa Mas. Masa masih tanya terus." kesal Talita.


Bagus pun menghela nafas panjang, jujur saja sebenarnya dia tidak ingin percaya begitu saja jika Ibunya berbuat demikian. Tetapi disatu sisi dia juga harus bisa menjaga perasaan istrinya.


"Ya sudah sabar dulu, kita pelan-pelan cari kontrakannya ya." ucap Bagus mengalah, dan dia berjanji mulai besok akan mencari info rumah kontrakan yang sederhana dengan letak yang tidak terlalu jauh dari rumah Ibunya dan juga tempatnya bekerja.


Mendengar hal itu membuat Talita tersenyum sumringah, kemudian dia segera menghambur ke pelukan Bagus dan mengecup bibir Bagus berkali-kali sebagai ucapan terima kasih karena mau menuruti permintaan Talita yang ingin pindah ke kontrakan.


Begitu Talita ingin melepaskan ciumannya, Bagus justru menahannya dan membuat Bagus semakin memperdalam ciumannya juga tangannya yang sudah tidak bisa dikondisikan. Dan beberapa detik setelah itu terjadilah sesuatu yang memang sudah lama mereka nantikan sejak kelahiran baby Kelvano.


...****************...


Silahkan bertravelling sendiri kak 🤭


Tetap semangat kak 💪

__ADS_1


Tinggakan jejak dengan cara like, komen dan hadiah jangan lupa 🙏


__ADS_2