Cintaku Kembali KepadaNya

Cintaku Kembali KepadaNya
Bab 9


__ADS_3

Acara resepsi pernikahan Bagus dan Talita pun berjalan dengan lancar. Baik ketika dirumah Talita maupun dirumah Bagus. Dan mulai saat ini juga Talita tinggal dirumah Bagus bersama dengan Ibunya Bagus.


Malam ini keduanya sudah berada didalam kamar. Sedangkan Ibunya Bagus menginap dirumah Kakak Bagus yang juga tidak terlalu jauh, sekitar 30 menit perjalanan. Entah mungkin memang sedang memberi quality time bagi pasangan pengantin baru tersebut.


"Terima kasih ya Dek sudah mau jadi istri Mas." ucap Bagus yang saat ini berbaring disamping Talita dengan posisi miring menghadap Talita.


"Sama-sama Mas. Aku juga terima kasih Mas mau milih aku jadi istri Mas." jawab Talita sambil tersenyum.


Kemudian Bagus memegang tangan Talita untuk dia cium dan mata mereka saling menatap dalam penuh cinta.


Tangan Bagus perlahan bergerak menyingkirkan anak rambut Talita yang ada didekat matanya. Kemudian membelai pipinya dan turun kebawah sehingga menyentuh bibir Talita. Bagus meraba bibir Talita dengan lembut kemudian Bagus perlahan mendekat sehingga wajah mereka pun hampir tidak berjarak.


Dan tanpa menunggu lama lagi kedua bibir mereka pun bertemu. Bagus melu-mat dengan lembut sehingga Talita pun menikmatinya dan juga bahkan membalasnya. Cukup lama mereka bertukar saliva, hingga pada akhirnya tangan Bagus pun bergerak untuk mencari benda kenyal lainnya yang juga dimiliki oleh Talita.


Bagus mencari pengait yang menghalangi benda tersebut dipunggung Talita dengan sedikit mengangkat tubuh Talita karena posisi mereka yang sama-sama berbaring sehingga agak sulit untuk melakukannya tanpa mereka melepaskan ciuman mereka.


Akhirnya pengait tersebut terlepas, Bagus pun melepaskan ciumannya. Dia berpindah posisi berada diatas Talita tetapi menahan tangannya supaya tidak langsung menindih tubuh Talita. Pandangan mereka kembali bertemu tetapi pandangan kali ini sudah bercampur dengan kabut gairah.

__ADS_1


Bagus segera menyingkap baju Talita ke atas sehingga terpampang nyata lah pemandangan yang sangat indah disana. Selama mereka berpacaran Bagus memang tidak pernah menyentuh bagian sensitif Talita hanya untuk sekedar have fun, tetapi memang Bagus memiliki prinsip bahwa akan menyentuh ketika mereka sudah resmi menikah.


Bagus menyentuh kedua benda tersebut bergantian bahkan sedikit mere-masnya dan memainkan ujungnya. Sedangkan Talita pun hanya bisa mende-sah merasakan sentuhan dari Bagus.


Menurut Bagus benda tersebut cukup besar bahkan ketika dia genggam pun tidak cukup dengan satu tangan dan Bagus menikmati itu. Setelah puas bermain dengan itu Bagus segera bangkit berdiri dan segera melucuti semua pakaian yang dia pakai, hingga tinggal satu celana yang belum dia lepas tetapi Talita cukup bisa melihat dengan jelas bahwa ada sesuatu yang sudah menonjol didalam sana. Talita menggigit bibir bawahnya melihat pemandangan didepan matanya.


Bagus pun segera melepaskan pakaian Talita sehingga Talita sudah polos tanpa busana. Kemudian Bagus segera melepaskan satu-satunya kain yang menempel ditubuhnya kemudian mendekat ke arah Talita yang sudah pasrah berada dibawahnya.


"Sudah siap?" bisik Bagus.


Bagus pun segera memposisikan diri kemudian mengarahkan senjatanya ketempat yang seharusnya. Bagus sedikit menekan lebih keras karena memang sangat sulit untuk memasukkannya sedangkan Talita terlihat menahan nafas dan meringis menahan sakit.


Beberapa kali mencoba Bagus masih belum berhasil hingga membuat Talita semakin merasa kesakitan bahkan keringat pun sudah bercucuran ditubuhnya padahal AC sudah dinyalakan cukup dingin tetapi tidak terasa untuk mereka berdua yang sedang mengarungi kenikmatan bersama.


"Sakit Mas." rintih Talita dengan sedikit merengek.


"Sakit ya Dek? Maaf. Tahan sebentar ya." pinta Bagus, karena bagaimanapun Bagus tidak ingin berhenti ditengah jalan begitu saja.

__ADS_1


Dan Talita pun tidak tega untuk menghentikan Bagus ketika melihat wajah Bagus yang memang menginginkannya. Sehingga Talita menahan rasa sakitnya.


Dengan kembali mendorong lebih keras akhirnya Bagus berhasil menembus sesuatu yang sangat berharga milik Talita. Bersamaan dengan itu Talita sedikit berteriak karena merasakan sakit dan nyeri secara bersama. Dan mereka merasakan ada sesuatu yang mengalir disela-sela penyatuan mereka.


Mereka berhenti sejenak untuk menetralkan rasa yang baru saja mereka rasakan bersama untuk pertama kalinya. Setelah merasa cukup tenang dan nyaman Bagus bergerak perlahan memajumundurkan tubuhnya serta tangan Bagus pun juga ikut bekerja memberi rangsangan Talita terhadap benda kenyal didepannya. Talita yang awalnya merasakan sakit lama-kelamaan hanya rasa nikmat yang dia terima.


Hingga akhirnya mereka bergerak dengan sendiri sesuai naluri mereka. Dan lama-kelamaan mereka merasakan sesuatu yang hampir keluar dan hal itu tidak bisa mereka tahan hingga akhirnya mereka keluarkan secara bersamaan.


"Aghhh..." Bagus pun ambruk didada Talita dengan nafas terengah-engah tetapi tidak sampai menindih supaya sesuatu yang mengalir dibawah sana bisa mengalir dengan sempurna ke tempat yang seharusnya.


Bagus pun menatap mata Talita kemudian mencium keningnya dan mengucapkan terima kasih karena sudah memberikan dan menjaga sesuatu yang sangat berharga untuknya.


...****************...


Tetap semangat yok 💪


Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah jangan lupa 🙏

__ADS_1


__ADS_2