
Sesuai dengan niatnya, Bagus pun mulai mencari cara untuk mendekati Susi. Dan ternyata mungkin memang Susi sudah menjadi jodohnya, salah satu teman Susi ternyata juga adalah teman Bagus sehingga Bagus pun meminta nomor ponsel Susi darinya.
Karena teman Bagus tahu kalau Bagus pun sudah lama sendirian dan juga Susi yang sendirian, sehingga dia tidak keberatan untuk memberikan nomor ponsel Susi kepada Bagus.
Saat ini Bagus sedang bersantai di teras rumahnya sambil merokok. Sedangkan Ibunya dan juga Kelvano sedang menonton televisi kesukaan Kelvano.
"Ditelepon sekarang apa nanti-nanti aja ya?" gumam Bagus yang menatap ponselnya dengan nama Susi.
Tetapi ketika dia sedang sedikit melamun tidak sengaja tangannya memencet tombol memanggil diponselnya. Dan tanpa Bagus sadari tentu saja ponsel Bagus dengan sendirinya menelpon Susi.
"Halo?"
"Halo? Siapa ya?"
Dalam hati Bagus bertanya-tanya seperti ada suara, tetapi ketika dia melihat ponselnya disana sudah terhubung dengan Susi.
"Waduh gawat! Kog bisa telepon sendiri sih? Aku harus jawab gimana ini?" batin Bagus panik.
__ADS_1
Bagus sampai bangkit dari duduknya dan menghela nafas panjang sebelum akhirnya dia menjawab telepon.
Akhirnya setelah mengenalkan diri dan berbicara panjang lebar, Bagus pun membuat janji dengan Susi untuk bertemu.
...----------------...
Keesokan harinya, tepat sepulang bekerja Bagus segera membersihkan diri dan bersiap-siap akan bertemu dengan Susi sesuai dengan janji mereka kemarin. Dan jelas sekali terlihat sumringah diwajah Bagus, karena memang sepertinya ada harapan yang Susi berikan untuknya.
"Kamu mau kemana Nak?" tanya Ibunya Bagus ketika melihat Bagus yang sudah rapi dan bersiap akan pergi, padahal Ibunya tahu bahwa Bagus baru saja pulang bekerja bahkan belum sempat makan dan istirahat.
"Ibu doakan saja yang terbaik untuk Bagus ya." jawab Bagus ambigu sambil duduk disamping Ibunya.
"Tidak perlu kamu memintanya Ibu sudah selalu berdoa untuk kebaikanmu Nak." ucap Ibunya Bagus sambil menepuk pelan bahu Bagus.
"Trima kasih Bu." jawab Bagus sambil menyalami punggung tangan Ibunya dan meminta doa restu.
Pertemuan Bagus dengan Susi pun berjalan dengan lancar, ternyata keduanya sepakat untuk melangkah bersama. Meskipun terbilang terlalu cepat karena baru saja mengenal tetapi mereka masing-masing sudah memiliki pengalaman yang sama dalam berumah tangga sehingga tidak membuat mereka memikirkannya terlalu lama.
__ADS_1
Seperti memang sudah ditakdirkan bersama, keduanya pun saling mendapat restu dari orang tua masing-masing. Dan tidak perlu menunggu waktu lama, pernikahan keduanya pun segera digelar meskipun hanya sederhana karena mengingat keduanya yang sudah sama-sama pernah menikah dengan meriah tetapi tidak memiliki cerita rumah tangga yang panjang.
Sehingga untuk pernikahan kedua mereka saat ini, mereka lebih memilih sederhana saja dan tentu saja mereka berharap untuk pernikahan kali ini akan sampai maut memisahkan mereka.
...*****TAMAT 🌈🌈🌈*****...
Terima kasih sudah mengikuti cerita ini 🙏🙏
Mungkin tidak sesuai dengan ekspektasi kalian tetapi saya tetap akan terus berusaha 💪
Jangan lupa ikuti cerita yang lain ya dan dijamin gak kalah seru kog 😊
Jangan di unfav dulu karena bakal ada info untuk cerita-cerita yang lainnya 🥰
Sekali lagi terima kasih, tetap semangat dan sehat selalu 😍😍
Jangan lupa like, komen, hadiah dan votenya 💝
__ADS_1